Kantin, SMA Huiming.
Di mana Ryan Ren makan satu meja dengan Kenzo, sedang kan Salsa makan satu meja dengan Arka. Ryan Ren menatap sinis Salsa yang sedang makan satu meja dengan Arka, namun Salsa tidak menghirau kan tatapan itu.
"Terima kasih untuk hari ini." ucap Salsa dengan memberi kan paha ayam ke piring Arka.
"Kita adalah teman, tidak perlu seperti ini." ucap Arka.
"Teman?" tanya Salsa memasti kan.
"Apa kah bukan?" tanya balik Arka.
"Ah iya, iya." jawab Salsa sembari mengangguk dan di iringi senyuman nya yang lebar. "Maaf, karena sebelum nya kau bilang tidak suka berteman, jadi perasaan ku tiba tiba sedikit campur aduk." lanjut nya.
"Ayo, makan paha ayam." ajak Salsa pada Arka. Arka pun hanya mengangguk sebagai respon.
"Apa kah kau biasa nya memasak?" tanya Arka. Salsa mengangguk kecil. "Hebat sekali." lanjut Arka.
Di meja sebelah lebih tepat nya meja Ryan, tiba tiba Silvi datang lalu duduk di sebelah Ryan.
"Bukan kah hanya sepotong paha ayam saja?" tanya Silvi yang melihat Ryan tidak suka Salsa memberi kan paha ayam nya kepada Arka. namun pertanyaan Silvi tidak di gubris oleh Ryan mau pun Kenzo. Lalu Silvi mengambil paha ayam di piring Kenzo, dan di beri kan nya kepada Ryan.
"Kau juga punya." ucap Silvi yang di kira Ryan pengen paha ayam.
"Ini paha ayam ku." protes Kenzo yang paha ayam nya di ambil Silvi untuk Ryan.
"Jangan bicara." ucap Silvi mengintimidasi.
Ryan sedang melihat Salsa sinis. Karena Salsa mengeluar kan rumput laut dan wijen dari tas nya, yang biasa dia bawa untuk Ryan kalau sedang makan.
"Ayo. Coba cicipi." ucap Salsa setelah selesai menabur kan, rumput laut dan wijen ke atas nasi Arka.
Arka pun segera mencicipi nya. "Enak." ucap nya.
"Sebenar nya aku menyiap kan ini untuk Ryan, tapi hari ini aku akan mogok kerja biar kan dia mengurus diri nya sendiri." ucap Salsa yang sekilas menengok ke arah Ryan yang sedang kesal. Karena Salsa melihat Ryan mencabik cabik paha ayam nya.
"Jangan peduli kan dia, ayo kita lanjut makan." ucap Salsa lagi. Mereka berdua pun akhir nya melanjut kan makan makanan mereka.
"Bagai mana kalau kau juga ikut duduk di sana?" ucap Kenzo memberi saran. Pasal nya Ryan selalu menatap ke arah Salsa dan Arka. Mungkin dia haredang🤣
"Tidak." jawab Ryan datar.
***
Langit pun mulai gelap tanda nya malam telah tiba.
Salsa dan Ryan pun baru sampai di rumah. Mereka menuju sofa tanpa melihat, bahwa di meja makan ada Ayah yang sedang memperhati kan mereka berdua.
"Kalian sudah pulang?" tanya Ayah.
"Iya." jawab Salsa lesu.
"Salsa, Ryan. Ayo cepat makan." panggil Ibu dengan membawa nampan berisi kan pizza. "Pizza yang di panggang hari ini adalah, pizza yang paling kalian sukai." lanjut nya.
"Panas sekali." gumam Ibu yang baru menaruh pizza di meja makan.
"Ibu, aku tidak lapar. Aku akan makan setelah Ryan selesai makan." ucap Salsa lalu pergi melewati Ryan menuju kamar nya.
"Salsa, Salsa." Ibu berusaha memanggil Salsa, namun tak di gubris oleh Salsa. "Ryan, kalau begitu kita makan dulu. Ibu akan menyisakan bagian untuk Salsa, tunggu dia lapar pasti dia baru akan makan." lanjut nya.
