Ibu mengantar putra dan menantunya dengan senyum sumringah. Para tetangga baik pun ikut mengantarkan keberangkatan Bang Ricky dan Nindy. Usia seumuran membuat sang ibu lebih nyaman berada di desa daripada mengikuti ajakan sang putra.
"Kami berangkat ya Bu"
"Iyaaa.. hati-hati ya. Kabari ibu kalau sudah sampai dan tiba di tempat tugasmu nanti..!!" Pesan ibu.
"Iya Bu. Assalamu'alaikum..!"
"Wa'alaikumsalam."
\=\=\=
Senyum Nindy merekah melihat mbak Maurin akan terbang bersamanya mengikuti Abang kandungnya pindah ke tempat dinas yang baru.
"Kamu naik duluan sama Mbak mu dek. Abang masih sibuk cek barang" kata Bang Ricky mengarahkan.
"Hmm.." jawab Nindy singkat.
Mbak Maurin mencolek lengan Nindy. "Kamu galak sekali dengan suamimu?"
"Karena Abang juga galak sekali. Nindy khan jadi takut. Kalau Nindy nggak galak, nanti Nindy di tindas dan bisa di apa-apakan orang mbak" bisik Nindy. "Sepertinya Mbak Maurin juga harus galak deh sama Bang Gana. Kalau mbak Maurin lembek saja.. mbak akan tersiksa."
"Gitu ya?" Maurin pun mengangguk mendengar ajaran sesat adik iparnya. "Tapi mbak nggak berani galak sama Abang"
"Harus berani mbak" Nindy pun memberi semangat.
Dari jauh Bang Brigas berjalan menghampiri Maurin. "Kantongi air minumnya di tasmu. Di atas pesawat militer nggak ada yang jual es teh. Kamu mabuk nggak??"
"Nggak Bang."
"Kamu bawa obat mabuk nggak dek?" Bang Brigas ganti menanyai adiknya.
"Nggak"
"Jangan-jangan kamu nggak bilang Ricky kalau kamu pemabuk berat"
"Tidak semua rahasia Nindy harus di ketahui orang" jawab Nindy dengan sombongnya.
"Eeehh kunyit. Mabuk udara itu aib.. bukan prestasi. Kalau kamu mabuk, semua orang bisa repot termasuk Ricky" gerutu Bang Brigas mulai gemas dengan tingkah nyeleneh Nindy.
Nindy tak peduli dan mengabaikan ucapan Bang Brigas.
"Terserah mu lah. Sabodo teuing lah. Abang nggak mau tau.. mau kamu mabuk, jungkir balik pun Abang nggak peduli" Bang Brigas meninggalkan Nindy yang masih santai menuju pesawat militer.
~
Pesawat sudah melambung. Bang Ricky, Bang Brigas dan Bang Ganesha sedang berbincang di sudut ekor pesawat.
"Titip Nindy ya Bang" pesan Bang Brigas.
"Amaaan.. asrama kita juga bersebelahan, apa yang kamu cemaskan?" Tanya Bang Ricky.
"Jelas saya cemas Bang, Nindy masih bodoh dan terus terang saya takut Abang.........."
Bang Ricky menepuk bahu Bang Brigas. "Saya hanya punya satu istri saja seumur hidup saya dan hanya akan ada satu nama Grah Kidung Arianindy di hati saya."
"Menyentuh sekali kata-kata Abang itu. Coba itu di lihat.. yang katanya pujaan hati Abang. Mabuk tuh Bang" sela Bang Ganesha.
"Allahu Akbar.. dek..!!!" Bang Ricky langsung berdiri dan mengambil alih Nindy yang sedang merepotkan Maurin.
...
Pesawat mendarat sempurna dan menepi menuju gedung bandara militer. Sudah banyak yang menunggu kehadiran komandan baru di apron bandara.
~
"Selamat sore. Selamat datang Komandan...!! Selamat datang ibu..!!" Para anggota menyapa Bang Brigas dan Bang Ganesha.
"Selamat sore" jawab Bang Brigas.
"Selamat sore Om" Maurin berdiri di belakang punggung Bang Brigas.
"Selamat sore" jawab Bang Ganesha sembari mengedarkan pandangan ke arah sekitar.
"Ijin Dan. Apa Letnan Ricky juga hadir bersama rombongan?" Tanya Sertu Irwanto.
"Iya, masih sibuk di dalam pesawat. Istrinya mabuk udara" jawab Bang Brigas. "Barang komandanmu bawa saja ke markas. Tinggalkan satu mudi, satu ajudan dan mobil. Nanti Letnan Ricky menyusul. Istrinya belum kuat jalan..!!"
"Siap..!!"
...
Om Ega melirik Nindy yang tertidur dalam dekapan Bang Ricky. Istri Komandan Kompi Markas Penyerang terlihat sangat muda.
