Hadiah Yang di Tolak

Karena Ryan yang berada di belakang sudah panas mendengar obrolan Salsa dan Arka, akhir nya dia melempar kertas ke arah Salsa. Kertas yang ia remas remas menjadi bulatan.

"Siapa?.." ucapan Salsa terhenti. Setelah dia menengok ke belakang, dan melihat ternyata yang meninpuk nya adalah Ryan.

Ryan yang tidak merasa bersalah sama sekali melewati Salsa begitu saja.

"Takdir yang sangat buruk, memiliki adik seperti nya." gerutu Salsa.

***

Kantor Guru

Kenzo yang datang ke kantor Guru langsung menghampiri Ryan, yang sedang mengoreksi kertas ujian. Dengan membawa makanan dan meletakkan nya di atas meja Guru.

"Apa ini?" tanya Ryan tidak menoleh sama sekali ke arah Kenzo.

"Tiga jenis tumisan sayur. Rice Bowl ter'enak di depan gerbang sekolah." jawab Kenzo.

"Berasa seperti makanan kucing, dengan minyak selokan. Aku lebih baik mati kelaparan." tolak Ryan. Pasal nya dia sangat sangat jarang makan makanan luar, dia selalu makan masakan Salsa setiap hari nya.

"Makan lah sedikit. Siapa lagi yang seberuntung diri mu, ada orang yang memasak untuk mu setiap hari nya." sindir Kenzo.

"Maksud mu, Salsa Billa?" tanya Ryan.

"Hemm," ucap Kenzo singkat. Karena dia sedang makan makanan yang dia bawa.

"Dia sangat bodoh dalam segala hal, tetapi masakan nya masih bisa di terima." kata Ryan jujur. Pasal nya makanan Salsa itu sangat enak, mangka nya dia jarang makan di luar kalau tidak terpaksa.

"Cepat cicipi lah. Nasi ini rasa nya sangat enak." tutur Kenzo. Namun Ryan tidak menggubris nya. "Sudah kelas 12, apakah kau punya rencana?" lanjut nya bertanya pada Ryan.

"Ujian Nasional." jawab Ryan singkat.

"Apakah yang kau katakan omongan kosong? Kirana dan aku akan mendaftar ke universitas yang sama. Kau dan Salsa seharus nya tidak bisa masuk ke universitas yang sama, kan?" tanya Kenzo.

Ryan yang mendengar penuturan Kenzo pun langsung menoleh ke arah nya, dan menatap Kenzo dengan mata tajam nya.

"Demi makanan ku, dia harus pergi kemana pun aku pergi." ucap Ryan santai.

"Terserah kau saja lah." ucap Kenzo mengalah karena dia tidak ingin ribut dengan Ryan.

Ryan pun terdiam, dan mengingat ucapan yang di katakan Arka kepada Keisya. Ia kesal mengingat ucapan Arka, ia pun reflek mengambil makanan yang di bawakan oleh Kenzo. Lalu memakan nya dengan kesal.

Ryan kesel nya beda kalo orang lain kesel kan gak mood makan, lah ini malah langsung ambil makanan yang Kenzo bawa yang kata nya seperti makanan kucing.

Kenzo pun terheran heran melihat Ryan, yang tiba tiba memakan makanan yang di bawa nya. Kenzo hanya tersenyum melihat Ryan yang tiba tiba menoleh ke arah nya.

"Aku hanya takut membuang buang makanan." elak Ryan.

***

"Lagu berikut ini, di pesan oleh Silvi untuk Ryan."

Para murid yang mendengar pengumuman itu langsung heboh, Salsa, Ryan, Kenzo dan Dio yang sedang menaiki tangga pun terhenti. Karena Silvi berdiri di tengah tengah tangga, dengan tangan memegang box sepatu menunggu kedatangan Ryan. Setelah beberapa menit akhir nya Ryan berada di depan nya.

"Ryan, ini untuk mu." ucap Silvi dengan menyodorkan box sepatu itu ke arah Ryan. Namun Ryan tidak menggubris nya ia hanya terdiam. Maklum lah cowok dingin, tapi kalo di deket Salsa songong nya ngada lawan.

