"Heran, kok sekarang gantian kamu yang di hantui?" tanya Dendy
"Mungkin dia marah karena aku nyuruh kamu pindah," jawab Key
"Dia kan setan bisa saja dia merasuki aku ditempat manapun,'"
"Kecuali dia setan yang terperangkap," ujar Key
"Kalau dia terperangkap, kenapa dia bisa kesini dan nakutin kamu," Dendy memulai perdebatan
"Dia bisa merasuki kamu karena kamu pernah menyentuh barang-barang miliknya. Disini gak ada barang milik dia. Jadi dia ga bisa masuk," jawab Key
"Jujur aja aku tipe orang yang ga terlalu percaya sama hantu atau setan yang bisa membunuh. Setauku dia hanya bisa menggoda. Yaudah yang penting kamu gak kenapa-kenapa. Baca doa sebelum tidur,"
"Hehe iya tadi lupa baca doa. Susah juga sih ngasih tahu sama orang yang gak percaya hal gaib," seru Key
"Intinya ada yang gak beres. Siapa dia, dan mau apa dia? Mungkin aja dia mati dengan cara gak wajar," ucap Dendy
"Udahlah bobok lagi ya sayang. Apa mau aku kelonin?" canda Dendy
"Hidih mulai jiwa mesoom nya keluar," ucap Key
"Wajarlah, sama calon bini sendiri hehe," ucap Dendy sambil terkekeh.
Key langsung meraup wajah Dendy dan menyuruhnya tidur.
Key kembali tidur di atas busa kasur, dengan posisi melihat ke samping lebih tepatnya melihat Dendy yang juga mulai tidur di lantai beralaskan tikar. Dendy merebahkan dirinya dengan posisi miring melihat Key di atas kasur.
"Key....," panggil Dendy
"Hemm,"
"Aku sayang kamu," Dendy tersenyum
"Ya aku juga sayang kamu," jawab Key
"Jangan putusin aku lagi,"
"Tergantung,"
"Jangan dong, di hati ku cuma ada kamu,"
"Selalu aja kan begitu ngomongnya, tapi tetep aja kamu jalan sama cewek lain di belakang ku sambil rangkulan lagi, canda tawa. Dihadapan aku pula,"
"Dia cuma teman Key, kamu sama Angga juga gitu kan? Terkadang kamu selalu nilai orang lain salah. Tapi yang kamu lakukan sendiri kamu tidak menyadarinya. Aku selalu cemburu, tapi aku pendam biar hubungan kita langgeng. Karena aku tahu kamu dan dia cuma teman. Tapi sekalinya aku pergi sama Hera, teman cewek aku, kamu langsung tuduh ini itu," curhat Dendy membicarakan masa lalunya.
"Jadi, kamu cemburu kalau aku dekat sama Angga? Kenapa ga bilang?"
"Kamunya aja yang gak peka,"
"Jadi selama ini aku hanya salah paham?" tanya Key
"Thats right, kamu mutusin aku secara sepihak, dan itu sakit banget loh,"
"Mana hati kamu, aku mau obatin," ucap Key meminta Dendy mendekat dengan melambaikan tangannya.
Dendy mendekatkan dirinya lebih dekat ke kasur Key. Kemudian Key menyentuh dada Dendy dan mengelusnya lalu menggambar abstrak dengan telunjuknya.
"Aku sambungin hati aku di hati kamu, Ini hati aku," Key menggambar abstrak membentuk satu hati.
"Ini hati kamu, hati kamu di belakang, Ini panah asmara yang mengikat hati kita," Key menggambar hati di belakang hatinya lalu menggambar sebuah panah yang menembus kedua hati tersebut.
Sementara Dendy menahan geli karena dadanya di lukis secara abstrak dengan telunjuk kecilnya Key.
"Aku akan jaga ikatan itu biar gak putus lagi," ucap Dendy mengambil tangan Key dan mencium punggung tangannya.
"Harus di jaga! Sampai mati..." ucapan Key terhenti karena Dendy menyentuh bibir Key dengan telunjuknya.
"Jangan bilang seperti itu, aku ga mau kehilangan kamu,"
Dendy mengecup pucuk kepala Key dan membelainya lembut, "Tidur ya," dan Key menjawabnya dengan anggukan.
Mereka sekamar, namun tidak berbuat apapun. Hanya menemani tidur di tempat yang berbeda. Key diatas kasur dan Dendy di lantai.
