Try Out

Setelah Guru pergi Salsa pun duduk kembali, untuk melanjutkan soal soal yang di berikan dari Guru nya. Saking sibuk nya mengerjakan tugas Salsa sampe lupa waktu, kalo saat ini hari sudah mulai gelap.

Di tengah tengah asik nya mengisi soal soal, tiba tiba Ryan menghubungi nya.

Ryan : Kapan makan? Aku sudah kelaparan? Ini sudah jam berapa? Kenapa masih belum pulang juga?

Salsa : Maaf, aku akan segera pulang.

Ryan : Aku sangat mahir dalam membantu orang belajar, kau hanya cukup memohon kepadaku.

Salsa : Untuk apa memohon padamu, aku sudah bersabar setiap hari menghadapi mu. Jangan pernah bicara padaku dengan nada yang merendahkan seperti itu, dengan emosi seperti ini, aku ucapkan kau akan di takdirkan mati kelaparan.

Tuuttt

Sebelum Ryan menjawab telepon sudah di matiin terlebih dahulu oleh Ryan.

"Dasar bodoh." monolog Ryan.

Karena Ryan orang nya tidak sabaran akhir nya dia menyusul Salsa di kelas tambahan nya dengan membawakan dia makanan. Karena Ryan tau pasti Salsa belum makan karena sibuk mengerjakan soal soal. Ryan pun tiba tiba menarik tempat duduk di sebelah Salsa.

"Untuk apa kau kesini? Mengagetkan ku saja tiba tiba duduk datang tanpa bersuata." ucap Salsa.

"Makanlah, mumpung masih panas." ucap Ryan menyuruh Salsa untuk memakan, makanan yang dia bawa.

"Kebiasaan kau bukan nya menjawab malah menyuruh ku makan." ucap Salsa kesal dengan kebiasaan Ryan yang terlalu dingin.

"Tumben kau baik sekali." lanjut Salsa.

"Cerewet sekali." ucap Ryan.

"Jangan jangan makanan ini ada racun nya, ya?" tanya Salsa ragu untuk memakan makanan yang di bawa Ryan. Pasal nya Ryan tidak pernah sebaik ini biasa nya selalu Salsa yang menyiapkan makanan untuk nya.

"Tidak mau makan? Yah sudah aku ambil lagi." ucap Ryan. Kemudian mengambil kembali makanan yang sempat dia sodorkan kepada Salsa. Namun baru dia pegang makanan itu sudah di rebut oleh Salsa duluan.

Setelah mendapat kan makanan yang hampir di ambil kembali Salsa pun memakan onigiri itu.

"Waw, Ryan kau tau kalau aku suka makan onigiri tuna?" tanya Salsa

"Jangan kegeeran dulu, aku hanya membeli nya bukan berarti aku tau itu makanan kesukaan mu." ucap Ryan mengelak. Padahal dia tau semua tentang Salsa namun karena gengsi nya dia selalu bersikap cuek dan kadang irit bicara.

Ryan sibuk melihat soal soal Salsa di saat Salsa sedang asik makan onigiri.

"Biar ku ajarkan." tawar Ryan.

"Tidak mau." tolak Salsa singkat. Karena dia sibuk memakan onigiri kesukaan nya.

"Kenapa?" tanya Ryan.

"Kau memang pintar, tapi bukan berarti kau bisa menjadi Guru yang baik." jawab Salsa tanpa menoleh ke arah Ryan.

"Sembarangan." ucap Ryan pelan.

"Hal pertama untuk menjadi Guru, adalah harus bisa bersikap baik, kalau tidak tidak bisa berkomunikasi dengan Guru dan murid, karena murid butuh komunikasi Guru nya untuk bertanya tanya apa yang murid tidak mengerti." ucap Salsa secara jelas.

"Sepakat?" Ryan pun menguluskan tangan nya.

"Apa?" tanya Salsa tanpa melihat uluran tangan Ryan, karena masih sibuk makan onigiri.

"Aku akan memperlakukan mu dengan baik. Aku jelaskan soal ini, oke?" jawab Ryan.

"Ada hal yang ingin aku diskusikan dengan mu!" kata Salsa.

"Katakan lah." ucap Ryan.

"Setelah ini, di depan Kenzo bisa tidak menyebutkan kebaikan ku? Jangan selalu menjelekan ku di depan nya, bagaimana pun.." ucapan Salsa terputus karena Ryan tiba tiba membereskan soal soal Salsa lalu di masukan ke dalam tas nya.

