14. Persiapan pulang.

Bang Brigas sudah memasukan barang ke dalam kardus. Papa Arko melihat gelagat yang berbeda dari menantunya dan sebenarnya Papa Arko sudah paham alasan Bang Brigas menikahi Maurin putrinya.

"Papa tau kamu tidak mencintai Maurin. Papa sudah mengatakan untuk tidak menerima perjodohan ini. Alasan saya menerima perjodohan ini adalah karena nama baik Ayahmu, juga karena putri saya teramat mencintaimu. Jika mungkin nanti kamu tidak menginginkan dia, tolong kamu kembalikan pada saya. Ada empat Abangnya yang sangat menyayangi dia. Papa harap kamu tidak akan menyakiti fisik dan mentalnya, sebab.. sebelum kamu menikahinya.. saya lah yang mencintai dia. Gadis kecil saya" kata Papa Arko.

"Saya minta maaf kalau kata-kata saya akan menyakiti hati Papa, tapi.. terus terang saya memang belum mencintai putri Papa. Tapi saya tidak akan melakukan semua hal tersebut karena saya juga punya adik perempuan yang sangat saya sayangi. Saya juga punya perasaan.. belum cinta bukan berarti tidak cinta. Saya membawa Maurin ke tanah Kalimantan agar kami bisa saling belajar mencintai dan menyayangi" kata Bang Brigas.

"Baiklah.. bawalah Maurin bersama mu. Ke tanah leluhurnya karena Mamanya terlahir disana"

"Terima kasih banyak Pa"

Papa Arko menepuk bahu Bang Brigas lalu meninggalkan menantunya menata beberapa barang.

:

Bang Brigas membuka pintu kamar dan melihat Maurin sedang menyisir rambut indahnya.

"Sudah selesai Bang?" Sapa Maurin.

"Sudah. Kamu belum tidur?" Tanya Bang Brigas.

Maurin menggeleng lalu meletakan sisir di tempatnya.

Bang Brigas melangkah mendekati Maurin. "Kamu mau anak khan dek? Lebih cepat lebih baik..!!"

Maurin melirik tangan Bang Brigas yang melingkar pada pinggangnya.

"Apa Abang ikhlas?" Tanya Maurin.

"Ikhlas. Akan Abang usahakan agar secepatnya kamu bisa hamil" jawab Bang Brigas. Tidak ada yang tau dalam hati kecilnya pun juga menginginkan hadirnya seorang anak, tapi entah kenapa hatinya masih belum bisa menerima hadirnya Maurin dalam hidupnya. "Kita lakukan sekarang saja..!!" Meskipun belum ada cinta dalam hati Bang Brigas, namun dirinya pun paham bagaimana caranya meratukan seorang wanita. Ia segera beralih dan menggendong Maurin naik ke atas ranjang lalu dikecupnya kening Maurin dengan lembut.

//

Ibu tidak tega melihat Nindy masih saja tertidur. Badannya sedikit demam, sesekali istri Letnan Ricky itu merintih kesakitan.

"Apa yang terjadi tadi??? Kenapa malam sekali baru sampai di rumah??? Apa ada luka? Apa Nindy di patuk ular????" Berondong ibu mempertanyakan keadaan menantunya.

"Bu.. kalau tanya satu-satu..!! Nindy nggak apa-apa. Nggak di patuk ular juga. Cuma kena peluru nyasar dari senapan angin" jawab Bang Ricky.

"Ya Allah le, di hutan itu sudah di larang berburu, kawasan hutan itu juga sudah jarang di masuki warga. Kenapa masih saja ada yang berburu??" Ibu sangat prihatin sambil memijat kaki Nindy.

Bang Ricky salah tingkah sampai menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Merah di pipinya yang sedikit semu gelap membuat pipi Bang Ricky seakan memar di hantam. "Ya.. mungkin kawasan itu menyenangkan Bu, buat orang jadi penasaran."

Ibu melirik melihat gelagat 'putranya'. "Kamu apakan menantu ibu??"

"Nggak ada Bu"

"Kamu apakaaann??" Desak ibu.

