Bab 8 Ciuman kedua

Di dalam toilet.

Darren kembali berfantasi liar dan terus menyebut nama Jean. Apalagi belum lama ini, dia berhasil mencium dan menyentuh wanita pujaan nya.

"Ahh...." lenguh nya panjang saat berhasil menuntaskan hasratnya dan membersihkan sisa semburan mayonaise yang keluar.

Darren menghela nafas kasar, menatap pantulan wajahnya di depan cermin.

Otak mesumnya sedang membayangkan jika Jean berada di bawah kungkungan nya dengan keadaan polos tanpa apapun. "Shiit! Apa yang kau pikirkan bodoh!" makinya pada diri sendiri.

"Pantas saja dia mengatai ku mesum! Ternyata memang begitu kenyataannya." Darren terkekeh geli melihat tingkah konyolnya. "Sejak kapan pikiranku jadi kotor begini," gumamnya bicara sendiri dan menjawab ucapan nya sendiri.

Daripada itu ada yang lebih membuatnya shock. Tubuhnya sekarang tidak merasakan sakit bahkan nafasnya juga tidak sesak lagi setelah bersentuhan dengan Jean.

Apa artinya Jean adalah obat dari penyakit yang di deritanya selama ini?

"Kau harus menjadi milikku Jean, milik Darren Alfred! Tidak ada yang boleh menyentuhmu selain aku." ucapnya dengan penuh percaya diri.

''Argh...'' Darren mengusap wajahnya frustasi. Dia ingin memastikan nya sekali lagi. Ia merapikan pakaiannya dan keluar menuju ruang kerjanya, berharap Jean masih berada di sana.

*

*

*

"Tidak kek! Aku tidak mau," ucap Jean dengan wajah kesal pada seseorang.

"Aku bukan anak kecil lagi tuan Sebastian yang terhormat! Jadi berhentilah bermain-main dengan cara mengancam ku dengan cara seperti ini. Karena itu tidak akan mempan padaku tua bangka!" tolak Jean pelan namun terasa menusuk.

Jean mematikan ponselnya dan berteriak seperti histeris. Bagaimana tidak, sang Kakek berniat mempercepat pernikahan nya dengan Edward. Pria yang sudah jelas-jelas mengkhianatinya.

"Apa dia pikir ini jaman Siti Nurbaya! Yang dengan suka rela nya menikah dengan Datuk-datuk itu!" gerutunya kesal. "Lagi pula si kunyuk itu sudah menduakan aku."

Jean meremat kuat ponsel yang ada di tangan nya menahan emosi yang meluap-luap. Ditambah lagi sekarang dia terkurung di ruangan milik Darren. Lengkap sudah penderitaannya kali ini.

"Ayolah angkat Boy! Sebenarnya kau ini ada dimana!" Jean berusaha menghubungi asisten pribadinya namun tidak ada jawaban sama sekali.

Greb!

Sebuah tangan kekar tiba-tiba melingkar di pinggang Jean dan memeluknya erat dari belakang. Sesekali pria itu mengendus aroma parfum milik wanitanya. Aroma yang kini sudah menjadi candu untuknya.

Jika biasanya dia akan menghindari bau aneh tersebut, lain halnya dengan sekarang. Darren malah membenamkan kepalanya di ceruk leher Jean dan memejamkan mata menikmati.

"Darren lepaskan apa yang kau lakukan!" pekiknya kaget saat pria itu mengunci pergerakan nya dan menggigit kecil lehernya.

"Jadilah wanitaku!" ucap Darren serak. Suaranya terdengar seksi sehingga membuat Jean meremang seketika.

"Kau sinting! Aku tidak mau!" Jean mencoba memberontak namun percuma. Karena tenaga Darren dua kali lipat lebih besar darinya. Sekuat apapun dia berusaha tetap saja sia-sia.

Setelah dikhianati oleh sang kekasih, Jean lebih memilih untuk menutup rapat hatinya. Dan tidak mau lagi berurusan dengan cinta. Baginya semua pria itu sama.

"Baiklah jika kau menolak, aku akan memaksamu Nona Jean!" ucap Darren sedikit kecewa.

Jika biasanya mereka rela mengantri untuk mendapatkan cintanya, berbeda dengan hari ini. Tapi bukan Darren jika tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau.

Mata Jean membola sempurna saat Darren membalik tubuhnya, memojokkan nya ke tembok dan kembali melumaat rakus bibirnya.

"Emhh...lepas Darren apa yang kau.." Jean tidak bisa melakukan apapun lagi selain diam dan pasrah, tanpa berniat membalas ciuman itu.

Berbeda dengan Darren yang terlihat agresif dan sangat menikmatinya. Untuk pertama kali dia menginginkan seorang wanita. Dan wanita itu adalah Jean. "Pria mesum ini, berani sekali dia mengambil lagi ciuman keduaku!"

Hingga tak berselang lama, Darren melepaskan tautan nya saat keduanya mulai kehabisan nafas.

Hanya sebuah ciuman, tapi berhasil membuat sesuatu di bawah sana memberontak dan bergerak ke sana kemari seakan minta dipuaskan. "Sialan! Kenapa kau baperan sekali hah?!" gumam Darren dalam hati.

Plak!

Satu tamparan keras mendarat di pipi kanan Darren.

"Berani sekali kau..."

Bukannya marah Darren malah tersenyum dan mengusap lembut pipinya.

"Oh god! Aku tidak bisa berkata apapun lagi," Jean mengusap bibirnya dimana tertinggal sisa saliva Darren. "Sekarang buka pintu nya karena aku ingin pulang."

"Aku belum mengijinkan mu pergi."

