5. Rasa tak karuan.

"Siap Panglima. Mohon ijin.. info kuliah untuk jurusan apa?"

"Hmm.. Nindy maunya jurusan perhotelan atau jadi pramugari" jawab Panglima.

"Ijin Dan, kedua profesi tersebut sedikit banyak rawan dengan tindak kejahatan. Apa mungkin tidak ada option lain, jurusan ekonomi atau mungkin hukum?" Ucap Bang Ricky.

"Saya nggak mau debat dengan putri saya. Awalnya malah dia minta jurusan bengkel dan jelas tidak mungkin saya meloloskan nya. Maka dari itu saya memberi saran dua jurusan tersebut." dari raut wajahnya, panglima seakan menyimpan resahnya.

Bang Ricky menyimpan senyumnya tak bisa membayangkan gadis seperti Nindy harus memegang peralatan berat perbengkelan. "Ijin Panglima, kalau boleh saya tau.. di Korea Mbak Nindy mengambil jurusan apa?"

"Ya perhotelan, setara dengan SMK. Maka dari itu saya mau dia mendalami jurusan nya. Terlebih yang mengarah pada pariwisata" jawab Panglima.

:

"Iiiihh.. Nindy nggak pengen di perhotelan lagi. Nindy mau coba kuliah perbengkelan..!!" Nindy mengembalikan seluruh brosur pada Bang Ricky.

"Nindy.. kamu perempuan...!!!!" Ayah Wira sampai pusing tujuh keliling memikirkan putrinya.

Tak lama dering ponsel Ayah Wira berbunyi. Ayah Wira memberi kode agar Bang Ricky meng-handle masalah putrinya dan segera menjauh.

"Apa kamu tau dasar mesin dan perbengkelan?" Tanya Bang Ricky.

"Jelas saja..!! Setiap manusia harus mengambil keputusan dengan menyesuaikan kemampuan diri" jawab Nindy dengan percaya diri.

"Baiklah, ikut saya ke seksi angkutan. Ada mesin motor roda tiga tua yang rusak, silakan kamu perbaiki jika memang kamu merasa mampu." Ajak Bang Ricky.

...

Bang Ricky terus memperhatikan Nindy, sebenarnya tidak ada yang rusak dari motor roda tiga tersebut, hanya saja Bang Ricky memang ingin menguji seberapa keahlian seorang Nindy.

"Sepertinya nggak ada yang rusak" kata Nindy padahal putri Panglima belum melihat secara detail mesin motor roda tiga tersebut.

"Masa sih? Tapi motor ini tidak bisa jalan" Bang Ricky sengaja memasang raut wajah serius. Nindy pun ikut serius dan memperhatikan motor tersebut.

"Selamat siang, Ijin Dan. Ada laporan yang perlu di tanda tangani..!!" Kata Prada Dito, ajudan Bang Ricky.

"Mana laporannya??"

"Ijin.. ada di ruangan komandan"

"Kenapa nggak di bawa kesini sih Dit.. saya malas jalan ke ruangan" namun kaki Bang Ricky melangkah menuju ruangannya.

Duaaaaarrrrr....

Bang Ricky terkejut bukan main dan refleks menoleh ke arah suara. Lebih terkejut lagi saat mendapati Nindy terpental dan terkapar beberapa meter dari motor roda tiga tua tersebut.

"Nindyyyyy..!!!!!"

...

"Sudah Rick.. kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri. Memang Nindy yang b***h" kata Panglima.

"Iya Bang, ini bukan salah Abang"

"Kalau saja saya lebih waspada, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi Long" ucap sesal Bang Ricky.

"Yang salah memang Nindy Bang, bisa-bisanya ngintip tangki bahan bakar pakai korek api" Bang Ganesha pun tidak mendukung tingkah konyol sang adik.

Beberapa detik kemudian Nindy mulai tersadar. Kepalanya terluka sampai memar, tangannya pun lecet.

Mama Nasha memeluk putri kecilnya. "Alhamdulillah sudah sadar nak"

"Badan Nindy sakit Ma"

"Bagaimana nggak sakit, badanmu terhantam begitu. Makanya mikir lah kamu. Masa tangki bahan bakar di intip pakai korek api???" Bang Setha menggeleng cemas.

Panglima mengambil sebuah kursi tak jauh dari tempat duduk sang istri lalu meminta Bang Ricky untuk duduk. Ajudan baru nya itu sangat syok hingga wajahnya memucat. "Nindy nggak apa-apa. Kamu nggak usah mikir lagi. Saya tidak menyalahkan kamu Rick."

