Zeo membawa Ziya berenang ke permukaan. Suasana pantai berubah menjadi sepi, sangat sepi karena para mahasiswa dilarikan ke rumah sakit. Beberapa pemuda pantai juga telah kembali ke rumah mereka masing-masing.
Zeo sengaja membawa Ziya ke bagian pantai yang tak pernah dijamah oleh manusia.
Uhuk uhuk.
Ziya terbatuk mengeluarkan semua air laut yang ia telan. Zeo mengusap punggung Ziya dengan lembut, duyung jantan itu tidak merasa Ziya sebagai ancaman. Itulah sebabnya dia berani menampakkan diri di hadapan Ziya.
Salah satu kekuatan Zeo adalah bisa membaca emosi seseorang dan bisa mendengar suara hati manusia maupun makhluk air.
"Terima kasih," ujar Ziya pelan dengan suara parau.
Zeo tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya. Ziya tersenyum canggung, pakaian nya berwarna putih. Di tambah basah terkena air membuat lekuk tubuhnya tampak jelas dan pakaian dalamnya berwarna merah jambu tampak jelas.
"Untuk apa kau malu? Aku sudah biasa melihat manusia telanjang." Zeo berkata santai, dia dapat merasakan emosi Ziya yang was-was dan malu.
Mendengar ucapan Zeo membuat wajah Ziya merah padam. Duyung jantan itu merasa tugasnya sudah selesai dan dia ingin segera kembali ke dalam air.
"Aku harus kembali." Zeo bergerak merangkak menuju air pantai. Mengetahui hal itu membuat Ziya tersadar dan segera mencekal lengan Zeo.
"Tunggu, jangan pergi dulu! Aku masih ingin berbicara denganmu." Ziya berkata dengan sungguh-sungguh menatap pria itu dengan tatapan penuh harap.
"Kamu ingin bicara apa?" tanya Zeo heran dengan raut wajah datar.
"Kamu bisa bahasa manusia?" Ziya bertanya kembali membuat Zeo tersenyum samar.
"Tentu aku bisa. Bagaimanapun leluhur kalian dan leluhur kami pernah menjalin hubungan. Jadi, bahasa kalian sangat mudah kamu pahami, tapi kalian tidak bisa memahami bahasa kami!" jelas Zeo membuat Ziya menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, apa kamu punya kekuatan?"
"Kamu bisa berubah menjadi manusia?"
"Kamu bisa bernafas dalam air?"
Ziya bertanya banyak hal membuat Zeo tertawa pelan. Dia tertawa mendengar pertanyaan terakhir Ziya.
"Tentu saja aku bisa berenang, kalau tidak. Bagaimana aku hidup dalam air?" Zeo menjawab membuat Ziya tersenyum malu. Gadis itu menggosing tengkuknya yang tak gatal.
Dirinya merasa salah tingkah saat di pandang oleh Zeo. Sorot mata pria itu tampak tajam dan penuh perhatian. Terlebih lagi wajahnya yang amat tampan seperti sosok anime.
"Dia sangat tampan," gumam Ziya pelan membuat Zeo terkejut. Wajahnya merah merona seperti kepiting rebus. Hatinya berdebar kencang seperti orang yang sedang jatuh cinta. Untuk pertama kalinya dia dipuji, terbiasa hidup dicaci dan dimaki oleh kaum nya sendiri.
"Aku tampan?" tanya Zeo ragu-ragu membuat Ziya menganggukkan kepalanya cepat.
"He'um, kamu sangat tampan! Kamu adalah pria pertama yang aku temui dan ketampanan nya sangat di luar nalar. Kamu seperti patung dewa Yunani! Kulit wajahmu putih bersih dan dada mu berotot. Ahh … kamu benar-benar sangat tampan."
Ziya berkata panjang lebar memuji Zeo dengan penuh semangat membuat duyung jantan itu merona malu. Ada rasa bahagia untuk pertama kalinya.
Dia benar-benar di buat melayang oleh pujian Ziya. Tak pernah ia sangka akan mendapatkan pujian dadakan oleh manusia.
"Dasar lemah."
"Ha ha, lihatlah dia sangat bodoh!"
"Sihirnya sangat lemah."
"Lihatlah wajahnya sangat jelek, apalagi tato di wajahnya sangat menyeramkan."
Banyak lagi kalimat jahat yang dilontarkan oleh kaum nya pada Zeo. Duyung jantan itu hanya mampu diam dan menangis, karena tidak punya teman atau keluarga yang membela dirinya. Tidak ada siapapun yang mendukung dirinya.
"Tapi, mereka bilang wajahku sangat jelek, karena tato ini," ujar Zeo tak percaya diri menundukkan wajahnya.
Ziya menyentuh pipi Duyung jantan itu. Dia menangkup pipi Zeo dengan lembut lalu menatap dalam bola mata biru muda milik Zeo.
Tangannya terulur membelai pelipis Zeo dengan sangat lembut.
Deg deg.
Dada Zeo berdebar kencang saat merasakan emosi Ziya. Kasih sayang, perhatian dan penuh cinta ia rasakan. Serta ketulusan di dalamnya.
Untuk pertama kalinya dia merasakan ketulusan seseorang.
"Percaya padaku, kamu adalah pria paling tampan yang pernah aku temui dan aku yakin, kamu adalah pria tertampan di dunia ini. Tato ini juga sangat keren! Tidak ada yang salah dari ini."
Ziya memuji Zeo dengan kata lembut dan penuh ketulusan.
Tiba-tiba dada Zeo sesak. Terharu dan bahagia karena pertama kali di puji dengan tulus.
Tak.
Mutiara berwarna putih susu keluar dari sudut mata Zeo. Duyung jantan itu menangis haru membuat Ziya tersenyum manis. Dia tidak melihat mutiara yang jatuh dari sudut mata Zeo.
Zeo menarik tengkuk Ziya dan mencium lembut bibir gadis itu lagi untuk kesekian kalinya.
Manis … sangat manis batin Ziya memejamkan matanya menikmati ciuman keduanya.
*
*
*
Di novel ini tidak ada unsur agama nya ya, Guys.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
mampir juga ke novel temen Author
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
Zeo menangis keluar mutiara...wow sungguh hebat sekali...
2024-11-15
0
Yunerty Blessa
Ziya mulai memuji Zeo..
2024-11-15
0
Yunerty Blessa
astaga Zeo 🤣
2024-11-15
0