(Liga Bola Basket SMA Huiming Kelas 12 vs Kelas 11 Babak Keempat)
Masih lanjut di lapangan baket yah guys. :)
"Horeeee." sorak suara semua penonton dimana Ryan memenangkan pertandingan ini. Dan semua penonton pun berlarian ke tengah lapangan, kecuali Salsa yang sedang sibuk dengan handphone nya, melihat hasil foto yang dia ambil.
Saking sibuk nya Salsa sampai tidak sadar kalo tiba tiba Ryan menghampiri nya. Setelah Ryan tiba di hadapan Salsa, dengan secara kasar dia mereput ponsel yang sedang Salsa pegang.
"Sedang apa kau?" tanya Salsa ketus.
Ryan yang di tanya tidak menanggapi nya sama sekali. Dengan tidak memiliki rasa bersalah, Ryan pun melihat dan menggeser geser layar ponsel Salsa.
Ryan pun menghapus foto yang di ambil Salsa, karena dia tidak suka foto yang di ambil Salsa bukan foto nya melainkan foto Kenzo semua (orang yang Salsa sukai).
"Ini ponsel ku. Apa hak mu?" tanya Salsa lalu merampas ponsel nya kembali dari tangan Ryan.
"Terlambat masuk kelas, dan juga jatuh cinta." sindir Ryan. Bukan nya menjawab pertanyaan Salsa dia malah menyindir nya.
"Mana ada, aku tidak seperti itu." ucap Salsa ketus.
"Masih bilang tidak ada? Bukan kah kau sedang jatuh cinta dengan Kenzo?" tanya Ryan.
Di tempat yang sama namun bersebrangan. Ada seseorang yang sedang memotret pertengkaran Ryan dan Salsa di lapangan basket.
Arkana Saputra. Iya dia orang yang sedang memotret Ryan dan Salsa dia pubmelihat hasil potretan nya. Betapa terkejut nya dia melihat Salsa, dia jadi teringat awal mula pertemuan nya dengan Salsa.
"Dia? Bukan kah dia perempuan yang memberi ku makan." ucap Arka. Dia pu mulai mengingat awal pertemuan mereka.
Flashback On
Di mana Arka sedang menelurusi koridor sekolah nya. Tapi, tiba tiba dia merasa tidak enak badan, lalau dia duduk di tempat duduk yang udah tersediakan untuk meminum obat terlebih dahulu.
Jadi sebenar nya Arka punya penyakit sejak kecil dia sudah di agnosa dari kecil hidup nya tidak lama lagi, tapi sampai SMA dia masih bisa bernafas namum penyakit nya masih belom sembuh kadang suka kambuh kalo dia telat makan/makan yang manis manis.
Setelah duduk Arka pun langsung meminum obat nya, di arah bersebrangan ada Salsa yang melihat Arka meminum obat.
Walaupun tidak mengenal nya. Tapi, tanpa pikir panjang dia pun langsung menghampiri nya dengan membawa bekal di tangan nya. Dia pun duduk di sebalah kursi yang Arka duduki.
"Apa kau baik baik saja? Apa perlu bantuan?" tanya Salsa setelah dia terduduk.
"Mungkin aku hanya lapar saja. Tidak apa apa." jawab Arka.
"Kau bertemu dengan orang yang tepat. Kebetulan aku baru saja mau mengantarkan makanan pada adikku, dia sedang latihan basket. Kata nya tidak ada waktu untuk makan, jadi dia menyuruh ku untuk membawa pulang." ucap Salsa dia pun menaruh bekal nya di tengah tempat yang mereka duduki.
"Pas sekali jadi bisa di berikan untuk mu." lanjut Salsa.
"Tidak perlu." tolak Arka. Tapi tidak di dengarkan oleh Salsa, walaupun Arka menolak dia tetap membuka bekal makanan itu.
"Heii, boleh tau siapa nama mu?" tanya Arka
"Hemm. Panggil aku gadis cantik Alam Semesta." jawab Salsa cengengesan. Aga alay emang kalo Salsa belom minum obat. 🤣
Flashback Off
"Tak ku sangka secepat ini bisa bertemu dengan nya lagi. Gadis tercantik alam semesta." ucap Arka. Setelah tersadar dari lamunan nya. Ia ingin memotret Salsa kembali, namun sudah dia ternyata sudak tidak ada di lapangan basket.
Di sisi lain menuju tempat ruang ganti. Ada kenzo, Ryan dan Silvi mengikuti di belakang Ryan. Ntah apa niat nya kita liat nanti.
"Hei, Hei, Hei." ucap Silvi dengan nada yang awal nya rendah menjadi tinggi. Ryan yang di panggil pun hanya diam saja.
Setelah mencapai pintu Kenzo sudah masuk terlebih dahulu, di susul Ryan. Namun gagal sebelum Ryan masuk pintu sudah di tahan oleh Silvi terlebih dahulu.