"Aaahh ibu, masa nggak tau mesranya pengantin baru" jawab Bang Ricky dengan nakalnya menjawab pertanyaan sang ibu.

"Ya Allah Ricky.. kamu jangan macam-macam di dalam hutan leee.. Nindy ini gadis yang polos. Dia pasti kaget sekali"

"Cckk.. ibu mah nggak bisa di bercandain. Saya nggak buat apa-apa Bu. Nindy capek saja nggak biasa jalan kaki jauh begini" alasan Bang Ricky karena dirinya tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya pada ibunya.

"Ya sudah, kamu rawat Nindy baik-baik. Ibu mau siapkan hangatkan makan malam kalian. Sampai dingin begini makanan nya karena menunggu kalian."

***

Bang Ricky sesekali melirik Nindy yang sesekali masih meringis kesakitan. "Masih sakit?" Bisik Bang Ricky.

"Masih" jawab Nindy singkat tapi dirinya masih mau membuka mulutnya saat Bang Ricky menyuapinya makan.

"Abang minta maaf..!!"

"Memangnya kalau sudah minta maaf apa sakitnya jadi hilang?" Ucap ketus Nindy.

"Terus Abang harus bagaimana? Apa harus Abang jahit ulang apa yg sudah sobek?" Tanya Bang Ricky.

"Iya, Nindy nggak mau sama om-om"

"Mana sini.. Abang jahit ulang" Bang Ricky memegang ujung dress Nindy tapi Nindy menepaknya.

"Jangan sembarangan sama perawan Bang"

Seketika Bang Ricky menunduk menahan tawanya tapi dirinya masih menghargai kepolosan sang istri. "Oke maaf..!!" Bang Ricky menyulut rokok dengan tawa gelinya. "Kamu cepat tidur lagi. Makannya sudah habis nih.. nanti setelah subuh kita kembali pulang untuk persiapan pindah tugasnya Abang"

Baru saja Bang Ricky menutup mulutnya, Nindy sudah tertidur dalam keadaan duduk. Ia hanya bisa menarik nafas panjang lalu membuangnya perlahan. "Sepertinya capek sekali nih. Tidurlah dulu dek, detik waktu ini masih sangat panjang untuk di jalani"

Bang Ricky mendekati Nindy dan hendak mengecup bibir istri kecilnya namun tiba-tiba sang ibu muncul.

"Di kamar saja..!!"

Sontak suara itu mengagetkan Bang Ricky dan membuatnya kelabakan. "Oohh.. ehh.. anu Bu, ada nyamuk" alasan Bang Ricky gelagapan bingung menata posisi duduknya.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Pricecilia Doom

Pricecilia Doom

Abang Ricky yg sabar ya

2023-12-26

0

Tavia Dewi

Tavia Dewi

nafsu x abng ne

2023-11-28

0

Iis Cah Solo

Iis Cah Solo

iya bu...peluru nyasarnya bang ricky masuk kesemak...semak...😂😂😂😂😂

2023-09-27

0

lihat semua
Episodes
1 1. Sengit.
2 2. Anak luwak vs anak macan.
3 3. Tidak akur.
4 4. Tanggung jawab.
5 5. Rasa tak karuan.
6 6. Ingin mengenal mu lebih dekat.
7 7. Menutup masa lalu.
8 8. Demi keselamatan semua.
9 9. Tiada hari tanpa ribut.
10 10. Membawamu keluar dari masalah.
11 11. Survival dadakan ( 1 ).
12 12. Mendung.
13 13. Sabar menantimu.
14 14. Persiapan pulang.
15 15. Drama sebelum..
16 16. Tempat baru.
17 17. Dunia baru.
18 18. Sisi lain.
19 19. Perkenalan.
20 20. Yang tersembunyi.
21 21. Kesal.
22 22. Kata suami istri.
23 23. Berharap jadi yang terbaik.
24 24. Nindy membuat was-was.
25 25. Galaknya Om Ricky.
26 26. Galaknya Om Ricky ( 2 ).
27 27. Om Rickynya Nindy.
28 28. Yang di perjuangkan.
29 29. Meresahkan.
30 30. Belajar sabar.
31 31. Ingat kemarin.
32 32. Kasak kusuk.
33 33. Sabar tingkat tinggi.
34 34. Perasaan yang tersimpan dalam.
35 35. Perasaan tak tertebak.
36 36. Perjuangan.
37 37. Tragedi.
38 38. Kalau sudah sayang.
39 39. Menyadari kerinduan.
40 40. Aku manusia biasa.
41 41. Tentang rasa.
42 42. Cerita kita.
43 43. Mengalah.
44 44. Bang Ganesha.
45 45. Gara-gara I Love you.
46 46. Isi hati.
47 47. Ribut.
48 48. Mencari jalan keluar.
49 49. Cinta tulus.
50 50. Belum bisa tenang.
51 51. Damai.
52 52. Menjaga bumil.
53 53. Mati lampu.
54 54. Musibah.
55 55. Kehidupan yang sedang di jalani.
56 56. Tak kunjung stabil.
57 57. Pertemuan ( 1 ).
58 58. Kacau balau.
59 59. Sedalam lautan.
60 60. Isi hati Bang Ricky.
61 61. Pertemuan ( 2 ).
62 62. Dua hati yang patah.
63 63. Masih panas.
64 64. Semua terasa menyakitkan.
65 65. Ingin lepas
66 66. Panas.
67 67. Syok berat.
68 68. Nakal.
69 69. Nakal ( 2 ).
70 70. Ku harap kamu mengerti.
71 71. Penyelesaian.
72 72. End
Episodes

Updated 72 Episodes

1
1. Sengit.
2
2. Anak luwak vs anak macan.
3
3. Tidak akur.
4
4. Tanggung jawab.
5
5. Rasa tak karuan.
6
6. Ingin mengenal mu lebih dekat.
7
7. Menutup masa lalu.
8
8. Demi keselamatan semua.
9
9. Tiada hari tanpa ribut.
10
10. Membawamu keluar dari masalah.
11
11. Survival dadakan ( 1 ).
12
12. Mendung.
13
13. Sabar menantimu.
14
14. Persiapan pulang.
15
15. Drama sebelum..
16
16. Tempat baru.
17
17. Dunia baru.
18
18. Sisi lain.
19
19. Perkenalan.
20
20. Yang tersembunyi.
21
21. Kesal.
22
22. Kata suami istri.
23
23. Berharap jadi yang terbaik.
24
24. Nindy membuat was-was.
25
25. Galaknya Om Ricky.
26
26. Galaknya Om Ricky ( 2 ).
27
27. Om Rickynya Nindy.
28
28. Yang di perjuangkan.
29
29. Meresahkan.
30
30. Belajar sabar.
31
31. Ingat kemarin.
32
32. Kasak kusuk.
33
33. Sabar tingkat tinggi.
34
34. Perasaan yang tersimpan dalam.
35
35. Perasaan tak tertebak.
36
36. Perjuangan.
37
37. Tragedi.
38
38. Kalau sudah sayang.
39
39. Menyadari kerinduan.
40
40. Aku manusia biasa.
41
41. Tentang rasa.
42
42. Cerita kita.
43
43. Mengalah.
44
44. Bang Ganesha.
45
45. Gara-gara I Love you.
46
46. Isi hati.
47
47. Ribut.
48
48. Mencari jalan keluar.
49
49. Cinta tulus.
50
50. Belum bisa tenang.
51
51. Damai.
52
52. Menjaga bumil.
53
53. Mati lampu.
54
54. Musibah.
55
55. Kehidupan yang sedang di jalani.
56
56. Tak kunjung stabil.
57
57. Pertemuan ( 1 ).
58
58. Kacau balau.
59
59. Sedalam lautan.
60
60. Isi hati Bang Ricky.
61
61. Pertemuan ( 2 ).
62
62. Dua hati yang patah.
63
63. Masih panas.
64
64. Semua terasa menyakitkan.
65
65. Ingin lepas
66
66. Panas.
67
67. Syok berat.
68
68. Nakal.
69
69. Nakal ( 2 ).
70
70. Ku harap kamu mengerti.
71
71. Penyelesaian.
72
72. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!