3. Tidak akur.

Bang Brigas menangis meraung melihat jenasah Miranda. Ia meremas kain bercorak parang bubrah yang menutup jenasah Miranda. Tiga tahun menjalin kasih namun harus terpisahkan oleh maut dari Sang pemberi hidup. Hatinya begitu sakit. Ingin rasanya memeluk dan mencium Miranda untuk terakhir kalinya namun ia masih mengingat, posisinya bukanlah suami Miranda, dirinya tidak suci untuk wanita sebaik Miranda.

"Kenapa kamu tinggalkan Abang secepat ini?? Kita mau menikah dek?" Tangis Bang Brigas terdengar begitu pilu.

"Dia sedang hamil anakmu Gana" kata Papa Miranda membawa murka di hadapan Bang Brigas.

"Astagfirullah hal adzim.. benarkah itu Pak??" Sungguh kaget hati Bang Brigas hingga tangisnya terhenti. Banyak orang yang mendengar ucapan Papa Miranda. Peltu Bahri.

"Kamu pikir saya bohong??? Jangan mentang-mentang kamu seorang perwira lantas kamu bisa berbuat seenaknya terhadap almarhumah putri saya..!!" Bentak Peltu Bahri.

"Jangan katakan hal buruk di depan jenazah Pak..!!" Pinta Bang Brigas pada keluarga.

"Saya menuntut tanggung jawab..!!!!!!!"

"Papaaa.. sudah pa, jangan bicara lagi. Anak kita bukan hamil sama Lettu Brigas." Mama Miranda menangis semakin histeris. "Miranda hamil dengan pria lain"

"Apa maksudmu Maaa????"

~

Langkah Bang Brigas gontai menuju mobilnya.

"Sudah selesai? Maaf Abang nggak ikut kesana. Pakaian Nindy terlalu minim, dan lagi saya nggak mungkin meninggalkan Nindy sendiri......"

"Miranda hamil Bang" kata Bang Brigas memutus ucapan Bang Ricky.

"Serius???? Ceroboh sekali kamu Long..!!"

"Bukan sama Bang Kalong Bang, tapi sama pejantan lain" sambar Bang Setha.

"Jangan mengungkit masa lalu jenazah..!!" Pinta Bang Brigas kemudian segera masuk ke dalam mobil dan di susul Bang Setha. Bang Ricky akhirnya mengikuti dan mereka segera kembali pulang.

***

Nindy terbangun dan melihat dirinya masih berselimut jaket Bang Ricky. Udara terlalu dingin, ia pun kembali mengenakan jaket Bang Ricky. Nindy bangkit dan melihat Bang Setha tidur beralaskan karpet di lantai kamar mess.

"Bang Setha.. Nindy lapar" Nindy mencoba menggoyang lengan Bang Setha karena lapar tapi Abangnya itu terlalu pulas untuk tidur. Nindy pun keluar dari kamar. Mess bujangan perwira terasa sepi saat tengah malam.

Perlahan Nindy berjalan di lorong dan di sudut lorong, Nindy melihat ada sesosok pria sedang duduk merokok sendirian. Agaknya ia mengenali siapa pria tersebut.

"Ada apa keluar kamar di tengah malam? Ini sarang para pria tangguh" tegur Bang Ricky.

"Darimana om tau ada Nindy disini??" Tanya Nindy.

"Suara langkah kakimu seperti tikus sedang cari makan" jawab Bang Ricky.

"Nindy lapar. Dapurnya dimana?"

"Logistik di dapur sedang kosong. Ini tanggal tua. Besok baru isi. Kamu ikut saya..!!" Ajak Bang Ricky.

"Nggak aahh.. mau apa tengah malam ikut om-om???" Tolak Nindy.

"Saya ini om-om berkelas. Nggak selera main mata sama bocah yang nggak ada indahnya sama sekali. Tinggi sejengkal, dekil, dada rata, model sogokan WC siapa yang mau suka" ucap Bang Ricky tak main-main.

Nindy tak bisa terima begitu saja mendengar ucap Bang Ricky. Ia memegang kedua pundak Bang Ricky lalu melompat menghantam kening Lettu senior ketiga Abangnya.

duuuughhhh..