"Kau, kenapa kau tiba tiba membereskan barang ku? Aku belom selesai berdiskusi dengan mu." ucap Salsa kesal. Dengan tingkah laku Ryan setiap dia membahas Kenzo pasti sikap Ryan tiba tiba berubah.

"Makanan ku, aku belom selesai memakan nya." teriak Salsa karena makanan nya di bawa pergi oleh Ryan dengan tas nya juga.

"Kau tunggu aku, Ryan Ren." lanjut Salsa.

Mereka berdua pun pulang bersama dengan menaiki sepeda.

"Aku sebenar nya harus bagaimana? Bahasa tidak bisa, matematika lebih buruk lagi. Ya Tuhan aku mana ada waktu sebanyak itu." keluh Salsa di boncengan Ryan.

"Diam." ucap Ryan ketus.

"Waktuku, semua nya habis karena memasak makanan untuk mu setiap hari. Ntah itu pagi, siang atau pun malam. Jadi aku tidak memiliki waktu untuk belajar karena mu." ucap Keisya sambil menusuk nusuk pinggang Ryan.

"Kau saja yang bodoh, selalu tidak fokus saat sedang belajar. Masih menyalahkan ku." ucap Ryan. Padahal kan di sini posisi nya salah Ryan, Salsa pulang telat karena belajar selalu di untuk membuatkan dia makanan. Jadi belajar Salsa tergantung karena mengurus Ryan setiap hari nya.

"Aku memang menyalahkan mu, Karena semua itu salah mu." ucap Salsa kesal.

Saking tidak suka nya dengan ucapan Salsa. Ryan yang kebawa emosi pun membelak belok kan sepada nya.

"Kau yang benar membawa sepeda nya, jangan mengagetkan ku tiba tiba." ucap Salsa yang geram dengan sikap Ryan yang selalu seenak nya.

Setelah perdebatan yang tak tau kapan selesai nya. Mereka pun akhir nya sampai di rumah.

"Ryan Ren, apa kah kau adalah reinkarnasi sampah? Kau lihat, sampah bekas cemilan mu banyak sekali. Dasar pemalas." cibir Salsa. Yang di cibir hanya melewat nya saja lalu masuk ke dalam kamar nya.

"Kenapa membuat rumah sampai seberantakan ini. Merepotkan saja." gerutu Salsa. Tiba tiba Ryan datang menghampiri nya dengan membawa setumpuk buku catatan.

"Kalau tidak dapat nilai bagus lagi, itu karena kau terlalu bodoh." ucap Ryan.

"Ryan, kau bener benar adik kesayangan ku." ucao Salsa saking senang nya di kasih buku catatan oleh Ryan dia sampai reflek memeluk Ryan.

"Lepaskan." ucap Ryan sambil membawa Salsa ke dalam kamar nya lalu dia keluar dan menutup pintu kamar Salsa.

"Keluarkan aku Ryan." teriak Salsa.

***

Pagi hari nya.

Tok tok tok

Salsa yang sedang enak enak nya tidur terbangun karena suara ketukan pintu. Salsa pun bangun lalu membuka pintu kamar nya.

"Dimana sarapan ku?" tanya Ryan yang kesal karena sarapan nya belum di seadiakan oleh Salsa.

Hal pertama yang di lakukan setiap pagi adalah bagaimana secepat nya bisa meninggalkan rumah, menjauh dari adik ku. batin Salsa

Salsa pun keluar dari kamar nya, dia hanya membuatkan roti panggang dengan saos untuk adik nya.

"Gawat! Hari ini adalah try out, aku tidak boleh sampai terlambat." ucap Salsa yang baru ingat kalau hari ini dia ada try out.

"Tamatlah riwayat mu." ucap Ryan sengaja menakut nakuti Salsa.

"Gimana ini, aku masih belum selesai bajar untuk try out." keluh Salsa.

"Bukan kah belajar atau tidak kau sama saja?" ledek Ryan.

"Setelah ujian, kelas akan mengumumkan nilai. Kalau aku lagi lagi berada di peringkat bawah, aku lebih baik mati saja dari pada menanggung malu. Huaa gimana ini." rengek Salsa. Ryan pun hanya diam saja tidak meladeni rengekan Salsa.

"Ini ambil, cepat." ucap Salsa menyodorkan roti panggang ke arah Ryan.

Salsa pun bergegas menuju kamar nya untuk bersiap siap berangkat ke sekolah.

"Ingat bawa buku catatan mu." teriak Ryan.

...Bersambung... ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!