Tidak ada lagi keanehan atau penampakan yang terjadi. Dendy mengusung kembali barang-barang bawaan yang telah rapi tertata, ke dalam mobilnya.
Semua barang miliknya telah dimasukkan saatnya pergi. Dendy pergi ke rumah Mamanya di luar kota. Dia ingin menanyakan apakah status hubungan sang Mama dengan Dintaka. Kenapa kakek tua itu mengatakan jika darah Dintaka mengalir di tubuhnya.
Butuh waktu empat jam untuk ke kota sebelah. Akhirnya Dendy sampai di rumah Mamanya dengan kondisi fisik tubuh yang terasa lemas karena lelah. Dendy masuk ke dalam rumah, dan meninggalkan barang-barangnya yang masih berada di dalam mobil
Sebenarnya Dendy bisa saja menanyakan hubungan Mamanya dengan Dintaka lewat telepon, tetapi dia juga ingin membaca raut wajah Mamanya. Pria itu takut jika ada suatu hal yang ditutupi dari dirinya.
"Assalamualaikum...Mah," sapa Dendy dan langsung masuk karena rumahnya tidak terkunci
"Wa'alaikumsalam Nak, Kok pulang ga kasih tahu Mama sebelumnya sih?"
"Ya dadakan Mah," ujar Dendy
"Kayak tahu bulat aja. Tahu bulat di goreng dadakan, di mobil, enak. Tahu bulat monggo ehhehe," Canda sang Mama
"Haha tiba-tiba jadi pengen tahu bulat. Masak apa mah?"
"Mama masak rendang jengkol," jawab Mamanya
"Wah enak nih," sahut Dendy
Dendy langsung menyambar piring di rak dapur dan ingin langsung makan.
"Eitt cuci tangan dulu dong! Cuci tangan, cuci muka, cuci kaki. Sekalian sholat. Tuh udah mau Maghrib" titah Mamanya
"Ya Ma...iya,"
Dan Dendy pun melaksanakan ibadah Asharnya.
Setelah menyelesaikan sholatnya, pria itu langsung berlari kecil karena sudah tidak sabar untuk makan. Sang Mama ikut duduk menemaninya di meja makan sambil bertanya mengenai kehidupan Dendy.
Dendy mengambil makanan dengan cepat dan menuangkan rendang jengkol hingga piringnya penuh.
"Kamu sudah dapat kontrakan?" Tanya sang Mama
" Udah Mah, tapi horor," jawab Dendy dengan mulut penuh sambil mengunyah
"Loh trus gimana? "
"Ya nanti Dendy cari yang mau ngontrak disana, Orang yang punya gak bisa balikin uangnya. Dendy juga kasian sih jadi ya nunggu penyewa baru,"
"Dasar kamu mau-maunya di kibulin. Itu rumah horor, jadi gak ada yang mau. Karena dia juga ga mau kehilangan uang yang udah kamu bayar makannya dia bikin alasan seperti itu,"
"Udahlah biarin, positif thinking aja," ucap Dendy
"Mah..hemmm. Mama punya hubungan apa sama penulis novel yang namanya Dintaka itu," timpalnya lagi
Terlihat mamanya biasa saja dia malah memasang wajah sedih
"Dia...gak ada yang tahu dia kemana. Dia itu pernah transfusi darah ke kamu. Waktu umur kamu empat tahun," cerita sang Mama pada akhirnya
"Transfusi darah? Memang aku sakit apa?" tanya Dendy dan langsung menghentikan makannya.
"Kecelakaan karena kamu lihat setan," jawab Mamanya
"Jadi aku bisa lihat setan?" Tanya Dendy memastikan.
Dan dijawab dengan anggukan oleh sang Mama yang bernama Yessa. Wanita setengah baya tersebut menceritakan masa lalu Dendy
Ceritanya, pada waktu itu Yessa mau menyusul Dimas, Ayahnya Dendy ke Bali. Dimas sudah berada di Bali duluan karena urusan kantor.
Selama perjalanan ke Bandara, Dendy terus berteriak ketakutan dan mengatakan, 'setan setan mah setan di belakang.
Yessa ikut panik, dan langsung melihat kebelakang setelah mendengar apa yang di katakan Dendy. Tetapi tetap saja Mama Sang Mama tidak bisa melihat setan yang dikatakan Dendy
Dendy ketakutan sampai memeluk Yessa. Tangan kecilnya menutupi pandangan Yessa yang sedang menyetir. Karena itulah Yessa menabrak pembatas jalan. Mobil yang mereka tumpangi pun sampai melayang dan berputar terbalik.
Dendy yang tidak memakai seat belt keluar dari jendela dan kehilangan banyak darah.
"Kok aku gak ingat ya? Kalau aku pernah melihat setan dan kecelakaan,"
"Umur 4 tahun mana ingat secara detail," ujar Mamanya
"Trus sampe rumah sakit suster bilang kehabisan darah B negatif. Yang darahnya sama dengan kamu itu kan Papa, tapi papa pas di Bali. Jadi Mama teriak-teriak frustasi minta pihak rumah sakit buat cari pendonor. Gak berapa lama si Dintaka ini ngampirin Mama," cerita Mamanya lagi.
"Dintaka ga sengaja dengar kalo Mama butuh darah B negatif secepatnya untuk anaknya. Tanpa berpikir lama si Dintaka segera melakukan pendonoran darah. Sejak itu Mama jadi suka sama novelnya dia. Tapi selang setahun dia dikabarkan menghilang," cerita Yessa, panjang lebar
Jadi itu sebabnya. Dia bisa masuk ke tubuh aku karena darahnya mengalir di tubuhku, batin Dendy
"Memangnya ada apa?" tanya Mama karena Dendy setengah melamun
"Gak kenapa-kenapa Mah. Intinya jawaban Mama membantu aku," Dendy melanjutkan kembali makannya
"Trus setelah itu kenapa aku ga bisa lihat setan lagi Mah?" tanya Dendy
"Mama pernah minta orang pintar buat nutup penglihatan kamu. Mata batin kamu. Abisnya kan gara-gara kamu lihat setan jadi kecelakaan dan hampir merenggut nyawa kita. Untung aja saat itu Mama hanya luka ringan jadi masih bisa ngurus keadaan kamu yang parah. Dan berkat pertolongan Dintaka serta Allah kamu bisa diselamatkan,'
"Di tutup? Tapi baru-baru aja aku bisa lihat setan Mah," ucap Dendy
"Hah? Serius bisa lihat setan lagi? Aduh besok mama panggil orang pintar lagi deh," ucap Mamanya
"Gak usah Mah, gak apa-apa biar aku terbiasa dengan kelebihan ku ini,"
"Apa jangan-jangan Dintaka dibunuh ya Mah,"
"Gak mungkin, dia gak punya musuh. Istrinya juga baik kok. Mama pernah ketemu istrinya dan sangat santun,"
Tapi entah kenapa, aku ngerasa kalo istrinya mempunyai sisi misterius. Biasanya orang yang terlihat baik dan santun itu seringkali berbuat jahat ucap batin Dendy
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
🦈HUSNA✰͜͡w⃠
ternyata begitu ceritanya dan tentang kematian Dintaka perlu diselidiki
2023-09-28
2
NEISYA M⃟3💋
tapi kalau memang istriny yg membunuh motifnya apa?apa istrinya selingkuh sehingga suaminya dibunuh agar bisa menikah dg selingkuhannya
2023-08-10
1
NEISYA M⃟3💋
oh karena itu
2023-08-10
1