"Aduuuuhh.." pekik Bang Ricky mengusap kepalanya. "Awas kau ya, kalau nggak ingat kamu ini anak panglima, sudah ku pithes hidungmu yang pesek itu"

Nindy kembali memegang kedua bahu Bang Ricky, tapi kini Bang Ricky tak lagi kecolongan. Ia berbalik menyergap Nindy dan mendekapnya dari belakang. "Sebaiknya kamu lihat siapa lawanmu." Bang Ricky menyentil kening Nindy dengan jarinya.

"Awwwhh..!!!!!"

"Berani sekali kamu melawan om-om. Kalau om yang satu ini sudah bertindak, mabuk bener kamu ya..!!!!!" Ancam Bang Ricky dan hanya mendapat kedipan mata dari wajah polos gadis belasan tahun milik panglima. "Jadi nggak nih laparnya???"

Nindy tak menjawab saking syok nya tapi perut ramping Nindy sudah menjawab segalanya.

Bang Ricky segera melepas dekapannya. "Ayo ikut saya..!!"

:

"Selamat malam Dan..!!"

"Ijin Let..!!"

Sapa beberapa remaja yang masih belum tidur dan berada di sekitar warung tenda dadakan milik pakde penjual nasi goreng.

"Malam.. kalau sudah kenyang segera kembali ke barak..!! Kegiatan kalian sangat padat. Jaga kondisi..!!" Pesan Bang Ricky sembari menarik kursi untuk Nindy lalu mengarahkan Nindy memasukan kakinya agar paha gadis itu tidak terlihat. Syukurlah jaket Bang Ricky yang besar mampu sedikit menutup paha Nindy.

"Siaap..!!"

"Nasi gorengnya pedas nggak?" Tanya Bang Ricky menawari Nindy.

"Pedas om. Pedas sekali"

"Dua ya pakde. Satu pedas sedang, satu lagi nggak pedas" kata Bang Ricky.

"Iya Pak Ricky, ini siapa pak.. tumben bawa perempuan. Kandidat ya" tanya Pakde yang biasa akrab dengan para bujangan pun mulai kepo.

"Alhamdulillah pakde. Kandidat musuh" jawab Bang Ricky tenang.

Nindy melirik Bang Ricky dengan ekor matanya.

"Awas itu mata jadi juling" kata Bang Ricky.

Bibir Nindy mengikuti gaya bicara Bang Ricky seakan mengejek tanpa suara.

~

Tak lama nasi goreng mereka jadi. Pakde meletakan nasi goreng pedas di hadapan Bang Ricky dan nasi goreng tidak pedas di hadapan Nindy.

"Kok punya Nindy nggak pedas????" Protes Nindy.

Bang Ricky menyambar mangkok cabe rawit di tengah meja. "Jangan terlalu banyak makan pedas. Mulutmu itu sudah seperti cabai."

"Terus kenapa harus menawari Nindy segala???" Sekali lagi Nindy hanya bisa bersungut kesal. Tak lama tangannya meraba saku bajunya. Agaknya ia baru mengingat sama sekali tidak membawa uang.

"Basa basi lah, supaya terlihat pantas dan formalitas"

"Dasar om-om stress"

Bang Ricky tak peduli dengan ucapan Nindy dan tetap melanjutkan acara makannya seolah tak ada yang terjadi.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Haryani Ani

