Jean menghela nafas kasar. Saat ini dia sudah berada di depan sebuah kamar hotel dimana Edward pernah melakukan malam panas bersama dengan wanita lain.
"Nona yakin mau masuk? Tidak takut di gigit buaya buntung?" tanya Boy datar. Dia sedikit menyindir Jean yang keras kepala, karena terus saja ingin menemui Edward.
"Kau ini bicara apa, aku hanya menemuinya bukan ingin bercinta dengannya."
"Ya siapa tau saja Nona," timpal Boy. "Dia itu pria mata keranjang, nemplok sama nemplok sini seperti cicak!" lanjut Boy. Terlihat sekali di mata pria itu kalau dia sangat tidak menyukai Edward.
Bahkan dulu dia pernah memberitahu Jean tentang kebusukan Edward, namun Nona nya tetap saja percaya dan terbang melayang hanya dengan satu kata gombalan yang keluar dari mulutnya.
"Karena buaya yang sesungguhnya itu hanya setia pada satu pasangan saja, sedangkan dia itu buaya jadi-jadian."
Ucapan Boy membuat Jean memejamkan mata nya menahan kesal. Bukannya menghibur dirinya yang patah hati, asisten nya itu malah terkesan memojokkan dan mengoloknya dengan sindiran halus.
"Aku malas mendengat ocehan mu Boy, lagipula kenapa kau tiba-tiba menjadi bawel dan menyebalkan begini sih. Aku membayar mu bukan untuk mengomentari hidupku." celetuk Jean yang tidak terima kalau ada seseorang yang menghina mantan tunangannya itu.
Boy ingin menjawab ucapan Jean, namun pintu kamar itu sudah terlebih dahulu di buka. Keluarlah sang buaya buntung eh maksud nya di Edward dengan senyuman lebar di bibirnya.
"Honey kau sudah datang? Maaf aku baru saja selesai mandi," sapa nya dengan rambut yang sedikit basah dan handuk yang melilit di pinggang.
"Masuklah, kita bicara di dalam."
"Tidak boleh!" tegas Boy dengan tatapan tajam dan datar ke arah Edward.
Edward mengeryit bingung.
"Lupakan Ed. Mungkin dia sedang datang bulan," celetuk Jean masuk ke dalam dan meninggalkan Boy di luar sendirian.
"What?" pekiknya. "Datang bulan?" tanya nya pada diri sendiri.
Boy menunggu diluar dengan perasaan khawatir. Sekali lagi Jean masuk ke dalam sangkar buaya tanpa tau resiko apa yang akan dia terima nanti.
*
*
*
*
Sedangkan di sebuah mansion mewah dan dengan ukiran gaya Eropa. Seorang pria sedang duduk menikmati udara malam. Sesekali dia menatap datar ke arah ponsel, menunggu sang wanita pujaan hati menghubungi nya.
"Shitt! Kenapa sejak tadi dia tidak menghubungiku sama sekali," Darren memijat pelipisnya.
"Selamat malam Tuan," Steve menghampiri Darren yang terlihat sedang kesal. "Saya ingin memberitahu kalau Nona--"
"Ya aku tau apa yang ingin kau katakan. Jadi lebih baik kau pergi dari sini sebelum kesabaran ku habis!"
"Tapi tuan ini--"
"Aku tidak mau mengulang apa yang kukatakan Steve Lewis!" bentak Darren dengan nada tinggi. "Lihat semua rencana bodoh mu ini sia-sia. Dia tidak menghubungiku bahkan menonaktifkan ponselnya."
Darren melempar ponsel nya hingga hancur berkeping-keping.
Steve tau Tuan nya sedang kesal.karena menunggu kabar dari Jean. Tapi bukan itu yang ingin dia katakan.
"Nona Clara pergi bersama kekasih nya ke sebuah Club malam tanpa mau ditemani oleh bodyguard," ucap Steve tanpa memberi jeda sebelum Darren menyela ucapannya lagi.
"Apa kau bilang?!"
"Bukankah sudah jelas Tuan saya bicara apa tadi, jangan bilang anda tidak mendengarkan nya. Karena tidak ada replay," jawab Steve santai.
Dor!
Darren melepas satu tembakan ke arah Steve tapi pria itu berhasil menghindar dengan cepat.
"T-tuan mau saya mati, iya?" protes Steve dengan bibir dan kaki gemetar.
"Menurutmu? Cepat susul Clara sekarang!" perintah Darren tegas.
"Nona bahkan tidak mempedulikan ucapan saya tuan."
"Lalu?"
"Tuan sendirilah yang harus kesana menyusul Nona, atau dia akan--"
Belum selesai Steve bicara, Darren sudah beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan nya.
"Selalu saja seperti ini, dimana-mana asisten selalu salah," gumam Steve dengan tubuh yang masih bergetar karena ulah Darren.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Bu ning Bengkel
kata.2 steve lucu memang dari dulu kalau assiten itu selaly salah walau itu benar tetap saja salah.....lanjut....
2024-06-05
1
Rizky Riska
kata" steve kok bikin ngakak sie
2024-01-09
0
Missti Yani
steve selalu ad sma tuan darren,,, ehhh iya hp d banting ancur terus klo jean telon dia mau telfon kma na tuhhhhh😆😆
2023-05-14
0