Bab 15 Tinggal bersamaku

Darren membawa Jean ke apartemen pribadinya dan menyuruh Steve memanggil Morgan. Terlihat sekali raut khawatir dan tidak tenang di wajah Darren.

Bahkan jika itu terjadi bukan pada Jean mungkin saja Darren tidak segelisah ini.

Darren terus menggenggam erat tangan Jean seakan takut kehilangan. Sesekali ia mencium punggung tangan wanitanya dan mengusapnya lembut.

"Bagaimana keadaan wanitaku Morgan?" tanya Darren pada sahabatnya yang menangani keadaan Jean.

"Dia hanya mengalami benturan ringan, tidak akan sampai membuatnya lupa ingatan," celetuk Morgan yang langsung mendapat lirikan tajam oleh Darren.

Hahaha.

Morgan tergelak puas karena berhasil mengerjai Darren. "Dia akan sadar dalam beberapa jam ke depan," ucapnya bersiap untuk pergi dari sana. "Dan ingat jangan membuatnya stress, perlakukan dia dengan baik."

"Berisik! Tanpa kau memberitahu pun aku sudah tau."

"Baguslah," Morgan ingin menepuk pundak Darren namun dia berhasil menghindarinya.

"Steve akan mengantarmu. Dan terima kasih untuk hari ini," ucap Darren datar. Morgan mengangguk dan beranjak dari sana.

Darren menyelimuti tubuh Jean kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

"Shhh...." desis Jean membuka mata dan merasakan sakit di bagian kepala. Tangannya terangkat lalu menyentuh perlahan kening nya. "Aku ada dimana?" tanya Jean pada dirinya sendiri.

Wanita itu sedikit kaget saat melihat dirinya berada di atas ranjang tanpa mengenakan sehelai benangpun, ditambah lagi ia bingung kenapa bisa berada di kamar dengan corak hitam dan sedikit gelap.

"Astaga kemana pakaianku?" mata Jean mengedar melihat ke sekelilingnya. "Sepertinya ini bukan di hotel, tapi dimana?"

"Kau sudah bangun Jean?" Darren baru saja menyelesaikan rutinitas malamnya. Dengan handuk yang melilit di pinggang ia mendekat ke arah wanitanya.

"Stop dan tetap disana Darren jangan mendekat!" bentak Jean.

Darren mengernyit bingung. Ia ingin sekali memeluk Jean, tapi lagi-lagi dia menolak. "Aku hanya ingin memastikan keadaanmu Jean."

Jean mengacuhkan Darren dan melihat keadaannya di balik selimut. "Tidak ada noda darah, aku juga tidak merasakan sakit sama sekali," gumam nya dalam hati.

"Jean, kau baik-baik saja bukan? Ijinkan aku mendekat, aku tidak akan macam-macam padamu"

"K-kau tidak melakukan sesuatu padaku bukan?" tanya Jean lirih, ia bingung dan bertanya-tanya. Bukankah tadi bersama Edward, kenapa sekarang malah bersama dengan pria yang ia benci.

"Tidak," jawab Darren tegas.

Jean menelisik dan mencoba mencari kebohongan dari mata Darren. Namun ia sama sekali tidak menemukan nya.

Kini tatapan wanita itu turun ke rahang Darren, jakun nya naik turun menelan saliva dengan susah payah.

Tanpa sadar Jean melihat tubuh indah dan sempurna Darren yang selama ini ia sembunyikan di balik kemeja. Perut otot yang terbentuk sempurna dengan delapan kotak sawah nya yang menggoda.

Jean memalingkan wajah dan mengibaskan tangannya. Ia merasa udara di sekitarnya sangat panas dan gerah. "Huh..."

Darren menaikan satu alisnya. "Padahal disini ruangan ini berAc, bagaimana bisa kau malah kepanasan," celetuk Darren mengambil senjata dari dalam laci dan menghadap ke luar jendel

"Tinggal lah bersamaku disini dan kita menikah,'' ucap Darren serius.

Jean berdecak kesal. Bagaimana bisa pria pemaksa ini mengajak menikah dengan memegang senjata, tidak menatap mata nya dengan benar dan bahkan tidak memberinya bunga atau cincin. Berbeda sekali dengan Edward si buaya buntung.

''Dasar tidak romantis,'' Jean bergumam lirih agar Darren tak mendengar ucapannya.

"Sayang sekali Tuan mesum, aku menolak mu,'' tegas Jean membuat pria itu melotot ke arahnya. ''Lagipula kau bukan tipeku."

Darren mengepalkan tangan nya dan entah sejak kapan ia sudah berada di samping Jean.

Darren menarik pergelangan tangan Jean dan mengungkungnya. Berani sekali wanita ini menolaknya setelah apa yang sudah ia lakukan baru saja.

''Menyingkir Darren apa yang kau lakukan,'' teriak Jean mencoba memberontak namun gagal.

''Kau akan tetap menjadi wanitaku, dengan atau tanpa persetujuan mu. Apa kau lupa perusahaan tua bangka itu sedang berada di ujung tanduk?''

''Kau menyebalkan. Sampai kapanpun aku tidak mau menjadi milikmu apalagi mencintaimu Darren.''

Darren menyeringai.

''Baiklah kalau begitu, aku akan membuatmu jatuh cinta dan bertekuk lutut padaku my sweety," bisik Darren lirih tepat di telinga Jean. Membuat wanitanya meremang seketika, apalagi posisi keduanya yang begitu intim sekarang.

''Eugh....'' Jean melenguh saat tangan kekar Darren meremas salah satu bukit kembarnya, bahkan saat ini selimut tebal itu sudah tidak menutup tubuhnya lagi.

