Jangan lupa vote and comen
Happy reading
...*********...
..."Kamu??"...
"Aku tidak tahu apakah aku terlalu tampan hingga kau terus menatap ku seperti itu. Baiklah aku simpulkan kau iri dengan ketampanan ku."
"Apa yang baru saja kau bicarakan? Kau terlalu berlebihan. Tapi kenapa kau bisa ada di sini?"
"Kau belum tahu jika aku klien mu? Wow ternyata juga ada seorang atasan konyol seperti mu."
Vino sangat membenci orang yang ada di depan nya ini, ingin rasanya Vino menghajar orang itu sampai semua sendi orang tersebut tidak berfungsi lagi. Dan kenapa bisa-bisa nya ia mendapatkan klien seperti ini, bagaimana cara kerja karyawannya hingga tak bisa menyelidiki jika orang seperti ini lah yang akan menjadi kliennya. Apalagi kontrak perjanjian sudah di buat dan tak bisa dibatalkan jika ia tak ingin mengalami kerugian, jika sudah seperti ini ingin memutuskan secara sepihak pasti perusahaan nya akan mengalami sebuah kebangkrutan jika ia bangkrut bagaimana ia akan membiayai anak dan istrinya nanti. Baiklah sebut saja jika Vino takut jatuh miskin.
"Kalau begitu kita batalkan semuanya termasuk surat kontrak," ucap Vino yang mulai ingin marah sampai ke ubun-ubun, bisa-bisa nya ia tidak diberi tahu bahwa kilen nya adalah seseorang musuh bebuyutan nya, yah orang tersebut adalah Raga Moneco Alata.
"Kamu yakin ingin membatalkan nya?" Raga melempar sebuah amplop kehadapan Vino. Entah apa isinya, Vino tidak mengetahuinya ia hanya bisa pasrah kalau ini bukan suatu kontrak perjanjian.
Vino mengambil kertas amplop tersebut dan membukanya. Vino melihat isi amplop hanya bisa mendengus gusar, terpaksa mau tak mau ia harus menerima klien nya itu dan bekerja sama. Ok mungkin saat ini Vino kalah dan suatu hari ia lah yang akan membalikan semua keadaan ini.
Dia tidak rela harus kalah dengan Raga, ia harus membuktikan kepada Raga bahwa ia lebih unggul dalam segi apapun baik dalam segi kecerdasan, fisik, wanita, dan kekejaman mereka masing-masing.
"APA-APAAN INI HAH!" bentak Vino dan menghempaskan kontrak perjanjian tersebut ke meja dengan kasar. Raga yang melihat itu tertawa dengan senyuman sinis di bibirnya yang bertanda senyum kemenangan dan mengejek.
"Jadi bagaimana? Batal atau lanjut?" tanya Raga dan tak lupa dengan seringaian mengejek nya.
"Apa maksud mu dengan semua ini? Cepat bilang apa rencana mu sebelum aku akan menghabisi mu di sini dan saat ini juga." Vino menarik kerah baju Raga sampai Raga menjijitkan kakinya atas perlakuan Raga meskipun begitu Raga tetap tenang tanpa ada sedikitpun rasa takut yang menghiasi wajah tampan nya. Raga terlihat tenang-tenang saja karena dia yakin jika nanti ada pertengkaran ialah pemenangnya karena ia adalah seorang Werwolf dan juga seorang Alpha.
"Yakin kau bisa melakukannya?" tanya Raga dengan nada yang sangat dibenci Vino. Vino yang mendengar itu semua langsung melepaskan cengkraman nya pada Raga. Ia pun menghela napas dengan frustasi, sungguh jika dia bertindak tanpa rencana ia akan terjebak dengan perangkap si orang gila itu yaitu raga.
" lebih baik kita mulai saja meeting nya. Karena kalian aku kehilangan waktu berharga ku" ucap vino dan langsung menempati kursi yang telah di sediakan
"Jadi sekarang kau telah mengaku kalah dari ku, heh?" ejek Raga. Vino tidak menghiraukan perkataan Raga ia langsung mengambil beberapa berkas dan laptop nya. Dan yang lain hanya menyaksikan pertengkaran Vino pun ikut mendudukkan diri mereka ke kursi yang telah disediakan dan tak terkecuali Raga ia juga mengambil posisi duduk yang berhadapan dengan Vino.
Setelah itu mereka melaksanakan meeting nya dengan hawa yang mencengkam. Bagaimana tidak, antara Vino dan Raga sering terjadi perbedaan pendapat sehingga membuat mereka bertengkar dan tak jarang pula mereka saling ingin membuktikan siapa yang lebih unggul di antara Vino dan Raga.
******
Sedangkan di dalam kamar terdapat seorang perempuan yang sedang melamun yang disebabkan karena mimpinya yang ia rasakan beberapa jam yang lalu. Nanda merasa aneh mengapa ia bisa bermimpi hal yang mengerikan seperti itu dan apalagi mimpi tersebut terasa nyata bagi Nanda.
Setetes air mata jatuh di pipi mulus nan putih Nanda. Ia teringat mimpi yang mengerikan tersebut, ia tidak bisa membayangkan jika mimpi tersebut memang nyata dan terjadi di dalam kehidupannya.
Mengapa hidup nya tidak pernah bisa membuat nya tenang. Baru kemarin ia merasa menjadi orang yang bahagia dan mendapatkan seseorang yang tulus mencintainya sehingga membuat Nanda merasa menjadi wanita yang paling dicintai.
Tapi di dalam mimpi yang ia lihat semuanya semua ini terasa hancur meskipun hal belum terjadi di dalam hidup nya tapi ia merasakan jika hal tersebut akan benar benar terjadi pada hidupnya dan ia merasakan hal yang sama dengan di dalam mimpinya.
Mengapa Tuhan begitu tega dengan nya baru kemaren ia mendapatkan kebahagiaan kini kebahagiaan itu perlahan ingin ditarik oleh Tuhan apa salah nya sehingga Tuhan memberikan ia kehidupan yang hanya untuk merasakan sakit selamanya.
"Hiks~hiks~ Tuhan apa salah ku mengapa kau tega ingin mengambil kebahagiaan ku." Bagaimana Nanda tidak mengeluh sedari kecil ia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dan perjuangan cinta nya dengan Vino juga tidak mudah. Ia harus menerima Vino yang dulu sangat membencinya dan diperlakukan layaknya binatang dan penderitaan itu mulai hilang saat Vino juag memiliki perasaan yang sama dengan nya dan mereka menikah dan kini tinggal menunggu kelahiran buah hatinya.
"Seburuk itu kah aku sehingga ingin mendapat lkan kebahagiaan saja sangat lah sulit," lirih Nanda dengan air mata yang berlinang terus menerus sehingga membuat mata Nanda terasa bengkak.
***
TBC JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments