Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )

" Tidak, Pangeran. Kau suamiku. Aku tidak bisa meninggalkan suamiku sementara dia berjuang mati - matian demi bangsa dan rakyatku. Biarlah... jika memang ajal sampai di sini, kita mati bersama, Pangeran.. " kata Asmi sambil berlinang air mata.

" Hahahaha.. sekarang aku tahu apa yang menjadi kelemahanmu, Pangeran Hasyeem...!" Kata Raja Iblis Baal.

Raja Iblis tersenyum mengejek seraya mendekat ke arah Pangeran Hasyeem. Dia memutari Pangeran tampan itu dan berhenti di depan wajah Pangeran Hasyeem.

" Apa kau tidak takut padaku, Pangeran..? "

" Demi Allah aza wa jalla, aku tidak takut padamu, Hai Raja Iblis Baal Al Zubab. Kamu hanya makhluk terkutuk penghuni neraka yang kekal... " jawab Pangeran Hasyeem tanpa gentar sedikitpun.

Raja Iblis merasa murka melihat Pangeran Hasyeem yang menurutnya sangat angkuh dan sombong.

" Allah, Tuhanmu itu tak akan bisa menolongmu, Pangeran. Allah yang kau sembah dan kau agung - agungkan itu hanya akan menjadi penonton atas takdir buruk bagimu dan rakyatmu, Pangeran Hasyeem.?" kata Raja Iblis.

Dia berusaha untuk mempengaruhi pangeran Hasyeem dengan kata-kata menghasut.

"Apa kamu tidak sayang pada istri dan keluargamu, juga rakyat di Kerajaanmu, Pangeran. Mereka sangat mencintaimu. Pikirkan tentang mereka semua... " kata Raja Iblis lagi.

Untuk sejenak, Pangeran Hasyeem tampak goyah. Dia memandang ke arah Asmi, wanita yang begitu dia cintai dan kemudian pandangannya beralih ke medan pertempuran. Dilihatnya anak, cucu dan seluruh keluarganya sedang berjuang mati - matian menghadapi tentara Iblis yang jumlahnya ribuan. Mereka berjuang bersama - sama dengan prajurit dan juga rakyatnya. Bahkan diantara keluarganya ada yang tewas. Hati Pangeran Hasyeem seakan-akan tersentuh.

"Jangan dengarkan dia, Pangeran. Allah akan memberi pertolongan kepada hamba - hambanya yang meminta pertolongan dan perlindungan Pada-Nya. Berserah dirilah pada Allah dan meminta pertolongan hanya kepada-Nya. Kita hidup di dunia, tak ada yang abadi." kata Asmi pada suaminya yang tampaknya sudah mulai goyah.

" Hei, perempuan.. apa kamu pikir Allah itu mendengar doa - doa kalian. Jika Allah mendengar doa kalian, maka kami tidak akan ada di tempat ini, hahaha.. " kata Raja Iblis dengan sombongnya.

Pangeran Hasyeem menatap Raja Iblis Baal Al Zubab , lalu berkata, " Kau benar, hai Raja Iblis. Allah tidak akan mendengar doa - doa kami, tapi itu hanya akan terjadi jika kami menyerah dan menghambakan diri kepadamu. Selama kami masih memiliki iman, matipun kami rela. Toh tak ada gunanya kami hidup, jika kami menjadi budakmu dan menghambakan diri kepadamu."

Senyum dibibir Raja Iblis hilang berganti dengan kilatan kemarahan yang terpancar dari matanya.

" Bodohnya, dirimu, Hai Pangeran Hasyeem. Aku akan memberikan apapun yang kamu mau. Kejayaan, kekayaan, Tahta, dan hidup abadi. Asal kau mau bersekutu denganku. Pikirkanlah, wahai pangeran Hasyeem yang bodoh... !! " seru Raja Iblis Baal dengan marah.