"Berani kamu ulangi melihat istri kedua saya seperti itu, saya sikap kan kamu di bawah tiang bendera..!!!!" Tegur Bang Ricky.
"Siap salah Dan."
Om Munawar sampai gelisah ikut melirik cantiknya paras istri Danki.
"Kenapa?? Kamu heran setelah tau saya punya dua istri???" Bang Ricky pun menegur Om Munawar.
"Siap salah.."
...
"Pantas kemarin saya lihat nama istri Danki.. Grah Kidung .A. tapi ternyata yang di bawa Danki namanya Nindy. Jadi kita pakai nama Ibu Kidung Ricky atau pakai ibu Nindy Ricky??" Gumam Sertu Irwanto.
"Tapi Bang, Bu Nindy ini tinggal di asrama.. jadi secara otomatis ya kita menyapanya Bu Nindy Ricky" jawab Om Munawar.
"Kenapa Danki berani membawa istri keduanya ya. Lalu dimana istri pertamanya?" Tanya Om Ega.
Ketiga pria tersebut saling memandang.
"Biar itu jadi masalah Danki" kata Bang Irwanto.
...
Nindy melihat makanan yang di kirim anak buahnya karena mereka baru saja tiba dan pastinya belum ada bahan makanan untuk di masak.
"Masih mual nggak?" Tanya Bang Ricky. Makan dulu, nanti cepat minum obat..!!"
"Itu makanan apa Bang?" Tanya Nindy seakan tak berselera melihat makanan yang terhidang di atas meja lengkap dengan minuman dan camilan khas daerah setempat.
"Itu sayur umbut sawit, sate payau sama anggap aja itu kue lumpur" jawab Bang Ricky.
"Nindy nggak suka"
"Jangan bilang begitu. Kamu belum coba rasanya. Lagipula kamu mau makan apa? Daerah ini lumayan jauh dari kota. Besok kalau kita sudah belanja, terserah kamu mau masak apa. Masak batu kali pun nggak akan Abang larang"
Nindy melirik Bang Ricky dengan kesal. "Abang yakin makanan ini enak?"
Tanpa banyak bicara Bang Ricky menyuapi Nindy. Biasanya jika manusia sedang dalam keadaan lapar, makanan apapun akan menjadi terasa enak. "Enak nggak?"
"Hmm.. iya sih. Enak" jawab Nindy.
tok.. tok.. tok..
Kening Bang Ricky berkerut, entah siapa malam begini mengetuk pintu rumah nya. Ia pun berjalan membuka pintu.
"Abang??? Baru saya mau ke Mess transit Abang" kata Bang Ricky menyapa seniornya, Danki lama yang ia gantikan jabatannya.
"Ric, sebenarnya ada apa? benarkah kamu bawa istri keduamu?" Tanya seniornya.
Bang Ricky tersenyum tipis. "Abang dengar dari mana? Mudi dan ajudan baru saya?"
"Bukan, saya dengar dari Sertu Irwanto" jawab senior.
Senyum Bang Ricky menyeringai kesal. "Kita ini prajurit selalu punya dua istri. Istri yang selalu kita peluk dan satu lagi istri simpanan. Satu istri pertama yang selalu kita peluk dalam tugas, yang satu lagi kita simpan di rumah dan kita sayang sepanjang waktu"
"Owalaah Ric, sampai syok Abang dengarnya. Kalau begitu Abang juga punya istri simpanan" kata Bang Prasetya.
"Apa Mas????? Mas punya istri simpanan???"
"Astaghfirullah dek, nggak lah. Maksud Mas tuh........" Bang Prasetya kebingungan menghadapi sang istri. "Cckk.. kamu sih Ric.. Abang tertimpa masalah nih" gerutu Bang Prasetya yang akan menjabat sebagai KaIntel di Batalyon tempat Bang Brigas dan Bang Ganesh berdinas.
"Maaf mbak, saya baru tau lho kalau simpanan Bang Pras itu cantik."
"Ricky.. Ya Tuhan.. diamlah mulutmu itu..!!!" Tegur Bang Pras.
"Jadi benar Mas???" Tanya istri Bang Prasetya mengundang gelak tawa Bang Ricky.
"Nggaaaaakk..!!"
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Tavia Dewi
syukurin lo
2023-11-28
0
Iis Cah Solo
ya jelas istri pertama selalu dipeluk dibawakemana...mana...istri cantik ya dirumah..istri kedua ...istri pertama ...senjata..😂😂😂
2023-09-27
0
Qaisaa Nazarudin
Whaatt Ricky mempunyai dua istri?? yg bener aja??🤫🤫🤫Bukannya tentara gak boleh nikah lebih dari satu ya..??
2023-05-08
0