Darren sudah berada di bandara, dimana adik dan kedua orangtuanya berada. Untuk pertama kali dalam hidupnya, ia akan menetap tanpa keluarga yang selama ini selalu berada di sampingnya.
Meski ada Clara dan juga Steve yang akan tinggal, tetap saja pertengkaran kecil saat berada di meja makan pasti akan sangat ia rindukan.
Entah kenapa perasaannya tidak tenang saat menatap wajah yang tersenyum di depannya itu bergantian.
"Mom, Dad jangan pergi kumohon," ucap Clara manja. "Apa kalian tidak kasihan padaku yang harus berada disini seorang diri," lanjutnya melirik Darren.
"Ck!" Darren berdecak dan memalingkan wajahnya.
"Lihat itu, bahkan kakak tidak peduli dan diam saja saat kalian akan pergi. Bagaimana nasibku nanti saat tinggal bersamanya." Clara merengek seperti bocah yang meminta permen.
"Sayang, kalau kami bisa pasti kami akan lebih memilih tinggal," Lauren dan Bastian mengecup kening Clara bergantian.
"Daddy titip adikmu, jaga dia baik-baik." ucapnya hendak memeluk Darren, namun pria itu melotot tajam ke arah Sebastian.
"Jangan menyentuhku Dad!" sorot mata tajam dan raut wajah datar terlihat di mata Darren. Seperti inilah dirinya, bahkan dengan Daddy pun ia tak mau di sentuh. Karena takut hal yang baru saja terjadi di kantor akan terulang kembali.
"Ah ya baiklah, Daddy khilaf," Sebastian merangkul pundak istrinya dan berjalan menjauh dari mereka bertiga. Tak lupa ia lambaikan tangan tangan sebagai tanda perpisahan.
"Pulang sekarang!" ajak Darren berjalan lebih dulu.
"Nona kita pulang sekarang," tanpa sadar Steve menggenggam tangan Clara dan mengajaknya pergi dari sana.
"Singkirkan tangan mu itu dari tangan adikku bodoh!" bentak Darren membuat Steve langsung melepaskan genggaman tangannya dan sedikit menjauh.
"Maafkan tuan, tangan saja bergerak sendiri ke sana," jawabnya dengan wajah tanpa dosa.
"Apa kau bilang hah?!"
"Tidak tuan, saya tidak berani," Steve menunduk menatap lantai berbeda dengan Clara yang masih bersedih karena kepergian orangtuanya dan acuh mendengar perdebatan mereka.
"Come on Clara! Kau bukan anak kecil lagi," ucap Darren yang ingin sekali memeluk adiknya itu, tapi tidak bisa ia lakukan.
"Dan ingatlah setelah ini jangan pernah menemui semua koleksi kekasihmu yang tidak jelas itu. Atau aku akan menghabisinya satu persatu dan mengurung mu di mansion," ancam Darren penuh penekanan.
"Terserah kau saja kak! Aku mau ke kamar mandi merapikan riasan ku yang berantakan," ketusnya.
"Ikuti dia Steve," perintah Darren tegas.
Baru saja kaki Steve melangkah, wanita itu berhenti. "Tidak perlu mengikuti ku. Aku bukan anak kecil yang kemanapun harus di awasi," Clara membalikan ucapan Darren.
"Lagipula lihat itu," Clara menunjuk pada salah satu bodyguard. "Para pengawal kakak menarik perhatian mereka semua yang ada disini. Sebenarnya berapa banyak mereka? Oh ya ampun aku merasa seperti artis ibukota saja."
Benar yang Clara ucapkan. Tidak hanya satu atau dua orang. Darren menempatkan banyak bodyguard yang menyebar di titik-titik tertentu. Keputusannya untuk masuk ke dunia gelap membuatnya harus mengawasi dan menjaga orang-orang yang ia sayangi.
"Maafkan aku, kau boleh pergi." Darren membiarkan adiknya berjalan seorang diri dan menjauh dari sana.
"Tuan kenapa dilepas, bagaimana kalau Nona--"
"Ikuti dia diam-diam Steve! Kenapa kau malah kebanyakan protes hah!" geramnya kesal melihat tingkah bodoh asistennya itu.
Tanpa menunggu lama Steve berlari mengikuti kemana Clara pergi. "Aku menyuruhnya untuk mengikuti adikku diam-diam, kenapa dia malah berlari," Darren memijat pelipisnya yang terasa pusing.
Brugh!
Seseorang wanita menabrak lengan Darren. "Maaf tuan, maafkan aku," ucap nya berlari menjauh. Terlihat sekilas wajahnya yang sembab karena menangis.
"Tunggu! Wajah nya aku bisa melihatnya?!" tanya Darren pada dirinya sendiri. "Shiit! Aku harus mengejar dan mendapatkan nya."
Darren mengirim pesan pada Steve dan meminta asistennya itu mengantar adiknya kembali ke mansion dengan selamat. Sedangkan ia fokus mengejar wanita yang baru saja menabraknya dan pergi begitu saja tanpa mempedulikannya.
''Ikuti wanita yang memakai topi dan jaket kulit berwarna hitam yang berjalan menuju pintu keluar. Beritahu aku kemana perginya." ucapnya menekan earpiece yang ada di telinganya.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
nobita
Steve... assisten yg kocak... 😂
2024-06-05
0
Bu ning Bengkel
wanita atau janda atau istru orang yg sedang mendambar dirinya itu ko lansung juru anak buah nya mencarinya.....lanjut.....
2024-06-04
0
Tarmi Widodo
sapa tu
2024-06-04
0