''Kau!'' pekik keduanya bersamaan.
Darren terdiam dan bergelut dengan pikirannya. Wanita yang selama ini di dambakan nya datang sendiri padanya. Oh god! Mimpi apa dia semalam. Sungguh kalau tidak ada mereka berdua mungkin dia sudah berteriak seperti orang yang tidak waras.
Sedangkan Jean, menatap ke arah Darren tanpa berkedip sedikitpun. Pria yang pernah di tampar olehnya dan tanpa meminta maaf lalu pergi meninggalkan nya begitu saja sekarang ada di depannya.
"Habislah kau Jean! Jika pria mesum ini menolak bekerja sama denganmu, bersiaplah kau akan menerima perjodohan dengan pria yang dipilih oleh tua bangka itu."
Ini ketiga kalinya mereka bertemu. Tentu kalian masih ingat dimana.
Ekhem.
Darren membenarkan posisinya lalu berdiri tanpa menerima sambutan tangan Jean. Dia tidak mau mengambil resiko jika harus bersentuhan dengan seseorang. Ya meskipun waktu itu wanita yang ada di hadapannya ini pernah menamparnya dan tidak bereaksi apapun pada tubuhnya.
''Silahkan duduk Nona Jean,'' ucap Darren datar tanpa ekspresi.
''Terima kasih.'' jawab Jean mencoba menghilangkan rasa gugupnya karena sejak tadi Darren menatapnya tanpa berkedip.
Berbeda dengan Steve, dialah yang sengaja merencanakan semua. Agar Darren bertemu dengan wanita pujaan nya. Dia pikir Tuan nya akan senang, tapi saat melihat ekspresi wajahnya yang biasa saja membuatnya sedikit kecewa.
''Kalian mau minum apa?'' sela Steve. Namun ucapannya diabaikan karena pria dan wanita yang saling berhadapan itu melayangkan tatapan sengit permusuhan.
Namun tiba-tiba.
''Minta maaf!'' bentak Darren membuat Steve yang berada di belakangnya tersentak kaget dan mengelus dada.
"Apa tuan berniat membuat jantung saya copot?!"protes Steve menatap bergantian ke arah mereka berdua.
''Tidak mau! Kau yang salah kenapa aku yang harus minta maaf!'' kilah Jean tak mau kalah.
"Pertama kau menamparku, kedua kau menabrak ku dan ketiga kau mengacuhkan ku Nona Jean. Lalu sekarang kau memintaku untuk minta maaf padamu begitu?!''
Jean terdiam sesaat. ''Kapan aku pernah menabrak dan mengacuhkan nya. Apa pria yang ada di depanku ini sedang halu!" gumamnya dalam hati.
''Tidak perlu mengumpat! Aku hanya ingin kau meminta maaf padaku sekarang!" pinta Darren dengan mata menyipit.
"Ck! Untuk apa aku minta maaf atas kesalahan yang tidak pernah kulakukan?!" jawab Jean enteng. "Dan satu lagi, aku menamparmu karena kau itu mesum!"
Pufth! Steve menahan tawanya, baru kali ini ada wanita yang berani mencaci Tuan nya tanpa ada rasa takut. Kebanyakan seseorang yang bertatapan dengan nya akan menunduk atau kabur duluan.
"Mesum?" Darren melongo, mesum darimana pikirnya.
"Jangan berpura-pura bodoh tuan Darren yang terhormat! Saat itu kau menatap milikku tanpa berkedip sedikitpun!" Jean memalingkan wajahnya malu, karena harus mengatakan hal yang sedikit intim.
Darren mencoba mengingat kembali pertemuan pertamanya dengan Jean. Memang benar semua yang dikatakan oleh wanita itu, tapi semuanya atas dasar tidak disengaja. "Oh shiit!" gumamnya.
Anggap saja disini memang Darren yang bersalah. Bahkan semalam dirinya berfantasi liar dan membayangkan wajah Jean.
"Kenapa diam saja Tuan mesum! Aku benar kan kalau kau itu memang mptt--" belum selesai Jean bicara, sebuah benda kenyal dan sedikit basah membungkam bibirnya.
"Astaga mataku ternodai," lirih Steve yang langsung keluar dari ruangan Ceo.
Darren masih terus melancarkan aksinya, berbeda dengan Jean yang sejak tadi mencoba memberontak. Namun kedua tangannya sudah terlebih dulu di cekal oleh Darren.
Darren memojokkan Jean ke sudut sofa dan mengungkung tubuhnya seksinya. "Jadi seperti ini rasanya berciuman?" ucapnya dalam hati.
Selain bibir Jean yang sejak tadi terlihat menggoda, Darren juga ingin memastikan apakah penyakitnya akan kembali kambuh saat menyentuh wanitanya.
Wanitanya? Sejak kapan Darren mengklaim Jean sebagai wanitanya?
Eugh.
Satu lenguhan keluar dari bibir Jean saat Darren menggigit bibir bawahnya dan memasukkan lidahnya kedalam, mengobrak abrik rongga mulutnya tanpa terlewat sedikitpun.
Bukannya menikmati, Jean merasa kesal karena pria yang ada di depannya ini berhasil mengambil ciuman pertamanya yang selama ini ia jaga untuk suaminya kelak.
Ciuman yang awalnya biasa saja kini berubah menuntut, bahkan tanpa sadar apa yang dilakukannya sekarang membuat miliknya bereaksi. Sesuatu yang berada di balik celana Darren terasa menusuk-nusuk paha Jean. Membuat matanya melotot seketika. "Benda apa ini? Jangan-jangan...."
Darren melepas ciuman nya saat Jean mulai kehabisan nafas dan menjauh darinya. Seperti biasa ia berlari menuju kamar mandi yang berada di ruangan rahasianya.
"Dasar brengseek! Setelah mencium ku tanpa ijin dia malah kabur dan meninggalkan ku!" gerutu Jean kesal. "Apa dia sengaja melakukannya dan ingin membalas perbuatan ku waktu itu?!"
Jean merapikan pakaian dan rambutnya yang terlihat berantakan. Dia bermaksud pergi dari sana. Tapi sayang, pintu nya terkunci dari luar.
"Hei buka pintunya!" teriak Jean.
Di luar terlihat seroang pria yang sedang tersenyum karena merasa rencana nya telah berhasil.
"Selamat bersenang-senang tuan. Kau harus membayar gaji ku tiga kali lipat dari biasanya." Steve cekikikan seakan tanpa dosa.
"Kau memang pintar Steve Lewis."
...----------------...
Jangan lupa like dan dukungannya💕
Satu like sangat berarti untuk kami para author😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
lontongletoi
🤣🤣🤣🤣 jngnkn 3 kali lipat spertinya 5 kali lipatpun Darren kasih ko
2025-02-17
0
nobita
ya ampun ini semua rencananya Steve... asisten yg kocak...
2024-06-05
0
Bu ning Bengkel
lucu baru bertemu lansung gongsor saja tu tuan dandred /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/....lanjut......
2024-06-04
0