Bab 6 Pertemuan

Darren sedang berdiri di balkon, mengambil sebatang rokok dan menyalakannya. Disisi kanannya ada segelas wine yang selalu ia minum saat pikirannya sedang kacau. "Jean Ashley, kenapa kau bisa membuatku seperti orang bodoh. Untuk menatap matamu saja aku tidak berani."

Darren tersenyum, yang ada dalam pikirannya sekarang hanya nama Jean. Tidak ada yang lain selain dirinya. Wanita yang berhasil membolak balikan dunia nya dalam sekejap.

Tok Tok!

Darren tersadar dari lamunan saat mendengar suara pintu di ketuk dari luar. Ia mendengus kesal karena ada yang berani membuyarkan lamunan indahnya.

''Tuan maaf saya menganggu anda,'' ucap Steve dengan nada terbata. Pria itu masih ingat bagaimana tadi Darren melotot dan mengancam akan memotong gaji nya.

''Katakan jangan bertele-tele.''

''Ini berkas yang anda minta, saya sudah membereskan semuanya. Dan besok anda bisa bertemu dengannya. Meeting pukul sepuluh pagi,'' jelas Steve tanpa kurang sedikitpun. ''Saya harap tuan bangun tepat waktu,'' imbuhnya. Darren hanya berdeham pelan, sedangkan Steve minta ijin untuk pergi dari sana.

Darren merebahkan tubuh di atas ranjang empuk miliknya. Matanya tertuju pada sebuah foto seorang wanita yang selalu ia impikan setiap malam. Diusapnya lembut foto itu, tanpa sadar bibirnya mendekat dan mengecupnya. ''Oh shiit!" batinnya dalam hati.

Bagaimana bisa hanya dengan melihat sebuah foto, sesuatu di balik celana nya mengembang sempurna seperti adonan donat?🤣

"Arghh! Sepertinya aku harus menyelesaikan urusan ini di kamar mandi," Darren mengacak-acak rambutnya frustasi.

*

*

*

Dentingan piring dan sendok terdengar di atas meja makan. Ya Darren dan juga Clara sedang menikmati sarapan pagi mereka dengan hikmat. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir keduanya. Hening dan tenang.

"Ck! Aku merasa seperti sedang tinggal di rumah hantu," gerutu Clara kesal. Sejak tadi Darren sama sekali tidak mengajaknya bicara bahkan untuk menanyakan keadaanya pagi ini.

"Habiskan sarapan mu, baru bicara," ucap Darren datar tanpa melirik ke arah Clara.

"Benar Nona, jika anda tersedak bisa bahaya," Steve yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari Darren ikut menyela pembicaraan mereka. "Nona pagi ini terlihat cantik," bisik nya lirih di telinga Clara.

"Uhuk..Uhuk.." Clara tersedak.

"Steve Lewis! Keluar kau dari sini!"

"Bentar Tuan, kasian Nona tersedak," jawabnya sambil mengusap punggung Clara lembut.

"Jangan menyentuhnya bodoh!" bentak Darren yang tidak suka jika adiknya itu disentuh oleh pria lain.

"Terus kalau bukan Steve yang melakukan ini siapa lagi Kak?" ucap Clara. "Bahkan kau saja tidak bisa bersentuhan dengan siapapun. Percuma aku punya Kakak tapi sama sekali tidak bisa melindungi ku."

Setelah mengucapkan itu, Clara pergi dari sana.

Deg!

Ucapan Clara yang menohok menusuk sampai ke hati Darren. Memang benar selama ini ia tidak bisa bersentuhan dengan siapapun. Meski banyak bodyguard yang selalu menjaga adiknya, semua percuma.

Yang Clara butuhkan hanyalah kasih sayang dari kakaknya. Tidak lebih.

"Kita berangkat sekarang Steve," Darren beranjak dari duduknya dan melangkah menuju mobil.

"Astaga kenapa jadi begini. Semua karena ulahku. Aku harus menyelesaikan ketegangan antara Kakak beradik ini." gumamnya menyusul Tuan nya yang sudah berada di luar.

Steve segera melajukan mobil nya menuju ke kantor.

"Aku masuk dulu. Jika perwakilan dari J.A company datang bawa masuk saja ke ruanganku."

"Baik Tuan."

Steve menghela nafas kasar, wajah Tuan nya yang beberapa hari ini sumringah kembali cemberut karena kejadian di meja makam tadi.

Ia tau apa yang dirasakan dan di alami oleh tuan Darren.

Tidak bisa bersentuhan, tidak bisa melihat wajah seorang wanita dengan jelas bahkan setiap hari harus mengkonsumsi dan menyuntikan obat yang tidak memiliki efek penyembuhan sama sekali.

"Tuan, ada seorang wanita yang meminta bertemu dengan Ceo," ucap salah satu karyawan wanita.

Steve mengangguk dan menyuruh karyawan tersebut membawa nya ke ruangan Ceo.

Darren duduk di sofa, memijat pelipisnya. Kepalanya terasa pusing memikirkan keadaan Clara. "Apa yang harus aku lakukan agar dia bahagia."

"Permisi tuan."

"Bisakah kau mengetuk pintu dulus ebelum masuk Steve!"