"BUKA DAN LIHATLAH." itu lah teriakan dari para murid yang sedang menonton mereka.

Setelah beberapa menit terdiam akhir nya, Ryan menjawab karena dia merasa risih dengan teriakan teriakan teman satu sekolah nya itu.

"Tidak perlu, terima kasih." tolak Ryan datar.

"Kau rekan satu tim Ryan Ren, kan? Untuk mu saja, semoga kamu suka dengan hadiah pertemuan ini." ucap Silvi menyodorkan box sepatu itu ke arah Kenzo. Jadi Kenzo sama Ryan itu beda kelas, tapi mereka satu tim basket.

"Untuk ku?" tanya Kenzo, dan ia pun langsung membuka box sepatu itu. "Bukan kah ini tipe yang sangat sulit di beli?" lanjut nya.

"Aku ingat itu sepatu edisi terbatas."

"Iri sekali melihat nya"

Itu lah bisik bisik para tetangga yang masih terdengar oleh Ryan.

"Aku pergi dulu." ucap Ryan sambil menepuk bahu Kenzo lalu pergi begitu saja. Ia terlalu jengah berlama lama di kerumunan banyak siswa siswi.

Setelah Ryan pergi para siswa siswi pun bubar. Hanya tersisa, Kenzo, Salsa, Dio dan Silvi saja.

"Maaf. Ukuran nya tidak tepat, terima kasih." tolak Kenzo halus lalu mengembalikan box sepatu itu. Dan pergi meninggalkan mereka bertiga.

"Salsa adik mu Ryan sepanjang siang ini, menghancurkan dua bisnis ku. Yang pertama tidak membiarkan ku duduk dengan mu, membuat ku kehilangan informasi gosip satu miliar. Kedua, Silviana mengambil sepatu paling mahal dari ku untuk nya, juga gagal. Aku rugi dua miliar, menurut mu bagaimana ini?" ucap Dio panjang lebar. Memang terdengar lebay mau heran tapi gimana yah soal nya dia Dio. Mencari keuntungan tanpa modal, karena kepopuleran Ryan yang banyak di cari gosip nya.

"Aku..." Salsa pun tak bisa berkata kata mendengar penuturan Dio.

"Menurut mu bagaimana?" tanya Dio lagi pada Salsa.

Salsa yang melihat Silvi tiba tiba pergi langsung menyusul nya. Ia pun menghadang jalan Silvi.

"Teman sekelas, aku minta maaf. Adik ku memang tidak tau etika, mungkin dia merasa hadiah mu terlalu mahal, jadi dia tidak enak untuk menerima nya. Jika kau ingin memberi nya hadiah, kau bisa memberi nya buku catatan, kertas coretan atau yang lain." tutur Salsa pada Silvi. Memberi penjelasan kenapa Ryan menolak hadiah Silvi

"Jaman sekarang masih bermain kakak adik? Kenapa kau ada dimana mana? Ini terlalu konyol." ketus Silvi karena dia tidak tau kalo memang mereka berdua kakak beradik. Yah walaupun beda ortu.

"Apa? Kita memang kakak adik yang tumbuh bersama, hanya saja tidak ada hubungan darah." tutur Salsa jujur.

"Aku bersaksi." ucap Dio yang tiba tiba nyember udah kek petir.

Silvi pun tersenyum mendengar penuturan Salsa, dia pun reflek memberi box sepatu ke arah Dio. Lalu menarik Salsa untuk di bawa nya berbincang bincang.

"Ternyata anggota keluarga sendiri, kakak. Kalau begitu apa yang dia sukai?" tanya Silvi.

"Nanti akan aku beri tahu, sekarang kita masuk kelas terlebih dahulu kerena sebentar lagi bell masuk." ucap Salsa.

Mereka pun akhir nya berjalan menuju kelas, lalu duduk di bangku mereka masing masing. Setelah beberapa menit akhir nya Guru datang.

"Topik ujian hari ini? Cita cita. Tema nya mengarang bebas tanpa ada batasan jumlah kata. Permintaan nya adalah, harus menuliskan pemikiran kalian yang sebenar nya." ucap Guru itu memberi penjelasan tetang ujian kali ini.

...Bersambung... ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!