Kepulangan Ayah dan Ibu

Flasback On

Di mana Salsa kecil dan Ryan kecil sedang bermain ayunan bersama.

"Terbanglah!" ucao Ryan kecil dengan mengayun ayunan yang di duduki Salsa. Salsa pun tertawa dengan riang.

Namun tiba tiba ada anak laki laki gembul yang menghampiri mereka. (Anak kecil seumuran mereka juga ya guys)

"Anak kurus, turun kau. Biarkan aku bermain." ucap anak gembul itu.

"Jangan menganggu kakak ku." ucap Ryan kecil sambil mendorong tubuh anak gembul itu.

"Dia bukan lah kakak mu!" ucap anak gembul itu mendorong balik Ryan, hingga tersungkur ke tanah.

Ryan kecil pun menangis karena dorongan anak gembul yang terlalu keras. Mungkin tenaga nya besar sedangkan Ryan kurus kering dah kaya keripik😁. Salsa Kecil yang melihat Ryan kecil tersungkur pun berdiri untuk melawan anak gembul.

"Polisi datang untuk menangkap mu!" ucap nya bohong. Lalu anak gembul itu pun berlari karena takut di tangkap oleh polisi.

Salsa kecil pun menghampiri Ryan kecil untuk membantu nya berdiri.

"Adik pintar, jangan nangis lagi." ucap Salsa kecil untuk menenangkan Ryan kecil.

"Ini salah ku karena tidak bisa mengalahkan nya." ucap Ryan kecil.

"Makan lah dengan banyak, agar kau cepat tumbuh. Maka kau akan bisa melindungi kakak." ucap Salsa kecil.

"Tapi bagaimana aku baru bisa tumbuh dengan cepat? Kakak bantu aku." tutur Ryan kecil.

"Aku akan berusaha belajar memasak, dan membuat mu menjadi kuat." jawab Salsa kecil.

"Janji kelingking." ucap Ryan kecil meminta janji. Dan mereka pun menyatukan jari kelingking nya.

Flasback Off

Setelah beberapa menit duduk di bangku taman, akhir nya Salsa memutuskan untuk segera pulang.

***

Di rumah, lebih tepat nya dapur. Di mana Ayah Revan dan Ibu Rini sedang masak bersama. Yang tak lain adalah orang tua dari Ryan.

"Istri ku," panggil Ayah Ryan pada istri nya. "Tolong bantu aku merabus rebung dulu." lanjut nya.

"Rebung, ya?" tanya Ibu Rini. "Rebung, aku tidak tau Rebung yang mana." jawab nya.

"Lupakan saja. Bantu bawa keluar hidangan ini saja, aku yang melakukan sisa nya." ucap Ayah Revan.

"Baik aki pandai dalam hal ini." ucap Ibu Rini senang. Maksud nya dia pandai menata hidangan yah, tapi tidak untuk masak.

Di saat Ayah dan Ibu sedang berada di daput, tiba tiba Salsa pulang. Ia pun di buat senang dan kaget, karena Ayah dan Ibu pulang tanpa mengabarin nya.

Saking senang nya mendengar suara yang ia rindu kan, Salsa pun berlari menuju Ibu nya dan memeluk nya.

"Ibu," panggil Salsa dengan riang lalu memeluk Ibu nya.

"Putri Kesayangan ku." ucap Ibu di sela pelukan mereka.

"Aku sangat merindukan mu." tutur Salsa.

"Ibu juga sangat merindukan mu. Cepat pergi cuci tangan mu, sebentar lagi akan makan malam cepat pergi." ucap Ibu. Setelah mengucapkan itu Ibu pun melepaskan pelukan mereka.

Salsa pun pergi ke dapur dan menyapa Ayah nya.

"Ayah," sapa Salsa.

"Salsa sudah kembali." ucap Ayah basa basi.

"Terima kasih sudah bekerja keras, keahlian memasak ayah paling hebat di dunia." puji Salsa pada Ayah.

"Ayah membuat banyak makanan yang enak untuk mu hari ini." ucap Ayah lembut.

"Terima kasih Ayah." ucap Salsa sambil merangkul lengan Ayah nya.

Singkat cerita akhir nya, mereka ber4 sudah berada di meja makan bersiap untuk makan.

"Ayo, Salsa. Makan daging, dan makan lah lebih banyak." ucap Ibu mengambilkan daging untuk Salsa.

"Kau ini, kenapa tidak memberi tahu ku kalau Ayah dan Ibu sudah pulang?" tanya Salsa pada Ryan yang memang duduk di samping nya.

"Bukan kah kau akan tahu sendiri setelah pulang?" ketus Ryan. Salsa yang kesal dengan jawaban Ryan dia pun tidak meladeni nya lagi.

"Ketika berada di london, makanan sehari hari kalau bukan ikan goreng pasti kentang goreng. Orang luar negeri menggunakan kompor induksi untuk memasak apa pun. Menurut mu, bagaimana mungkin tidak menggunakan api langsung untuk menumis dan memasak. Salsa, menurut mu bagaimana benar kan?" tanya Ayah. Salsa pun mengangguk kecil menanggapi penuturan Ayah nya tentang di London.

"Tapi, suasana budaya di Eropa cukup bagus. Kalian berdua harus belajar dengan giat mulai sekarang, setelah kalian lulus Ayah dan Ibu akan menghadiahi kalian bertamasya ke luar negeri." ucap Ibu memberi penawaran agar anak anak nya makin giat belajar.

"Ok, Ibu." ucap Salsa dengan senyum lebar.

"Dengan bahasa Inggris nya yang seperti itu, dia pasti akan tersesat di luar negeri." ledek Ryan pada Salsa.

"Aku bisa memasak, bagaimana pun aku tidak akan mati kelaparan. Malah diri mu yang hanya bisa menunggu di layani." cibir Salsa.

"Salsa, Ryan. Ayah dan Ibu belakangan ini sangat sibuk sehingga tidak bisa mengurus rumah. Jadi, kalian harus belajar menjaga diri kalian sendiri. Terutama kau?" ucap Ayah dengan menunjuk Ryan. Untuk lebih menjaga diri karena lambung nya yang sering kambuh.

"Lihat lah betapa patuh nya, Salsa. Dia selalu menyibukkan diri dengan pekerjaan rumah tangga setiap hari. Betapa manis nya putri kesayangan Ibu." puji Ibu. Yang bangga melihat Salsa patuh dalam tugas nya. "Apakah itu menunda banyak waktu belajar mu?" lanjut nya bertanya pada Salsa.

"Iya, percintaaan dini memang membuang banyak waktu." bukan Salsa yang menjawab melainkan Ryan.

" Percintaaan dini?" tanya Ibu pada anak anak nya.

"Aku tidak melakukan itu. Bicara sembarangan kau." ucap Salsa kesal. Maksud nya dia gak melakukan pacaran yah lebih tepat nya Hidden Love sama Kenzo.

"Kau melakukan nya." ucap Ryan santai.

"Kau yang sebarangan, karena mengadu duluan. Ok tunggu saja." ucap Salsa lalu pergi menuju kamar nya, untuk mengambil buku catatan tentang perilaku Ryan.

"Apa itu?" tanya Ayah setelah Salsa kembali membawa buku catatan.

"Selama sebulan Ayah dan Ibu melakukan perjalanan bisnis. Ryan sembarangan meletakkan kaos kaki 13 kali, membuat ku terlambat 18 kali, dan masuk ke kamar ku 7 kali. Lalu, juga tidak mematikan tv setelah menonton." ucap Salsa membaca isi buku catatan yang dia tulis.

"Kau tidak pandai matematika, biar aku yang menghitung nya untuk mu." ledek Ryan mereka paksa buku catatan Salsa.

"Kau! Tidak butuh bantuan mu! Aku sudah menghitung lima kali dalam kalkulator." jawab Salsa merebut kembali buku nya.

"Ryan, sudah berapa kali Ibu beritahu. Harus mengalah pada Salsa." tegur Ibu pada Ryan.

"Tapi, Salsa. Prestasi akademik yang baik atau buruk, bukan lah satu satu nya patokan untuk menilah seorang pelajar. Satu satu nya harapan ayah, yaitu bisa melihat mu tumbuh dengan sehat, aman, dan bahagia." ucap ayah.

...Bersambung... ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!