Beberapa menit Key tertidur, Dendy mengambil air minum di meja depan kamar mandi. Saat ia meneguk minumannya, Dendy melihat kuntilanak berdaster putih panjang, duduk menunduk di atas WC kamar mandi.
Untung saja dia tidak tersedak dengan cepat Dendy menghabiskan air minumnya lalu berlari dan kembali tidur dilantai. Memaksakan diri untuk memejamkan mata
"Haduh kok ga bisa merem-merem sih, tidur Den tidur," gumam Dendy
Tetapi pria itu malah mendengar tawa cekikikkan Khas kuntilanak.
"Hihihi," tawa kuntilanak makin mengeras.
"Duh sial makin ga bisa tidur," Dendy kemudian mengubah posisi miringnya menjadi terlentang.
Ia mulai membaca ayat kursi sambil membuka matanya, belum sampai di pertengahan ayat. Dendy melihat si kuntilanak berada tepat di atas ternit. Sepertinya si kuntilanak tiduran di atas ternit.
Dendy terkejut sampai lupa dia membaca bagian apa tadi, lalu ia memejamkan mata dan mengulang bacaannya lagi.
Si kuntilanak yang tadi tertawa kini tak terdengar lagi suaranya.
"Sepertinya tuh Kunti udah pergi, aman..." Dendy membuka matanya, ia tidak melihat Kunti di atas ternit. Disekelilingnya juga tidak ada.
Pria itu pun bergegas ke luar melanjutkan merokoknya yang sempat terganggu. Jujur saja Dendy belum bisa tidur karena dia mengidap insomnia.
Insomnia adalah masalah sulit tidur dan sulit tidur nyenyak yang berkelanjutan. Sebagian besar kasus insomnia terkait dengan kebiasaan kurang tidur, depresi, kecemasan, kurang olahraga, penyakit kronis, atau obat-obatan tertentu.
Tetapi Dendy mengalami Insomnia sejak kuliah saat tahap pembuatan skripsi yang menguras otaknya sehingga ia sedikit depresi dan kurang tidur. Kemudian berlanjut hingga sekarang.
Dendy melihat ada warung angkringan, perutnya mulai bergejolak saat mendengar kata angkringan di pikirannya sudah muncul kopi dan beberapa gorengan. Akhirnya ia memutuskan untuk ke warung itu sebentar. Dendy mengunci kamar Key sebelum dirinya pergi.
Saat mau menyebrangi warung, Dendy merasakan ada sebuah motor beberapa dari tempatnya berdiri akan mengalami pecah ban.
Entahlah Dendy sendiri tak yakin akan penglihatannya. Ia sampai menggelengkan kepalanya dengan cepat sebelum menyebrang jalan agar tidak memikirkan apapun.
Tetapi beberapa menit kemudian ada motor yang mengeluarkan bunyi seperti meledak. Rupanya itu bunyi pecah ban, bukan meledak.
Dendy melihat pengendara motor tersebut dari kejauhan.
"Aneh kok bisa sama ya sama yang tadi muncul di pikiran aku,"
Karena ada beberapa orang yang menolong pengendara tersebut, Dendy pun melanjutkan menyebrangnya.
Warung angkringan tersebut sangat ramai hingga ada beberapa yang makan di trotoar.
"Pasti makanannya enak dan murah sampe rame gini," gumam Dendy pelan yang hanya didengar oleh dirinya sendiri.
Ketika ia masuk ke dalam warung bertenda, Dendy langsung memutar badannya dan mengurungkan niatnya. Ada pocong yang berdiri tepat di samping penjual.
"Seremmm hiiiy kok aku jadi lihat yang begituan sih!" ucap Dendy sambil berlari menyeberang dan kembali ke kos-an
"Pantes aja rame, ada penglarisnya," batin Dendy
"Mas gak jadi makan?" tanya pak satpam penjaga kos-an yang sedang duduk ngopi.
Rupanya sedari tadi dia memperhatikan Dendy yang sedang ke warung. Tapi kembali dengan cepat dan tidak membeli apapun.
"Gak jadi pak, ada pocongnya," ujar Dendy
"Hah masak sih mas?!" Satpam itu langsung membuang kopinya dan bergidik ngeri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
🦈HUSNA✰͜͡w⃠
Dendy buka rahasia aja hhhh
2023-09-22
2
NEISYA M⃟3💋
😂😂😂😂 astaga ada rada takut bacanya & juga ada lucu2 nya juga
2023-08-07
0
NEISYA M⃟3💋
itu yakin bukan angkringan setan serame itu
2023-08-07
0