Flasback on...
Jean masuk ke dalam dan mengikuti langkah kaki Edward. Dengan begitu polosnya dia termakan rayuan si hidung belang tanpa memikirkan resiko yang akan diterimanya.
"Duduklah, aku akan mengganti pakaianku dulu," Edward menyentuh lengan Jean namun di tepis oleh wanita itu.
"Aku datang ke sini bukan untuk menunggumu memakai baju Ed, katakan apa yang mau kau bicarakan denganku. Waktuku tidak banyak."
Edward terkekeh dan mendekati Jean yang masih berdiri menatapnya dengan tatapan kebencian, seakan jijik padanya. "Ayolah sayang, jangan seperti ini. Kita akan segera menikah jadi--" ucapan nya terhenti saat melihat jari manis Jean.
"Dimana cincin pertunangan kita? Kau melepasnya?" Edward meraih tangan Jean dan menggenggamnya. "Atau hilang? Jika memang hilang kita akan membelinya sekarang."
Jean memutar bola mata malas dan muak melihat kekasihnya yang berpura-pura dan seakan tidak tau apapun. Kalau bukan karena ingin memberinya pelajaran, dia tidak akan sudi masuk ke dalam kamar bekas Edward bercumbu dengan selingkuhan nya.
"Minumlah ini, setelah itu istirahatlah di sana," Edward memberikan segelas teh hangat dan menyuruh Jean untuk duduk.
Namun lagi-lagi Jean diam dan membuat Edward kesal. "Kalau ada masalah katakanlah, jangan mendiamkan aku seperti ini sayang. Bukankah biasanya kau selalu bawel dan berisik jika kita sedang bersama."
"Sudah berapa lama?" Edward mengernyit bingung. "Katakan Ed, sudah berapa lama kau bersama dengan nya dan berapa kali kalian melakukan hal menjijikan itu!" teriak Jean yang sudah tidak kuat menahan amarahnya.
Deg!
Edward terdiam sesaat, jantungnya berdetak sangat kencang tidak seperti biasanya. Bagaimana Jean tau mengenai hubungan gelapnya? Padahal ia sudah menyimpan rapat-rapat bahkan membayar awak media agar tidak terekspos.
"A-apa yang kau bicarakan sayang? Aku tidak mengerti," Edward mengelak dan menelan saliva nya kasar.
"Kau pikir aku bodoh? Jangan bilang dia adalah rekan bisnismu, atau sekertaris pribadimu? atau teman penghangat ranjang mu, iya?" bisik Jean lirih.
Plak!
Satu tamparan keras mendarat di pipi kanan Jean. Membuat sudut bibir wanita itu berdarah karena ulah Edward.
Bukan Jean nama nya kalau tidak membalas balik tamparan yang mengenai wajahnya. Ya wanita itu bahkan menendang senjata bekas milik Edward. "Arghhh! Jean apa yang kau lakukan!" jerit nya saat rasa nyeri dan sakit menjalar sampai ke perut.
"Itu balasan untuk pria yang tidak tau diri sepertimu, kau pikir aku bodoh. Jelas-jelas aku melihatmu membawa seorang wanita dan bercinta dengan nya di sini," ucap Jean berhasil membuat Edward tak percaya.
"Mulai sekarang, aku batalkan pertunangan kita." tegas Jean menyiram segelas air ke wajah Edward. "Bersenang-senanglah dan selamat tinggal."
Edward tidak terima dengan apa yang di lakukan Jean. Dengan gampangnya ia ingin mengakhiri semua, sedangkan tubuh wanita itu belum di sentuhnya sama sekali.
Entah punya pikiran darimana, Edward menarik tangan Jean dan membenturkan kepalanya ke tembok. Seketika membuat wanita itu pingsan dan tak sadarkan diri.
"Maafkan aku sayang, aku tidak mau kau menjadi milik orang lain selain aku," Edward tertawa puas dan mengangkat tubuh Jean lalu menidurkannya di atas ranjang.
"Kita akan bersenang-senang malam ini sayang."
Flashback off...
Bughh!
Bughh!
Beberapa kali pukulan mendarat di wajah tampan milik Edward, ya siapa lagi pelakunya kalau bukan Darren. Melihat wanita nya yang disentuh oleh pria lain membuatnya marah dan emosinya memuncak.
Bahkan sekarang Darren sedang berada di atas tubuh Edward dan menyerang nya membabi buta. "Lepaskan bodoh! akan aku habisi bajingaan tengik ini," teriak nya saat Steve menahan tubuhnya.
Darren tidak peduli jika penyakitnya kambuh lagi, yang dia mau Edward harus mati di tangannya.
"Sadar Tuan dia sepupu anda! Kalau anda menghabisinya apa yang akan anda katakan pada tuan Sebastian!" ucapan Steve berhasil membuat emosi Darren mereda dan beranjak mendekati Jean.
Steve tidak jadi mengantar Clara karena ia tau Darren akan melakukan ini dan meminta Boy membawa nya kembali ke mansion.
"Bangunlah kumohon," Darren menepuk pelan pipi Jean, namun wanitanya tidak mau bangun.
"Bawa dia ke rumah sakit, karena tadi tidak sengaja ku mendorongnya hingga--"
Bughh!
Karena kesal Steve melayangkan satu pukulan dan berhasil membuat Edward pingsan. "Terlalu banyak bicara," gumam nya lirih.
"Bereskan semua nya Steve."
"Lalu bagaimana dengan nya Tuan?" Steve menendang pelan wajah Edward yang sudah bonyok.
"Biarkan saja, dia hanya tikus kecil yang mencoba bermain-main denganku," Darren melepas jas nya dan menutupi tubuh Jean lalu membawanya keluar dari sana.
"Maaf, aku terlambat Jean." Darren mengecup bibir Jena sekilas.
"Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan Tuan kasihan," ledek Steve yang berada di depan dan fokus menyetir.
"Kasihan apa maksudmu?"
"Kasihan saya yang jadi obat nyamuk Tuan," celetuk Steve, batin nya menangis kali ini.
Darren melotot tajam dan kembali acuh, ia merasa bersalah melihat keadaan Jean yang lemah tak berdaya seperti ini.
...----------------...
Jangan lupa tinggalkan like dan komentar nya kakak... Terima kasih💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Bunda
aku suka aksimu steve😃😃😃
2024-12-18
0
Bu ning Bengkel
edwad buaya buntung .....bisa jadi begitu.....lanjut.....
2024-06-05
0
Missti Yani
edwad kadal buntung
2023-05-14
0