Setelah Silvi pergi ke Ruang Guru, Guru BK pun mulai keliling untuk melihat apakah masih ada murid yang keluyuran atau tidak. Ternyata ada, ia melihat Salsa yang sedang tergesa gesa lalu ia manghadang Salsa.
"Berhenti, kemari." ucap Guru BK tegas pada Salsa. Salsa pun menurut dan mulai melangkah kan kaki nya mendekati Guru BK itu.
"Salsa, ini adalah sekolah atau rumah mu? Bisa seenak nya datang?" kata Guru BK mengintrogasi Salsa karena masih keluyuran di luar kelas.
"Maaf." ucap Salsa.
"Tidak perlu minta maaf. Aku akan telepon wali kelas mu, biar dia bisa mengatur mu untuk tidak seenak nya berkeluyuran." ucap Guru BK tegas.
"Tolong saya mohon jangan Pak, aku lebih baik di hukum saja tapi tolong jangan laporkan kepada wali kelas ku." ucap Salsa memohon.
"Baiklah, asal jangan kau ulangi lagi, aku yang akan mengawasi mu kali ini." kata Guru BK.
Salsa pun di hukum dengan cara berdiri di depan kelas nya. Ia mulai membuka tas nya dan mengambil buki catatan nya. Ia kaget membuka buku catatan nya ternyata banyak coretan.
"Catatan ku kenapa banyak coretan seperti ini? Ini pasti ulah Ryan." gerutu Salsa kesal.
Dia pun berbalik melihat ke jendela, melambai lambai tangan nya memberi isyarat kepada Ryan untuk melihat ke arah nya.
Salsa : Apa yang kau lakukan pada buku ku.
Ryan : Pikir sendiri pake otak.
Salsa : Awas kau.
Ryan : Sini kalo bisa
Itulah pembicaraan meraka dengan bahasa isyarat dengan menggerakkan tangan nya.
"Kau." ucap Salsa dengan menunjuk Ryan dari balik jendela.
Tiba tiba Guru pelajaran yang sekarang sedang mengajar nya melihat mereka. Ryan pun reflek spontan langsung liat ke arah depan. Ia mengambil ponsel nya untuk menghibungi Salsa lewat chat.
Salsa pun menerima chat dari Ryan yang membuat nya naik darah.
Ryan : Orang bodoh harus banyak banyak belajar.
Salsa : Aku memang bodoh tapi kalau kau mencoret coret buku catatan ku lagi, aku tidak akan memaksakan mu lagi!
Ryan yang membaca chat berisi ancaman itu, hanya dia abaikan. Karena ia tidak ingin Salsa benar benar tidak memaskan nya lagi.
"Semua nya catat kata kata ini." ucap Guru itu.
Kita tengok Salsa dulu
"Aku masih belum mendapatkan buku referensi nya, tapi bulan depan akan ada ujian soal ini." monolog Salsa tiba tiba terhenti karena melihat Arka yang sedang berjalan.
"Hei." sapa Salsa.
"Aku." ucap Arka sambil menunjuk diri nya sendiri.
"Iya kau. Pasti telambat ya, hati hati ketauan Guru BK." ucap Salsa. Ia pun melempar buku nya ke arah Arka, menyuruh Arka untuk menutupi muka nya dengan buku itu. "Ini. Tutupi diri mu lalu cepat kemari." lanjut nya.
Arka pun berjongkok untuk mengambil buku nya, lalu menutupi muka nya dengan buku itu. Ia pun mulai berjalan ke arah Salsa.
"Sebenar nya tidak perlu pakai buku, pakai tangan juga bisa karena muka ku lumayan kecil." ucap Arka setelah dia berhadapan langsung dengan Salsa.
"Oh iya. Eh kau pertama kali terlambat, ya?" tanya Salsa.
"Iya pertama kali di hukum juga." jawab Arka.
"Maka berhati hati lah jangan sampai tertangkap serigala siang bolong." ucap Salsa tidak jelas membuat Arka bingung oleh penuturan nya.
"Hah, memang siapa?" tanya Arka bingung.
