Jangan berlebihan memberi respon pada cerita Nara. Ikuti alurnya dan percayakan pada author nya.
🌹🌹🌹
Nafas Bang Ricky terdengar berat, sesaat kemudian Bang Ricky melemah dan tidak sadarkan diri.
...
"Hanya kelelahan saja, tidak ada hubungannya dengan luka memar di tubuh dan tidak ada tanda pemakaian obat terlarang" kata dokter.
"Alhamdulillah" Panglima merasa lega mendengarnya.
"Tapi mbak Nindy ada." Jawab dokter pribadi mengagetkan seisi rumah termasuk Mama Nasha. "Tapi saya akan menutup masalah ini Pertama.. luar negeri adalah tempat yang rawan akan hal ini, kedua.. Mbak Nindy adalah korban dan masih bisa di sembuhkan. Kita akan berjuang bersama" saran dokter Arsyil.
"Nindyyy.. kamu sudah membuat ayahmu sakit hati nak." Ayah Wira meremas dadanya yang tiba-tiba terasa sakit dan akhirnya tersungkur sampai Bang Revan menahannya.
"Ayaaahh..!!!" Mama Nasha sampai terpekik syok.
"Cepat tolong Panglima Ar..!!!!!!" Perintah Bang Revan.
...
Panglima sudah sadar, ia melihat Bang Ricky masih terbaring di sofa dengan jarum infus menusuk punggung tangan. Mungkin karena terlalu lelah hingga saat ini Bang Ricky belum juga sadar.
Pandangan itu beralih pada Nindy yang duduk menunduk tak jauh dari Bang Ricky.
Bang Ganesha sudah melangkah maju kemudian di ikuti Abang kembarnya. Agaknya mereka tidak ingin sang Ayah memberi hukuman lebih pada adik perempuan mereka satu-satunya.
"Kalian ayah besarkan bukan untuk melawan ayah"
"Saya tau yah" jawab Bang Brigas.
"Adikmu itu salah. Mau tidak mau dia harus menerima akibat dari perbuatannya." Kata Ayah Wira meskipun hatinya terasa sakit dan tidak tega.
Tak lama Bang Ricky mengerjab. Ia segera mengambil posisi duduk saat melihat panglima berada tidak jauh darinya.
"Tidur saja. Kondisi mu belum pulih" kata Mama Nasha.
"Siap ibu. Terima kasih. Saya sudah sehat" jawab Bang Ricky dengan ekor mata sedikit melirik Nindy.
"Kamu kembali ke luar negeri, kamu harus menjalani rehabilitasi..!!!!!" Ucap ayah Wira dengan berat hati.
"Yaaaahh.. biar Nindy disini saja..!!" Pinta Mama Nasha.
"Saya juga tidak setuju Yah" Bang Setha ikut angkat bicara.
Bang Ricky sejenak terdiam. Hatinya sudah terasa remuk hancur lebur mengingat semua racauan Nindy. Bang Ricky berdiri kemudian menarik nafas dan membulatkan tekad. "Saya Lettu Rakyan Ger Saba.. mohon ijin untuk menikahi putri Panglima..!!"
Seisi ruangan melongo tidak terkecuali Nindy sendiri.
"Apa-apaan kamu Ricky.. duduk..!!!! Ngelindur kena obat kamu ya..!!" Gerutu Ayah Wira.
"Siap.. ijin.. secara sadar saya berniat menikahi putri Panglima..!!"
"Ikut saya ke ruangan...!!!" Perintah Panglima.
...
"Kamu macam-macam dengan putri saya??"
"Ada banyak hal yang tidak bisa seluruhnya saya utarakan. Biarlah segalanya hanya Tuhan dan saya yang tau.. yang bisa saya pastikan saat ini. Saya tidak pernah melakukan sesuatu di luar batas kewajaran" jawab Bang Ricky.
"Kalau kamu tidak mengakuinya, saya akan memutasi kamu ke pelosok..!!"
"Pengobatan Nindy butuh proses yang panjang. Tidak hanya penetralnya yang mampu mengembalikan semua tapi juga keadaan mental Nindy harus di pulihkan"
"Apa maksudmu???? Kalau bicara jangan setengah-setengah. Saya tetap ayah kandung Nindy. Saya berhak tau keadaan putri saya..!!!!!!!!" Bentak Panglima.
"Siap.. Saya tidak memungkiri dan tidak bisa mengubah kenyataan itu. Tapi ada batas waktu kita sebagai laki-laki untuk memeluk putrinya. Kini saya memohon keikhlasan Panglima, saya memintanya secara baik-baik. Jika Panglima tidak mengijinkan.. saya tidak akan memaksa, tapi saya akan membawa Nindy pergi..!!"
"Astagfirullah hal adzim.. kamu mengancam saya Rick..!!" Panglima sungguh geram. Ia tak meragukan ajudan pilihannya, tapi jika sampai sang ajudan melakukan hal seperti ini.. maka ada sesuatu hal ( besar ) yang sedang di sembunyikan.
"Ijin.. saya tidak mengancam. Saya meminta putri Panglima secara baik-baik"
"Baik-baik gundhulmu..!!! Kamu menekan saya..!!!" Bentak Ayah Wira.
...
Tersisa para Abang Nindy karena Bang Revan tidak ingin ikut campur dalam acara keluarga besar.
"Nggak.. Nindy masih bocah" tolak Bang Brigas.
"Dia mandi saja masih belum bisa benar mengeringkan rambut."
"Abang bakalan makan hati kalau nikah sama anak-anak" imbuh Bang Ganesha.
"Bang ipar. Saya.. Rakyan Ger Saba tak akan menyesali keputusan yang sudah saya buat. Usia hanyalah angka. Kedewasaan tidak dapat di ukur dari banyaknya angka. Saya akan menyayangi dan mencintai Nindy sepenuh hati dan akan Insya Allah akan membimbingnya dengan cara yang patut"
"Melakukannya tidak semudah mengucapkannya Bang..!!" Kata Bang Brigas lagi.
"Nindy masih tujuh belas tahun dan ketiga Abangnya belum ada yang menikah. Jadi Nindy tidak bisa menikah." Panglima pun menegaskan alasan pribadi dirinya.
Mama Nasha sampai menangis memikirkan nasib putrinya.
"Saya sudah punya Navilla Yah" jawab Bang Setha.
"Saya punya pacar, tapi ikatan dinas saya belum selesai. Tunggu beberapa bulan lagi." alasan Bang Ganesha.
"Menikahlah dengan Maurin le"
"Saya nggak kenal Maurin Ma. Saya hanya akan menyakiti dia saja"
Mama sudah ambruk lemas, tak sanggup lagi berpikir tentang putrinya.
"Maaa..!!" Bang Brigas yang sangat menyayangi mamanya itu tak tega melihat sang Mama.
"Semua anak sama di mata Mama. Tapi adikmu butuh bantuan le. Kita tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Hati wanita tidak seperti hati pria yang lebih banyak menyimpan perasaan sedalam lautan. Bang Ricky pasti punya alasan mengapa melakukan hal ini." ucap Mama yang lebih memahami seluruh situasi.
Bang Brigas menunduk tak sanggup melihat tangis sang Mama.
"Maurin suka sama kamu sejak lama Bang. Bahkan sebelum kamu memutuskan berpacaran dengan Miranda. Hanya karena kamu, dia ingin mengakhiri hidupnya dalam diam"
Bang Brigas benar-benar tidak mengetahui apa yang terjadi pada Maurin. Yang ia tau, Maurin adalah gadis pecicilan tak karuan, tak ubahnya tingkah Nindy yang kekanakan sedangkan ia memilih Miranda yang menurutnya lebih dewasa dan keibuan namun semua kandas setelah mengetahui segala kebenaran tepat saat Miranda telah tiada.
Bang Brigas menggenggam tangan sang Mama. "Baiklah Ma, Abang mau menikahi Maurin. Abang yakin pilihan Mama yang terbaik"
Mama mengecup kening Bang Brigas. "Terima kasih banyak ya le...!!"
"Sama-sama Ma"
"Jadi bagaimana Yah?"
"Ricky boleh menikahi Nindy hanya setelah Brigas menikah..!!!!" Ucap tegas Ayah Wira.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
titiek
kyknya Nindy hamil
2024-10-29
0
Qaisaa Nazarudin
Cih nikannya sebelum2 ini kamu gak suka Nindy dan ngehina Nindy dgn sebutan mcm2 mu,,gak mungkin dlm waktu berapa hari langsung sayang dan cinta,cepet banget cintanya,..😏😏
2023-05-08
1
Qaisaa Nazarudin
Kalo meminta dgn baik2 kamu harus jujur sgn panglima,walau bagaimana pun beliau harus tau keadaan putri nya yg sebenarnya,sebagai ortu dia berhak tau,Rickyyyy…🤦🏻♀️🤦🏻♀️🤦🏻♀️
2023-05-08
0