Zeo melepaskan ciuman nya, dia membelai bibir Ziya yang membengkak. Entah mengapa gadis itu tidak merasakan sesak nafas, meski mereka sudah berciuman hampir satu jam. Semua itu karena ulah Zeo yang memberikan udara ke dalam paru-paru Ziya.
Mata indah Zeo membuat Ziya terpana. Pria itu benar-benar sangat tampan dengan tato naga di pelipis nya.
"Nama kamu siapa? Nama ku Ziya," tanya Ziya lembut.
"Zeo."
"Kamu mau melakukan apa sekarang?" tanya Zeo lembut dengan suara khasnya membelai pendengaran Ziya membuat gadis itu terpukau.
Semua yang ada pada Zeo benar-benar sangat indah. Baik mata maupun ekor duyung nya berwarna biru muda.
"Boleh aku menyentuhnya?" tanya Ziya hati-hati melirik ke arah ekor Zeo.
Tersenyum Zeo menanggapi permintaan Ziya. Duyung itu menganggukkan kepalanya, dia mengizinkan Ziya untuk menyentuh ekornya. Sebuah kehormatan baginya bila Ziya mau menyentuh ekornya.
"Terima kasih." Ziya menyentuh ekor Zeo yang sangat licin dan sisiknya begitu keras. Rasa geli menyelimuti hati Zeo, bagian sensitif Duyung adalah ekor.
Zeo memejamkan matanya pelan, sesekali dia menatap ke arah Ziya yang tampak bersemangat menyentuh ekornya. Hingga lama kelamaan tangannya naik ke atas, tepat di bagian pinggang Zeo.
Mata Ziya melebar tak percaya saat melihat ekor duyung Zeo berubah menjadi kaki manusia.
Aakkk.
Ziya menjerit saat melihat bagian inti tubuh manusia Zeo. Saat ini pria itu telanjang di depan Ziya membuat gadis itu terkejut hingga menjerit.
"Hey, kenapa kamu menjerit?" tanya Zeo ikutan kaget melihat Ziya. Dia menyentuh lengan gadis itu dan mampu merasakan emosi Ziya.
Malu, gugup, terkejut dan takut bercampur menjadi satu. Tapi, tunggu-tunggu, ada rasa bahagia dan penasaran juga? Apa itu artinya Ziya penasaran dengan tubuhnya? Namun, karena malu dia tidak berani melihat Zeo.
"Bagaimana aku tidak menjerit? Kamu telanjang seperti ini di hadapanku!" Ziya berkata dengan nada tinggi seraya menutup wajahnya membuat Zeo terkekeh kecil.
"Lalu, kenapa? Bukannya tidak ada masalah? Aku sering melihat manusia jantan dan betina saling berbagi keringat dengan tubuh telanjang!"
Zeo berkata dengan raut wajah polos. Dia memang sering mengintip manusia yang berbuat tak senonoh di pantai. Dia tidak tahu mengapa manusia melakukan itu. Namun, dia dapat merasakan emosi setiap manusia dan mengetahui bahwa mereka merasakan kenikmatan saat saling bersentuhan.
Sontak saja wajah Ziya semakin merah padam. Dia ingin menyangkal, namun apa yang di katakan oleh Zeo benar. Jaman sekarang banyak sekali pergaulan dan $eks bebas.
"Ta-tapi, aku belum pernah melihat pria telanjang? Mata ku masih suci sebelum bertemu kamu!"
Ziya berkilah membuat Zeo menggaruk tengkuknya tak gatal. Hingga sebuah ide melintas di pikirannya.
"Buka matamu sekarang!" pinta Zeo membuat gadis itu menggelengkan kepalanya cepat.
"Tidak mau, nanti mataku kotor." Ziya menolak membuat Zeo menghela nafas berat.
"Buka saja, aku sudah tidak telanjang lagi!" ujar Zeo membuat Ziya memberanikan.mengintip di balik celah jarinya.
Ternyata benar, saat ini Zeo sudah memakai celana pendek sebatas lutut. Entah dari mana pria itu mendapatkan celana.
"Eh, dari mana kamu mendapatkan celana ini?" tanya Ziya penasaran.
