" Tidak, Pangeran. Kau suamiku. Aku tidak bisa meninggalkan suamiku sementara dia berjuang mati - matian demi bangsa dan rakyatku. Biarlah... jika memang ajal sampai di sini, kita mati bersama, Pangeran.. " kata Asmi sambil berlinang air mata.
" Hahahaha.. sekarang aku tahu apa yang menjadi kelemahanmu, Pangeran Hasyeem...!" Kata Raja Iblis Baal.
Raja Iblis tersenyum mengejek seraya mendekat ke arah Pangeran Hasyeem. Dia memutari Pangeran tampan itu dan berhenti di depan wajah Pangeran Hasyeem.
" Apa kau tidak takut padaku, Pangeran..? "
" Demi Allah aza wa jalla, aku tidak takut padamu, Hai Raja Iblis Baal Al Zubab. Kamu hanya makhluk terkutuk penghuni neraka yang kekal... " jawab Pangeran Hasyeem tanpa gentar sedikitpun.
Raja Iblis merasa murka melihat Pangeran Hasyeem yang menurutnya sangat angkuh dan sombong.
" Allah, Tuhanmu itu tak akan bisa menolongmu, Pangeran. Allah yang kau sembah dan kau agung - agungkan itu hanya akan menjadi penonton atas takdir buruk bagimu dan rakyatmu, Pangeran Hasyeem.?" kata Raja Iblis.
Dia berusaha untuk mempengaruhi pangeran Hasyeem dengan kata-kata menghasut.
"Apa kamu tidak sayang pada istri dan keluargamu, juga rakyat di Kerajaanmu, Pangeran. Mereka sangat mencintaimu. Pikirkan tentang mereka semua... " kata Raja Iblis lagi.
Untuk sejenak, Pangeran Hasyeem tampak goyah. Dia memandang ke arah Asmi, wanita yang begitu dia cintai dan kemudian pandangannya beralih ke medan pertempuran. Dilihatnya anak, cucu dan seluruh keluarganya sedang berjuang mati - matian menghadapi tentara Iblis yang jumlahnya ribuan. Mereka berjuang bersama - sama dengan prajurit dan juga rakyatnya. Bahkan diantara keluarganya ada yang tewas. Hati Pangeran Hasyeem seakan-akan tersentuh.
"Jangan dengarkan dia, Pangeran. Allah akan memberi pertolongan kepada hamba - hambanya yang meminta pertolongan dan perlindungan Pada-Nya. Berserah dirilah pada Allah dan meminta pertolongan hanya kepada-Nya. Kita hidup di dunia, tak ada yang abadi." kata Asmi pada suaminya yang tampaknya sudah mulai goyah.
" Hei, perempuan.. apa kamu pikir Allah itu mendengar doa - doa kalian. Jika Allah mendengar doa kalian, maka kami tidak akan ada di tempat ini, hahaha.. " kata Raja Iblis dengan sombongnya.
Pangeran Hasyeem menatap Raja Iblis Baal Al Zubab , lalu berkata, " Kau benar, hai Raja Iblis. Allah tidak akan mendengar doa - doa kami, tapi itu hanya akan terjadi jika kami menyerah dan menghambakan diri kepadamu. Selama kami masih memiliki iman, matipun kami rela. Toh tak ada gunanya kami hidup, jika kami menjadi budakmu dan menghambakan diri kepadamu."
Senyum dibibir Raja Iblis hilang berganti dengan kilatan kemarahan yang terpancar dari matanya.
" Bodohnya, dirimu, Hai Pangeran Hasyeem. Aku akan memberikan apapun yang kamu mau. Kejayaan, kekayaan, Tahta, dan hidup abadi. Asal kau mau bersekutu denganku. Pikirkanlah, wahai pangeran Hasyeem yang bodoh... !! " seru Raja Iblis Baal dengan marah.
" Jawaban dariku tetap tidak. Istriku sudah menyadarkan aku, bahwa tak ada yang abadi di dunia ini, hanya Allah. Semuanya yang kau janjikan itu hanya semu. Kami adalah ciptaan Allah, semua akan kembali pada Allah. Jika memang bangsa kami ditakdirkan Allah binasa oleh Allah, maka biarlah begitu. Asal kami mati dalam keadaan beriman kepada Allah, bukan kepadamu.. "
Selesai berkata demikian, Pangeran Hasyeem memandang Asmi dan tersenyum mendekati sang istri. Tangan Pangeran Hasyeem dan Asmi saling bertaut. Kedua insan yang berbeda dunia ini saling pandang dan kemudian keduanya mengangguk kepala.
