"Selamat sore Pak" sapa seorang istri anggota.
"Selamat sore Bu. Apa istri saya bisa mengikuti kegiatan?" Tanya Bang Ricky.
"Sementara belum Pak, karena besok masih ada acara penyambutan komandan baru"
Bang Ricky mengangguk mengerti. "Saya ada perlu sama istri, tolong di rehatkan dulu ya Bu..!!" Pinta Bang Ricky.
"Ijin Pak, apa ibu sedang hamil" seorang ibu pengurus bertanya dengan cemas.
Bang Ricky tidak langsung menjawabnya dan hanya melempar senyum penuh makna. "Minta do'anya saja ya Bu. Saya juga pengen segera punya momongan"
"Aamiin.. pasti kamu do'akan yang terbaik Pak"
:
Nindy berjalan menuju ruang Danki, tak di sangka saat itu Nindy bertemu wajah dengan Sertu Irwanto setelah beberapa lama tak lagi pernah bertemu.
"Anin????? Kamu disini?????"
Nindy berjalan menjauh namun Bang Irwanto menarik tangan Nindy.
"Kamu disini sekolah??? Aahh nggak mungkin. Atau orang tuamu bertugas disini???" Selidik Bang Irwanto karena dulu sepemahaman dirinya, Anin adalah Putri Pelda Samiun.
"Lepas Om." Nindy mulai berontak dari cengkeraman tangan Bang Irwanto.
Bang Irwanto tertawa mendengarnya. "Kamu butuh Om-om seperti saya. Sekarang tidak perlu lagi saya mencarimu..!! Kamu pasti butuh bantuan saya untuk dapat obat itu"
"Saya nggak butuh obat itu..!!"
"Kamu nggak bisa lepas dari saya Anin..!!" Ancam Bang Irwanto.
Sekuatnya Nindy melawan kemudian berlari pergi menjauh.
Bruugghhh..
"Ada apa??" Tanya Bang Ricky saat melihat Nindy berlari dalam ketakutan sampai tidak sengaja menabraknya, tubuh istrinya bergetar hebat. "Ayo bicara..!! Jangan takut, ada Abang..!!"
Tak ada kata dari Nindy, ia hanya memeluk Bang Ricky dengan kuatnya.
"Kita pulang??" Bang Ricky menawari Nindy.
Hanya anggukan ringan menjawab ajakan Bang Ricky.
...
"Bilang saja istri saya tidak bisa ikut latihan nari karena tidak enak badan..!!" Arahan Bang Ricky saat Ibu pengurus ranting sedang mencari Nindy"
"Siap Danki..!!"
Setelah Om Ega pergi, Bang Ricky segera kembali ke dalam kamar. Betapa terkejutnya Bang Ricky melihat Nindy kembali menelan obat haram dari lipatan bajunya, asap rokok pun sudah memenuhi seisi kamar. "Astagfirullah.. jadi selama ini kamu masih menyimpannya??????" Bang Ricky sampai kelabakan karena obat tersebut sudah tertelan di tenggorokan Nindy. "Apa yang membuatmu jadi seperti ini???????"
~
Beberapa menit kemudian obat sudah bereaksi. Seperti bukan Nindy, istri Lettu Ricky itu sangat agresif menggoda. Tangan lincahnya menjalar kemana-mana. Racaunya sudah tak terkendali.
Wajah Bang Ricky merah padam menahan amarah. Sesal dalam hatinya begitu dalam merasa kecolongan menjaga Nindy. Sesak, marah, gelisah, takut dan sedih bercampur menjadi satu.
"Dulu aku sudah beri semua uang yang ku miliki. Semuanya karena aku cinta kamu, tapi ternyata kamu bohong.. kamu sudah punya istri." Racau Nindy kembali mengungkapkan segala hal yang ia simpan.
"Apalagi?" Dengan sabar dalam sesaknya karena tidak semua hal ia dengar dari Nindy.
"Dia sengaja memberiku obat ini agar aku tergantung padanya dan memberinya uang. Selalu ada orang suruhannya untuk memberikan benda itu dan aku harus membayarnya dengan mahal"
"Kamu tidak menolak??"
