"Cium aku."
"What?''
Jean memekik dan melotot tajam ke arah Darren. Dasar pria tidak tau diri, sudah dikasih hati malah minta jantung batinnya kesal. ''Tidak mau! Minta saja pada asisten pribadi mu yang menyebalkan itu,'' tolak nya mentah-mentah.
Jean berdiri dan hendak beranjak dari sana. Namun langkahnya kembali tertahan.
''Shhh....Dadaku rasanya sesak sekali...'' Desis Darren tiba-tiba membuat Jean berbalik.
Jean terlihat khawatir dan kebingungan melihat wajah Darren yang pucat. "H-hei kau kenapa? Apanya yang sakit hah?!" tanya Jean menoel dada Darren dan mencoba mencari tau apakah pria itu berbohong atau tidak.
''Aww...sakit Jean...'' ucap nya dengan mata terpejam seakan menahan sesuatu.
Bisa bayangkan bagaimana wajah Darren saat ini? Seorang pria dingin bertingkah seperti bocah kecil yang merengek meminta es krim.
Padahal jauh di dalam lubuk hatinya dia sedang tertawa terbahak karena berhasil mengerjai Jean. Meski kenyataanya, tubuhnya memang masih merasakan sakit akibat perbuatan Clara yang tadi memeluknya.
''Astaga apa yang harus aku lakukan sekarang,'' gumam Jean menggigit jari kukunya, seketika dia terdiam. Karena otaknya tidak bisa berpikir apapun.
''Cium aku Jean,'' Darren mengulang kembali ucapan yang tidak ingin di dengar oleh wanita itu.
''Apa?!" pekik Jean.
"Apa aku harus terus mengulangi ucapan ku hum?" ucap Darren dengan tatapan mata sayu.
"S-sudah kukatakan, aku tidak mau! Kenapa kau jadi tukang paksa sekali mpptt...''
Darren menarik pinggang Jean dan membuat wanita itu jatuh ke ranjang lalu mengungkung tubuhnya agar tidak bisa kabur. Dia kembali menyatukan bibirnya dengan bibir tebal milik Jean. Menyesap bagian atas dan bawahnya bergantian.
Tanpa peduli dengan pukulan yang dilayangkan wanita itu ke dadanya. Lelah melawan, Jean hanya bisa diam dan pasrah merima perlakuan Darren padanya. Ciuman yang awalnya kasar kini berubah menjadi sedikit lembut dan menuntut.
Jean pun mulai terbuai dan membalas ciuman Darren meskipun terasa kaku. Reflek kedua tangan nya terangkat dan menyentuh kedua pundak Darren. Melihat wanitanya yang seakan menikmati, dengan berani tangan Darren menyusup masuk mengusap perut datar Jean.
"Mphh..." lenguh nya pelan.
Brughh!
"Arghhh! Apa yang kau lakukan!" teriaknya kesakitan saat merasakan bagian miliknya di tendang dengan kuat oleh Jean, hingga membuatnya jatuh tersungkur ke lantai.
"Rasakan itu! Dasar pria mesum sialan!" teriak Jean berkacak pinggang. Dia mengambil tas nya yang berada di atas ranjang. Ingin rasanya cepat keluar dari ruangan Darren.
Jika terus berada disini, bisa-bisa mahkota yang selama dua puluh lima tahun di jaga bisa hilang karena perbuatan Darren.
"Satu langkah saja kau keluar dari sini ku pastikan J.A Company besok bangkrut!" pekik Darren sedikit terbata karena masih merasakan sakit luar biasa di bagian inti nya.
"Ck! Coba saja kalau kau bisa," ucap Jean sekilas dan mengacungkan jari tengahnya ke arah Darren.
"Selamat tinggal Tuan mesum." Jean mengerlingkan satu matanya dan pergi.
"Ya! Jangan kabur Jean Ashley!" teriaknya tanpa di pedulikan lagi oleh wanita itu.
"Oh Shitt! Kau harus bertanggung jawab karena sudah membuatnya kesakitan dan tertidur lemas seperti ini," gerutu Darren dengan seringaian tipis di bibirnya.
''Tuan apa yang terjadi pada anda?'' tanya Steve yang masuk karena mendengar Darren berteriak dari dalam. ''Sini saya bantu tuan.''
''Stop! Tetap berdiri di sana dan jangan berani kau menyentuhku!'' Darren mencoba berdiri. Rasanya bagian bawa sana seakan ingin pecah.
Steve sebenarnya tau apa yang terjadi pada Darren, hanya saja dia berpura-pira agar Tuan nya itu tidak malu. ''Pasti rasanya sakit sekali ya, lagi tegang-tengang nya kena tendangan maut,'' sindirnya pelan namun terdengar oleh Darren.
''Apa kau bilang katakan sekali lagi!'' ucap Darren dengan nada penuh penekanan.
''Nggak tuan, saya nggak ngomong apa-apa.'' kilah Steve mengalihkan pembicaraan.
''Kau pikir aku tuli hah?!''
''Ya kalau anda tuli mana mungkin menjawab semua ucapan saya tuan.''
Darren menghela nafas kasar, dia sedang tidak ingin berdebat dengan asistennya itu.
"Sudahlah lupakan! Bisa gila kalau aku terus saja meladeni ucapan mu," Darren memijat pelipisnya, kepala atas dan bawahnya terasa pusing. "Urus J.A Company. Batalkan kerjasama kita dan buat perusahaan itu bangkrut hari ini juga!''
''Tapi kenapa mendadak sekali Tuan? Hanya karena Nona Jean menendang anumu--"
Braak!
''Steve Lewis!" teriak Darren menggebrak meja.
''Iya tuan iya saya lakukan sekarang,'' Steve berlalu dari sana dan segera melaksanakan perintah Darren.
Darren baru tau kalau J.A Company sudah lama bekerja sama dengan nya. Karena dulu perusahaan itu dipegang oleh James, Kakek Jean yang sekarang diserahkan pada cucu perempuannya.
Meski sekarang sudah jauh berkembang pesat dan menjadi perusahaan terbesar no. 5 di Asia tidak menutup kemungkinan Darren bisa menggulingkan nya dengan satu jentik kan jari saja.
''Aku ingin lihat sampai kapan kau mau sok jual mahal padaku, my sweety.''
...----------------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
✯Fᴀᴋᴇ 𝐅✯ʰⁱᵃᵗᵘˢ
Steve.... ssttt🤫🤫
2022-11-24
0
M 🐼
Lanjut thor
2022-11-24
1
Heni Mulyani
lanjut author ceritanya seru
2022-11-24
1