Belajar Dengan Arka

"Murid murid, waktu nya mengerjakan latihan. Semua nya buka buku latihan halaman 48, ini adalah soal try out tahun lalu. Kalian kerjakan lah, setelah selesai kelas, Ryan Ren kumpulan buku dan antarkan ke kantor ku." ucap Guru.

Semua murid pun mulai fokus mengerjakan tugas nya. Guru pun mulai keliling, melihat lihat murid yang sedang mengerjakan tugas dari nya.

"Salsa ini contoh pertanyaan di buku teks kita, apa kah kau sudah mempelajari nya di rumah?" tanya Guru pada Salsa.

Salsa pun berdiri. "Guru, aku karena...." Salsa terdiam sambil melihat ke arah Ryan, dia bingung bagaimana menjawab pertanyaan Guru nya.

Arka pun tiba tiba berdiri. "Guru. Kita lanjut kan saja latihan nya dulu, jangan mengganggu murid lain. Yang Salsa tidak bisa, bisa ku ajarkan setelah kelas berakhir." ucap nya.

"Kau ini, harus banyak belajar dari Arka. Datang lah ke kantor ku setelah kelas berakhir." ucap Guru itu lalu melangkah pergi menuju kantor nya.

Arka pun menepuk pundak untuk menenangkan Salsa. "Tidak apa apa." ucap nya. Akhir nya mereka berdua pun kembali duduk.

Teng teng teng

Waktu nya jam istirahat.

Tetapi Salsa, Arka dan Ryan masih setia berada di kelas nya. Salsa yang lagi di ajari Arka, sedang kan Ryan pura pura ngepel padahal diam diam dia mengawasi mereka berdua.

"Jadi, soal ini pilih A." ucap Arka memberi tahu Salsa. Ryan yang mendengar nya pun menatap sinis ke arah mereka.

"Lalu, kenapa A bukan B?" tanya Salsa.

"Hitung ini dulu, lalu kurung bagian ini kemudian bagi bagian ini lalu tambah ke dalam ini." ucap Arka memberi penjelasan. "Kau kerja kan dulu, tanya kan lagi pada ku kalau kau tidak bisa." ucap nya lagi

Salsa pun mengangguk kecil. "Baik." jawab nya.

Beberapa detik kemudian, tiba tiba Kenzo memasuki kelas 12-5.

"Ayo, Ryan Ren." Kenzo mengajak Ryan untuk latihan basket. "Ayo latihan dulu." lanjut nya.

"Aku tidak pergi, kau pergi sendiri saja." jawab Ryan tanpa mengalihkan pandangan nya dari Salsa.

"Kenapa?" tanya Kenzo.

"Itu... Teman sebangku baru Salsa? Lumayan juga." ucap Kenzo.

Ryan yang kesal mendengar penuturan Kenzo, dia melampias kan ke kesalan nya dengan menabrak nabrak kan pel'an yang dia pegang pada kaki kenzo.

"Apa kau masih ingat rumus yang tadi ku ajarkan? Cara menyelesaikan soal ini. Sama dengan soal yang tadi. Lihat, aku akan menulis kan nya untuk mu. Perhatikan tahap nya. Pakai rumus ini, maka soal ini akan terpecah kan." ucap Arka memberi penjelasan.

Tiba tiba ada seseorang lagi yang datang ke kelas 12-5, menghampiri Salsa dengan membawa termos air panas.

"Salsa, ku dengar kau kurang enak badan untuk mu. Perbanyak lah minum air hangat." ucap cowok itu sembari menyerahkan termos air panas di hadapan Salsa. "Itu... Apa kau bisa contoh soal tadi? Mau aku ajar kan?" lanjut nya lagi.

"Aku sudah bisa, terima kasih. Arka sudah mengajarkan soal ini pada ku." tolak Salsa halus.

"Baik lah kalau begitu. Jika lain kali kau menemui soal yang tak bisa kau pecah kan, tanya kan saja pada ku aku akan mengajari mu." tawar cowok itu yang bernama Dion. Salsa pun hanya mengangguk sebagai respon nya.

"Tidak bisa menyelesai kan contoh soal itu karena kau tak fokus." cibir Ryan pada Salsa.

"Apa hubungan nya dengan mu?" tanya Salsa kesal.

"Aku bertanggung jawab atas masalah percintaan dini mu. Jika kau tidak fokus, tentu saja aku harus peduli." ucap Ryan datar.

Salsa yang kelewat kesal pun tiba tiba berdiri. "Ryan Ren, kau keterlaluan!" ucap Salsa dengan nada sedikit meninggi.

"Ayo, kita pergi main basket saja." ajak Kenzo berusaha melerai mereka berdua. Agar tidak terjadi keributan. "Tidak. Salsa kau jangan dengar kan dia. Bukan seperti itu maksud nya." ucap nya lagi.

Salsa yang sudah terbawa emosi pun berlari keluar, karena dia males berdebat dengan adik nya itu.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Kenzo yang geram dengan tindakan Ryan.

"Sebenar nya dia lumayan pintar, dia langsung bisa setelah di ajari sekali." ucap Arka pada Ryan lalu melangkah keluar untuk menyusul Salsa. Sebelum melewati Ryan kaki, Ryan sengaja mennyodor kan pel'an yang dia pegang. Alhasil Arka tersandung, dengan sigap Kenzo menangkap Arka jadi tidak sampai terjatuh.

"Kau tidak apa apa, kan?" tanya Kenzo. Arka pun tidak menjawab hanya menoleh ke belakang, sebentar lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

"Apa yang kau pikir kan? Bukan kah Salsa tidak bisa fokus karena dia harus merawat mu, sehingga nilai nya jelek." ucap Kenzo pada Ryan.

***

Di lapangan, lebih tepat nya tribun Salsa sedang duduk sendirian. Tiba tiba Arka menghampiri nya, lalu duduk di samping Salsa.

Salsa pun menghela nafas kasar. "Terima kasih untuk yang barusan." ucap nya.

"Kau tidak apa apa, kan?" tanya Arka.

"Ryan selalu menentang ku, sangat menjengkel kan." ucap Salsa yang masih kesal pada Ryan.

"Setiap orang punya kelebihan dan ke kurangan nya masing masing. Mungkin dia hanya menentang ke kurangan mu, tetapi tidak melihat kelebihan mu." ucap Arka untuk menenangkan Salsa dari rasa kesal nya pada Ryan.

"Tapi..., tapi nilai ku seperti nya memang jelek dalam setiap pelajaran." keluh Salsa.

"Kau tidak akan di kalah kan semudah itu, kan?" tanya Arka memancing.

"Tidak. Aku akan membuat Ryan tahu, dalam tes matematika ku selanjut nya aku pasti akan membalikkan keadaan." ucap Salsa yang kembali bersemangat.

"Betul. Lihat lah, kegigihan mu ini adalah kelebihan mu. Apa kah ada orang yang ingin les matematika?" ucap Arka memberi penawaran.

Salsa tersenyum singkat. " Aku ingin mencoba dengan kemampuan ku sendiri." ucap nya mantap.

"Ayo pergi." ajak Arka. Salsa pun hanya mengangguk.

***

Kelas 12-5

"Apa yang kau lakukan?" tanya Dion karena Ryan menghadang jalan nya yang ingin keluar.

"Maaf, aku tidak liat." jawab Ryan santai. "Dan juga, aku mengawasi mu. Jaga jarak mu dengan Salsa." lanjut nya.

"Dasar aneh." ucap Dion sambil melangkah keluar. Namun belum mencapai pintu, Dion malah kena timpuk dari belakang oleh Ryan pelaku nya.

"Kau." ucap Dion geram.

"Maaf, kali ini juga tidak liat." ucap Ryan tanpa merasa bersalah. "Oh ya, bawa pergi termos itu." lanjut nya sembari menunjuk tremor punya Dion yang ada di meja Salsa.

Dion yang sudah kesal pun mengambil lagi termos air panas yang di berikan pada Salsa, lalu bergegas pergi keluar.

"Jangan keterlaluan. Mengapa tadi kau tidak pergi mengejar, Salsa?" tanya Kenzo pada Ryan.

"Untuk apa mengejar nya?" jawab Ryan ketus.

...Bersambung... ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!