Bab 3 Bandara

Darren sudah berada di bandara, dimana adik dan kedua orangtuanya berada. Untuk pertama kali dalam hidupnya, ia akan menetap tanpa keluarga yang selama ini selalu berada di sampingnya.

Meski ada Clara dan juga Steve yang akan tinggal, tetap saja pertengkaran kecil saat berada di meja makan pasti akan sangat ia rindukan.

Entah kenapa perasaannya tidak tenang saat menatap wajah yang tersenyum di depannya itu bergantian.

"Mom, Dad jangan pergi kumohon," ucap Clara manja. "Apa kalian tidak kasihan padaku yang harus berada disini seorang diri," lanjutnya melirik Darren.

"Ck!" Darren berdecak dan memalingkan wajahnya.

"Lihat itu, bahkan kakak tidak peduli dan diam saja saat kalian akan pergi. Bagaimana nasibku nanti saat tinggal bersamanya." Clara merengek seperti bocah yang meminta permen.

"Sayang, kalau kami bisa pasti kami akan lebih memilih tinggal," Lauren dan Bastian mengecup kening Clara bergantian.

"Daddy titip adikmu, jaga dia baik-baik." ucapnya hendak memeluk Darren, namun pria itu melotot tajam ke arah Sebastian.

"Jangan menyentuhku Dad!" sorot mata tajam dan raut wajah datar terlihat di mata Darren. Seperti inilah dirinya, bahkan dengan Daddy pun ia tak mau di sentuh. Karena takut hal yang baru saja terjadi di kantor akan terulang kembali.

"Ah ya baiklah, Daddy khilaf," Sebastian merangkul pundak istrinya dan berjalan menjauh dari mereka bertiga. Tak lupa ia lambaikan tangan tangan sebagai tanda perpisahan.

"Pulang sekarang!" ajak Darren berjalan lebih dulu.

"Nona kita pulang sekarang," tanpa sadar Steve menggenggam tangan Clara dan mengajaknya pergi dari sana.

"Singkirkan tangan mu itu dari tangan adikku bodoh!" bentak Darren membuat Steve langsung melepaskan genggaman tangannya dan sedikit menjauh.

"Maafkan tuan, tangan saja bergerak sendiri ke sana," jawabnya dengan wajah tanpa dosa.

"Apa kau bilang hah?!"

"Tidak tuan, saya tidak berani," Steve menunduk menatap lantai berbeda dengan Clara yang masih bersedih karena kepergian orangtuanya dan acuh mendengar perdebatan mereka.

"Come on Clara! Kau bukan anak kecil lagi," ucap Darren yang ingin sekali memeluk adiknya itu, tapi tidak bisa ia lakukan.

"Dan ingatlah setelah ini jangan pernah menemui semua koleksi kekasihmu yang tidak jelas itu. Atau aku akan menghabisinya satu persatu dan mengurung mu di mansion," ancam Darren penuh penekanan.

"Terserah kau saja kak! Aku mau ke kamar mandi merapikan riasan ku yang berantakan," ketusnya.

"Ikuti dia Steve," perintah Darren tegas.

Baru saja kaki Steve melangkah, wanita itu berhenti. "Tidak perlu mengikuti ku. Aku bukan anak kecil yang kemanapun harus di awasi," Clara membalikan ucapan Darren.

"Lagipula lihat itu," Clara menunjuk pada salah satu bodyguard. "Para pengawal kakak menarik perhatian mereka semua yang ada disini. Sebenarnya berapa banyak mereka? Oh ya ampun aku merasa seperti artis ibukota saja."

Benar yang Clara ucapkan. Tidak hanya satu atau dua orang. Darren menempatkan banyak bodyguard yang menyebar di titik-titik tertentu. Keputusannya untuk masuk ke dunia gelap membuatnya harus mengawasi dan menjaga orang-orang yang ia sayangi.

"Maafkan aku, kau boleh pergi." Darren membiarkan adiknya berjalan seorang diri dan menjauh dari sana.

"Tuan kenapa dilepas, bagaimana kalau Nona--"

"Ikuti dia diam-diam Steve! Kenapa kau malah kebanyakan protes hah!" geramnya kesal melihat tingkah bodoh asistennya itu.

Tanpa menunggu lama Steve berlari mengikuti kemana Clara pergi. "Aku menyuruhnya untuk mengikuti adikku diam-diam, kenapa dia malah berlari," Darren memijat pelipisnya yang terasa pusing.

Brugh!

Seseorang wanita menabrak lengan Darren. "Maaf tuan, maafkan aku," ucap nya berlari menjauh. Terlihat sekilas wajahnya yang sembab karena menangis.

"Tunggu! Wajah nya aku bisa melihatnya?!" tanya Darren pada dirinya sendiri. "Shiit! Aku harus mengejar dan mendapatkan nya."

Darren mengirim pesan pada Steve dan meminta asistennya itu mengantar adiknya kembali ke mansion dengan selamat. Sedangkan ia fokus mengejar wanita yang baru saja menabraknya dan pergi begitu saja tanpa mempedulikannya.

