7. Menutup masa lalu.

Bang Ricky membantu Nindy pada kursi jok depan mobil. Abangnya sedang tidak ada di tempat karena Batalyon sedang mengadakan kegiatan keluar kota selama beberapa hari.

"Kamu berani khan tidur di kamar Abangmu? Hanya kamar Ganesha yang bisa di buka, kuncinya rusak"

"Sebelah kamar Om Ricky ya?"

"Iya, di sebelah kamar saya. Mau tidak mau kamu pindah ke kamar Ganesha" jawab Bang Ricky.

Nindy mengangguk pasrah. Rintik hujan sudah mulai membasahi bumi.

...

Takut Nindy akan terguyur air hujan, Bang Ricky menutupi kepala Nindy dengan jaketnya dan segera menggendong nya masuk ke dalam kamar Bang Ganesha.

"Bajumu basah nggak?? Cepat ganti pakaian..!!" Kata Bang Ricky sembari menurunkan Nindy.

"Basah sih Om. Nanti Nindy cari bajunya Bang Ganesha di lemari" jawab Nindy.

Bersamaan dengan itu, ponsel Bang Ricky bergetar. Ada info bahwa lokasi depan kesatrian sedang banjir karena hujan. Hanya dua perwira yang tersisa. Bang Ricky pun tanggap untuk segera menyelesaikan masalah.

"Kamu disini saja dan jangan kemana-mana. Di luar sedang banjir."

Nindy mengangguk. "Nindy nggak mungkin kemana-mana. Kaki Nindy sakit"

"Ya sudah, tunggu di dalam..!!"

"Jangan lama-lama ya Om" kata Nindy.

"Saya hanya pergi sebentar saja. Cepat ganti pakaian..!!"

:

"Awas kakimu Dito, banyak paku berkarat..!!" Meskipun Letnan Ricky terkesan 'cerewet' dalam perintah nya, namun tak sedikitpun dirinya berpangku tangan. Letnan senior ini ikut bekerja dan berbasahan tersiram hujan bersama para anggota nya. "Seret kayunya Rat, jangan di panggul..!!! Yang belakang dorong..!!!! Cepat, jangan sampai airnya menggenang..!!!!!"

"Siaaapp..!!!"

"Pot, jangan 'ngoyo', kamu istirahat dulu..!! Wajah mu pucat, kamu kelihatan capek sekali..!!"

"Aku nggak apa-apa. Cepat kerjakan, jangan sampai air masuk ke asrama."

Bang Revan segera membantu Bang Ricky memindahkan balok kayu dan ranting yang turun dari dataran atas.

Beberapa langkah berjalan. Bang Ricky lemas dan terjatuh menyangga tubuh dengan sebelah lutut nya.

"Pot.. istirahat, kamu sudah nggak kuat..!!" Bentak Bang Revan karena mencemaskan sahabatnya.

Mendengar suara Bang Revan, Bang Ricky pun beralih dan segera kembali ke Mess. Tubuhnya menggigil basah kuyup.

Blaaapp..

Lampu mati, petir menyambar. Bang Ricky berlari menuju mess karena teringat Nindy berada di kamar Bang Ganesha sendirian.

~

"Nindy..!!!!" Bang Ricky mengetuk kamar Bang Ganesha tapi tak ada jawaban dari dalam sana. "Nindy.. dek..!!!!" Sekali lagi Bang Ricky memanggil namun tetap tak ada jawaban.

Pintu kamar sedikit terbuka. Samar Bang Ricky melihat Nindy duduk melantai dan merokok. Tepat saat itu lampu mulai menyala. "Astagfirullah hal adzim.. Nindy..!!!!!!!" Matanya tak lepas dari sebuah bungkusan yang tepat berada di samping kanan Nindy. "Darimana kamu dapat barang seperti ini????? Heeehh.. sadar dek..!!!!!!!!!" Bang Ricky menepuk pipi Nindy dan memasukan bungkusan itu di saku celana lorengnya. Nindy meracau, menangis, mengucap banyak kata yang seakan mengiris hati Bang Ricky.

Bang Ricky mencari bungkus rokok di saku seragamnya, ia segera menyulut dan menghisap nya. Ia pun segera membawa Nindy ke kamarnya. Secepatnya Bang Ricky mengambil puntung rokok Nindy dengan tissue lalu berlari dan membawanya di atas langit-langit kamar dan membuang tissue nya. Bang Ricky segera melepas pakaian atasnya karena karena badannya terasa remuk akibat masuk angin.

"Dek.. Nindy..!!" Sambil mengambil pakaian di dalam lemari, Bang Ricky terus berusaha menyadarkan Nindy. Rokok di bibir tetap d hisapnya agar bau rokok di tubuh Nindy tersamar olehnya juga.

