Bab 4 Jean Ashley

Satu jam yang sebelumnya.

Seorang wanita dengan manik mata berwarna coklat dan berkulit putih khas asia, terlihat sedang duduk menunggu kedatangan sang tunangan yang baru saja pulang dari luar negeri.

Wajahnya merona, senyuman pun sejak tadi tak lepas dari sudut bibirnya. "Semoga dia menyukai hadiah ku," gumam Jean pelan.

Jean wanita berusia 25 tahun yang memiliki postur tubuh ideal di atas rata-rata. Karirnya yang cemerlang dan kehidupannya percintaan yang berjalan mulus. Bagaimana tidak, Edward pria yang selama ini menjadi sahabatnya menyatakan cinta dan melamarnya.

Jean pernah menolak, namun Edward terus meyakinkannya kalau dia serius dan tidak akan pernah membuatnya kecewa. Bahkan pria itu dengan gentle melamarnya di depan kedua orang tua Jean.

Sesekali ia menatap ke arah ponsel karena sejak tadi Edward belum juga menghubunginya, padahal hampir tiga puluh menit ia berada di sana menunggu seperti orang bodoh.

"Nona, sebaiknya kita pergi saja. Mungkin pesawat Tuan mengalami delay," ucap Boy asisten Jean yang sejak tadi berdiri di belakangnya. Ia tidak tega melihat wajah Nona nya yang terlihat kelelahan.

Pasalnya, selesai meeting Jean langsung menuju bandara tanpa mempedulikan apakah dia sudah makan ataukah belum. "Sebentar lagi, aku yakin Edward akan segera datang," jawabnya yakin. Padahal ia sendiri tau, kalau pesawat yang dinaiki tunangannya sudah mendarat satu jam yang lalu.

"Belikan aku satu cup matcha latte tanpa gula Boy," perintahnya pada pria dengan penampilan santai tersebut. Ia meminta sang asisten memakai pakaian seperti itu agar semua orang yang berada di sana tidak curiga.

"Baik Nona," jawabnya tegas. "Ada lagi yang anda butuhkan," tanya Boy sebelum melangkah pergi dari sana.

"Maksudmu apa Boy?" Jean mengeryit bingung melihat Boy yang tiba-tiba tersenyum tipis padanya. Tidak biasanya asisten dengan wajah datar dan dingin itu menampakan senyuman.

"Mungkin anda butuh bahu untuk bersandar Nona," ucapnya kembali dengan nada datar.

Jean berdeham pelan dan melirik tajam ke arah Boy yang sudah lebih dulu kabur karena takut Nona nya mengamuk seperti macan kelaparan. Niatnya hanya bercanda tapi malah dianggap serius olehnya.

Jean mencoba menghubungi ponsel Edward, namun pria itu tak kunjung mengangkatnya. Hingga ia memutuskan untuk mencari keberadaan sang kekasih siapa tau ada di sekitar sana.

Dan benar saja, tidak jauh dari tempatnya berdiri, ia melihat sesosok pria yang amat dikenali membelakangi nya. Pria itu terlihat sedang fokus berbincang dengan seseorang via ponsel.

"Edward...'' gumamnya lirih dan mendekat ke arahnya. Namun langkah kakinya terhenti saat melihat seroang wanita memeluk tunangannya dengan begitu mesra.

Deg!

Jean merasa ada sesuatu yang menusuk hatinya, entah perasaan apa. Ia mengurungkan niatnya untuk menemui Edward dan sedikit bersembunyi dari mereka berdua.

"Sayang kenapa lama sekali, aku menunggumu sejak tadi," ucap wanita itu dengan manja.

"Maafkan aku honey, pesawat ku tidak datang tepat waktu jadi terpaksa aku--"

Cup!

Wanita itu dengan berani mencium bibir Edward. "Aku merindukan mu Ed, sangat merindukanmu," ia kembali mendaratkan ciuman nya dan kali ini dibalas dengan lumaatan oleh Edward.

Mereka berdua dengan tidak tau malu melakukan itu di tempat umum dan dihadapan Jean yang jelas-jelas adalah tunangannya.

"Dasar bajingaan!" umpatnya dalam hati. Ingin sekali Jean mendekat dan menampar wajah mereka berdua, tapi sayangnya ia bukan wanita seperti itu.

Meski Jean sudah berusaha mati-matian untuk menahan air matanya agar tidak jatuh, tetap saja butiran bening itu menetes perlahan dari sana.

"Ahh...Ed hentikan kita ada di tempat umum," desis wanita yang berada di pelukan Edward.

"Kalau begitu kita pergi saja dari sini."

"Bagaimana dengan tunangan mu yang bodoh itu?! Dia pasti masih ada disini,"

"Lupakan dia, toh selama kami pacaran dan bahkan hampir menikah dia sama sekali tidak mau ku sentuh," ucap Edward mengusap lembut pipi wanitanya dan mengajaknya pergi dari sana.

Jean mengepalkan tangannya erat. Ia merenungi nasibnya untuk sesaat, namun pikiran nya kembali waras. Ia mengusap air mata nya dan mengikuti Edward.

Brugh!

Tanpa sengaja ia menabrak lengan seroang pria. "Maaf tuan, maafkan aku," ucap nya berlari menjauh. Terlihat sekilas wajahnya yang sembab karena menangis.

"Tunggu! Wajah nya aku bisa melihatnya?!" tanya pria itu pada dirinya sendiri. "Shiit! Aku harus mengejar dan mendapatkan nya."

