"Nindy nggak mau nikah sama Om Ricky" tolak Nindy.
"Kalau kamu tidak berulah, semua tidak akan terjadi" suara Ayah Wira membahana memekakkan telinga seisi ruangan.
Nindy kaget sampai berjingkat dan menunduk membendung air mata.
"Sudah yah, kita disini mau menyelesaikan masalah, bukan menambah masalah." Mama Nasha mengusap dada suaminya.
"Nindy nggak mau ikut Om Ricky ke Borneo Yah. Nindy juga janji nggak akan ambil jurusan kuliah otomotif asal jangan menikah sama Om Ricky" kata Nindy terus memohon.
"Terus kamu mau jurusan apa dek? Jangan terlalu lama memutuskan, kita ini sedang mencari jalan tengah untuk masalahmu." Bujuk Bang Ganesha.
"Jurusan instalasi listrik" jawab Nindy.
"Aduuuhh" Bang Brigas menepuk dahinya.
"Tenang Bang, Nindy sudah benar-benar daftar kuliahnya kok"
"Astagfirullah" Bang Ricky bergumam pelan.
"Ya Tuhan" Bang Setha tak kalah bingung. "Piye iki Bang???"
"Brigas nikah besok, Ricky di minggu depan..!!!!!" Ucap tegas Ayah Wira.
...
"Nindy nggak mau nikah sama Om. Nindy itu nggak mau punya suami tua, nggak gaul, nggak keren, nggak modis. Om itu hitam, galak, kasar, sok tau..!!"
"Kalau kamu nggak makan itu 'obat batuk' sama merokok, nggak mungkin lah kita menikah. Saya ini terpaksa dan di paksa" Jawab Bang Ricky. "Buka itu kuping kelinci mu..!! Kalau saya bisa memilih sih saya maunya perempuan yang tinggi, cantik, putih, bohay nggak seperti kamu.. tinggi sejengkal, dekil, hidung atret. Baahh.. bagaimana rupa anakku nanti. Kalau ngikut saya sih selamat.. nah kalau ngikut biangnya??????"
"Nindy nggak mimpi punya anak sama Om." Pekik Nindy.
"Kamu pikir saya menegaskan semua itu untuk apa?? Saya juga nggak mau anak saya se kutu beras."
"Nindy nggak mau nikah sama Om-om" Nindy pun pergi meninggalkan Bang Ricky yang sedang merokok di kursi taman rumahnya.
Bang Brigas dan Bang Ganesha menghampiri Bang Ricky usai Nindy meninggalkan tempat. "Galak amat Bang?" Tegur Bang Ganesha.
Bang Ricky hanya sedikit menunduk menyimpan senyumnya.
"Kalau cinta kenapa tidak di ungkapkan saja" sambung Bang Brigas.
"Abang tidak mau memaksa Nindy untuk menerima hadirnya Abang. Biar waktu saja yang menjawab semua dan Abang akan memberinya waktu untuk hidup menjadi dirinya sendiri" jawab Bang Ricky.
"Tapi kalau status kita sudah berganti, apa Abang sanggup menahan diri?" Tanya Bang Ganesha.
Bang Ricky hanya tersenyum mendengarnya.
"Bang, saya tanya nggak main-main. Nindy masih terlalu dini melakukannya" ucap Bang Ganesha terang-terangan.
"Insya Allah Abang akan menunggu nya sampai Nindy mau sama Abang."
"Cckk.. lu tanya apa sih Gan??? Urusan Bang Ricky tuh. Mau Nindy hamil pun, kamu bisa apa??" Bang Brigas menegur adiknya.
"Saya hanya cemas Bang, Nindy masih kecil"
"Urusan Abangmu itu Gan..!! Kamu fokus saja sama pacarmu..!!"
***
Hari ini Ayah Wira menghadap orang tua Maurin.
"Ganti bajumu..!!" Bang Ricky menegur Nindy yang memakai pakaian minim di acara lamaran Abang pertamanya sebelum Ayah Wira sempat mengeluarkan suara dan Ayah Wira hanya bisa pasrah karena kini ada yang membantunya menjaga Nindy.
"Ini gaya gadis jaman sekarang Om"
"Ganti atau saya sobek biar nggak pakai baju sekalian" geraham Bang Ricky sudah menggeram kuat karena kesal melihat paha mulus Nindy.
"Iihh... Dasar om-om nggak punya selera" gerutu Nindy sembari menghentakan kakinya.
"Jangan banyak bicara..!! Sudah terlambat ini lhoo..!!"
"Nyee..nyeee..nyeeee" bibir Nindy tak ubahnya burung beo meniru bibir Bang Ricky.
Bang Ricky berbalik badan menyembunyikan senyum geli nya kemudian kembali pada wajah datar dan dinginnya.
Ayah Wira pun menggeleng pelan menahan senyum, ada sedikit kelegaan dalam hati Ayah Wira. Setidaknya beliau bisa menangkap sinyal perasaan dari seorang Letnan Ricky karena dirinya pun pernah merasakan berada di posisi yang sama seperti ini.
~
Ayah Wira menutup dagu Bang Ricky yang melongo melihat Nindy memakai kebaya berwarna hijau lumut dan tanpa di sadari warna tersebut senada dengan warna batik yang di kenakan Bang Ricky. "Tutup mulutmu Rick.. banyak lalat..!!!!"
"Si_ap..!!" Suara Bang Ricky bergetar kemudian ia menundukkan pandangan.
"Ayo berangkat sekarang..!!" Ajak Ayah Wira.
...
"Nindy nggak bisa pakai baju terlalu tertutup begini..!!" Protes Nindy.
"Ya makanya mulai sekarang belajar pakai baju tertutup. Ini Indonesia pakai adab sopan santun mu..!!" Kata Bang Ricky. "Kamu itu mau berangkat ke acara khusus. Bukan mau pawai kostum"
"Nindy susah jalan"
"Sini jalan pelan-pelan sama saya" Bang Ricky mengulurkan tangannya membantu Nindy berjalan tapi Nindy menepak tangan Bang Ricky.
"Nggak usah sok baik. Jangan-jangan setelah Nindy turun.. Om mau dorong Nindy" tuduh Nindy melihat wajah kaku Bang Ricky.
"Kalau begitu jalanlah sendiri dan jangan ganggu saya..!!"
Dengan angkuhnya Nindy berjalan mendahului Bang Ricky tanpa menoleh arah kanan dan kiri.
Guuuukk..
Suara anjing penjaga mengagetkan Nindy sampai melompat panik. "Hwaaaa.. Oooomm.. ada anjing..!!"
Bang Ricky diam saja seakan tidak mendengar.
"Om.. tolong Nindyyy..!!" Ucapnya saat anjing penjaga rumah tersebut berjalan mendekati Nindy. "Oommm.. tolong..!!!!" Suara Nindy nyaris habis saking takutnya. "Ooommm..!!!!!" Panggil Nindy sekali lagi. Kakinya gemetar, nafasnya pun sesak.
Bang Ricky melangkah mendekati Nindy, seketika itu juga Nindy memeluknya. "Nindy takuut"
Anjing besar itu pun pergi.
"Nggak usah takut, dia nggak galak. Galaknya dia masih kalah sama galakmu" kata Bang Ricky.
"Ooomm..!!!" Nindy kesal sampai menepak bahu Bang Ricky.
"Biasakan menurut sama suami..!!!"
"Memangnya siapa suami Nindy??" Tanya Nindy kesal.
"Saya lah" jawab Bang Ricky.
"Ma_las"
"Wwooooo.. njaluk di pithes wolak walik"
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Pricecilia Doom
Nindy Nindy calon suami Dy bang Ricky,yg selalu melindungi kamu dari marabahaya.
2023-12-26
0
Iis Cah Solo
😂😂😂😂😂😂...adaa aja akal...akalannya...😂😂😂
2023-09-27
0
Puturidho Waseso
klow baca cerita kak Nara bawaannya ngguyu trs....😁😁
2023-05-05
1