"Kalian makan saja, aku akan menunggu Salsa." jawab Ryan lalu pergi meninggal kan orang tua nya menuju kamar.
"Ini.."
"Kenapa dengan kedua anak ini?" tanya Ayah bingung.
"Aku juga tidak tahu." jawab Ibu.
***
Di kamar Salsa sedang menulis (Strategi Meningkat kan Nilai Matematika)
"Demi memaksa Ryan mengalah, demi citra ku di depan pria idaman ku (Kenzo), demi mencegah dunia ini di hancur kan, demi melindungi ke damaian dunia, aku Salsa Billa, pelajar yang menawan dan giat." ucap Salsa pada diri sendiri, yang otak nya mulai gesrek karena mabok belajar. "Ayo semangat. Tetap Berusaha!" lanjut nya.
****
Keesokan harinya
Kelas 12-5, kelas sudah di mulai. Ada Salsa yang hari ini sangat fokus melihat guru menjelas kan dan menerang kan, agar murid murid nya mengerti.
'Rencana belajar, tahap pertama. Mendengar kan materi dengan serius di kelas, jangan sampai ketiduran.' ucap Salsa dalam hati. Namun baru beberapa menit akhir nya dia ke tiduran juga.
Arka yang melihat Salsa ke tiduran, dia membuka buku lalu menaroh buku itu untuk menutupi wajah Salsa agar tidak ketahuan oleh Guru.
Entah Salsa tertidur berapa lama, namun pas dia bangun jam pelajaran sudah selesai.
Teng teng teng
Bell berbunyi, waktu nya istirahat.
'Rencana belajar, tahap kedua. Setelah kelas selesai, mengulang kembali semua materi.' monolog nya dalam hati. Setelah itu Salsa mulai mengulang kembali, materi yang tadi sudah di jelas kan oleh Guru.
Arka menatap heran ke arah Salsa, lalu dia pun bertanya. "Apa kah kau sedang mengulang pelajaran?" tanya nya.
"Tidak ada yang nama nya mengulang pelajaran untuk ku, bagi ku setiap halaman adalah pelajaran baru." keluh Salsa.
"Aku pernah mendengar sebuah kaliat motivasi yang berbunyi, jika tidak memaksa diri sendiri, bagai mana bisa tahu batas kemampuan diri sendiri." ucap Arka.
"Aku mengira ketika seorang terpojok dia akan bisa melakukan apa pun. Namun, aku menyadari ternyata matematika tetap saja tidak bisa aku kerja kan." keluh nya lagi.
'Rencana belajar, tahap ketiga. Perbanyak latihan dan membaca soal. Jika tidak bisa, maka tetap terus belajar hingga bisa.' ucap Salsa dalam hati. Dia mengucap kan nya dengan semangat. Namun, setelah selesai mengucap kan itu dia lesu kembali.
'Bagai mana kalau lupakan saja? Hal penting dalam hidup yaitu harus bahagia, jangan terlalu memaksa kan diri sendiri.' pikiran jahat Salsa.
'Pikir kan mereka yang meremeh kan mu, kau harus berusaha untuk membukti kan diri mu. Semangat! Semangat! Semangat!' pikiran baik Salsa.
Salsa pun bersemangat kembali dan mulai rencana belajar nya. Sedang asik nya belajar, tiba tiba Silvi datang duduk di bangku sebelah Salsa.
"Kau tidak pergi makan?" tanya Silvi.
"Tidak. Matematika membuat ku merasa bahagia, pengetahuan membuat ku merasa berarti. Aku cinta matematika!" jawab Salsa yang terlalu bersemangat untuk belajar.
Mulut Silvi menganga karena dia tidak percaya oleh perubahan Salsa, yang menolak nya untuk makan siang demi belajar.
"Anak baik baik menjadi gila begitu saja." ucap Silvi pelan. Lalu pergi meninggal kan Salsa di kelas sendirian.
Setelah pergi meninggal kan Salsa, sekarang Silvi berada di kantin duduk bersama dengan Ryan.
...Bersambung......
JANGAN LUPA DUKUNGAN NYA BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments