6. Ingin mengenal mu lebih dekat.

Bang Ricky membuang asap rokok seraya Menikmatinya. Hingga pukul satu dini hari dirinya belum sempat memejamkan mata. Terbayang paras wajah seorang gadis cantik yang enggan beralih dari pikirannya.

"Ijin.. Pak Ricky pulang saja. Biar saya dan Dito yang jaga" kata Pratu Ratno merasa tidak enak melihat atasannya masih terjaga.

"Nggak apa-apa. Kalian istirahat saja. Jangan pedulikan saya. Saya memang nggak bisa tidur" Jawab Bang Ricky.

Om Dito dan Om Ratno saling pandang melihat wajah Bang Ricky yang masih penuh dengan kecemasan.

Braaakk..

Terdengar suara benda jatuh dari dalam kamar rawat Nindy. Dengan sigap letnan Ricky masuk ke dalam kamar.

"Astagfirullah.. mau kemana kamu??"

"Tolong panggilkan perawat.. kepala Nindy sakit sekali..!!" Pinta Nindy.

"Iyaa.. sabar ya..!!" Hati-hati sekali Bang Ricky mengangkat Nindy kembali naik ke atas ranjang. "Dito, tolong panggilkan perawat..!!!!"

~

"Badan Mbak Nindy memar karena terpental dan ada bagian tubuh yang terkilir, itulah sebabnya Mbak Nindy masih merasa sakit sampai sulit tidur, di tambah lagi baru saja jatuh." Penjelasan perawat jaga.

"Begitu ya mbak, apa tidak ada obat lain biar rasa sakitnya berkurang?" Tanya Bang Ricky.

"Ini sudah obat paten Pak, saya juga kurang paham kenapa obat ini kurang berfungsi. Seharusnya Mbak Nindy bisa tidur nyenyak"

Kening Bang Ricky berkerut.

...

Nindy terbangun dan melihat Bang Ricky tidur bersandar di kursi memangku sajadah. Peci saja masih bertengger di kepala. Mungkin karena terlalu lelah, Bang Ricky sampai ketiduran dalam posisi seperti itu. Tangan Nindy meraih tas kecilnya lalu menelan obat yang ia simpan dalam saku terkecil tas tersebut.

Tak lama Bang Ricky terbangun, ia sedikit menggeliat melonggarkan ototnya yang kaku. Matanya melihat Nindy sudah duduk dan hanya menatapnya sambil memegang tas kecil. "Ada apa? Badannya sakit lagi?" Tanya Bang Ricky.

"Mau tau saja urusan orang" jawab Nindy terdengar ketus.

"Jangan geer ya, saya ini tanya karena nggak mau di repotkan makhluk kecil macam kamu" kata Bang Ricky. "Ya sudah saya mau ke kantin dulu. Malas sekali ribut sama bocil"

"Ya sana.. Nindy juga malas lihat om-om kepo ada di kamar ini..!!"

:

"Om Ratno dan Om Dito pulang saja dan istirahat di rumah. Saya bukan ratu yang harus di jaga setiap saat" kata Nindy.

"Ijin Bu, kami nggak berani." Jawab Om Dito.

"Duuhh.. jangan ibu donk. Saya belum menikah Om. Panggil Nindy saja"

Om Ratno dan Om Dito saling pandang dengan tatapan bingung tak berani menjawab ucapan Nindy.

Pintu kamar terbuka, terlihat wajah kaku Bang Ricky dengan tatapan tajamnya. "Ada apa ini?"

"Nggak ada apa-apa. Nindy minta Om Ratno dan Om Dito untuk pulang." Jawab Nindy.

"Kenapa?" Bang Ricky meletakan bubur ayam di meja samping ranjang Nindy.

"Nindy bukan siapa-siapa yang harus di jaga. Semua pulang saja. Di sini juga ada perawat. Nindy bisa sendiri disini"

Bang Ricky menoleh pada dua ajudannya. "Kalian kembali ke barak dan istrirahat. Biar saya yang jaga Nindy. Nanti sore Nindy sudah bisa pulang."

"Siap Dan"

"Siaaap"

~

"Nindy bisa sendiri..!!"

Bang Ricky membiarkan Nindy makan sendiri namun seperti dugaannya.. mengangkat tangan pun Nindy masih merasa kesulitan.

