Part 20

...Wellcome back...

...Jangan lupa like dan comen....

...TYPO BERTEBARAN...

*******

"Hem," lenguh seseorang saat ia merasakan sebuah cahaya yang menusuk-nusuk ke dalam netranya saat ia membuka kelopak mata yang terpejam.

Ia membuka mata tersebut dengan perlahan untuk menyesuaikan dengan sinar yang bercahaya di atas sana.

Nanda yang merupakan orang tersebut pun terkesiap. Ia menyadari sesuatu. Ia tadi ingat jika telah digigit oleh serigala yang sangat kelaparan, berarti ia saat ini sudah berada di dalam alam yang berbeda. Ia mengedarkan matanya ke sekeliling dirinya.

Nanda terperangah, jadi seperti ini keadaan alam akhirat. Nanda mengerutkan keningnya saat sebuah ingatan menghampiri dirinya, perasaannya orang tuanya pernah menceritakan bahwa di surga itu sangat indah dan menyenangkan, tetapi ini tidak sama seperti dengan yang ibu ayahnya ceritakan. Rumah yang begitu terlihat kumuh dan reot, barang rumah yang terlihat kuno serta sangat berserakan sana sini, hawa begitu sangat panas. Ah apa jangan-jangan ia masuk ke dalam neraka?

Nanda bergidik ngeri membayangkan jika ia memang benar berada di neraka saat ini. Tidak, tidak, ia tidak ingin masuk ke dalam neraka. Nanda rasanya ia ingin sekali membatalkan niatnya tadi untuk segera meninggal.

Seakan menyadari sesuatu, Nanda meraba perutnya. Masih besar, bukannya seseorang yang sudah meninggal anaknya juga ikut meninggal?

Nanda menatap kasur yang menjadi alas ia berbaring saat ini, kemudian dengan susah payah ia bangun dari posisinya.

Nanda duduk di kasur tersebut sambil mengarahkan tatapan ke sudut ruangan ini seakan sedang mencari sesuatu. Nanda langsung menolehkan kepalanya kepada arah depan saat ia pendengarannya menangkap sebuah suara jalan tapak kaki seseorang.

Nanda menatap takut kepada orang tersebut yang berwajah sangat menyeramkan dengan mata yang begitu tajam. Nanda bergisut mundur saat orang tersebut semakin mendekati dirinya yang membuat nyalinya jadi menciut dan jantung yang berpacu cepat.

"Jangan!! Jangan sentuh aku! Aku tidak ingin dilempar ke neraka, mohon ampuni kesalahan ku. Aku tidak ingin masuk kedalam neraka, biarkan aku masuk surga dan bertemu dengan orang tuaku di sana. Please malaikat kepercayaan Tuhan tolong terima permohonan ku. Hiks hiks hiks," lirih Nanda dengan telapak tangan yang di satukan mohon ampun.

Yah Nanda berkata seperti itu karena ia mengira jika lelaki yang sangat menakutkan tersebut ialah malaikat yang bertugas menjaga neraka dan akan melempar dirinya.

Laki-laki tersebut menautkan alis bingung, ia menatap Nanda yang menundukkan wajah karena takut, keringat keluar dari pelipis wanita tersebut seakan menggambarkan betapa takutnya perasaan Nanda yang ditunjukan kepada dirinya.

Laki-laki itu baru ingat jika ia belum melepaskan topeng yang membantu dirinya menutup wajah saat menyamar di kampung. Laki-laki itu melepaskan topeng yang menutup wajahnya agar Nanda dapat melihat wajah yang sebenarnya yang ia miliki.

Laki-laki tersebut berjongkok di depan Nanda dan meraih dagu perempuan itu dan mengangkatnya.

Betapa terkejutnya Nanda melihat laki-laki yang ia lihat tadi sangat menyeramkan kini telah menjelma sebagai laki-laki tampan.

"Tenanglah Nona, kau tidak akan ku masukkan ke dalam neraka karena kau sekarang ini belum meninggal, lagi pula aku bukanlah seorang malaikat seperti yang kau katakan."

Nanda menganga mendengar pengakuan dari laki-laki tersebut. Jadi dirinya belum meninggal.  Ia menghela napas lega, syukurlah ia tidak jadi masuk neraka. Tapi rasa bahagia itu tertutup saat Ia teringat jika ia saat ini tidak meninggal berarti ia masih akan tetap menjalani kerasnya kehidupan yang siap menantang dirinya di depan mata.