"Dengar dengar kau sangat terkenal. Aku juga sangat terkenal. Bagaimana kalau kita berkenalan?" tanya Silvi. Namun tidak di hiraukan oleh Ryan, dia menarik knop pintu lalu masuk ke ruang ganti.
Silvi kalo liat cogan mah gercep belom apa apa udah di pepet. 😴
"Menarik." ucap Silvi karena dia baru pertama kali nya di abaikan oleh cowok seperti Ryan.
Setelah Silvi berucap seperti itu tiba tiba segerombolan penggemar Ryan datang dari belakang.
"Anggi, perlihatkan pada ku."
"Ini ada lah data yang aku minta dari kakak nya Ryan. Jadi kau tidak perlu melihat nya."
"Kau pelit sekali aku hanya ingin melihat nya."
"Enak saja aku sulit mendapatkan nya, lalu kau hanya meminta pada ku untuk perlihatkan. Minta saja sana sama kakak nya Ryan."
Begitulah ucapan ucapan yang keluar dari mulut penggemar Ryan. Namun tiba tiba para penggemar Ryan berhenti berjalan saat Silvi menghampiri mereka.
"Ini adalah data tentang Ryan, kan?" tanya Silvi pada penggemar Ryan.
"Bukan untuk di bagi." bukan nya menjawab penggemar itu langsung tau maksud dari pertanyaan Silvi.
"Oh tidak apa kalo tidak di bagi." ucap Silvi dia pun mulai memikirkan cara untuk mengambil data Ryan.
"Ryan Ren." ucap nya mengalihkan perhatian para penggemar Ryan untuk memudahkan dia mengambil data Ryan.
"Di mana?" tanya penggemar Ryan sambil celingukan. Silvi yang melihat mereka sedang lengah dia pun mengambil data Ryan lalu berlari.
"Hei, itu data Ryan punya ku. Susah susah aku mendapat nya. Cepat kejar dia."
***
Di dalem ruang ganti baju ada Ryan dan Kenzo. Kenzo sedang memasukan baju nya ke dalam loker, sedang kan Ryan terlihat sedang menghubungi seseorang. Namun yang di hubungi nomor nya sedang tidak aktif.
"Ayo, apa kita ke pesta perayaan? Kau biarkan lah Salsa, di saat liburan seperti ini kau hanya sibuk dengan nya. Kau makan semakin baik, sedangkan Salsa dia semakin lama semakin kurus." SindirKenzo pada Ryan.
Jadi tadi itu Salsa yang sedang Ryan hubungi. Dia menghubungi Salsa untuk membuatkan nya makanan, karena Ryan bentar lagi akan pula. Ia setiap hari makan masakan Salsa jarang makan di luar karena dia mempunyai penyakit lambung. Bila makan pedas dikit saja pasti lambung nya langsung kambuh. Padahal ia tau hari ini Salsa sedang kelas tambahan, tetap saja menghubungi nya.
"Dia kurus karena dia makan nya dikit. Sedang kan aku, orang pintar jadi makan nya banyak." ucap Ryan lalu pergi meninggalkan Kenzo di ruang ganti sendiri.
"Tunggu sebentar, kau main pergi pergi saja." ucap Kenzo.
***
Salsa baru saja sampai ke namun kelas sudah di mulai. Dia pun mengendap ngendap untuk masuk ke dalam menuju tempat duduk nya.
Baru saja dia menarik kursi ternyata Guru melihat nya, Guru itu pun hanya geleng geleng melihat kelakuan Salsa.
"Oke, hari ini sampai sini. Kelas selesai." ucap Guru itu, ntah sengaja mengerjai Salsa apa tidak. Tiba tiba kelas dia bubarkan padahal baru saja Salsa masuk.
"Terima kasuh, dan Pak Guru." ucap seluruh penghuni kelas kecuali Salsa.
"Selamat tinggal Pak."
"Selamat tinggal."
"Setelat ini, masih datang untuk apa?" tanya Guru itu pada Salsa. Salsa yang tadi nya duduk langsung berdiri.
"Pak Guru, maaf." ucap Salsa.
"Bapak menggunakan waktu libur untuk memberikan kelas tambahan pada kalian, murid murid peringkat akhir. Dan kau malah tidak menghargai nya." ucap Guru itu.
"Saya salah." ucap Salsa dengan kepala menunduk.
"Bapak katakan padamu, nilaimu sekarang sangat tidak baik. Apakah kau pernah memikirkan masa depan mu sendiri?." Tanya Guru.
"Saya----." ucap Keisya.
"Mau jadi apa kelak, itu pilihan mu sendiri. Kau harus menggunakan kerja keras mu, untuk membuktikan kalau kau mampu." kata Guru.
"Aku akan berusaha." kata Salsa.
"Ini adalah soal soal penting yang khusus aku pilihkan untuk mu. Kalau soal soal ini di pelajari secara menyeluruh akan sangat membantu. Semangat, Bapak percaya padamu." ucap Pak Guru memberi Salsa semangat.
"Terima kasih, Pak." ucap Salsa.
...Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments