Bab 7 Perdebatan

''Kau!'' pekik keduanya bersamaan.

Darren terdiam dan bergelut dengan pikirannya. Wanita yang selama ini di dambakan nya datang sendiri padanya. Oh god! Mimpi apa dia semalam. Sungguh kalau tidak ada mereka berdua mungkin dia sudah berteriak seperti orang yang tidak waras.

Sedangkan Jean, menatap ke arah Darren tanpa berkedip sedikitpun. Pria yang pernah di tampar olehnya dan tanpa meminta maaf lalu pergi meninggalkan nya begitu saja sekarang ada di depannya.

"Habislah kau Jean! Jika pria mesum ini menolak bekerja sama denganmu, bersiaplah kau akan menerima perjodohan dengan pria yang dipilih oleh tua bangka itu."

Ini ketiga kalinya mereka bertemu. Tentu kalian masih ingat dimana.

Ekhem.

Darren membenarkan posisinya lalu berdiri tanpa menerima sambutan tangan Jean. Dia tidak mau mengambil resiko jika harus bersentuhan dengan seseorang. Ya meskipun waktu itu wanita yang ada di hadapannya ini pernah menamparnya dan tidak bereaksi apapun pada tubuhnya.

''Silahkan duduk Nona Jean,'' ucap Darren datar tanpa ekspresi.

''Terima kasih.'' jawab Jean mencoba menghilangkan rasa gugupnya karena sejak tadi Darren menatapnya tanpa berkedip.

Berbeda dengan Steve, dialah yang sengaja merencanakan semua. Agar Darren bertemu dengan wanita pujaan nya. Dia pikir Tuan nya akan senang, tapi saat melihat ekspresi wajahnya yang biasa saja membuatnya sedikit kecewa.

''Kalian mau minum apa?'' sela Steve. Namun ucapannya diabaikan karena pria dan wanita yang saling berhadapan itu melayangkan tatapan sengit permusuhan.

Namun tiba-tiba.

''Minta maaf!'' bentak Darren membuat Steve yang berada di belakangnya tersentak kaget dan mengelus dada.

"Apa tuan berniat membuat jantung saya copot?!"protes Steve menatap bergantian ke arah mereka berdua.

''Tidak mau! Kau yang salah kenapa aku yang harus minta maaf!'' kilah Jean tak mau kalah.

"Pertama kau menamparku, kedua kau menabrak ku dan ketiga kau mengacuhkan ku Nona Jean. Lalu sekarang kau memintaku untuk minta maaf padamu begitu?!''

Jean terdiam sesaat. ''Kapan aku pernah menabrak dan mengacuhkan nya. Apa pria yang ada di depanku ini sedang halu!" gumamnya dalam hati.

''Tidak perlu mengumpat! Aku hanya ingin kau meminta maaf padaku sekarang!" pinta Darren dengan mata menyipit.

"Ck! Untuk apa aku minta maaf atas kesalahan yang tidak pernah kulakukan?!" jawab Jean enteng. "Dan satu lagi, aku menamparmu karena kau itu mesum!"

Pufth! Steve menahan tawanya, baru kali ini ada wanita yang berani mencaci Tuan nya tanpa ada rasa takut. Kebanyakan seseorang yang bertatapan dengan nya akan menunduk atau kabur duluan.

"Mesum?" Darren melongo, mesum darimana pikirnya.

"Jangan berpura-pura bodoh tuan Darren yang terhormat! Saat itu kau menatap milikku tanpa berkedip sedikitpun!" Jean memalingkan wajahnya malu, karena harus mengatakan hal yang sedikit intim.

Darren mencoba mengingat kembali pertemuan pertamanya dengan Jean. Memang benar semua yang dikatakan oleh wanita itu, tapi semuanya atas dasar tidak disengaja. "Oh shiit!" gumamnya.

Anggap saja disini memang Darren yang bersalah. Bahkan semalam dirinya berfantasi liar dan membayangkan wajah Jean.

"Kenapa diam saja Tuan mesum! Aku benar kan kalau kau itu memang mptt--" belum selesai Jean bicara, sebuah benda kenyal dan sedikit basah membungkam bibirnya.

"Astaga mataku ternodai," lirih Steve yang langsung keluar dari ruangan Ceo.

Darren masih terus melancarkan aksinya, berbeda dengan Jean yang sejak tadi mencoba memberontak. Namun kedua tangannya sudah terlebih dulu di cekal oleh Darren.

Darren memojokkan Jean ke sudut sofa dan mengungkung tubuhnya seksinya. "Jadi seperti ini rasanya berciuman?" ucapnya dalam hati.

Selain bibir Jean yang sejak tadi terlihat menggoda, Darren juga ingin memastikan apakah penyakitnya akan kembali kambuh saat menyentuh wanitanya.

Wanitanya? Sejak kapan Darren mengklaim Jean sebagai wanitanya?

Eugh.

Satu lenguhan keluar dari bibir Jean saat Darren menggigit bibir bawahnya dan memasukkan lidahnya kedalam, mengobrak abrik rongga mulutnya tanpa terlewat sedikitpun.

Bukannya menikmati, Jean merasa kesal karena pria yang ada di depannya ini berhasil mengambil ciuman pertamanya yang selama ini ia jaga untuk suaminya kelak.

Ciuman yang awalnya biasa saja kini berubah menuntut, bahkan tanpa sadar apa yang dilakukannya sekarang membuat miliknya bereaksi. Sesuatu yang berada di balik celana Darren terasa menusuk-nusuk paha Jean. Membuat matanya melotot seketika. "Benda apa ini? Jangan-jangan...."

Darren melepas ciuman nya saat Jean mulai kehabisan nafas dan menjauh darinya. Seperti biasa ia berlari menuju kamar mandi yang berada di ruangan rahasianya.