Steve menggaruk tengkuknya, ia terburu-buru menghampiri Darren untuk memberi kabar baik pada bos nya itu. "Perwakialan J.A company, Nona Jean Ashley sudah datang."

"What?! Siapa kau bilang Jean Ashley?" pekik Darren tak percaya.

Suara langkah high heels mendekat ke arah arah mereka berdua.

"Selamat pagi tuan Darren Alfred. Saya Jean. Senang bertemu dengan anda," sapa nya dengan tangan terulur ke arah Darren.

...----------------...

Aku up tiga bab lho, adakah yang mau nyawer kakak🤭

Terpopuler

Comments

Dyah Oktina

Dyah Oktina

typo meja makan... pasti salah pencet ya.. krn buru2.. 🤭

2025-03-19

0

Bunda

Bunda

meja makam=meja makan

2024-12-18

0

nobita

nobita

lah ini baru rejeki nomplok... baru aja di bayangin udh datang... selamat Darren...

2024-06-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Darren Alfred
2 Bab 2 Ulat bulu
3 Bab 3 Bandara
4 Bab 4 Jean Ashley
5 Bab 5 hotel
6 Bab 6 Pertemuan
7 Bab 7 Perdebatan
8 Bab 8 Ciuman kedua
9 Bab 9 Menginginkan nya
10 Bab 10 Tendangan maut
11 Bab 11 Pilihan yang sulit
12 Bab 12 Menemui Edward
13 Bab 13 Hampir saja
14 Bab 14 Perkelahian
15 Bab 15 Tinggal bersamaku
16 Bab 16 Makan malam
17 Bab 17 Tidak akan menyentuhmu
18 Bab 18 Kembali bertemu
19 Bab 19 Aku Mencintaimu
20 Bab 20 Pelukan hangat
21 Bab 21 Keras kepala
22 Bab 22 Kabur
23 Bab 23 Satu tembakan
24 Bab 24 Kamar hotel
25 Bab 25 Buaya betina
26 Bab 26 Mulai peduli
27 Bab 27 Tembok pembatas
28 Bab 28 Melepaskan
29 Bab 29 Melamar
30 Bab 30 Pergi bersama Edward
31 Bab 31 Darren kau kembali
32 Bab 32 Aku milikmu malam ini
33 Bab 33 Kiss morning
34 Bab 34 Bertemu calon mertua
35 Bab 35 Tamparan
36 Bab 36 Menikah
37 Bab 37 Resmi menjadi suami istri
38 Bab 38 Club malam
39 Bab 39 Suamiku
40 Bab 40 Yang pertama
41 Bab 41 Nambah lagi?
42 Bab 42 Pergi ke Mall
43 Bab 43 Jayden Attarick
44 Bab 44 Marah
45 Bab 45 Cctv
46 Bab 46 Jean hilang?
47 Bab 47 Ngidam?
48 Bab 48 Hukuman gagal
49 Bab 49 Tertembak
50 Bab 50 Hamil
51 Bab 51 Sudah sadar
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61 The End
62 Promo Novel... London One Night Stand
63 "Cinta Sang Duda Impoten" promo Novel
Episodes

Updated 63 Episodes

1
Bab 1 Darren Alfred
2
Bab 2 Ulat bulu
3
Bab 3 Bandara
4
Bab 4 Jean Ashley
5
Bab 5 hotel
6
Bab 6 Pertemuan
7
Bab 7 Perdebatan
8
Bab 8 Ciuman kedua
9
Bab 9 Menginginkan nya
10
Bab 10 Tendangan maut
11
Bab 11 Pilihan yang sulit
12
Bab 12 Menemui Edward
13
Bab 13 Hampir saja
14
Bab 14 Perkelahian
15
Bab 15 Tinggal bersamaku
16
Bab 16 Makan malam
17
Bab 17 Tidak akan menyentuhmu
18
Bab 18 Kembali bertemu
19
Bab 19 Aku Mencintaimu
20
Bab 20 Pelukan hangat
21
Bab 21 Keras kepala
22
Bab 22 Kabur
23
Bab 23 Satu tembakan
24
Bab 24 Kamar hotel
25
Bab 25 Buaya betina
26
Bab 26 Mulai peduli
27
Bab 27 Tembok pembatas
28
Bab 28 Melepaskan
29
Bab 29 Melamar
30
Bab 30 Pergi bersama Edward
31
Bab 31 Darren kau kembali
32
Bab 32 Aku milikmu malam ini
33
Bab 33 Kiss morning
34
Bab 34 Bertemu calon mertua
35
Bab 35 Tamparan
36
Bab 36 Menikah
37
Bab 37 Resmi menjadi suami istri
38
Bab 38 Club malam
39
Bab 39 Suamiku
40
Bab 40 Yang pertama
41
Bab 41 Nambah lagi?
42
Bab 42 Pergi ke Mall
43
Bab 43 Jayden Attarick
44
Bab 44 Marah
45
Bab 45 Cctv
46
Bab 46 Jean hilang?
47
Bab 47 Ngidam?
48
Bab 48 Hukuman gagal
49
Bab 49 Tertembak
50
Bab 50 Hamil
51
Bab 51 Sudah sadar
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61 The End
62
Promo Novel... London One Night Stand
63
"Cinta Sang Duda Impoten" promo Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!