" Jawaban dariku tetap tidak. Istriku sudah menyadarkan aku, bahwa tak ada yang abadi di dunia ini, hanya Allah. Semuanya yang kau janjikan itu hanya semu. Kami adalah ciptaan Allah, semua akan kembali pada Allah. Jika memang bangsa kami ditakdirkan Allah binasa oleh Allah, maka biarlah begitu. Asal kami mati dalam keadaan beriman kepada Allah, bukan kepadamu.. "

Selesai berkata demikian, Pangeran Hasyeem memandang Asmi dan tersenyum mendekati sang istri. Tangan Pangeran Hasyeem dan Asmi saling bertaut. Kedua insan yang berbeda dunia ini saling pandang dan kemudian keduanya mengangguk kepala.

" Aku mencintaimu, istriku sayang. "

" Aku juga, Pangeran.. "

Selesai berkata seperti itu, keduanya maju dan menerjang Raja Iblis secara bersamaan.

Pertarungan pun tak terelakkan lagi. Asmi berkali-kali memekik menyebutkan Asma Allah sambil menyerang Raja Iblis Baal. Dia dan Pangeran Hasyeem bekerja sama menghadapi Raja Iblis dengan semangat jihad yang tinggi. Pedang di tangan Asmi berkali-kali hampir melukai Raja Iblis.

Tak sia - sia selama ini Asmi belajar

ilmu pedang kepada suaminya. Sejak peristiwa Asmi yang dibawa pergi oleh Aziziel, Pangeran Hasyeem memutuskan untuk membekali sang istri dengan ilmu pedang dan juga tambahan ilmu kanuragan. Dia berpikir, kelak suatu saat akan berguna bagi istrinya tersebut.

Sekarang, Asmi berkesempatan untuk mengasah ilmu pedang yang diajarkan oleh suaminya.

Pedang Halilintar milik Pangeran Hasyeem kembali lagi terayun. Menebas dan membabat habis seluruh prajurit Iblis yang mencoba menangkap dan menghabisi mereka.

Sementara itu, pertempuran masih saja berlangsung seru. Matahari berganti kelam dan gelap. Lantas kembali lagi bersinar. Sudah tak tahu lagi berapa lama mereka bertempur. Pertempuran ini sudah memakan banyak korban dari kedua belah pihak.

" Hahaha, cukup menarik. Sayang sekali, aku tak bisa membunuhmu, manusia abadi. Tapi aku tahu apa yang harus aku lakukan... " kata Raja Iblis.

Selasai berucap, Raja Iblis lalu menghentikan serangannya. Dia lalu memandang ke arah Asmi. Asmi merasa seluruh tubuhnya mendadak kaku.

"Astaghfirullah, apa yang terjadi. Mengapa tubuhku mendadak kaku seperti ini...? " tanya Asmi.

" Dinda, sayang. Apa yang terjadi... ?"

" Entahlah, Pangeran. Tapi aku tak bisa menggerakkan tubuhku sama sekali.. "

Sang Iblis menyeringai mengerikan kala menatap sepasang suami-istri di depannya. Mata Raja Iblis berubah warna. Tadi berwarna merah, sekarang mata Raja Iblis berwarna putih terang dan bercahaya.

" Apa lagi yang akan dilakukan oleh Raja Iblis, pangeran... "

Pangeran Hasyeem melihat ke arah Raja Iblis, lalu cepat - cepat dia menoleh ke arah istrinya.

" Dinda sayang, jangan balas pandangan matanya, atau kau... "

Terlambat.

Mata Asmi sudah terpaku pada tatapan mata Raja Iblis. Jantung Asmi serasa seperti diremas. Dia merasakan rasa sakit yang teramat sangat.

Wanita cantik itu jatuh tersungkur ke tanah seraya mengucap takbir. "Subhanallah, Laahaula wala quwata illa billah. Allahu Akbaaaarrrr...!!!"

Sesuatu yang tak terduga terjadi. Raja Iblis Baal berteriak sangat keras lalu kemudian jatuh tersungkur ke tanah. Tubuhnya separuh amblas di dalam tanah.

"Sayang... " Pangeran Hasyeem berlari menubruk tubuh Asmi. Pangeran jin itu langsung memeluk tubuh sang Istri yang kini sudah tak bergerak lagi.

Sementara itu, tubuh Raja Iblis Baal benar - benar terpaku di bumi. Ditangannya tampak menggenggam sesuatu. Sebuah jantung yang masih berdetak.

"Pangeran. Ini adalah jantung istrimu. Aku memang tak bisa membunuhnya, tapi aku bisa memenjarakan jiwanya bersamaku di neraka sampai akhir zaman.... "

Setelah berucap demikian, tubuh Raja Iblis Baal terbakar bersama - sama dengan jantung Asmi yang masih berdetak.

" Kali ini aku mengaku kalah, Pangeran Hasyeem. Tapi aku juga tak akan membiarkan kamu menang. Kau pun akan mati perlahan-lahan karena merana...."

