D.A Company.
Seorang pria sedang duduk dan menatap latar tipis yang berada di depannya. Sesekali senyuman tipis terukir di sudut bibirnya. Sangat tipis bahkan sampai tidak terlihat di wajah datar dan dingin nya.
Ya, Darren sedang mengawasi apa yang Jean lakukan di mansion pribadi nya. Sebelum berangkat ke kantor ia memindahkan wanitanya ke mansion, dimana penjagaan nya lebih ketat dibandingkan dengan tempat sebelumnya.
"Tuan ada yang ingin bertemu dengan anda," ucap Steve yang baru saja masuk dengan nafas tersengal dan keringat bercucuran.
Darren mengernyitkan dahi bingung melihat keadaan Steve. "Apa kau baru saja selesai olahraga?"
Steve reflek mengangguk. "Em maksudku, aku baru saja menghadapi beberapa pria yang menerobos masuk kemari. Dia memaksa ingin bertemu dengan anda."
Darren menutup layar laptop nya. Ia mengambil sesuatu di dalam lacinya dan beranjak dari duduknya. "Suruh dia masuk, aku ingin tau sampai dimana nyali nya karena berani menginjakkan kaki di sini."
"Tidak perlu repot menghampiriku, karena aku sudah disini," ucap pria dengan wajah membiru dan sudut bibir berdarah karena baru saja adu jotos dengan Steve.
"Aku datang baik-baik bodoh! Kenapa kau memukulku." Edward mengusap sudut bibirnya yang berdarah dan merapikan jasnya.
"Anda yang lebih dulu memancing saja Tuan."
"Hei, kau bicaralah yang sopan, begini juga aku adalah sepupu Tuan mu Steve," Edward duduk di hadapan Darren tanpa peduli kalau saat ini dia menatap tajam dan penuh kebencian ke arahnya.
"Berani sekali kau masuk tanpa ijinku."
Edward terkekeh. Ingin sekali ia menghajar pria yang ada berada di depannya ini karena sudah berani membawa kabur tunangannya. Atau lebih tepatnya mantan tunangannya.
"Ijinkan aku bertemu Jean."
Darren berdecak kesal. Bagaimana bisa dengan begitu percaya dirinya dan setelah apa yang dia lakukan pada wanitanya Edward ingin menemuinya.
"Hanya dalam mimpimu. Dan ingat jangan menyebut nama wanita ku dengan mulut kotor mu itu," geram Darren yang muak pada sepupunya ini. Kalau bukan karena orangtuanya, mungkin saja sekarang ia sudah menghabisi Edward dengan tangannya sendiri.
"Ayolah Kak, saat itu khilaf. Aku tidak bermaksud menyentuh nya," ucap Edward memohon pada Darren karena jauh dalam lubuk hatinya ia memang menyesal dan ingin meminta maaf pada Jean.
Darren tidak bergeming sama sekali, enak saja sampai kapanpun dia tidak akan mengijinkan pria lain menemui Jean.
"Kau boleh--" ucapan Darren terpotong saat mendengar suara teriakan seorang wanita dari luar yang terus memanggil namanya.
"Shiit! Gangguan macam apalagi ini," Darren memijat pelipisnya dan melirik Steve yang hanya mengangkat bahu acuh.
"Kakak adikmu yang cantik ini datang," Clara masuk tanpa mengetuk pintu dahulu.
Inilah yang paling ditakutkan Darren, pertemuan Clara dan Edward. Jika keduanya sudah bersama bisa dipastikan adiknya alan bertambah sesat dari sebelumnya.
"Clara?"
"Edward? Kau disini?" tanya Clara yang langsung duduk di pangkuan Edward dan memeluknya.
"Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau sudah kembali dari Berlin," tanya Clara mengecup pipi kanan kiri Edward bergantian.
Sedangkan Darren yang melihat kemesraan kedua adiknya merasa gerah. Mereka lebih terlihat seperti sepasang kekasih sekarang daripada sepupu.
''Bisakah kau tidak bersikap seperti manja pada pria hidung belang ini Clara!'' seru Darren yang mulai emosi melihat adiknya.
Clara mengacuhkan Darren dan lebih memilih keluar dan mengajak Edward. Niatnya datang untuk membicarakan sesuatu pada Kakaknya itu pupus.
''Ikuti mereka berdua Steve,'' perintah Darren tegas. Ia tidak mungkin mengikuti mereka karena harus kembali ke mansion, memberikan beberapa pakaian pada Jean.
Karena semalaman wanitanya itu hanya memakai dalaman dan kemeja miliknya saja. Darren takut tiba bisa menahan hasrat yang terus meronta jika terus melihat tubuh Jean yang menggoda di matanya.
''Tapi bagaimana dengan anda?''
''Aku bukan bocah yang kemana-mana selalu kau awasi. Dan juga segera urus penerbangan Clara ke Munich. Jika dia masih tidak mau mendengarkan aku, terpaksa ini adalah jalan satu-satunya.''
Steve mengangguk dan pamit untuk menyusul Clara.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Bu ning Bengkel
......lanjut.....terus jalan.......
2024-06-05
0
Aisyah
Huh dasar edward kurang d hajar, enak aja mau minta maaf stlh mngkhianati dn melukai fisikny bhkn ngelecehin, hanya mutilasi yg pntes km dptkn edward, laki2 mnjijikan 😠😠😠
2022-11-28
1
✯Fᴀᴋᴇ 𝐅✯ʰⁱᵃᵗᵘˢ
Tenang, Steve.. Ada aku yang akan menjaga hatinya..😆
2022-11-28
0