Seorang anak kecil terjatuh. Key, Dendy dan Agus tidak dapat melihat apa yang terjadi dan kenapa tiba-tiba disebelah di sebelah kiri bianglala berdatangan orang-orang dan petugas keamanan.
"Apa sih? Kita turun aja yuk," ucap Key
"Aku turun duluan ya," sahut Dendy
Ia menapak duluan lalu menoleh ke arah keramaian.
"Astaghfirullah," ucap Dendy yang langsung tak ingin melihatnya lagi
"Ada apa sih?" tanya Key dan Agus berbarengan
"Jangan lihat,"
"Tangkap aku ya," Key menyuruh Dendy untuk menangkapnya. Karena jarak kapsulnya dan tanah lumayan tinggi.
Hap
"Jangan lihat, nanti kamu mual," Dendy langsung menggiring Key ke arah berlawanan.
"Lo bisa turun sendiri kan?" ucap Dendy pada Agus
"Tangkap aku Mas," ucap Agus dengan nada sengaja di genitkan,"
"Pret! lompat sendiri ah," ujar Dendy
Agus pun melompat sendiri dan dia langsung mendekati kerumunan. Pria itu malah mengeluarkan kamera poketnya dan mengambil gambar tersebut.
Kemudian dengan kamera seadanya pria itu meliputi dirinya sendiri yang juga sebagai seorang reporter.
"Ada yang jatuh ya?" terka Key
"Iya, kepalanya pecah isinya keluar, kalah kamu lihat udah pasti gak bakal mau makan,"
"Astaga tu Agus malah ngeliput lagi," ucap Dendy
"Biarinlah, dia belum dapet berita," ucap Key
Mereka menunggu Agus agak jauh dari lokasi bianglala. Tak berapa datang petugas ambulans.
"Kalian pulang aja, gue mau ngikutin tuh keluarga. Gue harus dapat berita komplit," ujar Agus
"Lo yakin kita tinggal, ini Wahana angker loh," sahut Key
"Iya, gue disini dulu. Abis tu ke lokasi rumah sakit. Gue kesana dulu ya...bye,"
Dan Agus berlalu menghampiri petugas ambulans, memotret jasad anak kecil itu. Serta memotret orang tua si anak. Key dan Dendy pulang dalam kesedihan, meski mereka tak mengenal si anak tetapi ada rasa iba dan kasihan.
Key menghentikan langkahnya saat di depan pintu keluar wahana.
"Kenapa berhenti,"
"Tadi Lo liat siapa Den, di kapsul kita? Pasti dia kan yang nyebabin tuh anak jatoh?" tanya Key.
Dendy menggelengkan kepalanya tanda bukan.
"Dia juga korban," ucap Dendy lalu menundukkan kepalanya, "Dia minta bantuan gue buat ngelepasin jiwanya yang terkunci di wahana ini," timpalnya lagi
"Astaga, jadi bener ni wahana makan tum..." ucapan Key terpotong.
"Sssstttss," Dendy menutup mulut Key dengan tangannya.
Dendy lalu menggiring Key pergi menjauhi wahana.
"Jangan keras-keras, kita gak punya bukti kuat. Nanti yang ada kamu dituntut pencemaran nama baik," bisik Dendy melepaskan tangannya setelah mereka sudah jauh dari wahana.
"Hemm abisnya kan reflek kaget yank. Trus kamu bilang apa ke dia?"
"Aku bilang bisa bantuin kalau gak ribet, tapi nyatanya ini kan ribet. Mulai dari mana coba?" tanya Dendy
"Tapi secara gak langsung kamu udah janji ma tu Makhluk kalau kamu mau nolongin dia," ucap Key
Dendy menelaah ucapan Key yang ada benarnya. Kalau ia tidak bisa menolong makhluk tersebut, maka makhluk itu akan terus mendatangi dan meneror dirinya.
"Harusnya sejak awal aku bilang gak bisa aja ya, tapi kasian sih kan gak tadinya gak tahu juga dia mau minta tolong apa, kalau cuma minta tolong kasih sajen sih aku bisa, atau minta tolong kasih pesan ke kerabatnya kan kita juga bisa. Masalahnya dia gak bilang mau minta tolong apa tadi. Malah langsung masuk ke tubuh aku," jelas Dendy
"Aku bakal bantuin sebisa aku. Nanti kita cari tahu mulai dari pekerjanya. Atau kalau bisa kita nyamar buat kerja disini,"
"Gak, jangan, aku takut para pekerjanya bakal di jadiin tumbal. Kita jangan terlibat hubungan apapun dengan si pemilik disini. Atau siapapun, karena gak tahu juga kan siapa yang main gituan. Siapa tahu anak si pemilik atau keluarganya si pemilik," ucap Dendy
"Ih kok jadi merinding ya, ya deh kita gak usah nyamar, trus gimana dong?" Tanya Key
"Nyelinap masuk sampai wahana kosong lalu pasang cctv ditempat yang bisa kelihatan dari berbagai sudut. Aku yakin ada tempat ritual sesembahan di sekitar wahana itu," sahut Dendy
"Tempat yang bisa kelihatan semua orang, tempat tinggi? Ya bianglala," pikir Key
"Besok kita balik lagi, bawa cctv mini. Hari ini udah jatuh satu tumbal. Besok kemungkinan gak ada kan biasanya setahun sekali," seru Dendy
"Hemm ya semoga, tapi gak pasti juga. Seandainya si pemilik pintar dia bakal menutupi kasus biar ga beredar," ujar Key
'Udah pasti besok bakalan tutup sementara nih wahana kalau sampai kasusnya beredar di publik. Kan Agus lagi ngeliput," timpal wanita itu lagi
Tiba-tiba Dendy memiliki firasat buruk, ia pun menengok ke belakangnya, tempat wahana tersebut.
"Kenapa? Ada yang ketinggalan?" tanya Key
"Agus ....kok aku jadi mikir macam-macam sih,"
"Maksudnya?"
"Tadi kamu bilang tuh, seandainya pemilik itu pintar, dia bakal menutupi kasusnya. Dengan cara menutup mulu si....," ucap Dendy yang terpotong oleh Key.
"Astaga kamu bener, takutnya Agus diancam, di culik atau bisa jadi dia juga di..." Key memutuskan kalimatnya lalu melanjutkan lagi
"Tumbalkan," seru keduanya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
YuniSetyowati 1999
Dasar Aguuuuussss 🤣🤣🤣🤣🤣
2024-03-20
1
NEISYA M⃟3💋
iya ya agus malah di tinggal dan bakal jd korban nantinya
2023-11-05
0
NEISYA M⃟3💋
ngeri2 gak berani naik itu klu bgtu kejadiannya
2023-11-05
0