''Ikuti wanita yang memakai topi dan jaket kulit berwarna hitam yang berjalan menuju pintu keluar. Beritahu aku kemana perginya." ucapnya menekan earpiece yang ada di telinganya.

...----------------...

Terpopuler

Comments

nobita

nobita

Steve... assisten yg kocak... 😂

2024-06-05

0

Bu ning Bengkel

Bu ning Bengkel

wanita atau janda atau istru orang yg sedang mendambar dirinya itu ko lansung juru anak buah nya mencarinya.....lanjut.....

2024-06-04

0

Tarmi Widodo

Tarmi Widodo

sapa tu

2024-06-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Darren Alfred
2 Bab 2 Ulat bulu
3 Bab 3 Bandara
4 Bab 4 Jean Ashley
5 Bab 5 hotel
6 Bab 6 Pertemuan
7 Bab 7 Perdebatan
8 Bab 8 Ciuman kedua
9 Bab 9 Menginginkan nya
10 Bab 10 Tendangan maut
11 Bab 11 Pilihan yang sulit
12 Bab 12 Menemui Edward
13 Bab 13 Hampir saja
14 Bab 14 Perkelahian
15 Bab 15 Tinggal bersamaku
16 Bab 16 Makan malam
17 Bab 17 Tidak akan menyentuhmu
18 Bab 18 Kembali bertemu
19 Bab 19 Aku Mencintaimu
20 Bab 20 Pelukan hangat
21 Bab 21 Keras kepala
22 Bab 22 Kabur
23 Bab 23 Satu tembakan
24 Bab 24 Kamar hotel
25 Bab 25 Buaya betina
26 Bab 26 Mulai peduli
27 Bab 27 Tembok pembatas
28 Bab 28 Melepaskan
29 Bab 29 Melamar
30 Bab 30 Pergi bersama Edward
31 Bab 31 Darren kau kembali
32 Bab 32 Aku milikmu malam ini
33 Bab 33 Kiss morning
34 Bab 34 Bertemu calon mertua
35 Bab 35 Tamparan
36 Bab 36 Menikah
37 Bab 37 Resmi menjadi suami istri
38 Bab 38 Club malam
39 Bab 39 Suamiku
40 Bab 40 Yang pertama
41 Bab 41 Nambah lagi?
42 Bab 42 Pergi ke Mall
43 Bab 43 Jayden Attarick
44 Bab 44 Marah
45 Bab 45 Cctv
46 Bab 46 Jean hilang?
47 Bab 47 Ngidam?
48 Bab 48 Hukuman gagal
49 Bab 49 Tertembak
50 Bab 50 Hamil
51 Bab 51 Sudah sadar
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61 The End
62 Promo Novel... London One Night Stand
63 "Cinta Sang Duda Impoten" promo Novel
Episodes

Updated 63 Episodes

1
Bab 1 Darren Alfred
2
Bab 2 Ulat bulu
3
Bab 3 Bandara
4
Bab 4 Jean Ashley
5
Bab 5 hotel
6
Bab 6 Pertemuan
7
Bab 7 Perdebatan
8
Bab 8 Ciuman kedua
9
Bab 9 Menginginkan nya
10
Bab 10 Tendangan maut
11
Bab 11 Pilihan yang sulit
12
Bab 12 Menemui Edward
13
Bab 13 Hampir saja
14
Bab 14 Perkelahian
15
Bab 15 Tinggal bersamaku
16
Bab 16 Makan malam
17
Bab 17 Tidak akan menyentuhmu
18
Bab 18 Kembali bertemu
19
Bab 19 Aku Mencintaimu
20
Bab 20 Pelukan hangat
21
Bab 21 Keras kepala
22
Bab 22 Kabur
23
Bab 23 Satu tembakan
24
Bab 24 Kamar hotel
25
Bab 25 Buaya betina
26
Bab 26 Mulai peduli
27
Bab 27 Tembok pembatas
28
Bab 28 Melepaskan
29
Bab 29 Melamar
30
Bab 30 Pergi bersama Edward
31
Bab 31 Darren kau kembali
32
Bab 32 Aku milikmu malam ini
33
Bab 33 Kiss morning
34
Bab 34 Bertemu calon mertua
35
Bab 35 Tamparan
36
Bab 36 Menikah
37
Bab 37 Resmi menjadi suami istri
38
Bab 38 Club malam
39
Bab 39 Suamiku
40
Bab 40 Yang pertama
41
Bab 41 Nambah lagi?
42
Bab 42 Pergi ke Mall
43
Bab 43 Jayden Attarick
44
Bab 44 Marah
45
Bab 45 Cctv
46
Bab 46 Jean hilang?
47
Bab 47 Ngidam?
48
Bab 48 Hukuman gagal
49
Bab 49 Tertembak
50
Bab 50 Hamil
51
Bab 51 Sudah sadar
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61 The End
62
Promo Novel... London One Night Stand
63
"Cinta Sang Duda Impoten" promo Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!