"Guru, jika anda tidak percaya pada ku. Anda bisa menyuruh nya untuk mengerjakan nya sekali lagi." ucap Ryan lagi.
"Salsa Billa, apakah kau bersedia?" tanya Guru pada Salsa.
Salsa yang tadi nama nya di panggil langsung berdiri. "Aku...." Salsa terdiam
"72 poin aja sudah mencapai KKM."
"Ujian ulang dia juga berada di tempat terakhir."
"Murid seperti nya bagaimana mungkin bisa mendapatkan 102 nilai ujian?"
Ryan yang melihat Salsa terdiam karena penuturan beberapa teman nya pun, akhir nya Ryan menghampiri Salsa yang masih setia terdiam diri. Setelah sampai di samping Salsa, Ryan pun langsung memeluk narik langsung untuk ke depan menghadap langsung ke Guru.
"Aku juga tidak percaya."
"Dia benar benar akan mengerjakan ulang?" (bisik bisik tetangga masih lanjut ya guys)
Setelah Salsa tepat berada di depan, Guru pun langsung angkat bicara.
"Aku akan memberikan mu soal ujian baru. Soal nya berbeda tapi kesulitan nya hampir sama." ucap Guru itu pada Salsa..
Ryan pun menatap ke arah Salsa yang hanya terdiam. "Kau pasti bisa melakukan nya, aku percaya pad mua." ucap Ryan tulus memberi semangat untuk Salsa.
"Murid yang lain belajar lah sendiri. Salsa, ikut lah ke kantor dengan ku." ajak Guru.
"Tidak apa apa, aku akan pergi dengam mu." ucap Ryan lembut. Ryan pun langsung menarik tangan Salsa, membawa nya ke kantor Guru.
Setelah sampai di kantor Guru, Salsa langsung mengerjakan soal ujian di awasi oleh Guru dan Ryan yang ada di depan nya. Setelah beberapa menit kemudian, akhir nya Salsa selesai mengerjakan ujian ulang nya. Guru, Salsa, dan Ryan kembali menuju kelas 12-5.
"Nilai Salsa sudah keluar, 105 poin." ucap Guru memberi pengumuman. Setelah Guru berucap semua murid bertepuk tangan, mengapresiasi nilai Salsa yang baru pertama kali nya bagus.
"105 poin."
"Hebat."
"Bagaimana dia bisa mendapatkan nilai setinggi itu?"
"Salsa mengerjakan ujian dengan baik kali ini." ucap Guru.
"Terima kasih, Pak." kata Salsa dengan senyum tipis nya.
"Seperti adik mu, Ryan Ren lumayan banyak membantu mu." ucap Guru lagi.
Salsa pun tersenyum dan menoleh ke arah Ryan yang hanya terdiam. (Definisi cowok dingin, jadi mempertahan raut muka nya yang tanpa expresi🤣)
"Baik, kalian berdua kembali duduk. Buka halaman 12 dari buku teks." ucap Guru memberi perintah.
***
Hari sudah mulai gelap, Ryan dan Salsa pun sedang berjalan menuntun sepeda nya menuju rumah.
Di tengah tengah jalan tiba tiba Salsa berhenti menghadap Ryan, membuka tas nya dan mengambil kotak makan yang berisikan buah.
"Ini, buah untuk mu." ucap Salsa dengan menyodorkan kotak buah itu pada Ryan. Dan akhir nya Ryan pun mengambil nya, dan mulai membuka kotak bekal yang berisikan buah itu.
"Lagi lagi ada tomat nya? Seperti nya juga bukan sepenuh nya tak berguna." ucap Ryan. Lalu menutup kotak buah.
"Itu... Terima kasih." tutur Salsa.
"Terima kasih untuk apa?" tanya Ryan.
"Catatan bahasa Inggris ku di coret coret sampai kacau oleh mu. Jadi, aku hanya bisa melihat sebagian kecil. Tapi tak ku sangka ternyata masih bisa mendapatkan nilai setinggi itu. Seolah olah setiap soal berhasil di tebak oleh mu." ucap Salsa dengan senyum manis nya.