" Aku mencintaimu, istriku sayang. "
" Aku juga, Pangeran.. "
Selesai berkata seperti itu, keduanya maju dan menerjang Raja Iblis secara bersamaan.
Pertarungan pun tak terelakkan lagi. Asmi berkali-kali memekik menyebutkan Asma Allah sambil menyerang Raja Iblis Baal. Dia dan Pangeran Hasyeem bekerja sama menghadapi Raja Iblis dengan semangat jihad yang tinggi. Pedang di tangan Asmi berkali-kali hampir melukai Raja Iblis.
Tak sia - sia selama ini Asmi belajar
ilmu pedang kepada suaminya. Sejak peristiwa Asmi yang dibawa pergi oleh Aziziel, Pangeran Hasyeem memutuskan untuk membekali sang istri dengan ilmu pedang dan juga tambahan ilmu kanuragan. Dia berpikir, kelak suatu saat akan berguna bagi istrinya tersebut.
Sekarang, Asmi berkesempatan untuk mengasah ilmu pedang yang diajarkan oleh suaminya.
Pedang Halilintar milik Pangeran Hasyeem kembali lagi terayun. Menebas dan membabat habis seluruh prajurit Iblis yang mencoba menangkap dan menghabisi mereka.
Sementara itu, pertempuran masih saja berlangsung seru. Matahari berganti kelam dan gelap. Lantas kembali lagi bersinar. Sudah tak tahu lagi berapa lama mereka bertempur. Pertempuran ini sudah memakan banyak korban dari kedua belah pihak.
" Hahaha, cukup menarik. Sayang sekali, aku tak bisa membunuhmu, manusia abadi. Tapi aku tahu apa yang harus aku lakukan... " kata Raja Iblis.
Selasai berucap, Raja Iblis lalu menghentikan serangannya. Dia lalu memandang ke arah Asmi. Asmi merasa seluruh tubuhnya mendadak kaku.
"Astaghfirullah, apa yang terjadi. Mengapa tubuhku mendadak kaku seperti ini...? " tanya Asmi.
" Dinda, sayang. Apa yang terjadi... ?"
" Entahlah, Pangeran. Tapi aku tak bisa menggerakkan tubuhku sama sekali.. "
Sang Iblis menyeringai mengerikan kala menatap sepasang suami-istri di depannya. Mata Raja Iblis berubah warna. Tadi berwarna merah, sekarang mata Raja Iblis berwarna putih terang dan bercahaya.
" Apa lagi yang akan dilakukan oleh Raja Iblis, pangeran... "
Pangeran Hasyeem melihat ke arah Raja Iblis, lalu cepat - cepat dia menoleh ke arah istrinya.
" Dinda sayang, jangan balas pandangan matanya, atau kau... "
Terlambat.
Mata Asmi sudah terpaku pada tatapan mata Raja Iblis. Jantung Asmi serasa seperti diremas. Dia merasakan rasa sakit yang teramat sangat.
Wanita cantik itu jatuh tersungkur ke tanah seraya mengucap takbir. "Subhanallah, Laahaula wala quwata illa billah. Allahu Akbaaaarrrr...!!!"
Sesuatu yang tak terduga terjadi. Raja Iblis Baal berteriak sangat keras lalu kemudian jatuh tersungkur ke tanah. Tubuhnya separuh amblas di dalam tanah.
"Sayang... " Pangeran Hasyeem berlari menubruk tubuh Asmi. Pangeran jin itu langsung memeluk tubuh sang Istri yang kini sudah tak bergerak lagi.
Sementara itu, tubuh Raja Iblis Baal benar - benar terpaku di bumi. Ditangannya tampak menggenggam sesuatu. Sebuah jantung yang masih berdetak.
"Pangeran. Ini adalah jantung istrimu. Aku memang tak bisa membunuhnya, tapi aku bisa memenjarakan jiwanya bersamaku di neraka sampai akhir zaman.... "
Setelah berucap demikian, tubuh Raja Iblis Baal terbakar bersama - sama dengan jantung Asmi yang masih berdetak.
" Kali ini aku mengaku kalah, Pangeran Hasyeem. Tapi aku juga tak akan membiarkan kamu menang. Kau pun akan mati perlahan-lahan karena merana...."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Mr.VANO
smg ad ke ajaipan untk asmi sehat seperti semula
2023-06-13
2
Berdo'a saja
ga jadi abadi dong
2023-01-31
0
Finon Lie
lanjut thor
2022-11-29
0