Ide Licik Silvi

Ryan pun mulai memakan roti panggang buatan Salsa. Tiba tiba Salsa keluar dari kamar nya terburu buru karena takut telat masuk ke sekolah.

"Sandal..." ucap Ryan terputuslah karena Salsa sudah keburu lari. Salsa yang tadi nya lari baru sampe depan jalan tiba tiba terhenti karena mendengar suara notifikasi di ponsel nya.

Ryan : Buku catatan mu ketinggalan, kau tidak mau membawa nya?

Setelah membaca pesan dari Ryan. Akhir nya Salsa kembali lagi ke rumah nya untuk mengambil buki catatan itu.

Salsa pun berlari lalu masuk ke dalam rumah ngambil buka catatan yang di pegang oleh Ryan. Awal nya dia ingin segera pergi, namun suara Ryan memberhentikan nya.

"Berhenti." ucap Ryan sambil menunjuk kaki Salsa.

"Ah iya aku lupa, ya ampun kenapa baru inget ternyata aku masih memakai sandal. Terima kasih sudah memberika tahu ku." ucap Salsa sambil berbalik untuk menganti sandal menjadi sepatu.

"Akan aku antar." ucap Ryan singkat. Berniat untuk memberikan Salsa tumpangan, karena dia tau Salsa pasti akan terlambat.

"Ada apa dengan mu? Mendadak mau mengantarkan ku kesekolah." selidik Keisya. Pasal nya Ryan tidak pernah mengantarkan nya ke sekolah, walaupun mereka satu sekolah bahkan satu kelas juga.

"Aku mengantarkan ku, tapi nanti malam harus tambah 3 menu makanan." ucap Ryan.

"Jangan harap." kata Keisya ketus.

"Mau tidak mau sudah di putuskan kau harus menambah 3 menu masakan nanti malam." ucap Ryan final.

***

Mereka pun menuju ke sekolahan menaiki sepeda, dengan Salsa yang sedang di bonceng oleh Ryan sambil makan sandwich.

"Sandwich ini sangat enak, memang masakan sendiri lebih enak." ucap Salsa di tengah kunyahan sandwich nya.

"Berisik, cepat pegangan jangan sampai nanti terjatuh." ucao Ryan ketus. Salsa pun menuruti ucapan Ryan.

"Kalau nanti aku sampai terlambat, maka suasana hati akan kacau dan tidak bisa mengerjakan ujian dengan baik. Jadi kalau terlambat kalu tidak akan ku masakan, biar nanti kau kelaparan." ucap Salsa.

"Berisik sekali lagi akan ku turunkan." kata Ryan karena dia males mendengar ocehan Salsa, yang tidak pernah ada henti nya.

"Awas Ryan lihat ke depan." teriak Salsa.

Bruk

Mereka pun terjatuh karena bertabrakan dengan Silvi yang sedang menaiki skyboard.

"Kau buta, ya?" ucap Silvi lalu dia terdiam setelah dia melihat siapa orang yang menabrak nya tadi. "Kenapa bisa kau?" lanjut nya.

Salsa pun menghampiri Silvi untuk membantu nya berdiri.

"Kau tidak apa apa kan? Ayo sini aku bantu." tanya Salsa.

"Aduh rasa nya kepala ku sakit." ucap Silvi yang pura pura kesakitan. Padahal kan yang mendarat duluan pantat nya kenapa jadi kepala nya yang pusing. Mulai caper nya karena yang menabrak tadi Ryan orang yang dia sukai.

"Apa pantat mu juga sakit?" tanya Salsa.

"Apa kah aku geger otak." ucao Silvi yang masih berpura pura.

"Periksalah, kalau ada apa apa cari saja aku. Tidak ada hubungan nya dengan Salsa." ucap Ryan dengan nada datar nya.

"Naik." perintah nya pada Salsa. Salsa pun menaiki sepeda Ryan.

"Maaf, nama aku Salsa. Makan pagi mu yang jatuh besok akan aku ganti." ucap Salsa.

"Salsa, aku akan menagih janji mu." teriak Silvi karena Ryan sudah mengayuh sepeda nya, otomatis jarak Salsa sudah jauh dari Silvi. "Mana skyboard ku?" lanjut nya.

