POV AUTHOR
Nanda terjaga dari tidur nya saat ia merasakan cahaya masuk melalui celah jendela hingga masuk ke dalam retina mata Nanda.
Perlahan-lahan Nanda membuka matanya dan mengumpulkan nyawanya sedikit demi sedikit, dilihat nya ke samping pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah tenang Vino yang masih tertidur.
Nanda melirik benda yang melingkar di tangan nya yakni sebuah jam. Di situ dapat Nanda lihat jika jam menunjukan 6:30 waktu bagian Islandia.
Kemudian Nanda menggerakkan tangan Vino yang melingkar di pinggang nya dan duduk di tepi ranjang, setelah itu Nanda turun dari ranjang yang berukuran king size dan berjalan ke arah kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Nanda melepaskan semua pakaiannya dan menyisakan bra dan cd nya, di depan pantulan kaca Nanda dapat melihat di area leher nya ada beberapa tanda kemerahan.
Namun nanda tidak menghiraukan nya dan tetap melangsungkan kegiatan nya yang menanggalkan pakaian nya sehingga ia benar-benar tidak ada sama sekali pakaian yang melekat di badannya.
Nanda pun memasukan dirinya ke dalam bath up dan mandi air hangat beraroma vanila dan menikmatinya.
Setelah 20 menit Nanda keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian daster, meskipun vino orang kaya, Nanda tetap memakai pakaian daster agar memudahkan dirinya bergerak bebas dalam keadaan sedang mengandung tanpa merasa sesak.
Nanda menggunakan daster yang bewarna merah muda dengan karet di bagian atas perut dan di bawah dada, panjang lengannya sampai siku dan panjang nya di bawah lutut dan bermotif batik di kerah leher nya dan dua kancing di depan.
Setelah selesai acara berpakaian, Nanda keluar dari kamar menuju ke ruang dapur dan menyapa para pelayan nya. "Hai bi Ratna kau sedang memasak apa??" tanya Nanda dengan ramah.
"Eh Nyonya, ini saya membuatkan ayam bakar untuk sarapan pagi Nyonya dan tuan."
"Jika begitu aku akan membantumu!"
"Eh tidak usah Nya, bibi bisa sendiri, Nyonya tunggu hasil nya saja!" tolak bi Ratna karena merasa tidak enak bila nyonyanya membantu, bila ketahuan tuan besar ia akan marah dan tak segan-segan memecat dan ditambah lagi jika Nanda terluka maka ia akan menyiksa orang yang telah melukai istrinya, karena Vino terkenal akan kekejaman nya.
"Tidak usah Bi, pokoknya aku akan tetap membantumu."
"Nanti jika ketahuan Tuan ia akan marah."
"Dia tidak akan marah biar aku yang akan membujuknya nanti, jadi aku bisa membantu, kan?"
Bi Ratna menghela napas dan mengangguk "boleh Nya."
Kini di dapur penuh dengan suara dentingan peralatan dapur, dilihat mereka sangat sedang menikmati kerjaannya.
Tidak berapa lama ayam bakar dan makanan yang lain sudah selesai dimasak, dan hidangan diletakkan di atas meja makan. Nanda mendudukkan dirinya di salah satu kursi dan sambil menunggu sang suami, Nanda yang tadinya berniat menyuruh bi Ratna memanggil Vino pun tidak jadi karena Vino telah datang dan mencium puncak kepala Nanda.
Vino pun mendudukkan dirinya di samping Nanda." Kamu mau makan apa Vin?" tanya Nanda.
"Yang itu saja, ayam bakar kelihatan nya enak."
"Yaudah aku ambilkan."
Nanda mengambilkan Vino ayam bakar dan memasukan ke dalam piring Vino dan setelah itu Nanda mengambil roti dan mengoleskan selai rasa anggur dan mulai memakan nya.
Nanda sangat menikmati sarapannya dan hal itu membuat mulut Nanda mengembung dan bibir yang mengecut sehingga membuat Nanda terlihat menggemaskan.
Vino tersenyum saat melihat Nanda yang begitu menikmati sampai berlepotan. Vino mengusap sisa makanan di sudut bibir Nanda.
Perlakuan Vino membuat rona merah di pipi Nanda. " iih kamu ini." Nanda pun melayangkan cubitan nya.
"AAAW, sakit sayang," rengek Vino.
"Kamu sih."
"Loh kemang nya aku kenapa?"
"Tau ah," ucap Nanda kesal.
"Oh iya sayang hari ini kamu harus cek up," ucap Vino mengingatkan Nanda.
"Hm aku hampir melupakan nya sayang, jadi kamu bisa menemani aku, kan?" pinta Nanda
"Pasti sayang, nanti jam 10 ya."
"Aku akan menunggu," jawab nanda singkat tapi penuh arti.
☆☆☆☆☆☆☆
Kina giliran Nanda untuk cek up, "bagaimana Dok bayi saya baik-baik saja, kan?" tanya Vino dengan nada yang penuh kekhawatiran.
"Bayi Anda baik-baik saja, tidak ada masalah. Untuk ibu Nanda tolong jaga kesehatan nya jangan sampai kelelahan," jelas dokter Wati, kenapa Vino memilih dokter perempuan karena ia tidak suka laki-laki-laki lain menyentuh Nanda.
"Oh iya sekarang ini sudah dapat di akukan USG, apa Bapak ingin melakukan USG?" lanjut dokter Wati.
Nanda saling bertatapan dengan Vino dan mereka menatap dokter Wati dan menganggukkan kepala.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan USG ternyata anak keluarga Relaxa adalah kembar beda jenis, kini mereka pulang dan sedang menuju ke cafe yang terdekat.
☆☆☆☆
Setelah dari rumah sakit Nanda ingin mampir lebih dulu ke cafe.
Sesampai nya di cafe, Vino langsung memarkirkan mobilnya dan turun memasuki cafe yang bernuansa Indonesia dan Eropa.
Vino dan Nanda mendudukkan dirinya di meja no 5. Vino memanggil pelayan untuk memesan makanan, pelayan menghampiri Vino dan memberikan sebuah daftar menu makanan dan minuman.
"Kamu mau pesan apa sayang," tanya Vino sambil menatap daftar makanan
"Ehm ini saja. Spaghetti sepertinya enak dan aku juga menginginkan minumnya jus lemon," jawab Nanda sambil menunjuk gambar daftar makanan.
"Yakin ini aja sayang" tanya vino memastikan
"Iya"
"Baiklah mrs kami pesan satu porsi spaghetti dan pizza dan minuman nya jus lemon dengan mocacihno."
"baiklah," ucap pelayan tersebut
Vino dan Nanda menunggu pesanan mereka datang, Vino memainkan handphone nya sedang kan Nanda sibuk sedang memoto diri dan juga cafe.
"Ehm sayang aku ke toilet dulu ya," seru Vino.
"Oh ya sudah aku akan menunggu mu."
"Terimakasih sayang," ucap Vino dan berdiri dari tempat duduk nya dan mengecup kepala Nanda dan tidak lupa pula ia mengusap rambut Nanda, setelah itu Vino langsung menuju ke arah toilet.
Dan sesampai nya di sana betapa terkejut nya Vino ia bertemu dengan Raga laki-laki yang tempo lalu mengantarkan Nanda pulang.
"Kau!!" ucap vino dan Raga bersamaan
☆☆☆☆☆☆☆☆
Tbc
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments