Pembunuh Berantai

"Baiklah, kalau begitu kita menikah besok."

Ziya tersedak ludahnya mendengar ucapan Zeo. Apa pria itu sudah sangat kebelet ingin melakukan hal itu? Ataukah pernikahan yang di maksudnya berbeda dengan pernikahan yang di bicarakan Ziya.

Secara dunia keduanya berbeda.

"Jangan terburu-buru, aku masih harus kuliah lalu bekerja sebagai pegawai kantor untuk sesaat, kemudian baru kita menikah."

Ziya menjelaskan membuat Zeo mengernyitkan dahinya. Dia merasa sangat heran dengan Ziya, tak paham dengan perkataan Ziya.

"Kuliah? Pegawai kantoran itu apa?" tanya Zeo penasaran membuat Ziya menepuk jidatnya.

Dia lupa kalau saat ini sedang berhadapan dengan makhluk air, tentunya bukan manusia seutuhnya.

"Kuliah itu tempat untuk belajar agar kita pintar secara intelektual dan bertambah wawasan juga pengalaman. Sedangkan pegawai kantoran itu adalah sebuah jabatan!" jelas Ziya secara efektif membuat Zeo mampu memahami nya.

Pria itu menganggukkan kepalanya.

"Berapa purnama lagi kira-kira kita akan menikah?" tanya Zeo polos membuat Ziya tersenyum canggung.

Demi apapun, siapapun tolong Ziya saat ini. Dia tidak tahu harus menjelaskan seperti apa lagi, karena Zeo pasti akan bertanya lagi bila dia menjelaskan suatu hal yang tidak di mengerti oleh pria itu.

Tok tok tok.

"Paket!"

Dewi Fortuna sedang berpihak pada Ziya. Kurir paket telah datang untuk mengantarkan pesanan Ziya membuat gadis itu tersenyum cerah.

"Sebentar, aku ambil paket dulu." Ziya mendorong dada bidang Zeo lalu bergegas keluar dari kamar kecilnya.

Membuka pintu rumah lalu mengambil paketnya.

"Dengan Nona Ziya?"

"Benar, Pak."

"Ah ini paket nya, 220 ribu, 200 harga paketnya dan 20 ribu harga ongkir nya, Nona."

"Baik, Pak."

Ziya menyerahkan dua lembar uang berwarna merah dan satu lembar uang berwarna hijau. Setelah itu Ziya kembali ke dalam kamarnya.

Dia melihat Zeo sedang melihat ponselnya. Namun pria itu tidak tahu cara memainkannya, sangat menggemaskan pikir Ziya.

"Hey, coba lihat. Aku ada hadiah untukmu," ujar Ziya tersenyum cerah menunjukkan paket nya.

Zeo menatap paket itu dengan mata berbinar cerah. Seumur hidup dirinya tak pernah mendapatkan hadiah dari siapapun. Rasanya sangat menyenangkan.

"Ini untukku?" tanya Zeo dengan mata berbinar bahagia.

Ziya menganggukkan kepalanya. Dia membuka kertas hitam yang membungkus paketnya. Terdapat tiga pasang pakaian pria yang sesuai dengan ukuran tubuh Zeo.

Pria itu tersenyum cerah. Tidak menyangka Ziya akan sebaik ini padanya. Benar kata sosok misterius itu kalau Ziya adalah kebahagiaan nya yang harus segera di raih.

"Terima kasih karena sudah memberi ku hadiah, Ziya," ujar Zeo tersenyum tulus membuat Ziya merasa hangat dalam hatinya.

"He he … ini bukan apa-apa, nanti setelah aku jual emas yang kamu berikan ini. Aku akan membelikan mu banyak pakaian dan kita akan tinggal di tempat yang lebih bagus," balas Ziya serius membuat Zeo menganggukkan kepalanya.

Dia melihat pakaian yang di berikan oleh Ziya dan ternyata sangat cocok di pakai olehnya.

"Aku akan memasak sesuatu untuk mengganjal perut kita malam ini. Besok pagi aku akan mengajakmu ke mall untuk menjual emasnya," tambah Ziya membuat Zeo menganggukkan kepalanya.

Dia terlalu bahagia mendapatkan hadiah dari gadis yang ia cintai. Bola matanya seperti ada gambar love saat menatap Ziya membuat gadis itu tertawa geli.

"Dasar Duyung genit," gumam Ziya pelan mampu terdengar oleh Zeo, namun pria itu menganggap hal itu sebagai bentuk pujian.

*

*

Suasana dalam kereta api sangatlah ramai. Banyak manusia sedang berbicara dengan kelompok nya masing-masing. Ada yang sedang menyendiri dengan mendengar musik, ada pula yang membaca koran seraya menunggu sampai di tujuan.

Ada Pula yang memainkan tikt0k, I*stagram atau semacamnya.

"Hey, apa kau menonton berita tadi pagi?" tanya seseorang pada temannya membuat temannya itu menggelengkan kepalanya.

"Tidak, memang kenapa?" Temannya bertanya.

"Tadi, aku lihat berita di pantai Duyung ditemukan mayat tanpa jantung. Dia dibunuh dengan cara yang sadis, tidak hanya itu, di jalan XX juga di temukan seorang wanita malam mati dalam keadaan menggemaskan, bola matanya sudah tidak ada lagi dan jantungnya juga menghilang dari tubuhnya. Polisi menghimbau masyarakat agar berhati-hati saat pulang kerja larut malam dan berjalan di tempat sepi! Karena sepertinya dua mayat itu di bunuh oleh pelaku yang sama. Yaitu pembunuh berantai!"

"Ya ampun, benarkah? Ih serem sekali. Sepertinya pembunuh itu seorang psikopat. Karena hanya psikopat bila membunuh dengan cara yang sadis."

"Kamu benar. Aku ingin memberitahu anak-anak ku dulu agar nanti saat pulang sekolah dia tunggu aku jemput. Jangan pulang sendirian. Apalagi dia masuk sekolah jam malam!"

"Aku juga."

Seorang pria tampan memakai Hoodie berwarna hitam, topi hitam dan masker berwarna hitam mendengar obrolan dia manusia itu sedari tadi. Dia tersenyum misterius di balik maskernya.

"Ini sangat menyenangkan, ahh … telah lama aku tidak membunuh dan rasanya setelah membunuh dua manusia hina itu aku seperti mendapatkan secercah harapan untuk bersenang-senang," gumam nya dalam hati bersorak gembira. Haus akan darah.

*

*

Bersambung.

Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

jahat sekali 😡

2024-11-16

0

Yunia Afida

Yunia Afida

duyung jahat ni, semoga zeo bisa melawan nya

2022-12-15

0

Ratna Dumilah

Ratna Dumilah

Rio ko jahat bgt sih...

2022-12-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!