Darren sedang berdiri di balkon, mengambil sebatang rokok dan menyalakannya. Disisi kanannya ada segelas wine yang selalu ia minum saat pikirannya sedang kacau. "Jean Ashley, kenapa kau bisa membuatku seperti orang bodoh. Untuk menatap matamu saja aku tidak berani."
Darren tersenyum, yang ada dalam pikirannya sekarang hanya nama Jean. Tidak ada yang lain selain dirinya. Wanita yang berhasil membolak balikan dunia nya dalam sekejap.
Tok Tok!
Darren tersadar dari lamunan saat mendengar suara pintu di ketuk dari luar. Ia mendengus kesal karena ada yang berani membuyarkan lamunan indahnya.
''Tuan maaf saya menganggu anda,'' ucap Steve dengan nada terbata. Pria itu masih ingat bagaimana tadi Darren melotot dan mengancam akan memotong gaji nya.
''Katakan jangan bertele-tele.''
''Ini berkas yang anda minta, saya sudah membereskan semuanya. Dan besok anda bisa bertemu dengannya. Meeting pukul sepuluh pagi,'' jelas Steve tanpa kurang sedikitpun. ''Saya harap tuan bangun tepat waktu,'' imbuhnya. Darren hanya berdeham pelan, sedangkan Steve minta ijin untuk pergi dari sana.
Darren merebahkan tubuh di atas ranjang empuk miliknya. Matanya tertuju pada sebuah foto seorang wanita yang selalu ia impikan setiap malam. Diusapnya lembut foto itu, tanpa sadar bibirnya mendekat dan mengecupnya. ''Oh shiit!" batinnya dalam hati.
Bagaimana bisa hanya dengan melihat sebuah foto, sesuatu di balik celana nya mengembang sempurna seperti adonan donat?🤣
"Arghh! Sepertinya aku harus menyelesaikan urusan ini di kamar mandi," Darren mengacak-acak rambutnya frustasi.
*
*
*
Dentingan piring dan sendok terdengar di atas meja makan. Ya Darren dan juga Clara sedang menikmati sarapan pagi mereka dengan hikmat. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir keduanya. Hening dan tenang.
"Ck! Aku merasa seperti sedang tinggal di rumah hantu," gerutu Clara kesal. Sejak tadi Darren sama sekali tidak mengajaknya bicara bahkan untuk menanyakan keadaanya pagi ini.
"Habiskan sarapan mu, baru bicara," ucap Darren datar tanpa melirik ke arah Clara.
"Benar Nona, jika anda tersedak bisa bahaya," Steve yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari Darren ikut menyela pembicaraan mereka. "Nona pagi ini terlihat cantik," bisik nya lirih di telinga Clara.
"Uhuk..Uhuk.." Clara tersedak.
"Steve Lewis! Keluar kau dari sini!"
"Bentar Tuan, kasian Nona tersedak," jawabnya sambil mengusap punggung Clara lembut.
"Jangan menyentuhnya bodoh!" bentak Darren yang tidak suka jika adiknya itu disentuh oleh pria lain.
"Terus kalau bukan Steve yang melakukan ini siapa lagi Kak?" ucap Clara. "Bahkan kau saja tidak bisa bersentuhan dengan siapapun. Percuma aku punya Kakak tapi sama sekali tidak bisa melindungi ku."
Setelah mengucapkan itu, Clara pergi dari sana.
Deg!
Ucapan Clara yang menohok menusuk sampai ke hati Darren. Memang benar selama ini ia tidak bisa bersentuhan dengan siapapun. Meski banyak bodyguard yang selalu menjaga adiknya, semua percuma.
Yang Clara butuhkan hanyalah kasih sayang dari kakaknya. Tidak lebih.
"Kita berangkat sekarang Steve," Darren beranjak dari duduknya dan melangkah menuju mobil.
"Astaga kenapa jadi begini. Semua karena ulahku. Aku harus menyelesaikan ketegangan antara Kakak beradik ini." gumamnya menyusul Tuan nya yang sudah berada di luar.
Steve segera melajukan mobil nya menuju ke kantor.
"Aku masuk dulu. Jika perwakilan dari J.A company datang bawa masuk saja ke ruanganku."
"Baik Tuan."
Steve menghela nafas kasar, wajah Tuan nya yang beberapa hari ini sumringah kembali cemberut karena kejadian di meja makam tadi.
Ia tau apa yang dirasakan dan di alami oleh tuan Darren.
Tidak bisa bersentuhan, tidak bisa melihat wajah seorang wanita dengan jelas bahkan setiap hari harus mengkonsumsi dan menyuntikan obat yang tidak memiliki efek penyembuhan sama sekali.
"Tuan, ada seorang wanita yang meminta bertemu dengan Ceo," ucap salah satu karyawan wanita.
Steve mengangguk dan menyuruh karyawan tersebut membawa nya ke ruangan Ceo.
Darren duduk di sofa, memijat pelipisnya. Kepalanya terasa pusing memikirkan keadaan Clara. "Apa yang harus aku lakukan agar dia bahagia."
"Permisi tuan."
"Bisakah kau mengetuk pintu dulus ebelum masuk Steve!"
Steve menggaruk tengkuknya, ia terburu-buru menghampiri Darren untuk memberi kabar baik pada bos nya itu. "Perwakialan J.A company, Nona Jean Ashley sudah datang."
"What?! Siapa kau bilang Jean Ashley?" pekik Darren tak percaya.
Suara langkah high heels mendekat ke arah arah mereka berdua.
"Selamat pagi tuan Darren Alfred. Saya Jean. Senang bertemu dengan anda," sapa nya dengan tangan terulur ke arah Darren.
...----------------...
Aku up tiga bab lho, adakah yang mau nyawer kakak🤭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Dyah Oktina
typo meja makan... pasti salah pencet ya.. krn buru2.. 🤭
2025-03-19
0
Bunda
meja makam=meja makan
2024-12-18
0
nobita
lah ini baru rejeki nomplok... baru aja di bayangin udh datang... selamat Darren...
2024-06-05
1