Part 15

Welcome back

Jangan lupa vote dan comen

Happy reading all

*****

Vino menghampiri mereka berdua yang sedang bercanda ria dan tidak menyadari kehadiran Vino di antara mereka. Mungkin Raga menyadari itu karena insting serigala nya yang kuat, tapi ia berpura-pura tidak mengetahui itu semua.

Nanda terkejut melihat kedatangan Vino yang tiba-tiba dengan ekspresi marah yang tidak bisa terbendung lagi. Ia melihat muka Vino yang sangat memerah, ia memandang takut kearah Vino yang seperti iblis jika sedang marah.

Raga yang menyadari Nanda ketakutan langsung membalikan badannya. Ia tersenyum tipis, akhirnya misi yang ia lakukan untuk membuat Vino marah kepada Nanda berhasil juga.

Mata meraka beradu pandang sama-sama tidak mau mengalah, ingin membuktikan siapa yang terkuat di antara mereka dan siapa pula yang berhak berada di sisi Nanda.

Nanda memperhatikan Raga dan Vino secara bergantian, saat ini suasana sangat menegangkan. "Vino kamu udah pulang," tanya Nanda basa-basi untuk membalikkan keadaan seperti semula dan tidak menegangkan.

Vino memutuskan kontak matanya dengan Raga dan mengalihkan pandangan kearah Nanda. Ia menatap tajam kearah Nanda dan melalui tatapan itu ia memberikan isyarat peringatan. "Hmmmm," jawab Vino singkat. Ia langsung berlalu dari situ dan masuk ke dalam rumah.

Nanda yang melihat Vino berlalu pun bernapas lega. "Tidak mending kamu pulang sekarang deh," ujar Nanda halus, agar bahasanya tersebut tidak menyakitkan hati Raga dan berpikir jika Nanda sedang mengusirnya. Sungguh Nanda tidak berpikiran seperti itu, ia hanya untuk  menyelamatkan Raga dari amukan Vino nantinya.

"Baiklah, kalau begitu kamu hati-hati jika orang gila tadi menyakiti kamu kasih tau aku." Nanda mengangguk mengerti kepada penjelasan Raga tadi.

Raga berpamitan dengan Nanda untuk pulang dari rumah matenya . Ia segera berjalan kearah mobil yang terparkir di depan gerbang rumah Vino.

Raga masuk kedalam mobil tersebut dan membuka sedikit kacanya untuk menyapa dan menatap mate yang sangat ia impikan sedari dulu, sebelum pulang.

Nanda tersenyum ke arah Raga yang menjalankan mobil meninggalkan pekarangan rumahnya dan Vino. Ia masuk kedalam rumah untuk menghadapi Vino yang pasti akan marah besar kepada dirinya.

Nanda dengan hati-hati membuka gagang pintu kamar, setelah terbuka dengan lebar dapat Nanda lihat Vino sedang menunggu dirinya di dalam sedari tadi. Terbukti dengan Vino yang belum juga berganti pakaian jas formalnya.

Ia melihat Vino yang memandang dirinya lurus tanpa ekspresi, siapa pun yang melihat Vino saat ini pasti sangat ketakutan dan nyali mereka langsung menciut di tempat.

Nanda memberanikan diri untuk menghampiri Vino untuk membantu membukakan pakaian lelaki itu seperti biasanya. Nanda berdiri di depan Vino yang sedang duduk di sisi ranjang, ia menundukkan kepalanya dan meraih dasi Vino untuk dibuka.

Namun, belum sampai Nanda berhasil meraih dasi Vino, tangannya dicekal terlebih dahulu oleh Vino.

Ia menarik tangan Nanda kasar sehingga Nanda terjatuh di pangkuan Vino dan menabrak dada keras laki-laki itu.

Namun, Nanda mencium bau alkohol yang sangat menyengat dari tubuh Vino. Ia menatap intens pria itu dan meminta penjelasan mengapa sampai Vino bisa mabuk seperti ini.

Vino mendorong tubuh Nanda kasar ke kasur dan menindihnya. Saat ini Vino sedang berada di atas Nanda. "Siapa yang mengizinkan kamu membawa laki-laki lain ke rumah ini? Dan berani-beraninya kamu tersenyum kepada laki-laki lain selain diriku."

Nanda baru ingat kalau Vino ini sangat cemburuan, ia merutuki kesalahannya sendiri yang telah mengajak Raga tadi ke rumah tanpa memikirkan apa resikonya nanti.

"Maafin aku Vin," lirih Nanda yang sedang berada di bawah Vino degan napas yang memburu ketakutan melihat kilatan mata Vino.

Vino tersenyum miring kepada Nanda, "kamu tau kan sayang apa akibatnya melanggar perintah Alvino?"

Nanda mengangguk bahwa ia tau apa akibatnya. Ia menatap takut kepada Vino dan menggelengkan kepalanya kepada Vino.

Namun gelengan tersebut tidak dihiraukan oleh Vino ia tetap saja melakukan aksinya. Nafsu Vino sudah sangat meningkat dan ditambah lagi dengan Vino yang masih di bawah pengaruh Alkohol.

"Vin tolong jangan, kamu nanti bisa menyakiti anak kita."

Tetap saja perkataan dan permohonan Nanda tak ia kabulkan dan malahan dengan gencarnya ia menyentuh diri Nanda. Nanda menangis mendapatkan perlakuan buruk oleh Vino.

Hal ini membuat luka lama terbuka kembali, di mana saat ini Vino seperti ia yang dulu yang suka memperlakukan Nanda dengan jahat dan seperti binatang.

*******

Nanda terbangun dari tidurnya. Ia menatap kesamping ia berbaring, ia melihat Vino yang tengah tertidur lelap di sampingnya. Ia memutuskan untuk bangun membersihkan diri.

Ia memungut satu persatu baju yang berserakan di lantai dan memasukan baju tersebut kedalam keranjang pakaian kotor.

Nanda berjalan kearah kamar mandi dengan  seperti wanita yang habis direnggut keperawanannya. Bagaimana tidak, laki-laki itu melakukannya berulang kali dan sangat kasar Nana merasa kesakitan, dan ditambah lagi sedang dalam kondisi hami hingga membuat Nanda merasa perutnya sangat keram.

Ia memandang dirinya di cermin. Wanita itu menatap sakit kearah tanda kepemilikan Vino di tubuhnya. Nanda menggosok kasar area tersebut, namun bukannya hilang tetapi malahan semakin banyak.

Nanda memutuskan untuk masuk ke dalam bath up dan merendamkan dirinya di sana.

Ia memejamkan matanya untuk menenangkan pikiran yang sedang tudak dapat berpikir jernih.

Selang beberapa lama ia keluar dari bath up tersebut dan memakai pakaian yang telah ia bawa tadi sebelum masuk ke kamar mandi.

Ia memutuskan untuk keluar dari kamar mandi dan segera makan, karena perutnya sangat lapar dan ditambah lagi kelelahan yang diakibatkan oleh kelakuan Vino malam tadi.

Nanda keluar dari kamar dengan berjalan sebisa mungkin, ia turun ke bawah menggunakan lift yang telah di sediakan Vino semenjak ia hamil.

Vino memang sangat posesif kepada Nanda saat ia mengetahui Nanda hamil anaknya.

Nanda pun keluar dari lift saat ia sudah sampai di lantai bawah. Ia melangkah kan kaki keluar dari lift menuju dapur.

Sesampainya di dapur Nanda melihat para maid sedang menyiapkan makanan di atas meja untuk majikan mereka.

Nanda memberikan senyumnya kepada maid tersebut dan duduk di kursi. Para maid menundukkan kepalanya saat ia melihat nyonya mereka ada di dapur.

Nanda melihat-lihat makanan yang tersaji di atas meja. Apa saja menu makanan hari ini.

Tak lama, Vino datang dan duduk di kursi yang berada agak jauh dari Nanda. Nanda yang melihat itu sangat sedih meskipun ia telah disakiti oleh Vino namun tetap saja Nanda tidak bisa diperlakukan seperti itu oleh Vino. Di jauhi oleh pria itu.

Tidak ada pembicaraan di antara mereka yang ada hanyalah keheningan dan bunyi denting sendok yang beradu dengan piring.

Tak lama dan Vino belum selesai makan, ia pergi meninggalkan makanan yang masih banyak tersisa dan meninggalkan handphone yang merupakan alat yang sangat di butuhkan oleh laki-laki itu.

Nanda hanya bisa menatap lirih ke arah Vino. Tak lama setelah Vino pergi dering handphone yang cukup kuat membuyarkan semua lamunan buruk Nanda. Ia segera meraih ponsel Vino.

Di situ ia menatap di layar ponsel Vino yang tertera nama seorang perempuan. "Lira," gumam Nanda. Nanda yang penasaran pun langsung menggeser layar yang berwarna hijau.

"Halo sayang, kamu ada di mana?"  Nanda tercekat mendengar perempuan tersebut memanggil Vino dengan sebutan SAYANG.

*****

Tbc

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

Ig:amandaferina6

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!