Tak banyak bicara Bang Ricky mengambil mangkok bubur Nindy lalu duduk di ranjang dan menyuapi Nindy. Tak peduli dengan aturan etika, dengan telaten Bang Ricky menyuapi Nindy.

"Nindy sama perawat saja..!!" pinta Nindy.

"Semua perawat sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Tidak ada waktu jika hanya sekedar untuk menyuapimu."kata Bang Ricky. "Ngomong-ngomong darimana kamu dapat korek api itu?"

"Dapat di dekat motor" jawab Nindy.

Bang Ricky mengurai senyumnya. Ia membuka telapak tangan di depan mata Nindy. "Mana rokoknya..??"

"Nindy nggak punya rokok"

"Kamu mungkin bisa membohongi semua orang dengan bau parfum mu yang tajam, tapi tidak dengan saya. Sekarang cepat serahkan rokokmu atau saya lapor panglima..!!" Ancam Bang Ricky.

Entah kenapa Nindy merasa resah dan takut padahal Bang Ricky sama sekali tak menatapnya. Bagai terhipnotis, Nindy mengambil tas kecilnya lalu menyerahkan rokok itu pada Bang Ricky.

"Saya yakin semua Abangmu tidak tau hal ini"

"Jangan Om, tolong jangan sampai Ayah dan Abangnya Nindy tau." Pinta Nindy memohon.

"Tumben, tata bahasa mu baik. Apakah sekarang posisi mu terjepit?" Ledek Bang Ricky. "Apakah pergaulan di luar negeri seburuk itu??"

Nindy terdiam sejenak, rasanya bibir itu kelu tak sanggup mengatakan apapun. Hanya paras wajahnya menunjukan ribuan kesedihan.

"Ada masalah apa?" Tanya Bang Ricky.

"Nggak bisa bicara disini" jawab Nindy.

Bang Ricky paham. Rumah sakit tentara juga bukan tempat yang tepat untuk mereka bicara.

"Baiklah, saya paham. Tapi saya mohon kamu jangan berulah. Kasihan nama besar panglima, nama ketiga Abangmu juga tidak cacat. Tolong jaga sikap. Kamu harus pahami, bagaimanapun keadaan mu. Kamu bagian dari keluarga militer..!!" Pesan Bang Ricky kemudian mengambil rokok dari tangan Nindy. Ia pun masih sempat mengintip isinya yang hanya tersisa tiga batang saja lalu mengantongi nya.

"Om.. rokoknya jangan di hisap ya" kata Nindy.

"Kamu masih berani???? Masih ada rokok yang lain kalau kamu mau?" jawab Bang Ricky.

"Rokok apa Om?" Tanya Nindy dengan polos nya.

"Ya rokoknya Om Ricky" tapi sesaat kemudian, Bang Ricky tak melanjutkan jawabnya. Ekspresi wajah Nindy sudah merupakan jawaban bahwa gadis itu tidak 'seliar' yang ia pikirkan. "Habiskan, istirahat dulu sebelum pulang..!!"

"Iya Om"

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Iis Cah Solo

Iis Cah Solo

karepe rokokmu om...seneng mengko sampean...😂😂😂😂 ojo ndak digantung karo kakangne nindy.. ojo macam2 lo om...omm..😂😂😂

2023-09-27

0

rey

rey

woo marai saru bang rickyy🤣

2022-12-04

2

🅶🆄🅲🅲🅸♌ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠

🅶🆄🅲🅲🅸♌ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠

wkwkkwkw yg liat kayanya otaknya bang Rick nh...Ojo traveling bang lom waktunya😁😁😁

