Part 6

Pov Raga

Aku melihat Nanda mulai terjaga dan langsung saja aku mentelipati serigala ku si bodoh Nathan.

"Hey yang bodoh ini adalah serigala mu juga," ucap nathan yang kesal karena aku menyebut nya bodoh dalam pikiran ku.

"Ini bukan saat nya bertengkar Nathan, cepat kau ambil alih dan berganti shif sebelum Nanda melihat ku."

"Itu salah mu, tadi sudah ku bilang jangan menemui Nanda, tapi kau yang keras kepala itu tidak memperdulikan aku."

"NATHAN!! cepat atau aku akan membunuh mu!!" ucap ku dengan kesal karena ini bukan waktu yang pas untuk bertengkar.

"Kau ingin membunuh ku sama saja dengan membunuh mu juga."  Nathan langsung mengambil alih dan berubah menjadi serigala yang buas

Di situ dapat ku lihat Nanda menatap Nathan dengan penuh rasa takut dan badannya yang bergetar. Ia langsung memanggil orang yang sangat ku benci yang berada di sebelah nya, dapat aku dengar ia mengatakan

"Vin bangun, -Vin bangun, bangun, bangun." Oh jadi nama pria sialan itu Vin. Tapi Vin apa  karena ia hanya memanggil sebagian namanya, agar si VIN itu sempat melihat Nathan, Nathan keluar dari jendela dan menutup nya dengan rapat agar Nanda tidak curiga.

Dan tidak lama aku mendapatkan melidink dari Laksa bahwa ia dapat menangkap seorang mata-mata yang belum diketahui identitas nya. Langsung saja Nathan berlari ke arah hutan menuju pack Black Moon.

☆☆☆☆☆

Sesampainya di pack dan langsung saja aku mengambil alih berubah mejadi manusia dan segera pergi ke ruang introgasi. Di tengah perjalanan banyak para pelayan dan penjaga yang memberikan hormat kepadaku, namun aku hanya mengangguk saja dan terus berjalan.

Dan sampailah aku di ruang introgasi dan di situ sudah ada Laksa dan Rendi yang merupakan seorang Gamma ku. Di situ aku juga melihat ada perempuan yang sudah berumur. Cih pintar sekali orang ini mengirimkan mata-mata, tapi meskipun seorang yang sudah berumur atau perempuan aku tetap tidak memperdulikan nya kalau salah dia tetap salah.

"Alpha kami menangkapnya saat ia sedang mengintrogasi seorang rakyat di sini, tadi kami sudah mengintrogasi tapi ia tetap tidak menjawab," ucap Rendi.

Aku langsung duduk di kursi yang telah disediakan dan berhadapan langsung dengan si mata-mata yang sedang duduk dengan tangan dan kaki yang dirantai. Apabila ia bergerak sedikit pun rantai tersebut akan semakin kuat mengikat nya.

"Siapa nama mu?" tanya ku.

"Ranggi," jawab nya dengan mata yang menantang.

"Siapa yang mengirim mu?"

"......."

"Hey jawab bajingan, siapa yang mengirim mu?"

"......." Namun ia tetap diam.

"Baiklah sekali lagi kau diam ku pastikan kau besok tidak bernyawa, tapi bila kau menjawabnya ku beri keringanan, jadi siapa yang mengirim mu?"

"Cih aku takkan memberi tahu mu, jika aku beri tahu pun kau tetap membunuh ku!"

"Baiklah itu mau mu! Rendi bunuh bajingan ini." Rendi langsung saja diambil alih Lion serigalanya Rendi.

Lion mendekati Ranggi sialan itu dan mencabik-cabik nya dan membelah dadanya dan mengambil jantungnya. Dapat aku dengar pekikan kesakitan nya yang memilukan. "AAAAAAA." Tapi aku tidak sama sekali kasihan melihat nya.

"Bereskan semuanya," perintah ku pada Laksa.

"Baik Alpha." Laksa mengangguk dan mengerjakan tugas yang diperintahkan bersama yang lain nya.

TBC

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!