Mansion Darren.
Jean sedang berada di kamar, ia berjalan ke sana kemari dan menggigit salah satu jari tangan nya karena sudah kehabisan akal. Wanita itu tidak tau cara apalagi yang harus dilakukannya untuk bisa keluar dari mansion Darren.
"Astaga, baru kali ini ada pria yang menjadikan ku seperti seorang sandra. Biasanya mereka menjadikan aku ratu." dengusnya kesal. "Ayolah Jean kau itu cerdas seharusnya kau tau bukan harus melakukan apa."
Jean kembali memikirkan ucapan Darren yang tidak akan menyentuhnya sampai ia jatuh cinta padanya. "Stop Jean! Kau tidak mungkin melakukan hal menjijikan seperti itu. Tapi jika aku tidak melakukan nya, aku alan tetap terkurung disini," batin nya dalam hati.
Suara mobil yang berhenti di depan mansion, membuyarkan lamunan Jean. Ia yakin kalau itu adalah mobil Darren.
Jean menarik nafas dalam.
"Baiklah kita mulai permainannya sekarang," Jean menatap tubuhnya di depan cermin yang berada di hadapannya.
Jean mengambil lipstick yang ada di dalam tas nya dan memoles bibirnya, lalu membuka dua kancing atas kemeja berwarna putih yang panjangnya hanya sebatas paha. Memperlihatkan sedikit belahan dada serta dua gundukan kenyal yang menyembul tanpa braa.
"Perfect! Kau memang cantik Jean. Kita lihat sampai mana pria mesum itu tahan."
Terdengar suara langkah kaki yang menuju ke kakar dan membuka pintu perlahan. Dengan cepat Jean merebahkan dirinya di atas ranjang, tanpa menyelimuti tubuhnya sama sekali.
"Jean apa kau--" Darren menelan saliva nya berkali-kali melihat wanitanya sedang tertidur pulas dengan gaya pakaian yang membangkitkan gairahnya. "Shiit! Apa begini caranya tidur. Bahkan dia tidak mengunci pintunya. Bagaimana kalau ada yang masuk."
Darren mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Jean. "Tahan Darren tahan! Ingat kau tidak akan melakukannya sebelum kalian menikah." gumamnya dalam hati.
Darren memang seroang mafia, tapi ia bukan mafia brengseek yang celup sana celup sini. Gairah bercinta nya hanya muncul saat dirinya bersama dengan Jean.
Mengingat dirinya juga memiliki adik perempuan, jadi ia membayangkan jika sekarang yang ada di depannya ini adalah Clara.
Jika Clara diperlakukan begini oleh pria lain, Darren adalah orang pertama yang akan menghabisinya.
"Eugh...." Jean membuka mata perlahan dan menarik tangan Darren yang hendak pergi, karena terlalu lama disini membuatnya gerah dan panas.
"Kau mau kemana Darren..." Jean menatap sendu pria yang memalingkan wajah tanpa mau menatapnya sedikitpun.
"Tidurlah aku akan kembali ke kantor. Aku sudah membeli beberapa pakaian lagi untukmu. Jadi mulai sekarang jangan memakai kemejaku," ucap Darren mengatur nafasnya.
Jean mengusap lembut dada Darren dan memainkan jari tangannya di sana. Bak seorang jalaang yang sedang merayu si pria agar mau tidur bersamanya.
"Jangan menggodaku Jean!"
"Aku tidak menggoda mu. Bukankah kau menginginkan tubuhku Tuan mesum?"
Darren mencengkram dagu Jean dan sedikit menekannya. "Aku memang menginginkanmu, tapi tidak akan kulakukan sekarang!" ucapnya menghempaskan tubuh Jean ke ranjang.
"Lanjutkan tidurmu," Darren meninggalkan Jean dan masuk ke kamar mandi untuk mendinginkan tubuhnya.
"Kau tidak bisa melakukan ini padaku Darren. Aku mau bebas, aku mau pulang!" teriak nya namun tidak di pedulikan oleh Darren.
*
Sedangkan di dalam kamar mandi, Darren terus memikirkan apa yang wanitanya lakukan beberapa saat lalu. Gila memang seorang mafia kejam dan tidak memiliki perasaan pada siapapun sepertinya, tunduk pada seorang wanita.
"Aku bisa gila jika setiap hari dia terus menggodaku seperti ini. Aku hanya ingin dia melakukannya atas kemauannya sendiri dan bukan paksaan dariku. Sampai kau siap aku akan menunggumu Jean."
Darren memegang miliknya yang sudah tegang dan berdiri sempurna. "Maaf boy, kau harus bermain solo lagi. Bersabarlah, karen sebentar lagi kau akan segera memiliki rumah baru."
Darren mulai menggerakkan tangan nya dengan gerakan naik turun yang teratur.
Ia kembali berfantasi dan membayangkan wajah Jean. Hingga tak lama kemudian suara lenguhan panjang terdengar dari bibirnya.
"Ahh..." Pertanda kalau Darren sudah mencapai titik kenikmatan.
Selesai membersihkan diri, Darren kembali keluar dan melihat wanitanya yang sudah tertidur lelap. Ia mengecup perlahan keningnya agar Jean tidak terbangun. "Aku mencintaimu Jean."
Jean yang hanya pura-pura memejamkan mata mendengar samar ucapan lirih Darren. "Apa dia bilang tadi? Mencintaiku? Oh god, sepertinya telingaku mulai rusak," batinnya dalam hati.
...----------------...
Jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya kakak.. supaya aku semangat up😍
maaf jika masih banyak typo
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Bu ning Bengkel
deredt apa betul ada laki 2sepertimu yg tidak tergoda perempuan mana pun apalagi seperti uler keket .....lanjut.....
2024-06-05
0
Aisyah
Kasian km darren solo lg solo lg, 🤭🤭🤭
2022-11-28
1
kholifah ifah
Hahahaha kau kalah Jean kandani og mafia kalau udah janji pantang mengingkari.........
setelah mendengar ungkapan cinta Darren pasti meleleh dech si Jean😁😁
2022-11-28
1