"Di mana aku saat ini?"

"Kau saat ini sedang berada di rumah ku nona," jelas laki-laki itu.

Nanda menatap laki-laki tersebut meminta penjelasan. Apa maksud laki-laki tadi jika ia berada di rumah laki-laki tersebut yang luar biasa tampannya. Nanda juga tak mengerti dengan laki-laki yang berada di depan dirinya ini, kenapa laki-laki tersebut sangat tampan sekali. Boleh ia akui jika laki-laki tersebut lebih tampan ketimbang dengan Vino dan Raga.

"Kenapa bisa aku berada di rumahmu?"

"Karena kemaren aku menemukan diri mu yang tergeletak di hutan sendirian dengan luka gigitan di leher."

"Maksudmu kau yang menyelamat kan ku? Berapa lama aku berada di rumah ini? Apa aku merepotkan mu? Bagaimana aku bisa di selamatkan?" tanya Nanda bertubi tubi.

"Tidak bisa kah kau bertanya satu satu. Aku jadi bingung harus menjawab pertanyaan mu yang mana terlebih dahulu," ujar laki-laki tersebut sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Kau jawab saja yang mana menurutmu mudah untuk di jawab terlebih dahulu."

Laki-laki tersebut mengangguk. Ia menatap wajah cantik Nanda terlebih dahulu sebelum ia akan menjelaskan pertanyaan Nanda tadi. Mulut Laki-laki tersebut seakan sangat susah sekali untuk dibuka menjawab pertanyaan perempuan yang saat ini sedang menatapnya tidak sabaran dan yang lebih sialnya lagi ialah perempuan itu sungguh sangat cantik sehingga fokusnya untuk berbicara teralihkan karena wajah itu.

"Cepat jawab!!" pinta Nanda tidak sabaran.

"Iya iya sabar," laki-laki itu menarik napas untuk menjawab, "di saat aku sedang mencari kayu bakar di hutan tak sengaja aku melihat mu yang terbaring tak sadarkan diri di atas hamparan tanah, aku yang melihat mu dengan luka gigitan serigala pun langsung membawa mu ke rumah untuk aku obati. Kau dirawat di rumahku sampai saat ini selama lima hari, kau juga cukup merepotkanku. Dan untuk mengapa kau bisa di selamatkan adalah karena aku ini adalah seorang tabib jadi aku tau cara mengobati orang yang terkena gigitan serigala! Tapi kenapa bisa kau di gigit oleh serigala?" tanya laki-laki tersebut balik.

"Aku kemaren tersesat dan tak sengaja bertemu dengan beberapa serigala yang begitu besar."

Laki-laki tampan itu mengangguk mengerti. "Perkenalkan aku Riyo Dentara, panggil saja Riyo," ucap kali-laki tersebut memperkenalkan namanya kepada Nanda.

Nanda tersenyum hangat saat ia sudah mengetahui siapa nama laki-laki yang luar biasa tampan ini.

"Namaku Ananda Dinda Putri panggil aja Nanda, Ngomong-ngomong kamu sangat tampan ya!" ujar Nanda memperkenalkan diri sekaligus memuji Riyoyang membuat Riyo memerah.

Ia tadi sengaja memperkenalkan dirinya tidak lagi menggunakan nama belakang RELAXA, karena baginya nama belakang tersebut hanyalah tinggal kenangan yang sama sekali ia tidak inginkan.

Sedangkan Riyo yang mendapatkan pujian dari Nanda yang memuji dirinya tampan tersebut tersipu malu, sungguh sangat dibanggakan mendapatkan sebuah pujian dari perempuan cantik seperti bidadari itu.

"Kau juga sangat cantik," balasnya memuji.

Nanda menerima pujian dari Riyo jadi salah tingkah. Riyo melihat Nanda yang sangat menggemaskan saat salah tingkah pun seulas senyum terbit di bibirnya.

Riyo mengalihkan pandangan matanya dari wajah sempurna Nanda kepada perut perempuan tersebut yang sudah lumayan besar. Seakan ada hantaman keras di dapatkan hatinya saat fakta berkata jikalau Nanda saat ini sedang mengandung.

Senyum tulus laki laki itu langsung berubah dengan sebuah senyuman getir kepada Nanda.

"Dimana suami mu?" tanya Riyo penasaran.

**********

Tbc

VOTE AND LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!