Nindy tertawa kemudian merangkak naik ke atas sela paha Bang Ricky. "Kalau aku menolak, badanku sakit semua. Aku pernah mencobanya" jawabnya. Tangan itu semakin nakal bermain menyusuri tubuh Bang Ricky, belum cukup dengan itu, Nindy membuka pakaiannya.
Bang Ricky pun memejamkan mata. Bukan karena tidak ingin, batinnya juga tersiksa tapi tidak akan adil untuk Nindy jika dirinya menyentuh sang istri tanpa ijin meskipun semua sah saja. Secepatnya Bang Ricky menggulingkan Nindy dan menutup tubuh istrinya dengan selimut dan menggulung nya agar Nindy tenang. Bang Ricky bergegas keluar dari kamar.
//
"Abang bisa beli makan di kantin"
"Maurin tau Bang. Tapi nggak salah juga khan kalau pengen masak untuk Abang?" Kata Maurin.
"Sini Abang makan..!!"
Maurin membuka bekal makan untuk Bang Brigas.
"Kamu sudah makan apa belum?"
Maurin hanya menunduk diam tak menjawab.
"Sendoknya hanya satu, duduk disini.. Abang suapi..!!"
Maurin duduk di samping Bang Brigas. Saat itu Bang Brigas mengincip sedikit rasa masakan sang istri dan ternyata sangat enak dan sesuai selera nya.
"Apa terlalu asin Bang?" Tanya Maurin.
"Pas. Kalau lihat masakan, khawatir Abang jadi muncul. Nindy itu makhluk Tuhan yang nggak tau 'pegang panci'. Mudah-mudahan saja Bang Ricky kuat iman, teguh pendirian dan tangguh lahir batinnya"
Maurin terkikik kecil mendengar ucapan Bang Brigas dan baru kali ini Bang Brigas melihat cantiknya paras sang istri dan itu sukses membuat dadanya berdesir naik turun.
"Tapi Maurin lihat Bang Ricky sayang sekali sama Nindy."
"Abang tau. Hanya saja Bang Ricky itu laki-laki yang sangat kaku. Ceweknya banyak sekali, tapi... Nggak ada yang di pacarinya satu pun. Apalagi jaman masa lalunya. Hhhhhh... Bandelnya naudzubillah" entah kenapa hari ini Bang Brigas mau sedikit bicara panjang lebar dengan Maurin hingga tak terasa nasi di wadah bekal itu nyaris habis.
//
Satu jam berlalu. Nindy tersadar dan melihat dirinya sedang dalam balutan selimut, tangisnya kembali pecah. Samar ia mengingat kejadian tadi, tapi segalanya sungguh di luar kendalinya.
"Sudah bangun?" Tanya Bang Ricky datar saja seakan tidak ada yang terjadi.
"Kenapa Abang masih mempertahankan Nindy? Bukankah Abang tau kalau Nindy bukan gadis baik-baik. Nindy pernah hancur-hancuran bersama pria lain, Nindy perokok juga pemakai. Apa yang Abang cari dari seorang Nindy??" Nindy memalingkan wajahnya tak sanggup menatap lawan bicaranya meskipun Bang Ricky sudah duduk di ranjang bersamanya.
"Tidak ada satu orang pun manusia bisa menolak rasa. Rasa sedih, bahagia, sayang.. juga cinta. Dan kamu juga sudah tau Abang pria yang kaku dan dingin.. lalu apa yang kamu pertahankan??"
Nindy tidak bisa menjawabnya. Hanya isakan tangis yang mewakili perasaan nya. "Jangan pukul Nindy ya Bang?" Suara itu begitu terdengar memelas.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Pricecilia Doom
semoga Nindy sembuh dan yg bernama sersan irwanto akan terima hukuman dan di berikan sanksi oleh pihak militer.
2023-12-26
0
Iis Cah Solo
kasian nindy...😔😔😔😔
2023-09-28
0
Qaisaa Nazarudin
Ricky harus memberitahukan semua ini ke kakak2 nya Nindy,Biar kasus ini cepat di usut,kalo gak gitu,Irwanto bebas di luar sana,takutnya bukan Nindy seirg korbannya,pasti ada yg lain lg, sekarang Irwanto belum tau kalo Nindy itu istrinya Rivky atasannya..
2023-05-08
1