Petir Menyambar

Ziya sudah seperti orang linglung setelah sadar dari pingsannya. Dia kembali ke penginapan dan ternyata dirinya tertinggal. Sebab para panitia dan mahasiswa panik karena banyak yang terluka.

Untung saja Ziya punya uang untuk ongkos pulang ke rumah nya. Dalam perjalanan gadis itu seperti orang yang kebingungan.

"Apa yang kemarin itu mimpi yah?" gumamnya pada diri sendiri. Seraya menatap ke luar jendela bus yang ia tumpangi.

*

*

Sudah dua hari pasca perpisahan nya dengan Ziya. Kehidupan Zeo kembali hambar dan di penuhi kesedihan. Para saudaranya masih membully Zeo.

Saat ini pria itu sedang duduk di bebatuan tempat biasanya dia merenung. Kali ini dia menghadapkan diri ke arah daratan. Pria tampan itu sedang berdebat dengan batinnya sendiri. Antara harus ke daratan atau bertahan di lautan.

"Ke daratan, atau tetap di lautan. Daratan, lautan, daratan, lautan," gumam Zeo pelan berusaha keyakinan dirinya sendiri.

Terlintas bayangan Ziya tersenyum manis bersamanya. Gadis itu tampak sangat bahagia menghabiskan waktu berdua dengannya. Begitu Pula dengan Zeo yang tersenyum dan tertawa untuk pertama kalinya bersama dengan Ziya.

"Ke daratan saja. Bersama dengan Ziya aku yakin kehidupan ku pasti akan bahagia!" gumam Zeo penuh keyakinan.

Pria itu telah memutuskan untuk ke daratan dan mencari keberadaan Ziya. Zeo berenang menuju tepi pantai. Hingga saat tiba di sana, penampilan nya langsung berubah menjadi sosok manusia.

Tubuhnya polos tak tertutup sehelai kain pun. Tiba-tiba langit berubah mendung, awan hitam mengelilingi tempat berdirinya Zeo. Hanya saja pria itu tidak sadar akan hal itu.

"Aku akan mencari Ziya dulu," gumam Zeo pelan.

Duarr.

Petir menyambar ke sana ke mari. Seolah langit sedang marah, angin di sekitar pantai Duyung sedang mengamuk. Halilintar menyambar ke segala arah yang memiliki arus listrik dan cahaya.

Para hewan laut dan daratan berlari mencari persembunyian.

Anehnya Zeo tidak takut sedikitpun dengan angin dan petir. Dia menganggap hal ini adalah hal biasa.

"Ada apa ini? Kenapa langit seolah marah?"

"Aura ini lagi. Kenapa sangat menyeramkan?"

"Siapa yang telah mencari gara-gara dengan pemilik aura ini?"

Begitulah obrolan para siluman air maupun daratan. Mereka tidak tahu kalau Zeo lah yang mengeluarkan aura menyeramkan itu.

"Aneh, kenapa tubuhku terasa sangat kuat dan nyaman saat berada di daratan yah?" tanya Zeo pada diri sendiri.

Pria tampan itu pun memutuskan untuk mencari pakaian yang bisa menutupi tubuh telanjang nya. Dia berjalan menuju rumah penduduk, hari sudah malam dan tidak ada seorang pun yang berani keluar karena cuaca sedang tak baik.

Zeo berhasil mencuri pakaian milik penduduk yang di jemur. Dia segera memakainya lalu memilih pergi ke tempat lain.

Pria itu mengikuti aroma tubuh Ziya. Dia di beri tumpangan oleh dua orang laki-laki tua yang ingin pergi ke kota.

"Kau ingin ke kota?" tanya laki-laki itu pada Zeo yang berdiri di tengah jalan dengan raut wajah kebingungan.

"Iya." Zeo menganggukkan kepalanya polos.

"Kalau begitu naik lah ke belakang mobil. Tapi, maaf. Kalau bau amis karena dalam box itu isinya ikan nila yang ingin kamu jual ke kota!" ujar laki-laki itu membuat Zeo mengangguk kepalanya lagi.

Dia segera naik ke atas mobil dua pintu pengangkut barang itu. Dia duduk di belakang bersama dengan para ikan segar yang akan di baea ke kota.

Perut Zeo tiba-tiba lapar. Dia membuka box dan melihat banyak ikan segar di dalamnya.

"Aku sangat lapar," gumam Zeo lalu mengambil dua ikan nila itu dan memakannya mentah-mentah.

*

*

Zeo turun saat mobil yang ia tumpangi tiba di pasar tradisional. Tak lupa dia menaruh satu gelang giok kuno di atas box tersebut sebagai ganti uang karena ia sudah mengambil dua ikan nila milik dua laki-laki tua itu.

Zeo pergi tanpa permisi.

"Gelang apa ini? Sepertinya sangat mahal!" gumam laki-laki tua itu.

*

*

Zeo kembali berjalan kaki. Dia mencium aroma Ziya sudah sangat dekat dengannya. Pria itu berjalan ke arah aroma gadis manusia yang ia suka. Namun, tiba-tiba aroma itu menghilang.

"Bagaimana ini? Kenapa aromanya tiba-tiba menghilang?" tanya Zeo pada diri nya sendiri dengan raut wajah panik.

"Lacak dia dengan aroma sisikmu," ujar sosok tak kasat mata membuat Zeo terkejut.

"Siapa kau? Kenapa selalu ada di manapun aku berada?" tanya Zeo melalui telepati melihat ke segala arah mencari keberadaan sosok tersebut.

"Suatu saat nanti kau akan tahu siapa aku," balas sosok itu kemudian suaranya menghilang.

Zeo mengumpat kesal karena sosok itu sangatlah misterius. Tiba-tiba mengajaknya berbicara, lalu menghilang tanpa pamit.

"Lebih baik aku lacak sisik ku yang di bawa oleh Ziya kemarin," gumam Zeo pelan.

*

*

Malam semakin larut, Ziya sudah terlelap seraya memeluk bantal nya erat. Keringat dingin membasahi kening Ziya saat bermimpi hal yang sama lagi.

"Aku mencintaimu, Ziya."

Ziya membuka matanya lebar. Dia terbangun dari mimpinya, gadis itu menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan.

"Hah … hah … mimpi ini lagi! Semenjak pulang dari pantai Duyung aku selalu bermimpi sama. Bahkan, siang pun aku akan bermimpi sama," gumam Ziya pelan.

Gadis cantik itu beranjak keluar dari kamarnya untuk mengambil minuman. Kerongkongan nya terasa sangat kering. Dia berjalan santai menuju dapur, setelah minum air putih.

Ziya ingin kembali ke dalam kamarnya, namun dia mendengarkan suara percikan air. Seperti ada orang yang sedang berenang.

"Siapa yang berenang malam-malam yah?" tanya Ziya pada diri sendiri.

Dia pun beranjak mendekati kolam renang. Malam sudah larut, tidak ada seorang pun yang masih terjaga. Ziya tiba di area kolam renang.

Degg.

Mata gadis itu membulat sempurna ketika melihat sesuatu yang mencengangkan.

"Du-duyung," pekik Ziya dengan suara tertahan.

"Hai, Ziya," sapa Zeo tersenyum polos.

*

*

Bersambung.

Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

wah bisa juga dilacak menggunakan aroma sisik....

2024-11-15

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

wow,Zeo bisa menghirup aroma Zia... sungguh hebat..

2024-11-15

0

Yunia Afida

Yunia Afida

akhirnya ketemu ziya deh

2022-12-15

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!