Lalu Salsa pun menengok kanan dan kiri melihat situasi terlebih dahulu, sebelum menjawab pertanyaan Arka.
"Guru BK." ucap Salsa sambil tersenyum karena merasa geli oleh perumpamaan nya sendiri, yang menyebut Guru BK sebagai serigala siang bolong.
"Perkenal kan nama ku, Arka Saputra. Terima kasih banyak telah menyelamatkan ku waktu itu." ucap Arka dengan menghulurkan tangan kanan nya.
"Nama ku Salsa Billa, semoga kita busa berteman." kata Salsa dengan senyum manis nya. Salsa pun menerima uluran tangan Arka, untuk di jabat nya sebagai tanda perkenalan.
Di dalam kelas Ryan seketika tidak suka, melihat Salsa dengan cowok lain.
"Bapak akan mengambil kertas ujian bulanan. Ryan Ren, kau pandu yang lain nya dulu untuk membaca kosa kata ini." perintah Guru pada Ryan.
"Baik." ucap Ryan singkat. Ia pun mulai maju ke depan. Namun sebelum melangkah diamenengok Salsa, yang sedang mengobrol dengan cowok yang tidak dia kenal.
"Jika nanti kau terlambat lagi jangan sampai kau tertangkap, mengerti?" ucap Salsa memberi peringatan kepada Arka, agar dia tidak tertangkap oleh serigala siang bolong itu.
Setelah puas melihat Salsa Ryan pun maju ke depan kelas. Ryan pun mulai membaca kosa kata, dan di ikuti oleh seluruh murid kelas nya.
-Generous (Murah hati)
-Attractive (Menarik)
-Harmony (Harmonis)
Ryan yang memandu membaca kosa kata, tiba tiba melirik ke arah Salsa yang masih sibuk mengobrol. Ia pun mulai merasa panas di hati nya, karena melihat cowok lain begitu akrab dengan Salsa.
-Dissapoint (Mengecewakan)
Saking kesal nya melihat Salsa, buku kosa kata yang ia pegang ia lempar ke meja. Lalu memadu kosa kata tanpa melihat buku itu, melainkan melirik sinis ke arah Salsa.
-Bastard (Berengsek)
"Hah." beo semua murid di kelas. Ryan mulai ngelantur guys karena merasa panas, mungkin AC nya rusak. 🤣
-Freeze (Membeku)
Bla bla bla bla
Jadi kita balik lagi ke Salsa dan Arka
"Tulisan mu, lumayan bagus juga." ucap Arka setelah dia melihat buku catatan Salsa. Ntah apa yang tadi mereka bicara kan, hingga Arka bisa melihat buku catatan Salsa.
"Terima kasih. Tulisan ku biasa saja, taoi jarang sekali ada orang yang memuji ku." ucap Salsa
-Igrone (Mengabaikan ku)
-Calm (Tenang)
-Recover (Pulih)
Jadi Ryan masih lanjut memadu kosa kata yah guys, begitu lah kosa kata kosa kata yang terdengar samar samar. Berbarengan dengan perbincangan Salsa dan Arka.
"Apa aku pernah bertemu dengan mu?" tanya Salsa pada Arka. Ternyata ia mulai ingat dengan wajah Arka yang tidak asing bagi nya.
Baru Arka mulai membuka mulut nya untuk menjawab pertanyaan Salsa. Namun keduluan oleh suara bell jadi dia tidak jadi menjawab pertanyaan Salsa.
"Pelajar selesai, aku masuk duluan ya." ucap Salsa melangkah masuk ke kelas meninggalkan Arka sendiri. Karena Arka murid baru jadi dia tidak langsung masuk kelas, karena dia harus menunggu Guru terlebih dahulu.
***
Di dalam kelas
Guru pun tiba tiba datang dengan Arka yang ada di belakang nya.
"Ini ada lah murid baru di kelas kita. Silahkan perkenalkan dirimu." kata Guru pada Arka.
"Hallo semua nya, perkenalkan nama ku Arka Saputra. Semoga kita semua bisa menjadi teman yang baik, mohon bimbing nya." ucap Arka.
"Kau boleh duduk di bangku yang kosong." ucap Pak Guru.
...Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments