...Wellcome back...
...Jangan lupa vote dan comen...
...Happy Reading all...
********
Saat ini Raga dan Nanda sedang makan di sebuah cafe yang bernuansa alam. Ia makan di situ karena Nanda sangat suka dengan suasana alami, karena bagi Nanda alam adalah tempat yang paling indah dan memberikan udara yang segar bagi kehidupan. Raga yang nyatanya manusia serigala tentu sangat suka dengan alam.
Mereka duduk saling berhadapan dan melemparkan senyum khas yang tak kunjung pudar sedari perjalanan tadi. Jika orang yang tidak tau pasti menyangka mereka adalah sepasang suami istri yang sangat bahagia, bagaimana tidak Nanda sangat cocok dengan Raga dan apalagi dengan Nanda yang sedang mengandung menambah kesan harmonis.
Raga menatap ke arah pelayan yang menghampiri dirinya dan Nanda untuk memberikan daftar menu di cafe ini. Raga mengambil daftar menu yang diserahkan pelayan tersebut kepada dirinya.
Raga melihat-lihat makanan yang akan ia pesan nanti. Setelah mendapatkan menu yang cocok dengan seleranya ia menatap ke arah pelayan tadi dan memberitahukan menu manakah yang akan ia pilih. "Saya pesan hamburger satu porsi sama jus Lemon satu " Raga menatap ke arah Nanda. "Kamu mau pesan apa?" seraya menyerahkan daftar menu kepada Nanda yang tadi ia pegang.
Nanda melihat-lihat ke arah daftar menu tersebut untuk mencari makanan yang manakah yang cocok dan diperbolehkan dimakan pada masa kehamilan. Ia menatap kembali ke arah pelayan. "Saya pesan Pizza satu porsi sama jus apel."
Pelayan tersebut mengangguk dan segera melenggang pergi dari situ, yang mana disitu akan membuat kita yang jomblo tersiksa dengan keromantisan mereka berdua.
Raga menatap intens Nanda yang sedang memandangi kearah alam yang menjadi tema di cafe tersebut. Nanda yang menyadari sedari tadi Raga memandangi dirinya kontan menatap heran Raga. Raga langsung memandang kearah lain saat Nanda memalingkan kepalanya kearah Raga.
Nanda mengernyit bingung melihat Raga yang sepertinya sedang salah tingkah. "Kamu kenapa Ga?" tanya Nanda bingung.
"Tidak apa-apa," jawab Raga gugup. Ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal, kenapa sih jantungnya ini tidak bisa diajak kompromi, di mana saat ini Nathan juga dari tadi ingin keluar hingga menambah penderitaan Raga saat ini.
Tak berapa lama makanan yang mereka pesan pun akhirnya telah datang. Pelayan itu menaruh makanan dan minuman yang Raga dan Nanda pesan tadi. "Kamu harus makan yang banyak, kasihan dengan bayi yang ada di perutmu itu." Ada nada yang terdengar tidak suka dari Raga saat mengatakan itu.
Raga hanya menghela napas pasrah, toh emang salahnya juga yang lambat menemukan mate sehingga ia di dahului oleh manusia yang lemah. Raga hanya bisa tersenyum kecut saat melihat pancaran bahagia dari mata Nanda.
Raga terus memandangi Nanda saat sedang makan, ia selalu mengawasi setiap gerak-gerik Nanda, bagaimana cara Nanda makan dan minum. Sungguh sangat manis saat melihat mulut Nanda yang penuh makanan sehingga membuat kedua pipinya menggelembung.
Raga melap makanan yang berada di sela bibir Nanda. Nanda yang merasakan hal itu langsung tersentak kaget atas kelakuan Raga yang tiba-tiba. Nanda merona melihat senyuman Raga setelah melap bibir Nanda.
"Raga kamu apaan sih," cemberut Nanda dengan wajah yang memerah seperti tomat.
"Muka kamu kok merah?" tanya Raga yang tanpa menghiraukan pernyataan Nanda tadi.
"Hah-masa sih?" tanya Mandarin gelagapan.
"Nanti makannya jangan sampai belepotan lagi." Raga mengacak Rambut Nanda gemas.
