D.A Company.
Darren sudah berada di dalam ruangan, lebih tepatnya ruang Ceo. Pria itu tengah sibuk dengan beberapa tumpukan berkas dan laporan keuangan bulanan yang baru saja di berikan oleh asisten pribadinya.
Tiba-tiba pintu yang berada di depannya terbuka. Munculah seorang wanita cantik, tinggi dengan pakaian seksi yang kini sedang berdiri berjalan ke arahnya. Aroma menyengat parfum dari tubuh wanita itu tercium dan menyebar ke seluruh ruangan Darren.
"Siapa yang sudah mengijinkan mu masuk," ucap Darren datar tanpa menoleh sedikitpun. Bukan nya tergoda pria itu seakan ingin muntah saat menghirup udara di sekitarnya yang seakan sudah terkontaminasi.
"Kenapa kau menyebalkan sekali, padahal aku datang baik-baik karena ingin bertemu denganmu," jawab wanita itu yang tak lain adalah Veronica. Wanita yang selalu datang tanpa diundang dan sudah lama mencintai Darren.
"Steve! Seret dia keluar!" perintahnya dengan suara lantang seakan ingin menelan asistennya itu hidup-hidup.
"Baik Tuan.''
Veronica yang tak terima langsung berlari mendekat dan melingkarkan kedua tangannya ke leher Darren, memeluknya dari belakang. Dengan sengaja pula wanita itu mencium pipinya tanpa ijin.
"Aku mencintaimu Darren, sangat mencintaimu."
"Nona apa yang anda lakukan, lepaskan Tuan Darren!" teriak Steve namun tidak dihiraukan sama sekali oleh Veronica yang malah semakin membabi buta mendaratkan beberapa ciuman di pipi Darren.
Brugh!
Darren berdiri dan mendorong kasar wanita yang berani menyentuhnya tanpa ijin. Bahkan jika wanita yang berada di hadapannya ini bukan sahabat adiknya, mungkin saja Darren sudah menghabisinya saat ini juga.
"Arghh...Apa yang kau lakukan Darren!" teriak Veronica tak terima diperlakukan seperti itu. Banyak pria yang menempel dan tergoda hanya dengan senyumannya saja. Tapi tidak dengan Darren. Dia berbeda, maka dari itu Veronica berniat menjadikan pria itu miliknya.
"Cinta kau bilang hah?! Bahkan jantungku sama sekali tidak berdetak kencang saat berada di dekatmu sialan!" bentaknya membuat Veronica tersentak.
"Tapi aku bisa memberikan semuanya padamu! Bahkan tubuhku dan juga segalanya," Veronica memohon dan berlutut di hadapan Darren.
"Bawa dia keluar sekarang, jika dia memberontak habisi saja," Darren kembali menyuruh Steve untuk menyeret Veronica keluar. Kali ini wanita itu menurut. Sudah sering ia berkunjung dan melakukan hal semacam ini tapi sama sekali tidak takut dan kapok.
"Lihat saja aku pasti akan mendapatkan mu Darren," batin nya dengan tangan terkepal dan beranjak keluar dari sana.
"Shhh...shitt! Berikan obat itu padaku Steve," tubuh Darren bergetar hebat, keringat dingin keluar dan juga nafasnya sesak. Inilah sisi lain dari seorang Darren, penyakitnya yang aneh dan langka belum bisa disembuhkan.
Hanya obat dan beberapa suntikan yang bisa jadi penawar tapi hanya sementara. Saat ada yang menyentuhnya lagi, maka penyakitnya akan kambuh. Beberapa dokter hebatnya sedang mencari apa penyebabnya. Namun sampai sekarang hasilnya nihil.
"Bagaimana, apa anda sudah baikan Tuan?" tanya Steve sedikit ketakutan dan berdiri agak jauh dari Darren.
Darren mengangguk.
"Lain kali jangan biarkan ulat bulu itu masuk lagi kemari. Tubuhku gatal setiap kali dia menyentuhku."
"Ulat bulu?" Steve melongo. Kemudian kembali fokus karena mendapat lirikan maut dari Darren. "Maafkan saya tuan, padahal banyak bodyguard yang berjaga di luar tapi anehnya Nona Veronica selalu saja berhasil masuk," ujar Steve.
"Apa kau sudah menyelidiki tentang wanita yang mobilnya kau tabrak tadi?" tanya Darren menatap serius asistennya itu.
"Sudah tuan, wanita itu bernama Jean."
"Jean?"
"Ya tuan, Jean Ashley Ceo dari Jeans company. Usianya tidak jauh berbeda dari Nona Clara. Seorang wanita karir yang sukses di usia muda. Bahkan perusahaannya sudah memiliki cabang di seluruh Asia," jelas Steve dengan lantang dan percaya diri.
"Apa dia sudah punya kekasih?"
"What? Apa saya tidak salah dengar? Tuan menanyakan kekasih Nona Jean?!" Steve menganga tak percaya, untuk pertama kalinya Darren menanyakan sesuatu yang tidak masuk di akal. Pria yang tidak pernah jatuh cinta menanyakan seorang wanita bar-bar yang membentaknya di tempat umum.
"Ada masalah? Kenapa kau terlihat tidak senang hah?!" Darren menggebrak meja kuat membuat Steve mengusap dada nya berkali-kali.
"Mana saya tau tuan, dia punya kekasih atau belum. Saya hanya menyelidiki tentang prestasinya saja bukan kekasihnya."
"Kalau begitu mulai sekarang selidiki siapa kekasihnya dan apa yang dia lakukan setiap menitnya, lalu laporkan padaku." tegas Darren tanpa mau menerima penolakan dari Steve.
"Tuan, anda sedang tidak sakit bukan?" Steve mencoba memeriksa keadaan Darren yang mulai aneh sejak kejadian pagi tadi.
"Steve Lewis apa kau cari mati?!" teriak Darren sebelum asistennya itu kabur dan pergi meninggalkan ruangan.
"Kenapa aku bisa punya asisten sebodoh dia!" gerutunya kesal.
Drrt...Drrt...!
Darren meraih ponsel yang berada tidak jauh darinya dan membuka satu pesan yang tertera di layar.
..."Kak jangan lupa, malam ini Mommy dan Daddy akan terbang ke Jerman. Aku menunggumu, ingat jangan sampai terlambat"...
Pesan singkat yang dikirim oleh adiknya membuat Darren melirik jam tangannya. Ia hampir lupa kalau malam ini kedua orangtuanya akan melakukan perjalanan bisnis.
Darren meletakkan ponselnya, pikirannya kembali saat dimana ia bisa melihat dengan jelas wajah Jean. Jantungnya kembali berdetak sangat kencang. Entah kenapa rasanya ada kupu-kupu berterbangan di perutnya.
"Jean Ashley, you are mine!"
...----------------...
Jangan lupa like dan dukungan nya. Terima kasih 💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Bunda
murahan sekali🤮🤮
2024-12-18
0
Fahmi Fahmi
cinta pandangan pertama
2024-07-20
0
Bu ning Bengkel
kayanya darren merasakan dirinya baru lahir ketemu wanita cantik...lanjut.....
2024-06-04
0