Suasana di pagi hari amatlah cerah dan menyegarkan mata. Pemandangan ombak laut biru dan angin sepoi-sepoi mampu memanjakan kulit juga mata. Mahasiswa yang berada di sana sangatlah bahagia karena hari ini adalah hari terakhir mereka berada di pantai Duyung.
Pihak kampus hanya memberikan dua hari untuk berlibur. Saat ini mereka baru saja selesai melakukan olahraga ringan untuk meregangkan otot-otot tubuh.
"1 2 3 4 5 6 7 8 … sekali lagi, 1 2 3 4 5 6 7 8. Okay!"
Instruktur olahraga menyudahi gerakan tubuhnya diikuti oleh para mahasiswa dan dosen lainnya. Keringat membasahi tubuh mereka, mahasiswa perempuan mengigit bibir ketika melihat dosen muda tampan yang tak lain adalah Dosen Derrick.
Posisinya saat sedang minum air mineral sangatlah seksi. Membuat mereka geregetan dan berdebar.
"Ah, pak Derrick tampan sekali."
Ziya memutar bola matanya malas. Meski dia juga ikut mengagumi ketampanan dosen itu. Dia tak sampai pecicilan seperti mahasiswa lainnya.
"Baiklah anak-anak, karena ini adalah hari terakhir kita di pantai ini. Kalian bebas bermain hari ini. Tapi, tetap jaga keselamatan. Kalau ingin bermain jetski atau naik kapal, jangan lupa pakai pelampung. Untuk kalian yang ingin berenang, jangan sampai ke tengah lautan. Karena kalian berenang di laut, bukan di kolam! Mengerti?!" tegas pak Derrick dengan nada diplomatis nya.
Pria dewasa itu menatap dingin semua muridnya membuat mereka mengangguk kepala setuju.
"Mengerti, Pak."
Semua mahasiswa segera bergegas melakukan apa yang ingin dilakukan. Ada yang bermain voli pantai, ada pula yang berenang dan bermain jetski.
Kakek tua penjaga pantai melihat banyak mahasiswa bertingkah ria dan tak menjaga kebersihan membuat nya kesal dan marah. Dia pun menegur mereka.
"Hai, anak muda. Jangan membuang sampah ke dalam air. Sampah bisa membahayakan nyawa makhluk yang hidup dalam air."
Kakek tua itu menegur membuat mereka semua memutar bola matanya malas.
"Ya ya ya, Pak tua. Santailah sedikit! Jangan terlalu panik, nanti darah tinggi mu kambuh!" balas mereka dengan nada bercanda.
Kakek tua itu hanya tersenyum misterius.
"Jangan sampai kalian menyesal. Karena aku sudah mengingatkan kalian." Setelah mengatakan itu sang kakek segera pergi dari sana
Mereka malah memasang wajah mengejek sang kakek dari belakang. Tidak ada yang mau mendengarkan larangan. Mereka semua bersikap riya dan tak sopan dengan membuang sampah ke dalam air.
Semuanya berkelompok, terkecuali Ziya. Gadis cantik dan lugu itu tersisihkan membuatnya merasa sedih dan kerdil.
"Menyedihkan kamu, Ziya. Sudah dewasa tapi tidak ada satupun yang mau berteman denganmu," maki nya pada diri sendiri.
Gadis itu pun memilih menjauh dari keramaian. Tanpa sadar kakinya melangkah ke tempat saat dia berada setelah tenggelam kemarin.
Gadis itu berdiri dibawah pohon rindang memandang lurus ke depan. Matanya menyipit saat melihat seseorang duduk di bebatuan yang berada di tengah laut.
"Siapa itu? Bagaimana bisa dia duduk di atas batu tengah laut?" tanya Ziya pada diri sendiri.
Gadis itu segera memakai teropongnya guna melihat sosok yang berada di atas batu.
Mata gadis itu tiba-tiba melebar sempurna. Dia cukup terkejut ketika melihat apa saja yang berada di depannya.
"Du-duyung," lirih Ziya terbata-bata.
*
*
Di kerajaan Duyung.
Seekor kura-kura tua menghadap sang raja Jionard – ayah Zeo – raja dasar laut pantai Duyung.
"Lapor Yang Mulia. Permukaan pantai Duyung telah dikotori sampah oleh manusia dan ada beberapa kaum saya hampir terbunuh karena sampah plastik menutupi wajah mereka, hingga membuat mereka tidak bisa bernafas! Mohon bantuan dari Yang Mulia untuk memberi manusia hina itu pelajaran."
Suara kura-kura itu terdengar serak, dikarenakan umurnya yang sudah 150 tahun. Dialah kura-kura tertua yang masih hidup.
Mendengar laporan dari rakyatnya membuat raja Jionard murka. Dia mengepalkan tangannya erat.
"Neo?!" panggilnya keras membuat sosok hiu predator yang sedang terlelap langsung membuka matanya.
Matanya berwarna merah darah dan terdapat bekas luka di mata kirinya. Hiu itu segera berenang menghadap sang raja.
"Hamba datang, My Lord!" ujar hiu itu dengan suara mengerikan nya.
"Beri pelajaran pada manusia hina itu! Lukai mereka sebagaimana mereka melukai rakyatku!" titah sang raja membuat Hiu itu mengaum keras.
"Mengerti, My Lord!" desisnya lalu segera berenang dengan kecepatan penuh ke tempat para kawanan nya.
Dia tidak bisa menyerang sendiri, karena kekuatan yang di miliki oleh Hiu itu Sangat mengerikan. Jadi, dia menyuruh Hiu biasa yang tidak memiliki sihir.
*
*
Suasana berubah menjadi tegang saat seorang pria di serang oleh hiu. Suara teriakan terdengar menyedihkan membuat para mahasiswa yang berada di dalam air panik.
"Aaaaa … tolong!"
"Hiu, ada hiu!"
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰
Mampir juga ke novel temen author yang nggak kalah seru 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
setelah ini apa yang akan berlaku...
2024-11-15
0
Yunerty Blessa
sudah dinasihatkan tapi tak mendengar teguran dari kakek tu...
kalau ada terjadi sabar lah...
2024-11-15
0
Lydia
Lanjut Author.... terima kasih 😀👍🏻
2022-12-23
0