"Darren kumohon jangan lakukan ini," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

''Kenapa, bukankah kau sering melakukan nya.''

''Apa maksudmu? Aku dan Edward bahkan belum pernah--"

Darren beranjak dan kembali menyelimuti tubuh Jean. Gairah nya yang sudah memuncak hilang seketika saat mendengar wanitanya menyebut nama pria lain.

"Pakai pakaianmu, aku sudah menyiapkan nya di lemari. Setelah itu turunlah. Aku akan menyiapkan makan malam untukmu,'' ucapnya sebelum keluar dan membanting kuat pintu kamarnya.

"Oh god! Dia berani sekali menyentuh aset ku yang berharga dan masih perawan ini. Lihat saja aku akan membalas mu Darren Alfred!"

...----------------...

Terpopuler

Comments

Bu ning Bengkel

Bu ning Bengkel

darewd sudah tidak tahan lagi ingin menentuuh jean tapi tidak jadi ....dia ingin mengajar makan malam dibahwa......lanjut.....hebat terus......

2024-06-05

0

Tarmi Widodo

Tarmi Widodo

tangan yg nakal

2024-06-04

0

Missti Yani

Missti Yani

next seru

2023-05-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Darren Alfred
2 Bab 2 Ulat bulu
3 Bab 3 Bandara
4 Bab 4 Jean Ashley
5 Bab 5 hotel
6 Bab 6 Pertemuan
7 Bab 7 Perdebatan
8 Bab 8 Ciuman kedua
9 Bab 9 Menginginkan nya
10 Bab 10 Tendangan maut
11 Bab 11 Pilihan yang sulit
12 Bab 12 Menemui Edward
13 Bab 13 Hampir saja
14 Bab 14 Perkelahian
15 Bab 15 Tinggal bersamaku
16 Bab 16 Makan malam
17 Bab 17 Tidak akan menyentuhmu
18 Bab 18 Kembali bertemu
19 Bab 19 Aku Mencintaimu
20 Bab 20 Pelukan hangat
21 Bab 21 Keras kepala
22 Bab 22 Kabur
23 Bab 23 Satu tembakan
24 Bab 24 Kamar hotel
25 Bab 25 Buaya betina
26 Bab 26 Mulai peduli
27 Bab 27 Tembok pembatas
28 Bab 28 Melepaskan
29 Bab 29 Melamar
30 Bab 30 Pergi bersama Edward
31 Bab 31 Darren kau kembali
32 Bab 32 Aku milikmu malam ini
33 Bab 33 Kiss morning
34 Bab 34 Bertemu calon mertua
35 Bab 35 Tamparan
36 Bab 36 Menikah
37 Bab 37 Resmi menjadi suami istri
38 Bab 38 Club malam
39 Bab 39 Suamiku
40 Bab 40 Yang pertama
41 Bab 41 Nambah lagi?
42 Bab 42 Pergi ke Mall
43 Bab 43 Jayden Attarick
44 Bab 44 Marah
45 Bab 45 Cctv
46 Bab 46 Jean hilang?
47 Bab 47 Ngidam?
48 Bab 48 Hukuman gagal
49 Bab 49 Tertembak
50 Bab 50 Hamil
51 Bab 51 Sudah sadar
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61 The End
62 Promo Novel... London One Night Stand
63 "Cinta Sang Duda Impoten" promo Novel
Episodes

Updated 63 Episodes

1
Bab 1 Darren Alfred
2
Bab 2 Ulat bulu
3
Bab 3 Bandara
4
Bab 4 Jean Ashley
5
Bab 5 hotel
6
Bab 6 Pertemuan
7
Bab 7 Perdebatan
8
Bab 8 Ciuman kedua
9
Bab 9 Menginginkan nya
10
Bab 10 Tendangan maut
11
Bab 11 Pilihan yang sulit
12
Bab 12 Menemui Edward
13
Bab 13 Hampir saja
14
Bab 14 Perkelahian
15
Bab 15 Tinggal bersamaku
16
Bab 16 Makan malam
17
Bab 17 Tidak akan menyentuhmu
18
Bab 18 Kembali bertemu
19
Bab 19 Aku Mencintaimu
20
Bab 20 Pelukan hangat
21
Bab 21 Keras kepala
22
Bab 22 Kabur
23
Bab 23 Satu tembakan
24
Bab 24 Kamar hotel
25
Bab 25 Buaya betina
26
Bab 26 Mulai peduli
27
Bab 27 Tembok pembatas
28
Bab 28 Melepaskan
29
Bab 29 Melamar
30
Bab 30 Pergi bersama Edward
31
Bab 31 Darren kau kembali
32
Bab 32 Aku milikmu malam ini
33
Bab 33 Kiss morning
34
Bab 34 Bertemu calon mertua
35
Bab 35 Tamparan
36
Bab 36 Menikah
37
Bab 37 Resmi menjadi suami istri
38
Bab 38 Club malam
39
Bab 39 Suamiku
40
Bab 40 Yang pertama
41
Bab 41 Nambah lagi?
42
Bab 42 Pergi ke Mall
43
Bab 43 Jayden Attarick
44
Bab 44 Marah
45
Bab 45 Cctv
46
Bab 46 Jean hilang?
47
Bab 47 Ngidam?
48
Bab 48 Hukuman gagal
49
Bab 49 Tertembak
50
Bab 50 Hamil
51
Bab 51 Sudah sadar
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61 The End
62
Promo Novel... London One Night Stand
63
"Cinta Sang Duda Impoten" promo Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!