*

*

*

Jean masuk ke dalam mobilnya dan mengikuti taksi yang membawa Edward dan juga selingkuhannya itu.

"Oh god! Bagaimana bisa aku menerima lamaran pria menjijikan itu. Dasar mata keranjaang. Jadi selama ini dia berniat menikahi ku karena menginginkan tubuhku saja?!" umpat Jean memukul stir nya berkali-kali. "Lihat saja nanti aku akan membalas perbuatan kalian berdua."

Sedangkan tanpa Jean sadari, di belakangnya ada beberapa mobil yang terus mengikutinya. "Apa wanita itu tidak bisa menyetir!" geram Darren yang melihat Jean mengendarai mobil seperti orang mabuk. Semua benda yang ada di samping kanan, kiri ditabrak olehnya.

"Sinting!"

...----------------...

Terpopuler

Comments

Bu ning Bengkel

Bu ning Bengkel

jeen harus kuat....semangat thooort ....lanjut.....

2024-06-04

1

Zarin Mayresa

Zarin Mayresa

semangat thor lanjut

2024-01-08

0

Erna Wati

Erna Wati

dh 3x tabrak

2023-10-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Darren Alfred
2 Bab 2 Ulat bulu
3 Bab 3 Bandara
4 Bab 4 Jean Ashley
5 Bab 5 hotel
6 Bab 6 Pertemuan
7 Bab 7 Perdebatan
8 Bab 8 Ciuman kedua
9 Bab 9 Menginginkan nya
10 Bab 10 Tendangan maut
11 Bab 11 Pilihan yang sulit
12 Bab 12 Menemui Edward
13 Bab 13 Hampir saja
14 Bab 14 Perkelahian
15 Bab 15 Tinggal bersamaku
16 Bab 16 Makan malam
17 Bab 17 Tidak akan menyentuhmu
18 Bab 18 Kembali bertemu
19 Bab 19 Aku Mencintaimu
20 Bab 20 Pelukan hangat
21 Bab 21 Keras kepala
22 Bab 22 Kabur
23 Bab 23 Satu tembakan
24 Bab 24 Kamar hotel
25 Bab 25 Buaya betina
26 Bab 26 Mulai peduli
27 Bab 27 Tembok pembatas
28 Bab 28 Melepaskan
29 Bab 29 Melamar
30 Bab 30 Pergi bersama Edward
31 Bab 31 Darren kau kembali
32 Bab 32 Aku milikmu malam ini
33 Bab 33 Kiss morning
34 Bab 34 Bertemu calon mertua
35 Bab 35 Tamparan
36 Bab 36 Menikah
37 Bab 37 Resmi menjadi suami istri
38 Bab 38 Club malam
39 Bab 39 Suamiku
40 Bab 40 Yang pertama
41 Bab 41 Nambah lagi?
42 Bab 42 Pergi ke Mall
43 Bab 43 Jayden Attarick
44 Bab 44 Marah
45 Bab 45 Cctv
46 Bab 46 Jean hilang?
47 Bab 47 Ngidam?
48 Bab 48 Hukuman gagal
49 Bab 49 Tertembak
50 Bab 50 Hamil
51 Bab 51 Sudah sadar
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61 The End
62 Promo Novel... London One Night Stand
63 "Cinta Sang Duda Impoten" promo Novel
Episodes

Updated 63 Episodes

1
Bab 1 Darren Alfred
2
Bab 2 Ulat bulu
3
Bab 3 Bandara
4
Bab 4 Jean Ashley
5
Bab 5 hotel
6
Bab 6 Pertemuan
7
Bab 7 Perdebatan
8
Bab 8 Ciuman kedua
9
Bab 9 Menginginkan nya
10
Bab 10 Tendangan maut
11
Bab 11 Pilihan yang sulit
12
Bab 12 Menemui Edward
13
Bab 13 Hampir saja
14
Bab 14 Perkelahian
15
Bab 15 Tinggal bersamaku
16
Bab 16 Makan malam
17
Bab 17 Tidak akan menyentuhmu
18
Bab 18 Kembali bertemu
19
Bab 19 Aku Mencintaimu
20
Bab 20 Pelukan hangat
21
Bab 21 Keras kepala
22
Bab 22 Kabur
23
Bab 23 Satu tembakan
24
Bab 24 Kamar hotel
25
Bab 25 Buaya betina
26
Bab 26 Mulai peduli
27
Bab 27 Tembok pembatas
28
Bab 28 Melepaskan
29
Bab 29 Melamar
30
Bab 30 Pergi bersama Edward
31
Bab 31 Darren kau kembali
32
Bab 32 Aku milikmu malam ini
33
Bab 33 Kiss morning
34
Bab 34 Bertemu calon mertua
35
Bab 35 Tamparan
36
Bab 36 Menikah
37
Bab 37 Resmi menjadi suami istri
38
Bab 38 Club malam
39
Bab 39 Suamiku
40
Bab 40 Yang pertama
41
Bab 41 Nambah lagi?
42
Bab 42 Pergi ke Mall
43
Bab 43 Jayden Attarick
44
Bab 44 Marah
45
Bab 45 Cctv
46
Bab 46 Jean hilang?
47
Bab 47 Ngidam?
48
Bab 48 Hukuman gagal
49
Bab 49 Tertembak
50
Bab 50 Hamil
51
Bab 51 Sudah sadar
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61 The End
62
Promo Novel... London One Night Stand
63
"Cinta Sang Duda Impoten" promo Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!