Terpopuler

Comments

Mr.VANO

Mr.VANO

smg ad ke ajaipan untk asmi sehat seperti semula

2023-06-13

2

Berdo'a saja

Berdo'a saja

ga jadi abadi dong

2023-01-31

0

Finon Lie

Finon Lie

lanjut thor

2022-11-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Pangeran Arkana
2 Bab. 2 Perjumpaan
3 Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4 Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5 Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6 Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7 Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8 Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9 Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10 Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11 Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12 Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13 Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14 Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15 Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16 Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17 Bab. 17 Dimensi ke Empat
18 Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19 Bab. 19 Zahra Menghilang
20 Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21 Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22 Bab. 22 Dunia Cermin..
23 Bab. 23 Bertemu Zamura
24 Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25 Bab. 25 Manusia Harimau
26 Bab. 26 Kutukan Lamma
27 Bab. 27 Ramalan Zaggart
28 Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29 Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30 Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31 Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32 Bab. 32 Roh Perawan Suci
33 Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34 Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35 Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36 Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37 Bab. 37 Cemburu...
38 Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39 Bab. 39 Perangkap Kalla
40 Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41 Bab. 41 Kristal Arwah
42 Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43 Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44 Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45 Bab. 45
46 Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47 Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48 Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49 Bab. 49 Kehilangan
50 Bab. 50
51 Bab. 51 Trubuks
52 Bab. 52 Ifrit
53 Bab. 53 Godaan
54 Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55 Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56 Bab 56
57 Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 bab. 62 Bluma...
63 Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64 Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65 Bab. 65 Kembalinya Nagini
66 Bab. 66
67 Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68 Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69 Bab. 69 Pulang.....
70 Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71 Bab. 71 Batu Lima Bintang
72 Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73 Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74 Bab. 74 Pertemuan Kembali
75 Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79 Bab. 79
80 Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81 Bab. 81
82 Bab. 82 Tumbal Berdarah
83 Bab. 83
84 Bab. 84 Serangan Gelap
85 Bab. 85 Talak
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89 Bab. 89
90 Bab. 90 Nayyara
91 Bab. 91 Kuntilanak
92 Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93 Bab. 93 Hilangnya Kania
94 Bab. 94 Pencarian Kania
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98 Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99 Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100 Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101 Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102 Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103 Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104 Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105 Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106 Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107 Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108 Bab. 108 Pertemuan Kembali
109 BAB. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112 Bab. 112
113 Bab. 113 GUNDERUWO
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117 Bab. 117 Perjanjian Keramat
118 Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119 Bab. 119 Kerasukan
120 Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121 Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122 Bab. 122
123 Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124 Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125 Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126 Bab. 126 Kisah Balqis
127 Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128 Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129 Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130 Bab. 130 Hukuman
131 Bab. 131 Pernikahan
132 Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133 Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134 Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135 Bab. 135 Keluarga Kecil
136 Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137 Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138 Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139 Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140 Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141 Bab. 141
142 Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143 Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144 Bab. 144 Batu Giok Setan
145 Bab. 145 Melamar Zahra
146 Bab. 146 Acara Lamaran
147 Bab. 147 Pangeran Serigala
148 Bab. 148
149 Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150 Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151 Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152 Bab. 152
153 Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154 Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155 Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156 Bab. 156 Kematian Rawing
157 Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158 Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159 Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160 Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161 Bab. 161 Menikah
162 Bab. 162 MP
163 Bab. 163 MP ( episode 2)
164 Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165 Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166 Bab. 166 Sate Padang
167 Bab.167 Pedang dan Cinta
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Bab. 1 Pangeran Arkana
2
Bab. 2 Perjumpaan
3
Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4
Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5
Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6
Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7
Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8
Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9
Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10
Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11
Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12
Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13
Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14
Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15
Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16
Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17
Bab. 17 Dimensi ke Empat
18
Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19
Bab. 19 Zahra Menghilang
20
Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21
Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22
Bab. 22 Dunia Cermin..
23
Bab. 23 Bertemu Zamura
24
Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25
Bab. 25 Manusia Harimau
26
Bab. 26 Kutukan Lamma
27
Bab. 27 Ramalan Zaggart
28
Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29
Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30
Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31
Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32
Bab. 32 Roh Perawan Suci
33
Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34
Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35
Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36
Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37
Bab. 37 Cemburu...
38
Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39
Bab. 39 Perangkap Kalla
40
Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41
Bab. 41 Kristal Arwah
42
Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43
Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44
Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45
Bab. 45
46
Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47
Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48
Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49
Bab. 49 Kehilangan
50
Bab. 50
51
Bab. 51 Trubuks
52
Bab. 52 Ifrit
53
Bab. 53 Godaan
54
Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55
Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56
Bab 56
57
Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
bab. 62 Bluma...
63
Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64
Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65
Bab. 65 Kembalinya Nagini
66
Bab. 66
67
Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68
Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69
Bab. 69 Pulang.....
70
Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71
Bab. 71 Batu Lima Bintang
72
Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73
Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74
Bab. 74 Pertemuan Kembali
75
Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79
Bab. 79
80
Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81
Bab. 81
82
Bab. 82 Tumbal Berdarah
83
Bab. 83
84
Bab. 84 Serangan Gelap
85
Bab. 85 Talak
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89
Bab. 89
90
Bab. 90 Nayyara
91
Bab. 91 Kuntilanak
92
Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93
Bab. 93 Hilangnya Kania
94
Bab. 94 Pencarian Kania
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98
Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99
Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100
Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101
Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102
Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103
Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104
Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105
Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106
Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107
Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108
Bab. 108 Pertemuan Kembali
109
BAB. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112
Bab. 112
113
Bab. 113 GUNDERUWO
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117
Bab. 117 Perjanjian Keramat
118
Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119
Bab. 119 Kerasukan
120
Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121
Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122
Bab. 122
123
Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124
Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125
Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126
Bab. 126 Kisah Balqis
127
Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128
Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129
Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130
Bab. 130 Hukuman
131
Bab. 131 Pernikahan
132
Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133
Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134
Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135
Bab. 135 Keluarga Kecil
136
Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137
Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138
Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139
Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140
Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141
Bab. 141
142
Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143
Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144
Bab. 144 Batu Giok Setan
145
Bab. 145 Melamar Zahra
146
Bab. 146 Acara Lamaran
147
Bab. 147 Pangeran Serigala
148
Bab. 148
149
Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150
Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151
Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152
Bab. 152
153
Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154
Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155
Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156
Bab. 156 Kematian Rawing
157
Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158
Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159
Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160
Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161
Bab. 161 Menikah
162
Bab. 162 MP
163
Bab. 163 MP ( episode 2)
164
Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165
Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166
Bab. 166 Sate Padang
167
Bab.167 Pedang dan Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!