"........... Saya.. Brigas Arya Gegana bermaksud meminang Dinda Trialda Marauleng"
"Maurin adalah wanita yang mendapatkan kehormatan untuk mendapatkan anugerah dari Tuhan, karena Maurin yang lebih dulu menyimpan rasa untuk Abang" ucap jujur Maurin.
Bang Brigas tau hal itu adalah benar, tapi di dalam 'budaya' yang ia jalani. 'Cinta adalah kata hati pria'. Ia pun menarik nafas panjang dan berbesar hati. "Dinda Maurin.. jauh di dalam lubuk hati. Abang yang mendapat anugerah dari Tuhan karena Abang menyimpan perasaan dalam diam untuk mu sejak lama" ucapnya padahal dirinya sama sekali tidak mengenal dekat siapa sosok Maurin sebenarnya.
Wajah Maurin sedikit mendung karena dirinya tau.. cinta Bang Brigas hanya untuk Miranda. "Terima kasih banyak Abang"
"Jadi bagaimana dek, di terima atau tidak?" Tanya Bang Brigas.
"Maurin menerima nya Bang"
"Alhamdulillah.." jawab semuanya.
Bang Ricky dan Nindy k sengaja saling berpandangan kemudian saling membuang muka dengan gengsinya.
...
"Apa sih kamu? Nyindir terus" gerutu Bang Ricky.
"Kalau memang mau melamar tuh modal Om..!! Bang Brigas saja mau keluar uang demi Mbak Maurin."
"Oohh.. kamu mau juga?? Bukannya kamu nggak mau sama om-om?????" Bang Ricky balik meledek Nindy.
Nindy bersungut kesal mendengarnya.
"Terpaksa.. kalau Nindy nggak mau, Om bakalan memaksa karena saking cintanya Om sama Nindy"
"Saya????? Mimpi aja kamu. Sampai saya sempat jatuh cinta sama kamu, saat itu juga saya sikap tobat di hadapanmu..!! Memangnya di dunia ini nggak ada wanita lain selalu kamu??" Kata Bang Ricky.
"Sama.. Nindy juga nggak bakalan suka sama laki-laki seperti Om Ricky."
"Awas kau ya..!!!! Tanggung akibatnya kalau berani cari perkara sama Om-om..!!" Ancam Bang Ricky.
-_-_-_-_-
Kesepakatan sudah di dapatkan dan Bang Brigas akan menikahi Maurin minggu ini.
"Jadi Abang bisa menikahi Nindy Minggu depan" Bang Brigas sudah bisa menerima kenyataan akan permintaan sang Mama. Setelah melaksanakan sholat malam. Hatinya jauh lebih tenang.
"Nindy nggak mau nikah sama Om Ricky Minggu depan" ucap lantang Nindy menolak.
"Baiklah.. lusa kita nikah...!!"
"Nggak mau..!!"
"Selesai Abangmu yang nikah, kita yang nikah..!!!!!!" Tegas Bang Ricky tanpa ingin ada perdebatan dan bantahan lagi.
Nindy bersungut lalu memalingkan wajahnya.
\=\=\=
"Maaf Bang, gara-gara Nindy, Abang harus menikah dengan cara seperti ini" Nindy menangis dan memeluk Bang Brigas.
"Mungkin memang takdir Abang harus seperti ini. Abang harap kamu tidak mendekati barang itu lagi. Abang tidak masalah kalau semua ini demi kamu, tapi Bang Ricky benar-benar melindungi mu dek. Apa yang Abang lakukan ini belum bisa membalas budi baik Bang Ricky"
"Baik apanya? Setiap hari Om Ricky hanya memaki Nindy. Bilang pesek lah, pendek.." jawab Nindy bersungut kesal.
"Apa kamu tinggi????" Tanya Bang Ganesha.
"Yaaa.. nggak sih" jawab Nindy.
"Lantas apa yang buat kamu tersinggung????" Bang Setha ikut gemas melihat adik perempuan satu-satunya itu.
"Nggak perlu bilang begitu, Nindy juga tau kalau Nindy pendek." Nindy memalingkan wajahnya dengan kesal.
Ketiga Abang Nindy pun tergelak mendengarnya.
"Bang Ricky itu nggak jahat dek. Percaya sama Abang..!!"
...
"...... Binti Arko Ludoyo.. dengan maskawin yang tersebut di bayar tunai"
"Saah.."
"Alhamdulillah"
Maurin menunduk mencium punggung tangan Bang Brigas. Saat itu ada getar rasa dalam hati Bang Brigas meskipun belum ada rasa cinta di antara mereka.
"Abang akan berusaha keras untuk rumah tangga kita" kata Bang Brigas.
Maurin mengangguk, ada sebulir tangis meleleh. Bang Brigas pun menghapusnya.
"Jangan menangis, kita belajar menjalani semua ini bersama-sama ya..!!"
"Iya Bang" jawab Maurin lirih.
//
"Terus bagaimana mau mu??? Kita ini mau bangun rumah tangga, bukan rumah duka atau gubuk derita. Menikah saja belum.. kenapa sikapmu seakan-akan saya ini mau menyiksamu saja?" Gerutu Bang Ricky.
"Nindy bisa selesaikan masalah Nindy sendiri" kata Nindy.
"Oyaaa.. lalu sekarang bagaimana caramu mengatasi semua ini??" Tegur keras Bang Ricky melihat Nindy mulai menggigil dan meracau. Dirinya menyadari sedari tadi Nindy gelisah. "Kamu cari ini??" Bang Ricky menunjukan sebungkus kecil di tangannya.
"Mana Om.. itu punya Nindy"
"Nggak, jauhi barang ini..!! Kamu harus sembuh..!!" Bang Ricky menyimpan kembali obat itu ke dalam saku celananya.
"Jangan ikut campur..!!!!!" Nindy mulai bersikap kasar karena sedang kambuh akan reaksi dari terhentinya pemakaian barang haram tersebut.
Dari jauh Ayah Wira bisa melihat dengan jelas seorang Letnan Ricky yang berusaha keras untuk menjaga, merawat Nindy dengan telaten.
"Tahan sedikit ya dek.!!" Ucap Bang Ricky memeluk Nindy dari belakang.
"Badan Nindy sakit..!!" Kata Nindy pelan.
"Iya dek. Sabar ya" Bang Ricky terus mengusap lengan Nindy dalam dekapannya.
Langkah demi langkah seorang Ayah begitu terasa berat.
"Menikahlah sekarang, mumpung Nindy masih dalam keadaan sadar. Setelah itu bawalah Nindy pergi. Ayah merestui..!!"
Tiba seorang penghulu datang bersama Bang Setha.
"Menikah lah, saya merestui..!!"
"Bang Ganesh juga merestui..!!"
-_-_-_-_-
Bang Ricky melajukan mobil dengan cepat, mobil Bang Setha karena dirinya tidak membawa mobilnya sendiri.
Tangis Bang Ricky meleleh mendengar ucap Nindy yang juga menangis meracau mengatakan apapun yang mungkin terjadi padanya.
"Siapa?? Siapa b******n itu dek?? Tunjukan wajahnya di depanku..!!!! Kamu pernah bilang dia ada di Borneo. Tangan suamimu ini yang akan menghajarnya..!! Dia harus membayar mahal seluruh perbuatan yang dia lakukan sama kamu"
"Sakiiiit.. Nindy mau obat itu"
Bang Ricky menepikan dan menghentikan laju. Ia menghantam kemudi mobil dengan kencang.
"Dimana obat itu?? Dimanaaa?????"
Tak menunggu waktu lama, Bang Ricky menarik Nindy ke dalam pelukannya. "Apapun akan saya lakukan.. saya akan membuatmu keluar dari jerat masalah mu dek..!!"
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Pricecilia Doom
wah Nindy kamu harus sembuh dari barang jahat itu , kasihan letnan Ricky
2023-12-26
0
Tavia Dewi
Nindy sakao
2023-11-28
0
Iis Cah Solo
😔😔😔😔
2023-09-27
0