Namun.. malang tak dapat di cegah, tepat saat itu Bang Brigas, Bang Setha, Bang Ganesha dan Bang Revan baru saja kembali dari tugas masing-masing dan mendapati Nindy dan Bang Ricky dalam keadaan yang tidak semestinya.

"B******n.. kau apakan adik ku Bang..!!!" Bang Setha bereaksi dan langsung melayangkan tendangan tepat mengenai dada Bang Ricky, Bang Ganesha juga ikut bereaksi menghantam tubuh Bang Ricky tapi pria itu sama sekali tidak melawan ataupun membalasnya.

Bang Revan menyergap Bang Ganesha. "Tunggu.. jangan main hakim sendiri"

Bang Brigas menarik lengan Bang Setha. "Pikir pakai otakmu Setha, Bang Ricky tidak melawan..!!!"

Sebuah benda jatuh dari saku Bang Ricky.

"Panglima sudah datang??? Kalau sudah datang.. kita pergi kesana sekarang juga..!!" Saran Bang Revan.

...

Panglima menatap wajah Bang Ricky dan putri nya secara bergantian. Keduanya sama-sama menggigil dan tidak stabil.

"Siapaaa pemilik benda haram ini?????"

"Nindy mau tidur, Nindy ngantuk" ucap Nindy.

"Siap.. milik saya..!!" Jawab Bang Ricky tegas.

"Lalu apa yang kamu lakukan di dalam kamarmu? Apa kamu berniat buruk terhadap putri saya??"

"Siap salah Panglima..!!"

"Katakan dengan jujur atau tidak ada ampun untukmu Lettu Rakyan..!!!!" Ucap panglima terus menatap wajah Bang Ricky yang jelas menahan jutaan kesakitan.

"Ijin.. saya siap menerima hukuman apapun dari kesalahan saya..!!"

"Masuk tahanan militer????" Tanya panglima.

"Siap..!!!"

"Letda Ganesha.. panggil dokter pribadi dan perintahkan untuk memeriksa darah Ricky dan Nindy..!!!!"

"Siap Panglima" Bang Ganesha menjawab secara formal.

"Ijin Panglima.. tidak perlu. Semua murni kesalahan saya. Tolong jangan libatkan Mbak Nindy. Saya akan bertanggung jawab atas kesalahan saya..!!!!!"

Panglima berdiri dan menghajar Bang Ricky berkali-kali. Sungguh saat ini hati Panglima terasa sangat sakit. Ia merasakan tubuh ajudannya itu demam tinggi. "Ayo lawan saya..!! Hadapi saya secara laki-laki..!!!!"

Bang Ricky tetap diam tak melawan sedangkan Nindy terus meracau. Amarah panglima beralih pada putrinya, khilaf dan melayangkan tangan namun Bang Ricky memeluk Nindy hingga sekali lagi pukulan itu menghantam Bang Ricky.

"Mohon ijin Panglima. Jika mungkin ada hadiah untuk seorang ajudan. Saya mohon untuk tidak menyakiti Nindy..!!"

Ketiga pria berdiri di hadapan Panglima.

"Saya akan menanggungnya Yah"

"Setha ikhlas menggantikan Nindy."

"Ayah bisa melimpahkan semua sama saya..!!"

Air mata Ayah Wira benar-benar tumpah. Bagaimana seorang Ayah tetap mencemaskan putra putrinya. "Saya sudah menerima rekaman cctv dari Revan. Kenapa kamu melindungi putri saya yang jelas salah. Dia harus bertanggung jawab..!!"

"Saya yang akan menanggung nya..!!" Kata Lettu Ricky.

"Apa alasanmu Ricky..!!!! Hati saya sudah remuk. Jangan kamu permainkan..!!!!" Bentak Panglima.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Pricecilia Doom

Pricecilia Doom

semoga lekas sembuh om ricky

2023-12-26

0

Iis Cah Solo

Iis Cah Solo

nindy kecanduan yaa...om ricky yg belain...karena cinta..😊😊

2023-09-27

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Gila,, belum di selidiki dan juga belum terbukti bersalah,main hakim sendiri,Ricky juga bodoh,kenapa mau aja nanggung yg bukan kesalahannya,harusnya Nindy sendiri yg harus nerima hukumannya,Kalo gitu Nindy gak akan berubah taniat buruknya..🙄🙄🤦🏻‍♀️

2023-05-08

1

lihat semua
Episodes
1 1. Sengit.
2 2. Anak luwak vs anak macan.
3 3. Tidak akur.
4 4. Tanggung jawab.
5 5. Rasa tak karuan.
6 6. Ingin mengenal mu lebih dekat.
7 7. Menutup masa lalu.
8 8. Demi keselamatan semua.
9 9. Tiada hari tanpa ribut.
10 10. Membawamu keluar dari masalah.
11 11. Survival dadakan ( 1 ).
12 12. Mendung.
13 13. Sabar menantimu.
14 14. Persiapan pulang.
15 15. Drama sebelum..
16 16. Tempat baru.
17 17. Dunia baru.
18 18. Sisi lain.
19 19. Perkenalan.
20 20. Yang tersembunyi.
21 21. Kesal.
22 22. Kata suami istri.
23 23. Berharap jadi yang terbaik.
24 24. Nindy membuat was-was.
25 25. Galaknya Om Ricky.
26 26. Galaknya Om Ricky ( 2 ).
27 27. Om Rickynya Nindy.
28 28. Yang di perjuangkan.
29 29. Meresahkan.
30 30. Belajar sabar.
31 31. Ingat kemarin.
32 32. Kasak kusuk.
33 33. Sabar tingkat tinggi.
34 34. Perasaan yang tersimpan dalam.
35 35. Perasaan tak tertebak.
36 36. Perjuangan.
37 37. Tragedi.
38 38. Kalau sudah sayang.
39 39. Menyadari kerinduan.
40 40. Aku manusia biasa.
41 41. Tentang rasa.
42 42. Cerita kita.
43 43. Mengalah.
44 44. Bang Ganesha.
45 45. Gara-gara I Love you.
46 46. Isi hati.
47 47. Ribut.
48 48. Mencari jalan keluar.
49 49. Cinta tulus.
50 50. Belum bisa tenang.
51 51. Damai.
52 52. Menjaga bumil.
53 53. Mati lampu.
54 54. Musibah.
55 55. Kehidupan yang sedang di jalani.
56 56. Tak kunjung stabil.
57 57. Pertemuan ( 1 ).
58 58. Kacau balau.
59 59. Sedalam lautan.
60 60. Isi hati Bang Ricky.
61 61. Pertemuan ( 2 ).
62 62. Dua hati yang patah.
63 63. Masih panas.
64 64. Semua terasa menyakitkan.
65 65. Ingin lepas
66 66. Panas.
67 67. Syok berat.
68 68. Nakal.
69 69. Nakal ( 2 ).
70 70. Ku harap kamu mengerti.
71 71. Penyelesaian.
72 72. End
Episodes

Updated 72 Episodes

1
1. Sengit.
2
2. Anak luwak vs anak macan.
3
3. Tidak akur.
4
4. Tanggung jawab.
5
5. Rasa tak karuan.
6
6. Ingin mengenal mu lebih dekat.
7
7. Menutup masa lalu.
8
8. Demi keselamatan semua.
9
9. Tiada hari tanpa ribut.
10
10. Membawamu keluar dari masalah.
11
11. Survival dadakan ( 1 ).
12
12. Mendung.
13
13. Sabar menantimu.
14
14. Persiapan pulang.
15
15. Drama sebelum..
16
16. Tempat baru.
17
17. Dunia baru.
18
18. Sisi lain.
19
19. Perkenalan.
20
20. Yang tersembunyi.
21
21. Kesal.
22
22. Kata suami istri.
23
23. Berharap jadi yang terbaik.
24
24. Nindy membuat was-was.
25
25. Galaknya Om Ricky.
26
26. Galaknya Om Ricky ( 2 ).
27
27. Om Rickynya Nindy.
28
28. Yang di perjuangkan.
29
29. Meresahkan.
30
30. Belajar sabar.
31
31. Ingat kemarin.
32
32. Kasak kusuk.
33
33. Sabar tingkat tinggi.
34
34. Perasaan yang tersimpan dalam.
35
35. Perasaan tak tertebak.
36
36. Perjuangan.
37
37. Tragedi.
38
38. Kalau sudah sayang.
39
39. Menyadari kerinduan.
40
40. Aku manusia biasa.
41
41. Tentang rasa.
42
42. Cerita kita.
43
43. Mengalah.
44
44. Bang Ganesha.
45
45. Gara-gara I Love you.
46
46. Isi hati.
47
47. Ribut.
48
48. Mencari jalan keluar.
49
49. Cinta tulus.
50
50. Belum bisa tenang.
51
51. Damai.
52
52. Menjaga bumil.
53
53. Mati lampu.
54
54. Musibah.
55
55. Kehidupan yang sedang di jalani.
56
56. Tak kunjung stabil.
57
57. Pertemuan ( 1 ).
58
58. Kacau balau.
59
59. Sedalam lautan.
60
60. Isi hati Bang Ricky.
61
61. Pertemuan ( 2 ).
62
62. Dua hati yang patah.
63
63. Masih panas.
64
64. Semua terasa menyakitkan.
65
65. Ingin lepas
66
66. Panas.
67
67. Syok berat.
68
68. Nakal.
69
69. Nakal ( 2 ).
70
70. Ku harap kamu mengerti.
71
71. Penyelesaian.
72
72. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!