"Ini aku temukan di laut, saat itu ada sepasang manusia sedang berenang, tapi tiba-tiba mereka melepaskan celana lalu membuangnya begitu saja ke dalam air. Aku mengambilnya dan menyimpan nya ke dalam permata kehidupan ku!"
Zeo berkata polos membuat Ziya mengernyitkan dahinya tak mengerti.
"Permata kehidupan? Apa itu?" tanya Ziya heran.
Zeo menghilangkan sihir barier yang ada pada dadanya. Sehingga memperlihatkan permata biru zamrud terpasang di tengah dada Zeo.
Sangat indah.
"Wow, fantastis," gumam Ziya pelan membuat Zeo tersenyum cerah. Dia sangat suka mendengar pujian dari Ziya.
Gadis ini memujiku lagi batin Zeo bahagia.
"Sudah cukup melihatnya!" Zeo segera menyembunyikan permata kehidupan nya lagi.
"Kenapa kamu menyembunyikannya?" Ziya bertanya karena merasa penasaran.
"Aku tidak bisa memperlihatkan nya, karena ini permata kehidupan ku. Dalam artian kalau permata ini dihancurkan musuh, maka aku akan mati saat itu juga! Tapi, ini rahasia. Jangan ceritakan pada siapapun!"jelas Zeo polos membuka rahasia nya sendiri.
Ziya menganggukkan kepalanya.
"Baik, kalau begitu apa kamu bisa berjalan?" tanya Ziya semangat membuat Zeo menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Aku belum pernah berjalan menggunakan kaki manusia," balas Zeo jujur membuat Ziya tersenyum manis.
"Kalau begitu ayo aku bantu kamu jalan! Aku akan mengajarkan mu bagaimana caranya berjalan!" ajak Ziya seraya berdiri lalu mengulurkan tangannya kepada Zeo.
Duyung jantan yang sudah berubah menjadi pria manusia itu pun menerima uluran tangan Ziya.
Ziya menariknya penuh tenaga, hingga berhasil membuat Zeo berdiri. Dia memapah tubuh Zeo.
"Hati-hati, perhatikan langkahmu," ujar Ziya serius.
Gadis itu membantu Zeo berjalan, hingga duyung itu bisa berjalan pelan, walau kakinya masih belum terlalu kuat untuk menopang berat tubuh nya.
Senyuman bahagia terlukis di wajah Zeo. Untuk pertama kalinya dia tersenyum juga tertawa bahagia. Seumur hidupnya menjadi duyung tak pernah sekalipun dia tersenyum lepas juga tertawa lebar seperti ini.
"Ha ha, Ziya. Aku bisa berjalan! Ha ha, aku sudah seperti manusia." Zeo berkata di sela-sela tawa nya membuat Ziya ikut bahagia.
"Ha ha benar, kamu sudah seperti manusia seutuhnya. Kalau begitu! Apa kamu bisa mengejar ku?" tanya Ziya tertawa lalu berlari kecil membuat Zeo melebarkan matanya.
Pria itu tertawa senang.
"Siapa takut?" Zeo berjalan seperti biasa lalu mengeluarkan angin kencang membuat Ziya terhempas ke belakang di bawa oleh angin ke dalam pelukan Zeo.
"Hey, kamu curang!" Ziya merona malu lalu mendorong kasar tubuh Zeo, membuat pria itu terjatuh, namun dia menari tangan Ziya membuat gadis itu jatuh menimpa tubuhnya.
Tatapan mereka berdua bertemu. Mata hitam Ziya dan mata biru Zeo saling beradu menyiratkan perasaan mereka masing-masing.
Cup.
Zeo mencium bibir Ziya untuk keempat kalinya.
*
*
"Sebentar lagi, aku akan keluar dari tempat ini! Perasaan benci dan bahagia sudah ada. Tinggal menunggu rasa amarah, cinta dan putus asa. Lalu bila semua rasa itu lengkap, maka aku bisa keluar dari tempat ini," gumam sosok makhluk menyeramkan seraya melihat Ziya dan Zeo berciuman.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
mampir juga ke novel temen authir yang nggak kalah bagus nya 🤩🤩😊😊🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
semoga Zeo dan Ziya dilindungi selalu....
2024-11-15
0
Yunerty Blessa
pungut di laut 🤣
2024-11-15
0
Yunerty Blessa
astaga Zeo 🤣
2024-11-15
0