"Ayo cepat, bentar lagi akan di tutup gerbang nya." ucap salah satu murid yang berlarian melewati Silvi. Karena jam pelajaran sebentar lagi akan di mulai.

"Ayo cepat sudah mau terlambat."

"Cepat sudak tak sempat."

Teriakan teriakan para siswa siswi yang satu sekolah dengan Silvi. "Hei kalian tunggu aku." ucap Silvi sambil berlari.

Sepuluh

Sembilan

Delapan

Tujuh

Enam

Lima

Empat

Tiga

Dua

Satu

Tak

Gerbang pun mulai tertutup dengan sendiri nya, namun Silvi tetap terlambat.

"Berhenti." ucap Guru BK.

Kita balik ke Ryan dan Salsa dulu di mana mereka berhasil melewati gerbang, dalam waktu beberapa detik lagi gerbang tertutup.

"Terima kasih karena kau aku jadi tidak terlambat." ucap Salsa. Namun Ryan tidak menanggapi nya. Ia pun menyerahkan sepeda itu kepada Salsa, lalu pergi begitu saja meninggalkan Salsa dengan sepeda nya.

"Ryan, ini sepeda mu. Kenapa harus aku yang memarkinkan nya." teriak Salsa karena Ryan sudah keburu berlari. Akhir nya dengan terpaksa, ia pun memarkinkan sepeda milik Ryan.

Kita balik lagi ke gerbang utama

"Baru mulai sekolah, kenapa kau sudah terlambat? Hari ini ujian nasional kau harus serius bersekolah, mengerti tidak?" tanya Guru BK itu pada Silvi.

"Pak aku ingin bertanya, dia siapa Pak?" bukan nya menjawab Silvi malah bertanya kepada Guru BK. Emang ngada akhlak si Silvi.

"Ryan Ren, kau tidak kenal? Dia murid nomor satu di sekolah ini." jawab Guru BK.

"Dia murid pintar?" tanya Silvi lagi.

"Iya. Dia juara Olimpiade matematika, kompetisi fisika. Sudah pasti di menangkan oleh nya, dia adalah murid yang paling pintar di sekolah ini." jawab Guru BK memberi penjelasan tentang siapa itu Ryan.

"Pak, apa saya boleh meminta bantuan Bapak?" kata Silvi dengan niat licik nya.

"Kalau tidak ada hubungan nya dengan pelajaran, jangan harap." ucap Guru BK.

"Tidak Pak. Ini masih hubungan pelajaran, saya ingin bertanya, Ryan Ren ada di kelas berapa?" tanya Silvi.

"Apa ini ada hubungan nya dengan pelajaran?" tanya Guru BK yang bingung dengan arah pembicaraan Silvi, yang menghubungkan Ryan dengan pelajaran.

"Tentu saja ada, kalau aku menjadi teman sekelas nya dan mempelajari cara belajar nya, mungkin ke pintaran nya bisa menular pada ku." ucap Silvi dengan senyum licik nya. Dia ingin satu kelas dengan Ryan bukan karena belajar, tapi dia memiliki maksud lain yaitu ingin mendekati Ryan.

"Baik lah akan ku masukan kau ke kelas yang sama dengan Ryan." ucap Guru BK. Karena dia fikir apa yang di ucap kan oleh Silvi ada benar nya juga.

"Terima kasih Pak. Pak saya murid baru apa kah saya tetap di hukum?" tanya Silvi.

"Karena kau murid baru, jadi kau bebas dari hukuman sekarang kau pergi ke kantor Guru terlebih dahulu." ucap Guru BK.

"Ya susah kalau begitu saya permisi, Pak." Silvi pun bergegas langsung pergi menuju kantor Guru. Dia sudah tidak sabar untuk segera melihat Ryan.

...Bersambung......

NANTI AUTHOR SPILL VISUALNYA KALO UDAH MENGAJUKAN KONTRAK.

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN FAVORITKAN😇 JANGAN LUPA KASIH RATE JUGA BIAR AUTHOR SEMANGAT, TAPI KALO RATE NYA 1,2,3 ATAU 4 MENDING GAK USAH, MAKASIH. SELAMAT MEMBACA😊

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!