2022-11-26

1

lihat semua
Episodes
1 1. Sengit.
2 2. Anak luwak vs anak macan.
3 3. Tidak akur.
4 4. Tanggung jawab.
5 5. Rasa tak karuan.
6 6. Ingin mengenal mu lebih dekat.
7 7. Menutup masa lalu.
8 8. Demi keselamatan semua.
9 9. Tiada hari tanpa ribut.
10 10. Membawamu keluar dari masalah.
11 11. Survival dadakan ( 1 ).
12 12. Mendung.
13 13. Sabar menantimu.
14 14. Persiapan pulang.
15 15. Drama sebelum..
16 16. Tempat baru.
17 17. Dunia baru.
18 18. Sisi lain.
19 19. Perkenalan.
20 20. Yang tersembunyi.
21 21. Kesal.
22 22. Kata suami istri.
23 23. Berharap jadi yang terbaik.
24 24. Nindy membuat was-was.
25 25. Galaknya Om Ricky.
26 26. Galaknya Om Ricky ( 2 ).
27 27. Om Rickynya Nindy.
28 28. Yang di perjuangkan.
29 29. Meresahkan.
30 30. Belajar sabar.
31 31. Ingat kemarin.
32 32. Kasak kusuk.
33 33. Sabar tingkat tinggi.
34 34. Perasaan yang tersimpan dalam.
35 35. Perasaan tak tertebak.
36 36. Perjuangan.
37 37. Tragedi.
38 38. Kalau sudah sayang.
39 39. Menyadari kerinduan.
40 40. Aku manusia biasa.
41 41. Tentang rasa.
42 42. Cerita kita.
43 43. Mengalah.
44 44. Bang Ganesha.
45 45. Gara-gara I Love you.
46 46. Isi hati.
47 47. Ribut.
48 48. Mencari jalan keluar.
49 49. Cinta tulus.
50 50. Belum bisa tenang.
51 51. Damai.
52 52. Menjaga bumil.
53 53. Mati lampu.
54 54. Musibah.
55 55. Kehidupan yang sedang di jalani.
56 56. Tak kunjung stabil.
57 57. Pertemuan ( 1 ).
58 58. Kacau balau.
59 59. Sedalam lautan.
60 60. Isi hati Bang Ricky.
61 61. Pertemuan ( 2 ).
62 62. Dua hati yang patah.
63 63. Masih panas.
64 64. Semua terasa menyakitkan.
65 65. Ingin lepas
66 66. Panas.
67 67. Syok berat.
68 68. Nakal.
69 69. Nakal ( 2 ).
70 70. Ku harap kamu mengerti.
71 71. Penyelesaian.
72 72. End
Episodes

Updated 72 Episodes

1
1. Sengit.
2
2. Anak luwak vs anak macan.
3
3. Tidak akur.
4
4. Tanggung jawab.
5
5. Rasa tak karuan.
6
6. Ingin mengenal mu lebih dekat.
7
7. Menutup masa lalu.
8
8. Demi keselamatan semua.
9
9. Tiada hari tanpa ribut.
10
10. Membawamu keluar dari masalah.
11
11. Survival dadakan ( 1 ).
12
12. Mendung.
13
13. Sabar menantimu.
14
14. Persiapan pulang.
15
15. Drama sebelum..
16
16. Tempat baru.
17
17. Dunia baru.
18
18. Sisi lain.
19
19. Perkenalan.
20
20. Yang tersembunyi.
21
21. Kesal.
22
22. Kata suami istri.
23
23. Berharap jadi yang terbaik.
24
24. Nindy membuat was-was.
25
25. Galaknya Om Ricky.
26
26. Galaknya Om Ricky ( 2 ).
27
27. Om Rickynya Nindy.
28
28. Yang di perjuangkan.
29
29. Meresahkan.
30
30. Belajar sabar.
31
31. Ingat kemarin.
32
32. Kasak kusuk.
33
33. Sabar tingkat tinggi.
34
34. Perasaan yang tersimpan dalam.
35
35. Perasaan tak tertebak.
36
36. Perjuangan.
37
37. Tragedi.
38
38. Kalau sudah sayang.
39
39. Menyadari kerinduan.
40
40. Aku manusia biasa.
41
41. Tentang rasa.
42
42. Cerita kita.
43
43. Mengalah.
44
44. Bang Ganesha.
45
45. Gara-gara I Love you.
46
46. Isi hati.
47
47. Ribut.
48
48. Mencari jalan keluar.
49
49. Cinta tulus.
50
50. Belum bisa tenang.
51
51. Damai.
52
52. Menjaga bumil.
53
53. Mati lampu.
54
54. Musibah.
55
55. Kehidupan yang sedang di jalani.
56
56. Tak kunjung stabil.
57
57. Pertemuan ( 1 ).
58
58. Kacau balau.
59
59. Sedalam lautan.
60
60. Isi hati Bang Ricky.
61
61. Pertemuan ( 2 ).
62
62. Dua hati yang patah.
63
63. Masih panas.
64
64. Semua terasa menyakitkan.
65
65. Ingin lepas
66
66. Panas.
67
67. Syok berat.
68
68. Nakal.
69
69. Nakal ( 2 ).
70
70. Ku harap kamu mengerti.
71
71. Penyelesaian.
72
72. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!