"Dan aku tidak peduli," jawab Jean ketus. Tanpa mau menatap Darren.

"Kau belum menjawab pertanyaan ku. Jadilah wanitaku!" ulang Darren sekali lagi.

Jean terdiam dan memikirkan ucapan Darren. Mereka baru bertemu beberapa kali, pria itu sudah berani mencium nya dan sekarang memintanya menjadi kekasihnya. Apa pria yang ada di depannya ini gila?

"Bagaimana hum?!" Darren mengangkat satu alisnya menunggu jawaban yang keluar dari bibir Jean.

"Aku...."

"Darren sayang bukan pintunya!" teriak seorang wanita dari luar membuat Darren berdecak kesal dan terpaksa membuka pintunya.

...----------------...

Terpopuler

Comments

Bu ning Bengkel

Bu ning Bengkel

dared lansung kekamar mandi untuk kelaksanakan yg belum tutas hasratnya pada jean itu../Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/lucu belum perkenalan dan belum melamar lansung saja cium cium bibir saja enak sekali....lanjut....

2024-06-04

0

Imas Tuti

Imas Tuti

c Darren bawa mayonaise ke kamar mandi ???? buat apa coba 🤔🤔🤔

2023-02-22

0

SugarBaby_

SugarBaby_

Suukurinn. Siapa yah 🤭

2022-12-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Darren Alfred
2 Bab 2 Ulat bulu
3 Bab 3 Bandara
4 Bab 4 Jean Ashley
5 Bab 5 hotel
6 Bab 6 Pertemuan
7 Bab 7 Perdebatan
8 Bab 8 Ciuman kedua
9 Bab 9 Menginginkan nya
10 Bab 10 Tendangan maut
11 Bab 11 Pilihan yang sulit
12 Bab 12 Menemui Edward
13 Bab 13 Hampir saja
14 Bab 14 Perkelahian
15 Bab 15 Tinggal bersamaku
16 Bab 16 Makan malam
17 Bab 17 Tidak akan menyentuhmu
18 Bab 18 Kembali bertemu
19 Bab 19 Aku Mencintaimu
20 Bab 20 Pelukan hangat
21 Bab 21 Keras kepala
22 Bab 22 Kabur
23 Bab 23 Satu tembakan
24 Bab 24 Kamar hotel
25 Bab 25 Buaya betina
26 Bab 26 Mulai peduli
27 Bab 27 Tembok pembatas
28 Bab 28 Melepaskan
29 Bab 29 Melamar
30 Bab 30 Pergi bersama Edward
31 Bab 31 Darren kau kembali
32 Bab 32 Aku milikmu malam ini
33 Bab 33 Kiss morning
34 Bab 34 Bertemu calon mertua
35 Bab 35 Tamparan
36 Bab 36 Menikah
37 Bab 37 Resmi menjadi suami istri
38 Bab 38 Club malam
39 Bab 39 Suamiku
40 Bab 40 Yang pertama
41 Bab 41 Nambah lagi?
42 Bab 42 Pergi ke Mall
43 Bab 43 Jayden Attarick
44 Bab 44 Marah
45 Bab 45 Cctv
46 Bab 46 Jean hilang?
47 Bab 47 Ngidam?
48 Bab 48 Hukuman gagal
49 Bab 49 Tertembak
50 Bab 50 Hamil
51 Bab 51 Sudah sadar
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61 The End
62 Promo Novel... London One Night Stand
63 "Cinta Sang Duda Impoten" promo Novel
Episodes

Updated 63 Episodes

1
Bab 1 Darren Alfred
2
Bab 2 Ulat bulu
3
Bab 3 Bandara
4
Bab 4 Jean Ashley
5
Bab 5 hotel
6
Bab 6 Pertemuan
7
Bab 7 Perdebatan
8
Bab 8 Ciuman kedua
9
Bab 9 Menginginkan nya
10
Bab 10 Tendangan maut
11
Bab 11 Pilihan yang sulit
12
Bab 12 Menemui Edward
13
Bab 13 Hampir saja
14
Bab 14 Perkelahian
15
Bab 15 Tinggal bersamaku
16
Bab 16 Makan malam
17
Bab 17 Tidak akan menyentuhmu
18
Bab 18 Kembali bertemu
19
Bab 19 Aku Mencintaimu
20
Bab 20 Pelukan hangat
21
Bab 21 Keras kepala
22
Bab 22 Kabur
23
Bab 23 Satu tembakan
24
Bab 24 Kamar hotel
25
Bab 25 Buaya betina
26
Bab 26 Mulai peduli
27
Bab 27 Tembok pembatas
28
Bab 28 Melepaskan
29
Bab 29 Melamar
30
Bab 30 Pergi bersama Edward
31
Bab 31 Darren kau kembali
32
Bab 32 Aku milikmu malam ini
33
Bab 33 Kiss morning
34
Bab 34 Bertemu calon mertua
35
Bab 35 Tamparan
36
Bab 36 Menikah
37
Bab 37 Resmi menjadi suami istri
38
Bab 38 Club malam
39
Bab 39 Suamiku
40
Bab 40 Yang pertama
41
Bab 41 Nambah lagi?
42
Bab 42 Pergi ke Mall
43
Bab 43 Jayden Attarick
44
Bab 44 Marah
45
Bab 45 Cctv
46
Bab 46 Jean hilang?
47
Bab 47 Ngidam?
48
Bab 48 Hukuman gagal
49
Bab 49 Tertembak
50
Bab 50 Hamil
51
Bab 51 Sudah sadar
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61 The End
62
Promo Novel... London One Night Stand
63
"Cinta Sang Duda Impoten" promo Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!