Tidak Mungkin Bersama

Matahari sudah mulai meninggi, Ziya maupun Zeo merasa sangat lelah, karena terlalu banyak bermain. Keringat membasahi tubuh keduanya, bibir Zeo mengering karena terlalu lama di darat.

Ziya memperhatikan wajah Zeo yang berubah kusam dan pucat. Tampaknya pria itu sedang tak baik-baik saja.

"Bibir kamu kering dan wajahmu sangat pucat, apa kamu baik-baik saja?" tanya Ziya khawatir membuat Zeo tersenyum kecil. Pria itu merasa sangat haus dan gerah saat ini.

Ingin rasanya dia kembali ke dalam air, namun tak ingin jauh dari Ziya. Terlebih lagi gadis itu tidak bisa berenang membuat mereka berdua jadi serba salah.

"Aku tidak apa-apa, hanya sedikit gerah saja," elak Zeo membuat Ziya tak percaya. Gadis itu merasa sangat khawatir.

Tiba-tiba suara perut Ziya terdengar oleh Zeo. Cacing dalam perutnya sedang melakukan demo, karena sudah waktunya makan siang, tetapi gadis itu belum juga makan.

Wajah gadis itu merah merona sampai ke lehernya. Dia benar-benar merutuki dirinya sendiri. Sungguh memalukan pikir Ziya. Perutnya bersuara tepat saat bersama dengan pria tampan.

"Dasar tak tahu malu," desis Ziya dalam hati membuat Zeo tertawa kecil.

Sepertinya Ziya tipikal manusia pemalu batin Zeo terkekeh kecil.

"Kamu tunggu di sini sebentar, aku akan berenang menangkap ikan untukmu," ujar Zeo membuat Ziya hanya menganggukkan kepalanya.

Dia membuang wajahnya ke arah lain tak berani memandangi wajah Zeo.

Cup.

Lagi dan lagi Zeo mencium bibir Ziya sesat. Lalu pria itu melangkah masuk ke dalam air, kaki manusia nya berubah menjadi ekor duyung.

Sungguh pemandangan yang sangat sulit di temukan. Bahkan, Ziya sendiri tidak menyangka kalau dirinya bisa melihat duyung di dunia nyata. Dulu dia mengira kalau duyung hanyalah mitos belaka.

"Ekornya sangat indah," puji Ziya saat melihat ekor Zeo.

Duyung itu menyelam ke dalam air. Dia menggunakan kekuatan nya untuk menangkap ikan. Setelah mendapatkan tiga ekor ikan tuna, Zeo segera berbenah ke tepi pantai.

Dia merubah kembali wujudnya menjadi manusia. Mata Ziya berbinar bahagia saat melihat Zeo berhasil menangkap ikan.

"Wow ikan tuna, kamu sangat hebat!" teriak Ziya memuji Zeo membuat pria itu tersenyum malu.

Wajahnya merah merona hingga ke kupingnya.

"Ahh … bisa-bisa jantung ku meledak karena di puji oleh Ziya," batin Zeo malu.

"Tapi, bagaimana cara membersihkan nya, kita tidak punya pisau?" tanya Ziya bingung.

"Ah iya, kamu manusia jadi cara makannya pasti berbeda dari kami," gumam Zeo pelan.

Pria itu mencari kayu runcing, lalu mengasahnya pada batu hingga benar-benar runcing. Kemudian Zeo membersihkan ikan tuna tersebut dan mencucinya.

Ziya dan Zeo memakan ikan tersebut mentah-mentah. Keduanya mengobrol ringan, sesekali bercanda. Tak jarang juga berciuman hingga satu jam.

Kalau sampai ada cermin, pastilah Ziya akan terkejut melihat bibirnya yang sudah bengkak karena ulah Zeo.

Gadis itu membelai rahang tegas Zeo lembut. Sorot matanya berubah menjadi sayu dan bergairah. Keduanya pun kembali melanjutkan ciuman manis tersebut.

Hingga Ziya merasa mengantuk dan terlelap dalam pelukan Zeo. Mereka berdua tidur beralaskan pasir pantai.

Pangeran duyung itu menatap sendu wajah Ziya. Dia sudah jatuh cinta pada Ziya saat gadis itu pertama kali memuji nya.

Namun, dia dan Ziya tidak bisa bersama, karena keduanya spesies yang berbeda. Tak pantas Duyung bersatu dengan manusia, karena itu melanggar hukum alam.

Tes.

Air mata Zeo keluar dari pelupuk matanya dan berubah menjadi mutiara. Dia membelai pipi Ziya dengan lembut.

"Hari ini adalah hari yang tidak akan pernah aku lupakan. Hari ini aku tersenyum dan tertawa untuk pertama kalinya. Hari ini aku di puji dengan tulus untuk pertama kalinya dalam hidup. Hari ini juga aku merasakan kebahagiaan yang tidak pernah aku dapatkan dari keluarga maupun ras ku."

"Ziya, kamu sangat berarti bagiku. Tapi, bila aku bersamamu, sama saja aku melanggar hukum alam semesta. Biarlah hari ini menjadi kenangan terindah untuk ku saja. Aku harap, suatu saat nanti kita bisa bertemu kembali di dunia yang berbeda," gumam Zeo pelan.

Cahaya kuning keemasan keluar dari tangan Zeo. Dia meletakkan nya di kening Ziya lalu sebuah cahaya berwarna putih seperti bentuk mutiara keluar dari dalam benak Ziya.

"Aku mencintaimu," bisik Zeo lembut di telinga Ziya.

*

*

Bersambung.

Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘

Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏

mampir juga ke novel teme author yang nggak kalah serunya 💋💋

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

aku juga mencintai mu Zeo 🤭🤣🤣

2024-11-15

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

sedih pulak... semoga mereka bisa bersama selamanya....

2024-11-15

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

wow... beruntung Ziya kerana Zeo perhatian sekali....

2024-11-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!