"Dasar brengseek! Setelah mencium ku tanpa ijin dia malah kabur dan meninggalkan ku!" gerutu Jean kesal. "Apa dia sengaja melakukannya dan ingin membalas perbuatan ku waktu itu?!"

Jean merapikan pakaian dan rambutnya yang terlihat berantakan. Dia bermaksud pergi dari sana. Tapi sayang, pintu nya terkunci dari luar.

"Hei buka pintunya!" teriak Jean.

Di luar terlihat seroang pria yang sedang tersenyum karena merasa rencana nya telah berhasil.

"Selamat bersenang-senang tuan. Kau harus membayar gaji ku tiga kali lipat dari biasanya." Steve cekikikan seakan tanpa dosa.

"Kau memang pintar Steve Lewis."

...----------------...

Jangan lupa like dan dukungannya💕

Satu like sangat berarti untuk kami para author😚

Terpopuler

Comments

lontongletoi

lontongletoi

🤣🤣🤣🤣 jngnkn 3 kali lipat spertinya 5 kali lipatpun Darren kasih ko

2025-02-17

0

nobita

nobita

ya ampun ini semua rencananya Steve... asisten yg kocak...

2024-06-05

0

Bu ning Bengkel

Bu ning Bengkel

lucu baru bertemu lansung gongsor saja tu tuan dandred /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/....lanjut......

2024-06-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Darren Alfred
2 Bab 2 Ulat bulu
3 Bab 3 Bandara
4 Bab 4 Jean Ashley
5 Bab 5 hotel
6 Bab 6 Pertemuan
7 Bab 7 Perdebatan
8 Bab 8 Ciuman kedua
9 Bab 9 Menginginkan nya
10 Bab 10 Tendangan maut
11 Bab 11 Pilihan yang sulit
12 Bab 12 Menemui Edward
13 Bab 13 Hampir saja
14 Bab 14 Perkelahian
15 Bab 15 Tinggal bersamaku
16 Bab 16 Makan malam
17 Bab 17 Tidak akan menyentuhmu
18 Bab 18 Kembali bertemu
19 Bab 19 Aku Mencintaimu
20 Bab 20 Pelukan hangat
21 Bab 21 Keras kepala
22 Bab 22 Kabur
23 Bab 23 Satu tembakan
24 Bab 24 Kamar hotel
25 Bab 25 Buaya betina
26 Bab 26 Mulai peduli
27 Bab 27 Tembok pembatas
28 Bab 28 Melepaskan
29 Bab 29 Melamar
30 Bab 30 Pergi bersama Edward
31 Bab 31 Darren kau kembali
32 Bab 32 Aku milikmu malam ini
33 Bab 33 Kiss morning
34 Bab 34 Bertemu calon mertua
35 Bab 35 Tamparan
36 Bab 36 Menikah
37 Bab 37 Resmi menjadi suami istri
38 Bab 38 Club malam
39 Bab 39 Suamiku
40 Bab 40 Yang pertama
41 Bab 41 Nambah lagi?
42 Bab 42 Pergi ke Mall
43 Bab 43 Jayden Attarick
44 Bab 44 Marah
45 Bab 45 Cctv
46 Bab 46 Jean hilang?
47 Bab 47 Ngidam?
48 Bab 48 Hukuman gagal
49 Bab 49 Tertembak
50 Bab 50 Hamil
51 Bab 51 Sudah sadar
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61 The End
62 Promo Novel... London One Night Stand
63 "Cinta Sang Duda Impoten" promo Novel
Episodes

Updated 63 Episodes

1
Bab 1 Darren Alfred
2
Bab 2 Ulat bulu
3
Bab 3 Bandara
4
Bab 4 Jean Ashley
5
Bab 5 hotel
6
Bab 6 Pertemuan
7
Bab 7 Perdebatan
8
Bab 8 Ciuman kedua
9
Bab 9 Menginginkan nya
10
Bab 10 Tendangan maut
11
Bab 11 Pilihan yang sulit
12
Bab 12 Menemui Edward
13
Bab 13 Hampir saja
14
Bab 14 Perkelahian
15
Bab 15 Tinggal bersamaku
16
Bab 16 Makan malam
17
Bab 17 Tidak akan menyentuhmu
18
Bab 18 Kembali bertemu
19
Bab 19 Aku Mencintaimu
20
Bab 20 Pelukan hangat
21
Bab 21 Keras kepala
22
Bab 22 Kabur
23
Bab 23 Satu tembakan
24
Bab 24 Kamar hotel
25
Bab 25 Buaya betina
26
Bab 26 Mulai peduli
27
Bab 27 Tembok pembatas
28
Bab 28 Melepaskan
29
Bab 29 Melamar
30
Bab 30 Pergi bersama Edward
31
Bab 31 Darren kau kembali
32
Bab 32 Aku milikmu malam ini
33
Bab 33 Kiss morning
34
Bab 34 Bertemu calon mertua
35
Bab 35 Tamparan
36
Bab 36 Menikah
37
Bab 37 Resmi menjadi suami istri
38
Bab 38 Club malam
39
Bab 39 Suamiku
40
Bab 40 Yang pertama
41
Bab 41 Nambah lagi?
42
Bab 42 Pergi ke Mall
43
Bab 43 Jayden Attarick
44
Bab 44 Marah
45
Bab 45 Cctv
46
Bab 46 Jean hilang?
47
Bab 47 Ngidam?
48
Bab 48 Hukuman gagal
49
Bab 49 Tertembak
50
Bab 50 Hamil
51
Bab 51 Sudah sadar
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61 The End
62
Promo Novel... London One Night Stand
63
"Cinta Sang Duda Impoten" promo Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!