Agus terdorong keras hingga tubuh terjatuh bersamaan dengan suara pintu tertutup.
Gelap
Ponsel Agus ikut terjatuh dan bergelinding entah kemana. Padahal ia bisa menggunakan ponsel itu sebagai penerangan.
"Pak...Pak satpam....Buka pak! Disini gelap," teriak Agus sambil menggedor-gedor pintu ruangan itu.
Ruangan itu yang dinyatakan sebagai ruangan pemilik wahana sangat gelap dan ada aroma yang menyengat. Agus mencari tahu arah dari bau itu dengan berjalan pelan sambil merentangkan tangan di depan. Ingin meraba sesuatu karena ia tidak bisa melihat sama sekali.
Pupil matanya membesar. Tidak ada cahaya sedikitpun bahkan dari ventilasi pun tidak ada.
Ia sudah mendekati bau yang khas.
"Kemenyan?" gumamnya
Agus melangkah beberapa langkah lagi. Bau itu semakin dekat aromanya semakin menyengat.
Klotank
Pria itu terkejut, ia tak sengaja menendang sebuah piring yang berada di lantai. Piring itu tidak bersuara nyaring, sepertinya terbuat dari tanah liat.
Agus berjongkok, ingin lihat apa yang sudah ia tendang.Tetapi saat ia berjongkok, pria itu mengendus bau anyir yang menjijikkan disertai hawa dingin yang amat sangat dekat dengan wajahnya.
Tiba-tiba ponsel Agus berdering, disertai lampu yang menyala dari ponselnya.
"Ah akhirnya ketemu juga hapeku," Agus merangkak sedikit ke arah ponsel yang tidak jauh dari dirinya.
Dendy menelepon. Saat Agus ingin mengangkatnya, sambungannya terputus. Ia pun melihat ponsel dengan banyaknya riwayat panggilan, rupanya Dendy dan Key berkali-kali menelepon dirinya.
"Kok aku ga terasa ya kalo ada yang telepon. Bunyi juga enggak ada, atau gak denger," gumamnya.
Agus pun berbalik kembali ke arah tempat semula seraya menyalakan senter dari ponselnya.
BWAAAA
Agus terkejut hingga terpental kebelakang, terjatuh bersamaan dengan ponselnya.
Didepannya ada seorang wanita dengan rahang yang sudah copot. Dan wajahnya keriput dan pucat, bibirnya dan lingkar matanya menghitam disertai darah menetes yang sudah kering, bola matanya hilang. Wanita itu tak memiliki mata.
Makhluk astral itu terduduk dan berjalan dengan mengesotkan tubuhnya. Tangan kurusnya membantunya menopang tubuh untuk berjalan kedepan.
Kukunya panjang berwarna putih dan sedikit menghitam. Urat nadinya terlihat menonjol keluar dari kulitnya, berwarna hitam menakutkan.
Wanita tua itu berjalan ngesot mendekati Agus. Sementara Agus terus berteriak minta tolong. Dia memundurkan bokongnya kemudian berbalik dan berlari menuju pintu.
Ia terus menggoyangkan daun pintu seraya terus menggedor dan berteriak ketakutan.
"Buka woy?!!! Ada Setan!" teriak Agus.
Keramat baginya karena tak sengaja menendang piring sesajen wahana tersebut. Atau memang dirinya sengaja ditumbalkan agar beritanya tidak menyebar ke khalayak umum?
Dendy berlari masuk kedalam wahana. Ia mencari keberadaan Agus. Sementara para pengunjung Wahana yang berada didalam dipersilahkan keluar saat itu juga.
Tubuh Dendy terdorong-dorong oleh pengunjung yang keluar, Sementara dirinya memaksa masuk. Kemudian Dendy mendekati satpam yang sedang menyuruh pengunjung disana untuk pulang.
"Pak....Permisi pak," ucap Dendy
"Ya? Ada apa? Maaf jika ingin masuk, kami sudah tutup. Sementara kami tidak beroperasi lagi," ujar satpam bernama Sapto tersebut
Sebelum Dendy bertanya lebih jauh pada satpam tersebut. Ada sebuah bayangan hitam menyelimuti diri satpam itu. Dan sebuah arwah laki-laki yang sempat meminta pertolongan padanya menunjukkan dirinya sembari menunjuk ke arah kirinya.
Sepertinya makhluk tersebut ingin menjawab pertanyaan yang ingin Dendy tanyakan.
Kenapa tiba-tiba roh itu muncul memberitahukan. Apakah roh itu tahu jika si satpam tidak akan menjawabnya? bagi. Dendy
"Oh tidak saya tidak ingin naik wahana, saya mencari...kucing saya," jawab Dendy berbohong
"Kucing? Sudah pasti kucing kamu pasti hilang atau ada orang yang memungutnya," ucap Si satpam.
"Kalau begitu ijinkan saya masuk dan mencari kucing saya untuk memastikan," pinta Dendy sedikit ngotot.
Hal tersebut membuat Satpam sedikit curiga, "Masa sih dia segitu sayangnya dengan kucing hingga rela nyari di tempat yang luas ini," pikir si Sapto Satpam
"Toloooooong," teriakan Agus bergema.
Dendy menoleh memastikan jika dirinya benar-benar mendengar teriakan Agus.
"Ada yang meminta tolong," gumam Dendy yang langsung berlari ke asal suara.
Sepertinya feeling Dendy benar, jika Agus dalam bahaya Meski tidak jelas apakah itu suara Agus atau bukan.
Agus berdiri bersandar pada dinding dengan leher yang tercekat tak hanya itu, tubuhnya terangkat beberapa meter dari lantai dan pria itu berusaha melepaskan diri dengan meronta-ronta
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
NEISYA M⃟3💋
nah benar sekali dendy,
2023-11-05
1
NEISYA M⃟3💋
berarti satpam nya juga terlibat
2023-11-05
0
Rӊᷩуͦηᷠιͤєᷜ Kαⷼzⷻυⷿмꚟι
bakal Slamet kgk ya si agus
2023-08-16
0