Kenzo Falentino

RUMAH

Di mana, Salsa sedang berada di kamar nya, dan dia duduk di meja belajar nya yang berhadapan langsung dengan jendela.

"Tahun ketiga, dua target. Pertama keluar dari cengkraman si setan Ryan." ucap Salsa.

Dia pun mengambil kertas dari laci. Kertas yang berisikan catatan urutan, dari mulai siswa paling pintar ke bawah. Dan dia melihat perbedaan tingkat nya, dan Ryan sangat lah jauh.

"Berbeda 532 peringkat. Aku tidak percaya, kalo aku tidak bisa masuk Universitas yang jauh dari setan itu." ucap nya ketika dia melihat berbedaan, nilai nya yang sangat jauh dengan Ryan. "Tapi, dengan nilai ku ini, apa aku bisa masuk Universitas?" keluhnya.

Tiba tiba dia tersenyum melihat bingkai foto yang berisikan Ryan, diri nya, dan juga Kenzo Falentino yang tak lain, adalah cowok yang di sukai Salsa.

"Target kedua." ucap nya sambil menutup sebelah bingkai foto, yang bergambar kan Ryan dengan telapak tangan nya.

Dan dengan tiba tiba, Ryan pun masuk ke dalam kamar Salsa, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dan dengan sengaja, dia pun mengambil bingkai foto yang di pegang oleh Salsa tadi.

Saking kaget nya, Salsa dia pun reflek langsung berdiri berhadapan dengan Ryan.

"Kau sedang apa disini?" tanya nya sambil mengambil secara kasar bingkai yang di ambil oleh Ryan.

"Apa perlu melamun seperti itu? Hanya karena bingkai foto." ucap Ryan, karena sebelom Ryan menghampiri Salsa, dia secara diam diam memperhatikan Salsa. Sebelom mengambil bingkai foto yang di pengan oleh Salsa.

"Memang nya kenapa? Aku hanya melihat foto lelaki yang ku sukai. Kau iri?" tanya Salsa ketus.

"Kenzo memang lebih ganteng, dan lembut dari mu. Permainan basket nya juga lebih hebat dari mu. Apa lagi senyuman nya, sekali aku melihat langsung membuat hati ku meleleh." ucap Salsa sebelom Ryan menjawab pertanyaan nya.

"Kalau memuji orang lain, tidak perlu di bicarakan di depan ku." ucap Ryan dengan nada dingin. (ya elah bilang aja cemburu🤣)

"Aku mau memberi tahukan mu, nanti sore ke lapangan basket liat aku bermain." ucap nya lagi.

"Sudah ku bilang, aku tidak bisa pergi. Aku ada kelas tambahan." kata Salsa.

Ting Ting

Longceng sepeda pun mengalihkan perhatian mereka berdua. Dengan kompak, mereka melihat dari balik jendela. Untuk melihat ke bawah, siapa yang baru saja membunyikan lonceng sepeda. (Oh yah kamar Salsa ada di lantai atas yah)

Dan dengan senyum merekah, Salsa melihat dari balik jendela. Bahwa, yang barusan membunyikan lonceng adalah Kenzo. Pemuda tampan yang sangat di sukai nya.

"Kenzo Falentino." ucap Salsa dengan senyum lebar nya.

Dari bawah, Kenzo bisa melihat di jendela atas, ada Salsa yang sedang melihat nya. Dia pun secara tiba tiba melambaikan tangan nya.

"Hai." sapa Kenzo.

Saking seneng nya, Kenzo tiba tiba datang dan menyapa nya. Membuat Salsa jadi salah tingkah, dan tidak langsung menjawab sapaan nya.

Karena Ryan, melihat Salsa yang hanya terdiam, dengan ke salah tingkahan nya dia pun mulai berucap.

"Yah sudah, kalau tidak mau pergi. Kelas tambahan juga penting." jawab nya yang sebelom Kenzo datang. Ia sempat meminta, Salsa untuk datang ke lapangan basket tapi malah dia tolak, karena alesan ada kelas tambahan.

Dengan perlahan, Ryan pun melangkah untuk keluar dari kamar Salsa. Namun langkah nya terhenti karena ucapan Salsa yang tak lain kakak angkat nya.

"Tidak, tidak. Aku putuskan menjadi kakak yang baik, aku mau menyaksikan saat saat membanggakan adik ku mendapat kan gelar juara. Kenapa masih berdiri di sini? Aku mau ganti baju sana, sana, keluar!." ucap nya berubah pikiran, karena dia baru tau bahwa Kenzo akan ikut dalam pertandingan basket juga.

Salsa pun mendorong badan Ryan, untuk keluar dari kamar nya. Setelah Ryan keluar Salsa pun menutup pintu kamar nya dengan rapat.

Dia pun menuju lemari, untuk melihat lihat baju yang akan dia pilih, untuk di pakai nya, untuk melihat pertandingan basket adik angkat, dan lelaki yang di sukai nya itu.

***

RUANG TAMU

Disitu ada Ryan dan juga Kenzo yang sedang duduk santai di sofa, sambil menikmati acara televisi.

DAPUR

Dimana Salsa sudah rapih dengan baju nya. Dan baru selesai membuat kan kue, untuk di nikmati oleh mereka ber tiga.

Kenzo pun berdiri dengan tiba tiba. Saat dia melihat, Salsa menuju ke ruang tamu dengan membawa nampan berisikan kue.

"Salsa, sini aku bantu." ucap Kenzo memberi bantuan. Salsa pun memberi nampan nya kepada Kenzo, untuk di letakan di meja ruang tamu.

"Terima kasih." ucap Salsa.

"Kau sibuk dari tadi, membuat ku tidak enak hati." ucap Kenzo karena dia merasa tidak enak. Karena kehadiran nya, Salsa jadi repot repot bikin kue.

Ryan yang sedari tadi hanya terdiam, dan tiba tiba merilik mereka ber dua dengan tatapan tajam. Namun yang di tatap, tidak melihat nya sama sekali.

"Kalau begitu aku makan, ya?" ucap Kenzo meminta izin, untuk memakan kue bikinan Salsa.

"Kau makan lah lebih banyak, jangan sungkan." jawab Salsa.

"Aku coba sedikit. Lumayan enak." kata Kenzo di sertai pujian nya.

"Kau buat sendiri?" ucapnya lagi dengan sedikit basa basi. Salsa pun hanya mengangguk pelan.

"Hebat sekali." ucap Kenzo

"Kenzo, apa kau tidak mengerti apa kata arti "enak"? " tanya Ryan tanpa melirik Kenzo. Ryan yang sedari tadi hanya terdiam, akhir nya membuka suara nya.

"Tidak kok, kakak mu memang sangat hebat. Masakan nya enak, juga sangat pintar. Kalau ada orang yang setiap hari, memaksakan makanan yang enak untuk ku. Aku pasti akan rajin untuk bangun pagi, karena tidak sabar untuk segera memakan masakan nya." jawab Kenzo dan secara tidak langsung, dia pun memuji masakan Salsa.

Karena masakan nya yang di puji oleh Kenzo, Salsa pun dengan tidak sadar langsung tersenyum.

"Kalau begitu, kau boleh sering sering datang." ucap Salsa

"Pasti." jawab Kenzo

"Kalau menonton pertandingan, tunjukkan ketulusan mu. Apa sudah membuat poster dukungan?" sindir Ryan karena dia mulai panas. Karena melihat, ke akraban mereka berdua.

"Oh iya, aku lupa." ucap Salsa karena dia baru sadar, apa yang di ucapkan oleh Ryan itu benar. "Kalau begitu, aku membuat poster dukungan dulu. Sampai jumpa di lapangan basket." ucap nya sambil meminta izin, untuk pamit. Bikin poster dukungan, sebelom berangkat ke lapangan basket.

"Ok, sampai jumpa di lapangan basket." ucap Kenzo.

Salsa pun hanya mengangguk kecil, sebagai respon. Lalu pergi berlari menuju kamar nya. Untuk membuat poster.

SELAMAT MALEM🤗 INI NOVEL KE 2 KU YAH JANGAN LUPA MAMPIR YANG KE PERTAMA JUGA😊

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!