Mengajari Salsa

Perpustakaan sekolah SMA Huiming.

Di mana Salsa dan Arka sedang duduk di sofa perpus, Arka akan mulai mengajari Salsa hari ini juga.

"Aku perlu memahami sejauh mana kemampuan matematika mu. Kau coba kerjakan soal ini." ucap Arka memberi tugas pada Salsa.

"Tampak nya harus di mulai dari pelajaran kelas 10." ucap Arka yang menatap Salsa ke bingungan melihat tugas yang di berikan nya.

"Yang di kata kan Ryan tidak salah, dengan pelajaran ku yang tertinggal bahkan dewi pun tidak bisa membantu ku." keluh Salsa.

"Aku sangat penasaran, di mana saja kau menghabis kan waktu mu?" tanya Arka.

"Ayah dan Ibu ju sekarang tidak ada di rumah. Semua waktu ku di habis kan untuk memasak makanan Ryan, si tukang makan itu. Jadi, terkadang aku akan begadang untuk belajar. Sehingga membuat ku tertidur di kelas dan terus terulang." ucap Salsa.

"Apa kah kau punya tujuan?" tanya Arka lagi.

"Asal kan bisa menjauh dari Ryan, walau pun aku harus kuliah di kutub selatan aku akan bersedia." jawab Salsa mantap.

Arka tertawa kecil mendengar penuturan Salsa. "Tujuan mu hanya satu ini saja?" ucap nya.

"Lalu," Salsa membayang kan menikah dengan Kenzo di masa depan. "Tidak ada lagi." lanjut nya.

"Aku akan menulis daftar buku untuk mu. Sebenar nya matematika tidak sesulit itu, hanya perlu di mulai dari pemikiran logis. Ini." ucap Arka lalu menyerah kan buku yang sudah dia tulis nama buku apa saja yang harus Salsa pelajari.

Di saat Salsa membaca buku yang tadi Arka tulis, di belakang ras buku ada Ryan yang sedang membaca buka yang di pegang Salsa. Ryan berniat mengambil buku yang Salsa perlu kan, yang ada di perpus. Supaya Salsa ke susahan untuk belajar dari buku kelas 10, karena buku nya tidak ada.

"Banyak sekali, apa kah aku bisa?" tanya Salsa ragu pada diri nya sendiri.

"Ke mampuan prmahaman mu kuat, hanya perlu lebih fokus saja." jawab Arka.

"Baik lah, semangat." ucap Salsa menyemangati dir nya.

Sekarang Ryan sedang meminjam buku, karena dia sudah mendapat kan semua buku yang di cari Salsa.

"Apa kah kau yakin mau meminjam semua buku ini?" tanya Guru petugas perpus pada Ryan.

"Iya." jawab Ryan singkat.

Dia yang melihat Salsa dan Arka sedang mencari buku pun, dia segera menutupi wajah nya dengan satu buku yang dia pinjam agar tidak ketahuan Salsa dan Arka. Kalau dia mengikuti mereka berdua.

"Guru, wali kelas ada urusan mencari ku, buku nya akan ku ambil nanti." lalu Ryan pun pergi dari perpus agar tidak ketahuan.

Salsa dan Arka masih mencari buku yang mereka cari, padahal buku nya sudah di ambil semua oleh Ryan.

"Apa kah antusiasme belajar murid kelas 10 begitu tinggi? Semua sudah habis di pinjam." ucap Salsa yang masih mencari cari buku. "Dua hari ini, aku akan mencari cara mengumpul kan semua materi. Terima kasih sudah mengajari ku." lanjut nya.

"Aku punya semua materi ini. Apa kah kau punya waktu akhir pekan ini? Kita bisa pergi ke cafe depan sekolah, untuk mengajari mu." ucap Arka.

"Baik, aku akhir pekan ada waktu." ucap Salsa. Mereka berdua pergi dari kampus. Ternyata tanpa mereka sadari, sedari tadi Ryan menguping pembicaraan mereka.

Ryan pun mulai mebayang kan jika nanti, Salsa dan Arka hanya belajar berdua saja di cafe depan sekolah. Ryan membayang kan, tiba tiba Arka mengajak Salsa berdansa setelah mereka selesai belajar. Ryan yang kesal karena membayang kan Salsa yang sedang berduan dengan arka, tanpa dia sadari dia membanting buku ke meja. Padahal kan dia masih di perpus.

"Teman, tolong jangan ribut di perpus." tegur petugas. Ryan pun pergi pulang, dia sedang membututi Salsa yang ada di depan nya.

...Bersambung... ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!