"Hapus kata "seolah olah" ." protes Ryan
" Bagaimana pun, terima kasih. Karena kau aku tidak perlu lagi menetap di kelas 12." ucap Salsa tulus.
"Delapan hidangan." ucap Ryan.
Biasa lah Ryan paling gila masakan Salsa, jadi Salsa harus berterima kasih dengan menambah menu bukan hanya kata terima kasih saja.
"Tentu saja tidak bisa." ucap Salsa.
"Lalu kau bisa nya berapa?" tanya Ryan.
"Paling sedikit 18 hidangan." ucap Salsa dengan senyum lebar nya.
"Ok." kata Ryan singkat.
Salsa saking seneng nya ampe gak sadar dir, sekarang udah males dia bikin 18 menu hidangan kelar sampe jam berapa. Pasti besok telat berangkat sekolah lagi, terus di jalan ngedumel mulu.
Mereka berdua pun melanjutkan jalan nya untuk menuju pulang ke rumah.
***
Keesokan harinya
"Bisa bisa nya tadi malam aku membuat 18 hidangan untuk nya." gerutu Salsa sambil berlari karena takut telat masuk sekolah.
"Ryan Ren." teriak Salsa. Tiba tiba Ryan yang menaiki sepeda berhenti di depan nya.
"Kau memanggil ku?" tanya Ryan.
"Kau iblis, jika kau mematikan alrm lagi, aku akan..." ucapan Salsa terhenti karena sudah kehabisan kata kata untuk adik nya yang laknat itu.
"Sudah berdering lima kali dan kau tidak bangun. Berisik sekali." ucap Ryan santai.
Salsa pun tidak meladeni Ryan lagi, dan mulai berlari. Ryan yang melihat Salsa mulai berlari, dia pun menyusul nya dan mengayuh sepeda nya dengan pelan. Sengaja untuk menggoda Salsa, siapa tau dia mau nebeng. Padahal apa salah nya kalo langsung nawarin🤦 susah kalo yang nama nya Ryan takut image dingin nya cair.
"Ryan Ren, aku sekarang akan memberi mu kesempatan untuk mengubah diri." kode Salsa. Dah lah sama aja cewek nya pun.
"Aku akan mengantarkan mu, tetapi harus ganti teman sebangku mu. Aku jamin kau tidak akan terlambat hari ini." ucap Ryan memberi tawaran. Nama nya Ryan mana ada yang gratis pasti ada mau nya.
"Kau ini seenak nya saja menyuruh ku." ucap Salsa kesal dengan penurunan Ryan. Pasal nya Ryan menyuruh nya untuk ganti teman itu duduk dengan nya, padahal sudah tau Salsa tidak mau dekat dengan nya. Di rumah aja udah bikin darting tiap hari, masa di sekolah pun harus entar yang ada mati berdiri.
"Tidak terima?" tanya Ryan santai.
"Kau sesuka nya bilang ganti, apa kah aku harus selalu menuruti mu?" cibir Salsa.
"Tidak mau ganti juga tidak ap apa. Naik bus saja." ucap Ryan yang kelewat santai. Padahal sebentar lagi telat masuk sekolah mereka malah ngobrol di tengah jalan. Di sela obrolan mereka tiba tiba Silvi datang dari belakang sambil berlari.
"Apa yang kalian lakukan di tengah jalan? Cepat sebentar lagi terlambat, serigala siang bolong pasti sudah keluar." tegur Silvi pada mereka berdua.
"Berhenti." ucap Ryan pada Silvi.
Silvi yang mendengar suara Ryan langsung berhenti berlari. Silvi pun menengok ke belakang melihat Ryan.
"Naik sepeda." ucap Ryan menyuruh Silvi.
"Hah," beo Silvi.
"Ingin terlambat, ya?" tanya Ryan.
Silvi pun langsung menghampiri Ryan dan duduk di boncengan nya. "Terima kasih." ucap nya.
"Sampai jumpa." ucap Silvi dengan melambaikan tangan nya ke arah Salsa.
***
Kelas 12-5
Keisya sekarang sedang berada di depan kelas nya bersama Guru BK. Dia di hukum karena hari ini dia terlambat.
...Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments