Di dalam toilet.
Darren kembali berfantasi liar dan terus menyebut nama Jean. Apalagi belum lama ini, dia berhasil mencium dan menyentuh wanita pujaan nya.
"Ahh...." lenguh nya panjang saat berhasil menuntaskan hasratnya dan membersihkan sisa semburan mayonaise yang keluar.
Darren menghela nafas kasar, menatap pantulan wajahnya di depan cermin.
Otak mesumnya sedang membayangkan jika Jean berada di bawah kungkungan nya dengan keadaan polos tanpa apapun. "Shiit! Apa yang kau pikirkan bodoh!" makinya pada diri sendiri.
"Pantas saja dia mengatai ku mesum! Ternyata memang begitu kenyataannya." Darren terkekeh geli melihat tingkah konyolnya. "Sejak kapan pikiranku jadi kotor begini," gumamnya bicara sendiri dan menjawab ucapan nya sendiri.
Daripada itu ada yang lebih membuatnya shock. Tubuhnya sekarang tidak merasakan sakit bahkan nafasnya juga tidak sesak lagi setelah bersentuhan dengan Jean.
Apa artinya Jean adalah obat dari penyakit yang di deritanya selama ini?
"Kau harus menjadi milikku Jean, milik Darren Alfred! Tidak ada yang boleh menyentuhmu selain aku." ucapnya dengan penuh percaya diri.
''Argh...'' Darren mengusap wajahnya frustasi. Dia ingin memastikan nya sekali lagi. Ia merapikan pakaiannya dan keluar menuju ruang kerjanya, berharap Jean masih berada di sana.
*
*
*
"Tidak kek! Aku tidak mau," ucap Jean dengan wajah kesal pada seseorang.
"Aku bukan anak kecil lagi tuan Sebastian yang terhormat! Jadi berhentilah bermain-main dengan cara mengancam ku dengan cara seperti ini. Karena itu tidak akan mempan padaku tua bangka!" tolak Jean pelan namun terasa menusuk.
Jean mematikan ponselnya dan berteriak seperti histeris. Bagaimana tidak, sang Kakek berniat mempercepat pernikahan nya dengan Edward. Pria yang sudah jelas-jelas mengkhianatinya.
"Apa dia pikir ini jaman Siti Nurbaya! Yang dengan suka rela nya menikah dengan Datuk-datuk itu!" gerutunya kesal. "Lagi pula si kunyuk itu sudah menduakan aku."
Jean meremat kuat ponsel yang ada di tangan nya menahan emosi yang meluap-luap. Ditambah lagi sekarang dia terkurung di ruangan milik Darren. Lengkap sudah penderitaannya kali ini.
"Ayolah angkat Boy! Sebenarnya kau ini ada dimana!" Jean berusaha menghubungi asisten pribadinya namun tidak ada jawaban sama sekali.
Greb!
Sebuah tangan kekar tiba-tiba melingkar di pinggang Jean dan memeluknya erat dari belakang. Sesekali pria itu mengendus aroma parfum milik wanitanya. Aroma yang kini sudah menjadi candu untuknya.
Jika biasanya dia akan menghindari bau aneh tersebut, lain halnya dengan sekarang. Darren malah membenamkan kepalanya di ceruk leher Jean dan memejamkan mata menikmati.
"Darren lepaskan apa yang kau lakukan!" pekiknya kaget saat pria itu mengunci pergerakan nya dan menggigit kecil lehernya.
"Jadilah wanitaku!" ucap Darren serak. Suaranya terdengar seksi sehingga membuat Jean meremang seketika.
"Kau sinting! Aku tidak mau!" Jean mencoba memberontak namun percuma. Karena tenaga Darren dua kali lipat lebih besar darinya. Sekuat apapun dia berusaha tetap saja sia-sia.
Setelah dikhianati oleh sang kekasih, Jean lebih memilih untuk menutup rapat hatinya. Dan tidak mau lagi berurusan dengan cinta. Baginya semua pria itu sama.
"Baiklah jika kau menolak, aku akan memaksamu Nona Jean!" ucap Darren sedikit kecewa.
Jika biasanya mereka rela mengantri untuk mendapatkan cintanya, berbeda dengan hari ini. Tapi bukan Darren jika tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau.
Mata Jean membola sempurna saat Darren membalik tubuhnya, memojokkan nya ke tembok dan kembali melumaat rakus bibirnya.
"Emhh...lepas Darren apa yang kau.." Jean tidak bisa melakukan apapun lagi selain diam dan pasrah, tanpa berniat membalas ciuman itu.
Berbeda dengan Darren yang terlihat agresif dan sangat menikmatinya. Untuk pertama kali dia menginginkan seorang wanita. Dan wanita itu adalah Jean. "Pria mesum ini, berani sekali dia mengambil lagi ciuman keduaku!"
Hingga tak berselang lama, Darren melepaskan tautan nya saat keduanya mulai kehabisan nafas.
Hanya sebuah ciuman, tapi berhasil membuat sesuatu di bawah sana memberontak dan bergerak ke sana kemari seakan minta dipuaskan. "Sialan! Kenapa kau baperan sekali hah?!" gumam Darren dalam hati.
Plak!
Satu tamparan keras mendarat di pipi kanan Darren.
"Berani sekali kau..."
Bukannya marah Darren malah tersenyum dan mengusap lembut pipinya.
"Oh god! Aku tidak bisa berkata apapun lagi," Jean mengusap bibirnya dimana tertinggal sisa saliva Darren. "Sekarang buka pintu nya karena aku ingin pulang."
"Aku belum mengijinkan mu pergi."
"Dan aku tidak peduli," jawab Jean ketus. Tanpa mau menatap Darren.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku. Jadilah wanitaku!" ulang Darren sekali lagi.
Jean terdiam dan memikirkan ucapan Darren. Mereka baru bertemu beberapa kali, pria itu sudah berani mencium nya dan sekarang memintanya menjadi kekasihnya. Apa pria yang ada di depannya ini gila?
"Bagaimana hum?!" Darren mengangkat satu alisnya menunggu jawaban yang keluar dari bibir Jean.
"Aku...."
"Darren sayang bukan pintunya!" teriak seorang wanita dari luar membuat Darren berdecak kesal dan terpaksa membuka pintunya.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Bu ning Bengkel
dared lansung kekamar mandi untuk kelaksanakan yg belum tutas hasratnya pada jean itu../Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/lucu belum perkenalan dan belum melamar lansung saja cium cium bibir saja enak sekali....lanjut....
2024-06-04
0
Imas Tuti
c Darren bawa mayonaise ke kamar mandi ???? buat apa coba 🤔🤔🤔
2023-02-22
0
SugarBaby_
Suukurinn. Siapa yah 🤭
2022-12-01
0