"Siap Panglima."

Panglima membuka sebotol air mineral kemasan lalu memberikannya pada Bang Ricky. "Kamu ini menyergap musuh, melawan bandit, menghajar orang sampai babak belur juga nggak pernah gemetar, kenapa lihat Nindy jatuh saja sampai lemas begini?"

Bang Ricky segera meneguknya hingga isinya tersisa seperempat botol. Setelah lumayan lega, Bang Ricky pun bersuara. "Ijin.. mereka laki-laki sedangkan Nindy perempuan. Saya nggak bisa bayangkan bagaimana sakitnya badan Nindy"

Seisi ruangan tersebut terkecuali Nindy yang kembali tertidur.

...

Nindy memalingkan wajahnya saat Ayah Wira meminta 'Om' Ricky menjaga kamarnya. Bibi sedang pulang kampung, Ayah dan Mama terbang ke luar Jawa karena ada kunjungan kerja, ketiga Abangnya sibuk sendiri dan Ayah merelakan dirinya di jaga ajudan yang paling tidak di sukai.

"Kenapa tidak Bang Revan saja yang menjaga Nindy?" Tanya Nindy saat Bang Ricky datang usai membawa air hangat untuk mengompres memar di kening Nindy.

"Nggak usah mikir macam-macam. Revan mau menikah dengan Adelia. Kamu di larang keras mengganggu hubungan mereka" ucap tegas Bang Ricky.

"Jadi berita itu benar Om?"

"Mana ada pernikahan pura-pura" jawab Bang Ricky. "Lagipula apa yang kau cari dari Revan? Reputasi saya di kalangan gadis-gadis juga tidak kalah tenarnya"

"Kalau Om memang tenar, kenapa sampai sekarang belum menikah?" Pertanyaan Nindy itu terdengar menyindir Bang Ricky secara telak.

Untuk sejenak Bang Ricky terdiam. "Karena banyak wanita yang tidak memahami arti 'wanita'nya, tidak menghargai usaha keras pria yang ingin membahagiakan dirinya dan mengkhianati pria yang siang malam bekerja menepis rasa lelah, menolak hujan dan teriknya matahari karena ingin menghalalkan wanitanya dengan cara yang patut"

"Kalau Om saja sekasar itu, mana ada gadis yang mau." Celoteh Nindy.

Bang Ricky tersenyum simpul. "Tergantung seperti apa gadisnya. Kalau seperti mu, ya jelas saja harus di 'kasari'..!!"

"Iiihh jahat. Biar apa coba?"

"Biar Allah yang meridhoi, mudah-mudahan jadi anak yang sholeh dan sholehah"

Mata Nindy berkedip-kedip tak bisa menerka ucapan Bang Ricky.

"Cepat tidur, jangan merepotkan saya. Saya banyak urusan"

"Om mau kemana?" Tanya Nindy.

"Mau ikut??????" Bang Ricky memasang wajah serius. "Saya sakit perut"

Nindy memalingkan wajahnya dengan kesal.

'Ya Allah, ayunee.. dulu Bu Wira makan apa?'

Bang Ricky segera keluar dari dalam kamar rawat Nindy. Hatinya berdebar tak karuan, bahkan mengusapnya pun belum juga meredakan desiran dalam dada. "Sadar Rick.. anake Panglima" gumam Bang Ricky.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Erna Wati

Erna Wati

promosi ni yee

2023-11-21

0

Erna Wati

Erna Wati

hah kan benar,ha ha ha,aduh thor bru siap makan tp ketawa trs

2023-11-21

0

Erna Wati

Erna Wati

geli aku bacanya,kekeh sndri,ha ha

2023-11-21

0

lihat semua
Episodes
1 1. Sengit.
2 2. Anak luwak vs anak macan.
3 3. Tidak akur.
4 4. Tanggung jawab.
5 5. Rasa tak karuan.
6 6. Ingin mengenal mu lebih dekat.
7 7. Menutup masa lalu.
8 8. Demi keselamatan semua.
9 9. Tiada hari tanpa ribut.
10 10. Membawamu keluar dari masalah.
11 11. Survival dadakan ( 1 ).
12 12. Mendung.
13 13. Sabar menantimu.
14 14. Persiapan pulang.
15 15. Drama sebelum..
16 16. Tempat baru.
17 17. Dunia baru.
18 18. Sisi lain.
19 19. Perkenalan.
20 20. Yang tersembunyi.
21 21. Kesal.
22 22. Kata suami istri.
23 23. Berharap jadi yang terbaik.
24 24. Nindy membuat was-was.
25 25. Galaknya Om Ricky.
26 26. Galaknya Om Ricky ( 2 ).
27 27. Om Rickynya Nindy.
28 28. Yang di perjuangkan.
29 29. Meresahkan.
30 30. Belajar sabar.
31 31. Ingat kemarin.
32 32. Kasak kusuk.
33 33. Sabar tingkat tinggi.
34 34. Perasaan yang tersimpan dalam.
35 35. Perasaan tak tertebak.
36 36. Perjuangan.
37 37. Tragedi.
38 38. Kalau sudah sayang.
39 39. Menyadari kerinduan.
40 40. Aku manusia biasa.
41 41. Tentang rasa.
42 42. Cerita kita.
43 43. Mengalah.
44 44. Bang Ganesha.
45 45. Gara-gara I Love you.
46 46. Isi hati.
47 47. Ribut.
48 48. Mencari jalan keluar.
49 49. Cinta tulus.
50 50. Belum bisa tenang.
51 51. Damai.
52 52. Menjaga bumil.
53 53. Mati lampu.
54 54. Musibah.
55 55. Kehidupan yang sedang di jalani.
56 56. Tak kunjung stabil.
57 57. Pertemuan ( 1 ).
58 58. Kacau balau.
59 59. Sedalam lautan.
60 60. Isi hati Bang Ricky.
61 61. Pertemuan ( 2 ).
62 62. Dua hati yang patah.
63 63. Masih panas.
64 64. Semua terasa menyakitkan.
65 65. Ingin lepas
66 66. Panas.
67 67. Syok berat.
68 68. Nakal.
69 69. Nakal ( 2 ).
70 70. Ku harap kamu mengerti.
71 71. Penyelesaian.
72 72. End
Episodes

Updated 72 Episodes

1
1. Sengit.
2
2. Anak luwak vs anak macan.
3
3. Tidak akur.
4
4. Tanggung jawab.
5
5. Rasa tak karuan.
6
6. Ingin mengenal mu lebih dekat.
7
7. Menutup masa lalu.
8
8. Demi keselamatan semua.
9
9. Tiada hari tanpa ribut.
10
10. Membawamu keluar dari masalah.
11
11. Survival dadakan ( 1 ).
12
12. Mendung.
13
13. Sabar menantimu.
14
14. Persiapan pulang.
15
15. Drama sebelum..
16
16. Tempat baru.
17
17. Dunia baru.
18
18. Sisi lain.
19
19. Perkenalan.
20
20. Yang tersembunyi.
21
21. Kesal.
22
22. Kata suami istri.
23
23. Berharap jadi yang terbaik.
24
24. Nindy membuat was-was.
25
25. Galaknya Om Ricky.
26
26. Galaknya Om Ricky ( 2 ).
27
27. Om Rickynya Nindy.
28
28. Yang di perjuangkan.
29
29. Meresahkan.
30
30. Belajar sabar.
31
31. Ingat kemarin.
32
32. Kasak kusuk.
33
33. Sabar tingkat tinggi.
34
34. Perasaan yang tersimpan dalam.
35
35. Perasaan tak tertebak.
36
36. Perjuangan.
37
37. Tragedi.
38
38. Kalau sudah sayang.
39
39. Menyadari kerinduan.
40
40. Aku manusia biasa.
41
41. Tentang rasa.
42
42. Cerita kita.
43
43. Mengalah.
44
44. Bang Ganesha.
45
45. Gara-gara I Love you.
46
46. Isi hati.
47
47. Ribut.
48
48. Mencari jalan keluar.
49
49. Cinta tulus.
50
50. Belum bisa tenang.
51
51. Damai.
52
52. Menjaga bumil.
53
53. Mati lampu.
54
54. Musibah.
55
55. Kehidupan yang sedang di jalani.
56
56. Tak kunjung stabil.
57
57. Pertemuan ( 1 ).
58
58. Kacau balau.
59
59. Sedalam lautan.
60
60. Isi hati Bang Ricky.
61
61. Pertemuan ( 2 ).
62
62. Dua hati yang patah.
63
63. Masih panas.
64
64. Semua terasa menyakitkan.
65
65. Ingin lepas
66
66. Panas.
67
67. Syok berat.
68
68. Nakal.
69
69. Nakal ( 2 ).
70
70. Ku harap kamu mengerti.
71
71. Penyelesaian.
72
72. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!