Haryani Ani

cocok mereka berdua, sama² pedes mulutnya

2025-02-07

0

Pricecilia Doom

Pricecilia Doom

memang cocok keduanya

2023-12-25

0

Erna Wati

Erna Wati

nti bucin loh

2023-11-21

0

lihat semua
Episodes
1 1. Sengit.
2 2. Anak luwak vs anak macan.
3 3. Tidak akur.
4 4. Tanggung jawab.
5 5. Rasa tak karuan.
6 6. Ingin mengenal mu lebih dekat.
7 7. Menutup masa lalu.
8 8. Demi keselamatan semua.
9 9. Tiada hari tanpa ribut.
10 10. Membawamu keluar dari masalah.
11 11. Survival dadakan ( 1 ).
12 12. Mendung.
13 13. Sabar menantimu.
14 14. Persiapan pulang.
15 15. Drama sebelum..
16 16. Tempat baru.
17 17. Dunia baru.
18 18. Sisi lain.
19 19. Perkenalan.
20 20. Yang tersembunyi.
21 21. Kesal.
22 22. Kata suami istri.
23 23. Berharap jadi yang terbaik.
24 24. Nindy membuat was-was.
25 25. Galaknya Om Ricky.
26 26. Galaknya Om Ricky ( 2 ).
27 27. Om Rickynya Nindy.
28 28. Yang di perjuangkan.
29 29. Meresahkan.
30 30. Belajar sabar.
31 31. Ingat kemarin.
32 32. Kasak kusuk.
33 33. Sabar tingkat tinggi.
34 34. Perasaan yang tersimpan dalam.
35 35. Perasaan tak tertebak.
36 36. Perjuangan.
37 37. Tragedi.
38 38. Kalau sudah sayang.
39 39. Menyadari kerinduan.
40 40. Aku manusia biasa.
41 41. Tentang rasa.
42 42. Cerita kita.
43 43. Mengalah.
44 44. Bang Ganesha.
45 45. Gara-gara I Love you.
46 46. Isi hati.
47 47. Ribut.
48 48. Mencari jalan keluar.
49 49. Cinta tulus.
50 50. Belum bisa tenang.
51 51. Damai.
52 52. Menjaga bumil.
53 53. Mati lampu.
54 54. Musibah.
55 55. Kehidupan yang sedang di jalani.
56 56. Tak kunjung stabil.
57 57. Pertemuan ( 1 ).
58 58. Kacau balau.
59 59. Sedalam lautan.
60 60. Isi hati Bang Ricky.
61 61. Pertemuan ( 2 ).
62 62. Dua hati yang patah.
63 63. Masih panas.
64 64. Semua terasa menyakitkan.
65 65. Ingin lepas
66 66. Panas.
67 67. Syok berat.
68 68. Nakal.
69 69. Nakal ( 2 ).
70 70. Ku harap kamu mengerti.
71 71. Penyelesaian.
72 72. End
Episodes

Updated 72 Episodes

1
1. Sengit.
2
2. Anak luwak vs anak macan.
3
3. Tidak akur.
4
4. Tanggung jawab.
5
5. Rasa tak karuan.
6
6. Ingin mengenal mu lebih dekat.
7
7. Menutup masa lalu.
8
8. Demi keselamatan semua.
9
9. Tiada hari tanpa ribut.
10
10. Membawamu keluar dari masalah.
11
11. Survival dadakan ( 1 ).
12
12. Mendung.
13
13. Sabar menantimu.
14
14. Persiapan pulang.
15
15. Drama sebelum..
16
16. Tempat baru.
17
17. Dunia baru.
18
18. Sisi lain.
19
19. Perkenalan.
20
20. Yang tersembunyi.
21
21. Kesal.
22
22. Kata suami istri.
23
23. Berharap jadi yang terbaik.
24
24. Nindy membuat was-was.
25
25. Galaknya Om Ricky.
26
26. Galaknya Om Ricky ( 2 ).
27
27. Om Rickynya Nindy.
28
28. Yang di perjuangkan.
29
29. Meresahkan.
30
30. Belajar sabar.
31
31. Ingat kemarin.
32
32. Kasak kusuk.
33
33. Sabar tingkat tinggi.
34
34. Perasaan yang tersimpan dalam.
35
35. Perasaan tak tertebak.
36
36. Perjuangan.
37
37. Tragedi.
38
38. Kalau sudah sayang.
39
39. Menyadari kerinduan.
40
40. Aku manusia biasa.
41
41. Tentang rasa.
42
42. Cerita kita.
43
43. Mengalah.
44
44. Bang Ganesha.
45
45. Gara-gara I Love you.
46
46. Isi hati.
47
47. Ribut.
48
48. Mencari jalan keluar.
49
49. Cinta tulus.
50
50. Belum bisa tenang.
51
51. Damai.
52
52. Menjaga bumil.
53
53. Mati lampu.
54
54. Musibah.
55
55. Kehidupan yang sedang di jalani.
56
56. Tak kunjung stabil.
57
57. Pertemuan ( 1 ).
58
58. Kacau balau.
59
59. Sedalam lautan.
60
60. Isi hati Bang Ricky.
61
61. Pertemuan ( 2 ).
62
62. Dua hati yang patah.
63
63. Masih panas.
64
64. Semua terasa menyakitkan.
65
65. Ingin lepas
66
66. Panas.
67
67. Syok berat.
68
68. Nakal.
69
69. Nakal ( 2 ).
70
70. Ku harap kamu mengerti.
71
71. Penyelesaian.
72
72. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!