Nanda mengerucutkan bibirnya atas perlakuan Raga kepada dirinya. Raga yang melihat bibir Nanda yang cemberut semakin gemas dibuatnya dan ia mencubit pipi chuby Nanda. Enatah kenapa Nanda tidak bisa menolak perlakuan Raga, seperti ada rasa bahagia bila di dekat Raga dan rasa itu melebihi saat ia dekat dengan Vino.
Nanda tersenyum samar kearah Raga sehingga senyum tersebutpun tidak terlihat dengan jelas. Mereka makan dengan penuh candaan, sampai-sampai mereka tidak menyadari ada yang mengawasi mereka dari jauh. Mata orang tersebut tergambar jelas kemarahan di matanya.
******
Terlihat seorang laki-laki dewasa memasuki club dengan amarah yang memuncak tidak dapat ditahan lagi. Ia terus berjalan ke arah club dengan sikap yang datar dan cuek.
Para wanita yang berada di club tersebut bersorak gembira melihat siapa yang datang, yaitu laki-laki yang menjadi idaman setiap para wanita. Ia mendengus kesal, selalu begitu jika ia datang kesini ada saja yang meneriakkan namanya, sehingga membuat sang empu semakin pusing tujuh keliling.
Ia menduduki salah satu sofa yang berada di club tersebut, pandangannya menatap lurus ke depan, terlihat jelas jika laki-laki itu sedang marah yang tidak tertolong lagi.
Namun yang membuat para wanita lebih bahagia atas kedatangannya adalah, laki-laki itu tidak pernah datang lagi semenjak ia menikah dengan wanita yang sangat ia cintai sampai saat ini.
Ia memesan air yang berwarna merah pekat yaitu wine kepada seorang bethender yang merupakan sahabat laki-laki itu sendiri. Ia meneguk tandas wine yang berada di genggamannya, dan ia terus melakukannya sehingga menghabiskan 10 botol wine.
Laki-,laki yang merupakan Vino pun merasakan pusing yang bersarang di kepalanya, sungguh sangat pusing samapi-sampai Vino tidak bisa lagi membuka matanya dan ia terus meracau dengan menyebut nama Nanda.
Ia menyandarkan tubuhnya ke sofa dan memejamkan mata dengan sebuah khayalan tentang Nanda. Di pikirannya saat ini hanya Nanda dan Nanda. Pikirannya melayang pada saat ia melihat Nanda sedang tertawa lepas dengan lelaki lain dan bukan dirinya.
Ia menggerebak meja dengan sangat keras sehingga banyak pasang mata menatap ke arah Vino saat ini. Tak berapa lama datang seorang wanita yang memakai pakaian minim menghampiri Vino. Ia duduk di samping Vino dan bergelinyut manja di lengan Vino.
Vino melirik sekilas kearah wanita ****** itu. Ia menatap benci kerah wanita yang blasteran Belanda Amerika. Dasar wanita murahan yang tidak mempunyai harga diri.
Tak disangka-sangka wanita yang bernama Rani tersebut didorong kasar oleh Vino tanpa perasaan, sehingga wanita tersebut terjerembeb ke samping sofa. Setelah melakukan itu Vino meninggalkan tempat itu tanpa memikirkan nasib wanita yang telah ia dorong tadi yang sedang memaki-maki dirinya.
Kenapa ia melakukan itu, karena tidak ada wanita yang bisa membangkitkan gairahnya selain Nanda. Ia datang kemari bukan untuk melakukan one night stand tetapi untuk menenangkan dirinya dengan meminum minuman Alkohol yang berkadar tinggi.
Ia berjalan keluar Club dengan sempoyongan dan menabrak para pengunjung yang dekat dirinya berjalan. Tidak hanya satu atau dua orang saja yang ia tabrak tetapi melainkan puluhan orang.
Dan juga banyak orang yang memaki-maki dirinya.
Vino keluar dari club dan berjalan kearah parkiran dan memasuki mobil dengan supir yang membawa mobil tersebut. Di dalam mobil Vino terus meracau tidak jelas dengan menyebut nama Nanda.
Seiring waktu yang berjalan kini Vino telah sampai di depan pekarangan rumahnya, namun pemandangan yang ia dapatkan tidak sesuai dengan harapannya. Ia melihat Nanda sedang berada di depan gerbang dan melemparkan senyum manisnya kepada Raga lelaki yang ia benci dan menjadi musuh bebuyutan Vino.
*****
Tbc
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments